Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
66. Ketemu Mantan


__ADS_3

" Halo, Bob? Kapan kita bisa ketemu? "


" Entahlah. "


" Nanti malam bisa? "


" Aku usahakan. "


Boby menghela nafas panjang setelah menerima telepon dari Karell. Dia bingung apa dia sudah siap untuk bertemu kembali dengan Karell. Dia tidak tahu apa yang akan di bicarakannya ketika mereka bertemu.


Sudah dua hari yang lalu Boby kembali dari Yogya. Sebenarnya Novia merasakan ada yang berbeda semenjak Boby pulang dari Yogya. Boby yang biasanya memanjakannya setelah lama tidak bertemu, kini tidak lagi.


Malam tiba. Boby bersiap untuk bertemu dengan Karell di sebuah rumah makan.


" Mau kemana mas?" tanya Novia yang melihat suaminya berdandan rapi.


" Keluar. Ada janji. " jawab Boby sekenanya tanpa melihat ke arah Novia.


Novia mendekat bermaksud untuk menyalami Boby, tapi Boby terlihat sangat buru-buru. Novia mengurungkan niatnya.


" Hati-hati mas. " ucap Novia dari dalam rumah.


Bobypun menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah. Sampai di rumah makan tempat dia dan Karell membuat janji, ternyata kare sudah datang terlebih dahulu.


Karell menyambut kedatangan Boby dengan senyuman. Boby merasa jantungnya berdetak kencang saat melihat Karell setelah beberapa tahun lamanya.


Kamu tetap cantik seperti dulu, Karell. Batin Boby sambil berjalan mendekat ke arah Karell.


" Hai, Bob. " Karell menyapa Boby dengan menjulurkan tangan kanannya. Boby menyambutnya.


Kemudian mereka duduk. Setelah memesan makanan, mereka mulai berbincang-bincang.


" Boby, aku mau minta maaf. "

__ADS_1


" Untuk?"


" Maaf karena aku pergi tanpa berpamitan. "


" Kalau kamu tahu itu salah, kenapa kamu lakukan? "


" Maaf. Kamu tahu kan kalau aku sangat ingin menjadi model profesional. Saat itu aku mendapat tawaran dari sebuah agensi ternama di Inggris. Aku tidak ingin menyia-nyiakannya. Dan saat itu aku belum siap untuk... untuk menikah. "


" Kamu bisa kan membicarakannya denganku?"


" Aku takut kamu melarangku pergi. Kamu bilang ingin menikahiku. Jadi aku takut kalau aku mengatakannya padamu, kamu akan melarangku pergi. "


Boby mengusap wajahnya kasar mengetahui alasan Karell meninggalkannya tanpa pamit.


" Aku bilang aku akan menikahimu karena aku mencintaimu. Ingin menjagamu. Dan tidak ingin kehilanganmu. Bukan karena untuk membatasi semua kegiatan kamu. Mana mungkin aku melarang keinginan orang yang aku cintai. Aku bukan orang yang egois. "


" Maafkan aku, Boby. " Karell menunduk karena menyesali keputusannya dulu.


" Aku...aku ... melarang mereka. " jawab Karell terbata-bata sambil menangis.


" Lalu kenapa kamu kembali sekarang? "


" Karena aku...aku merindukanmu. Aku ingin meminta maaf dan membayar semua kesalahanku kepadamu. "


Boby terdiam tanpa bisa menjawab perkataan Karell. Karell memberanikan diri untuk memegang tangan Boby. Boby terkesiap.


" Boby, aku masih mencintaimu seperti dulu. Aku ingin kita kembali seperti dulu. " pinta Karell dengan wajah memelasnya.


Boby masih tetap terdiam sambil memandang wajah Karell. Wajah yang sangat ia rindukan selama beberapa tahun.


" Bob..."


" Aku tidak tahu. " jawab Boby.

__ADS_1


" Beri aku kesempatan. Aku akan membuatmu bahagia. "


Boby kembali tidak memberikan jawaban.


" Boby please. Apa sudah ada penggantiku?"


Boby terkejut dengan pertanyaan Karell. Dia bingung harus menjawab apa. Di satu sisi dia berharap bisa kembali bersama Karell dan tentu saja dia tidak ingin Karell mengetahui statusnya sekarang. Tapi di satu sisi ada perasaan bersalah terhadap istrinya.


" Boby. Apa sudah ada yang menggantikanku di hatimu?"


Boby menggeleng. Entah apa yang di pikiran Boby sehingga dia menjawab seperti itu.


" Kalau begitu, ijinkan aku menebus kesalahanku. Jika...jika memang setelah kita bersama lagi dan kamu merasa tidak nyaman atau kamu merasa sudah tidak mencintaiku lagi, maka kamu boleh meninggalkan aku. "


Boby mengangguk. Memang dari dulu Boby paling tidak bisa menolak permintaan Karell. Semenjak dia jatuh cinta kepada Karell, apapun yang di mintanya pasti akan dipenuhi.


Mata Karell langsung berbinar mengetahui jawaban Boby. Ternyata tidak susah memintamu kembali. Batin Karell.


Senyuman bahagia tidak pernah lepas dari bibir Karell.


Setelah makan malam, mereka memutuskan untuk pulang. Boby mengantar Karell sampai ke rumah. Kemudian dia pulang ke rumahnya.


Sampai di rumah, suasana rumah sudah sepi. Novia juga sudah tidak terlihat. Lampu rumah sudah di rubah ke lampu kecil semua. Tidak seperti biasanya, kali ini Boby langsung masuk ke kamarnya. Biasanya setelah bepergian, atau ketika pulang dari kantor, dia pasti akan menyusul Novia ke kamar yang di tempati Novia.


****


bersambung


Jangan lupa like' nya ya kak...


Author juga nunggu komennya, masukannya, biar author bisa memperbaiki isi cerita, atau apapun yang ada di novel ini.


Ini adalah novel author yang pertama. Jadi ya harap maklum kalau cerita, maupun penulisan masih berantakan 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2