Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
124. Seratus dua puluh empat


__ADS_3

" Sayang, sepertinya aku tadi melihat Remon ke rumah om Ikhwan. " kata Boby sambil menatap langit-langit kamar.


Kini mereka telah berada di dalam kamar. Athar telah pulang dan kini bayi gembul itu telah tertidur pulas di tengah ranjang. Dengan di temani papanya di sebelah kanan, dan mamanya di sebelah kirinya.


" Oh ya? Kok aku nggak lihat tadi mas? "


" Tadi kamu udah masuk rumah. Pas Athar udah ngantuk tadi. "


" Sepertinya apa yang ibu bilang bener. "


" Emang ibu bilang apa?" tanya Boby sambil mengalihkan pandangannya ke arah Novia.


" Ibu bilang kalau bang Re sering datang ke rumah Om Ikhwan. Mungkin aja hubungannya sama Rifa berlanjut. "


" What?" teriak Boby kaget.


" Hus!" Novia meletakkan telunjuk kanannya di bibir memberi isyarat supaya suaminya itu tidak berisik.


" Ups." Boby menutup mulutnya dengan telapak tangannya. " Sorry " bisiknya.


" Pelan-pelan aja mas. Ntar Athar kebangun. "


" Iya. Habisnya aku kaget banget sumpah. Masak iya Remon kencan sama Rifa? Kok bisa? " ucap Boby sambil berbisik.


" Bisa lah. Rifa nya suka. Bang Re juga jomblo. Apa salahnya? Kalau aku sih setuju aja kalau mereka emang jadian. Bang Re baik orangnya. Pendiam. Jadi bisa mengerem mulut Rifa yang ember. " ucap Novia panjang lebar sambil di selingi tawa kecil.


" Kalau bener, Remon jadi sepupu aku dong. "


" Ya nggak apa-apa kan? "


" Nggak pa-pa. Cuman kalau mereka jadian sampai nikah, Rifa mau nggak di ajak hidup di Jakarta? "

__ADS_1


" Maksudnya? "


Boby kembali menerawang, matanya melihat ke langit-langit kamar.


" Rencananya, aku mau ajak Remon balik ke Jakarta buat bantu aku mengurus usaha peninggalan papa. Nggak mungkin aku selamanya di sini. Mama udah semakin tua. Aku juga harus merawatnya. Kalau kamu, kamu siap kan kalau aku ajak hidup di Jakarta?" kini mata Boby menatap lekat ke Novia.


" Kalau aku sih sebagai seorang istri harus siap di bawa suamiku kemana aja. Dimana suamiku tinggal, maka di situlah aku dan anak kita berada." ucap Novia penuh makna.


Boby tersenyum mendengar jawaban dari istrinya. Hatinya menghangat.


" Terimakasih, Sayang. " ucapnya sambil memegang tangan Novia yang sedang memeluk tubuh Athar.


Novia membalas dengan senyuman terindahnya.


" Udah ah, tidur. Udah malam. Hoam .." Novia menguap.


Boby bangkit dari tidurnya dan berjalan mengitari tempat tidur. Kemudian dia merebahkan tubuhnya di belakang Novia. Dia memasukkan tubuhnya ke dalam selimut di belakang Novia.


Novia menoleh. " Kamu ngapain kesini? "


" Ada-ada aja kamu mas. "


" Aku masih rindu sama kamu. " Boby menelusupkan wajahnya ke tengkuk Novia. Dia menyibak rambut Novia yang menutupi tengkuknya.


" Mas..." Novia menggerakkan kepalanya protes.


" Diam dong yang. Aku hanya ingin tidur sambil meluk kamu. Aku janji nggak akan ngapa-ngapain."


Mendengar perkataan Boby, Novia diam dan kembali ke posisi awalnya.


" Aku saaaaangat merindukanmu. Tidur sambil memeluk kamu seperti ini selalu jadi angan-anganku tiap malam. Bisa tidur seperti ini, berada satu ranjang sama kamu, dan juga anak kita, adalah impianku. Dan hari ini aku mendapatkan impianku itu. Terimakasih Sayang. Aku mencintaimu. " ucap Boby panjang lebar.

__ADS_1


Novia terharu mendengar kata-kata Boby yang terasa sangat mendalam. Novia mengambil tangan Boby yang melingkar di pinggangnya. Kemudian dia mengubah posisi tidurnya. Kini dia tidur menghadap suaminya. Di tatapnya mata suaminya lekat. Mata mereka saling bertemu. Saling memandang penuh dengan cinta.


" Benarkah? Apa selama aku tidak menghiraukanmu, kamu sungguh tersiksa mas? " tanya Novia sambil mengelus pipi Boby.


" Sangat sayang. " Boby menyelipkan beberapa helai rambut Novia ke belakang telinga Novia.


" Maaf. Aku istri yang berdosa. " kini mata Novia mulai berkaca-kaca. Ada rasa bersalah yang teramat dalam hati Novia mendengar curhatan suaminya.


" Sstt! Jangan meminta maaf, Sayang. " Boby meletakkan jari telunjuknya di bibir Novia. " Akulah suami yang berdosa. Karena telah menyakiti hati istriku yang begitu mulia. " tambahnya.


Novia menggeleng kemudian menelusupkan kepalanya ke dada bidang suaminya. Dan tangannya melingkar erat di pinggang suaminya.


" Aku juga mencintaimu mas. " ucap Novia.


Boby mengecup puncak kepala Novia sambil mengelus punggung Novia dengan sebelah tangannya. Dia tersenyum hari ini. Senyum kebahagiaan yang tiada pernah dia sangka dia akan bisa merasakan kebahagiaan yang seperti ini. Sungguh besar nikmat yang Tuhan berikan kepadanya. Berulang kali Boby mengucapkan syukur ke Yang Maha Pemberi.


" Good night, my lovely wife. Have a nice dream. " bisik Boby.


" Good night my lovely husband. Have a nice dream too. " bisik Novia menjawab ucapan Boby.


Kini mereka tertidur lelap dengan saling berpelukan erat. Mereka yakin malam ini mereka akan bermimpi indah dalam tidurnya.


Dan si baby Athar juga pengertian. Mungkin dia juga merasa bahagia melihat orang tuanya telah kembali bersama. Malam itu, baby Athar juga tertidur sangat lelap. Tanpa terbangun. Bahkan sepertinya dia juga tidak lapar makan ini.


Keluarga kecil itu, malam ini bisa tidur nyenyak. Semoga kebahagiaan selalu meliputi mereka.


***


bersambung


Maaf ya kakak-kakak reader'sku semuanya... Kemarin author nggak sempat update episode baru. Proses bikin nilai raport.

__ADS_1


Mungkin minggu ini, author tidak bisa tiap hari update ya....


Insyaallah kalau kerjaan udah beres, author bakal kembali update tiap hari..🙏🙏


__ADS_2