Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
63. Kamu Sakit?


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu dari semenjak perginya Boby ke Surabaya. Rencananya hari ini dia akan kembali pulang. Tiket pesawat telah di belinya.


Novia yang mendengar kalau Boby akan pulang hari ini, dia sangat senang. Novia juga bingung, rasa senang akan bertemu suaminya melebihi biasanya. Mungkin karena sekarang bukan hanya dirinya yang merindukan Boby. Tapi calon baby juga mungkin merindukan ayahnya.


Sore telah tiba. Novia sudah menunggu kedatangan suaminya di teras rumah. Karena tadi Remon sudah memberi kabar kalau dia sudah sampai di bandara untuk menjemput Boby.


Benar saja, tidak lama kemudian, mobil yang menjemput Boby dari bandara tiba di depan rumah. Novia langsung bangkit dari duduknya.


Boby turun dari mobil kemudian berjalan mendekat ke teras. Kedatangannya di sambut senyum manis dari istrinya. Bobypun membalas senyuman itu. Novia mulai berlari kecil dan memeluk Boby dengan erat.


" Ouw...ouw..." Boby agak kaget dengan pelukan Novia yang mendadak. Dia sempat agak kehilangan keseimbangan karena Novia menabrak dirinya dan memeluknya erat.


Tapi Boby senang mendapat perlakuan itu dari Novia. Dia membalas pelukan Novia dengan tidak kalah erat


" Sebegitu rindunya kamu sama suamimu ini?" goda Boby. Yang di goda menjawabnya dengan anggukan. Boby kembali mengulas senyumnya.


" Aku juga saaangat merindukan istriku yang cantik ini. "


" Ehm...." Remon berdehem di belakang Boby.


Seketika, Novia melepas pelukannya. Dia baru menyadari kalau ada Remon di dekat mereka. Dia merasa sangat malu. Dia menyembunyikan wajahnya di dada Boby.


" Ganggu aja Lo..."


" Sorry pak bos. Habisnya saya mau lewat nggak bisa. " bela Remon. Karena posisi Boby dan Novia saat ini berada pas di depan pintu.


Novia segera melepas tubuhnya yang sedari tadi masih di peluk oleh Boby.


" Maaf, bang Re. " ucap Novia malu-malu. Kemudian dia bergegas masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Boby dan Remon.


Novia pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk suaminya dan Remon.


Setelah kopi jadi, Novia mengantarnya ke ruang tengah. Boby sedang duduk santai di sana dan Remon habis menaruh koper bosnya di kamar.


" Kopinya, mas. " Novia memberikan cangkir kopi ke Boby. Boby menjawab dengan senyuman.


" Ini kopinya bang Re. " Novia memberikan cangkir kopi ke Remon.


" Waduh, repot-repot Bu bos. Saya bisa bikin sendiri. "


" Sekalian bang. "


" Terimakasih banyak mbak. "


" Iya bang. Sama-sama. "


Remon pergi meninggalkan mereka dengan membawa kopinya. Entah kemana perginya si Remon.

__ADS_1


" Mau mandi dulu, mas?"


" Boleh deh. Badanku gerah banget rasanya. "


" Sebentar. Aku siapin airnya dulu. "


Novia pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar Boby. Boby mengikuti dari belakang. Novia segera menyiapkan handuk mandi untuk Boby, mengisi bathtub dengan air hangat untuk Boby berendam. Karena Novia yakin, suaminya pasti lelah. Dengan berendam, bisa mengurangi rasa lelahnya.


" Mandi dulu mas. Air dan handuknya udah siap. " ucap Novia ketika dia keluar dari kamar mandi.


" Oke. " jawab Boby kemudian bangkit dari duduknya dan melepas kemeja serta celana panjang yang di pakainya.


Novia mengambil kemeja dan celana panjang Boby dari tangan Boby dan di taruh di keranjang baju kotor.


Selama Boby berendam dan mandi, Novia menyiapkan baju ganti untuk Boby, kemudian membuka koper Boby dan menata kembali baju-baju Boby ke dalam almari.


Di saat dia sedang sibuk menata baju-baju suaminya, dia merasa seseorang tengah mengamati. Noviapun menoleh.


Boby tengah menyender di pintu kamar mandi dengan tangan bersedekap. Boby masih memakai handuk di pinggangnya dan handuk kecil mengalung di lehernya. Senyum indah tersungging dari kedua sudut bibirnya.


Otot sixpek terlihat dari dada telanjang Boby. Novia meneguk salivanya dengan susah payah. Belum pernah dia merasa tubuhnya panas seperti ini kala melihat tubuh suaminya. Di mata Novia, tubuh suaminya terlihat sangat sexy.


" Hm!" Boby berdehem membuyarkan lamunan Novia. Cepat-cepat Novia mengalihkan pandangannya kembali ke baju yang masih ada di tangannya.


" Istriku sangat menggemaskan kalau sedang malu seperti ini. " bisik Boby yang tiba-tiba sudah berada di belakang tubuh Novia.


Cepat-cepat Novia mengalihkan perhatiannya dengan menaruh baju yang ada di tangannya ke dalam almari. Dan tiba-tiba 'hap'. Boby mengangkat tubuhnya.


" Aa.." Novia berteriak karena terkejut. Dan Boby membungkam teriakan Novia dengan mencium bibir Novia.


Di bawanya Novia ke ranjang. Boby duduk di tepi ranjang dan mendudukkan Novia dalam pangkuannya. Mereka melepas ciuman mereka. Sama-sama menghirup udara segar bersama-sama.


Mata mereka saling bertatapan. Ada kerinduan dalam pandangan mereka. Boby memeluk pinggang Novia dan Novia memainkan rambut Boby yang masih basah.


" Sayang, kamu kurusan. " ucap Boby sambil memperhatikan tubuh Novia.


" Sepertinya. Berat badanku turun hampir dua kilo."


" Kamu masih enggan makan nasi?"


" Sekarang sudah tidak terlalu. Meskipun aku masih sangat malas untuk mengunyah nasi, tapi aku berusaha memaksa untuk tetap mengunyahnya. "


" Baguslah kalau begitu. Aku tidak mau kalau kamu jadi bertambah kurus. Nanti di kira aku nggak pernah ngasih kamu makan. " Boby mengecup pipi Novia sekilas.


" Tapi yang, tubuh kamu kurusan, tapi kenapa dada kamu bertambah besar? Sepertinya lebih besar dari sebelum aku ke Surabaya. " kini tangan Boby berada di dada Novia.


Novia mengendikkan bahunya.

__ADS_1


' Itu karena aku hamil mas.' batin Novia. Tapi Novia masih belum mau memberitahu kabar gembira ini ke suaminya.


Boby meremas d*d* Novia perlahan. Pelan tapi membuat Novia melayang.


Novia berusaha melepas tangan Boby. Tapi yang keluar dari mulutnya malah erangan. Membuat Boby tersenyum dan menarik tengkuk Novia dan ******* bibirnya.


Krucuk...kruuk...bunyi perut Novia. Spontan Boby melepas pagutannya.


" Lapar sayang?"


Novia mengangguk pelan sambil menggigit bibir bawahnya karena malu. Boby tersenyum menahan tawa.


" Mau makan di luar atau di rumah aja?"


" Mmm...di rumah aja. Tapi masakan kamu. "


" Oke. Tapi masakan yang gampang aja ya? Aku tidak begitu pandai memasak. " ucap Boby sambil mengelus pipi Novia.


" Mau nasi goreng pakai sosis dan telur. "


" Oke. Kalau itu aku bisa. "


'cup' ...Boby mengecup pipi Novia. Kemudian mengangkat tubuh Novia ke samping, dan dia mengambil dan mengenakan baju yang tadi sudah di siapkan Novia.


" Mau nemenin aku memasak?"


Novia mengangguk. Boby menggandeng tangannya dan berjalan berdampingan ke dapur.


Sampai di luar, Novia celingukan.


" Cari siapa yang?"


" Bang Remon. Kok nggak kelihatan."


" Oh, udah balik kali. "


Novia manggut-manggut.


Sampai di dapur, Boby menyiapkan semua bumbu untuk membuat nasi goreng. Dan Novia bukannya membantu, malah bergelayut memeluk Boby dari belakang sambil kepalanya melongok ke depan melihat Boby yang sedang menyiapkan bumbu nasi goreng.


Dan di saat Boby mengupas bawang merah, tiba-tiba perut Novia serasa di aduk-aduk. Novia melepas pelukannya di pinggang Boby, kemudian dia berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutnya.


Boby yang melihatnya, langsung mengikuti. Di kamar mandi, Novia sudah memuntahkan semua isi perutnya.


Sambil memijat tengkuk Novia, Boby bertanya " Kamu sakit yang?"


****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2