
Satu minggu telah berlalu. Hari ini adalah hari pernikahan Sari, saudara sepupu Novia. Acara akad nikah dan resepsi di laksanakan dalam satu hari.
Sudah dua hari Novia menginap di rumah orang tuanya. Sedangkan Boby baru bisa menyusulnya pagi ini. Karena memang pekerjaannya banyak sekali. Tidak bisa dia tinggalkan.
Boby dan Novia mengenakan pakaian yang serasi. Novia memakai gaun berwarna merah maroon dan Boby juga mengenakan kemeja berwarna merah muda dan di balut dengan jas berwarna merah maroon senada dengan gaun Novia.
Mulai semenjak datang pagi tadi, Boby mengekori Novia kemanapun Novia berjalan. Dua hari tidak bertemu sang istri, dia merasakan rindu yang sangat.
Semenjak resepsi pernikahan di mulai, kasak kusuk dari para tetangga yang hadir mulai terdengar. Mereka mengatakan kalau suami Novia terpaksa menikahi Novia. Bahkan tidak ada cinta diantara mereka.
Mendengar hal itu, telinga Boby menjadi panas. Sedangkan Novia hanya bisa berpura-pura tidak mendengar.
Sebenarnya mereka tahu siapa penyebar gosip yang selama ini menghantui hidup Novia. Dia adalah istri mantan kepala desa yang sangat menginginkan Novia menjadi menantunya.
Tapi sudah berkali-kali dia datang ke rumah Novia untuk melamar, dan berkali-kali pula Novia menolaknya. Dan rasa sakit itu semakin menjadi ketika dia mendengar Novia menikah dengan seseorang yang baru di kenalnya.
Boby datang menghampiri Novia yang berdiri di dekat keluarga besarnya. Dia memegang pinggul Novia dengan kedua tangannya. Memeluknya dari belakang erat. Novia terkejut dengan sikap Boby.
" Mas. Kamu ngapain?"
" Aku meluk istriku. "
" Mas, jangan kayak gini. " Novia agak tidak nyaman dengan perlakuan Boby. Baru pertama kali ini Boby memeluknya. Dan dia merasa agak aneh. Novia berusaha melepas tangan Boby yang melingkar di pinggangnya. Tapi pelukan Boby malah semakin di pererat.
Jarak mereka begitu dekat. Bahkan hembusan nafas Boby terdengar jelas di telinganya. Novia menjadi semakin gugup.
" Diamlah. Ayo kita tunjukkan ke semua orang, kalau apa yang mereka ucapkan tidak benar." bisik Boby di telinga Novia. " Kita tunjukkan kalau pernikahan kita baik-baik saja. "
" Hm??" Novia sedikit menoleh ke samping. Dan deg...wajah Boby berada begitu dekat dengan wajahnya.
Dan tiba-tiba 'cup' satu kecupan ringan mampir di pipi kanan Novia. Refleks dia memegang pipinya. Tiba-tiba wajahnya terasa panas.
Boby memperhatikan ekspresi wajah Novia sambil tersenyum jahil. Istriku sangat menggemaskan. Gumam suara hati Boby.
Hal itu membuat para ibu-ibu menjadi diam.
Sedang asyiknya beromantisan, tiba-tiba terdengar suara MC.
" Request dari mempelai wanita, kak Boby diminta untuk datang ke sini. "
Boby dan Novia saling bertukar pandang. Boby melonggarkan pelukannya. Novia menyuruh Boby untuk mendekat ke MC dengan dagunya. Bobypun berjalan mendekat ke MC.
" Mbak Sari bilang, kak Boby ini punya suara yang merdu. Mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk kak Boby."
Riuh tepuk tangan bergema. Novia tersenyum sambil bertepuk tangan.
" Kak Boby mau mengucapkan sepatah dua patah kata mungkin untuk seseorang yang spesial."
Riuh tepuk tangan terdengar kembali ketika Boby sudah berada di depan. Tampak beberapa cewek yang mungkin teman Sari terpesona dengan ketampanan Boby.
" Oke. Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk adikku. Semoga kalian selalu berbahagia. " Boby tersenyum ke arah Sari dan suaminya.
" Dan untuk yang selanjutnya, saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk seseorang yang terkasih. "
Waktu pertama kali...
Kulihat dirimu hadir...
Rasa hati ini inginkan dirimu...
__ADS_1
Pandangan mata Boby langsung tertuju ke arah Novia.
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa..
Geloranya hati ini tak ku sangka...
Rasa... ini tak tertahan...
Hati ini selalu untukmu...
Boby berjalan ke arah Novia. Kemudian mengecup punggung tangannya.
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa...
Boby menggandeng tangan Novia dan mengajaknya ke depan. Novia menjadi tersipu dengan perlakuan Boby.
Aku tak punya bunga..
Aku tak punya harta
Yang ku punya hanyalah hati yang setia tulus padamu...
Hari hari berganti
kini cintapun hadir
melihatmu..
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu...
hitam panjang rambutmu
Anggun ...terikat...
rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu...
terimalah lagu ini dari orang biasa
tapi cintaku padamu luar biasa
aku tak punya bunga
aku tak punya harta...
Yang ku punya hanyalah hati yang setia...tulus padamu....
ooooo
huuuu...
Kini suara Novia yang terdengar. Boby agak terkejut mendengar Novia menyanyi.
__ADS_1
Nah, jadi berduet deh.
Terimalah lagu ini...hmmm...
Dari orang biasa...
Terimalah lagu ini dari orang biasa...
Tapi cintaku padamu luar biasa...
Aku tak punya bunga...
Aku tak punya harta...
Yang ku punya hanyalah hati yang setia...
Yang ku.. punya hanyalah hati yang setia....
Terimalah cintaku yang luar biasa...
Tulus padamu...( suara Boby dan Novia)
Tepuk tangan dari para tamu undangan bergema kembali. Sungguh suasana yang romantis.
Boby mengecup kening Novia. Wajah Novia menjadi memerah karena malu.
Kemudian mereka berjalan kembali ke belakang.
" Ternyata kamu mempunyai suara yang merdu. Kenapa aku tidak pernah tahu?" bisik Boby di telinga Novia.
" Iya.. Karena aku hanya bernyanyi di kamar mandi. " Novia tertawa.
Acara terus berlanjut. Tak terasa malampun tiba.
Malam itu, Boby ikut menginap di rumah orang tua Novia. Karena kebetulan esok harinya dia libur.
Karena kelelahan, Novia tertidur lebih awal. Ketika Boby masuk ke kamar, Novia sudah sampai di alam mimpinya.
Boby berjalan mendekat ke tempat tidur. Kemudian naik ke atas kasur. Menatap istrinya yang sedang terlelap.
" Malam ini kamu kurang waspada, sayang. Biasanya kamu akan tidur membelakangiku ketika kita tidur bersama. " gumam Boby.
Boby memberanikan diri untuk menyusuri wajah Novia mulai dari keningnya, kemudian turun ke mata. Bulu mata yang lentik. Kemudian turun lagi ke hidung, dan berhenti ketika jarinya menyentuh bibir Novia.
Bibir yang merah merekah walaupun tanpa lipstik. Boby mengusap bibir itu dengan ibu jarinya. Entah apa yang Boby pikirkan. Kini dia mendekatkan wajahnya ke wajah Novia. Semakin mendekat, sehingga tak tercipta jarak diantara mereka sama sekali.
Boby mencium bibir Novia. Pelan dia mengecup bibir istrinya. Awal yang lembut. Tapi setelah beberapa saat, ciuman itu berubah menjadi luma***. Boby melu*** bibir polos Novia dengan sesekali menjilati dengan lidahnya. Selama beberapa menit bibirnya berada di bibir Novia.
Sampai akhirnya terasa pergerakan dari Novia. Novia sedikit menggeliat. Boby segera mengakhiri ciuman panasnya. Dia khawatir Novia memergoki aksinya. Dia segera beranjak. Merebahkan tubuhnya berpura-pura tertidur.
Tapi ternyata Novia tidak terbangun. Hanya menggeliat kecil. Mungkin Novia juga bermimpi kalau dia sedang di cium.
Boby memperhatikan Novia.
"Syukurlah dia tidak terbangun. Shit... Kenapa malah dia yang terbangun." Boby menatap tubuh bagian bawahnya menegang.
****
bersambung dulu ya guys...
__ADS_1