Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
126. Seratus dua puluh enam


__ADS_3

" Sayang....aku bahagiaaaaa banget." ucap Boby sambil memeluk Novia dari belakang dalam posisi tidur.


Saat ini mereka sedang berada di kamar mereka untuk tidur karena hari telah malam. Athar sedang tertidur pulas di sebelah Novia.


" Kebahagiaan yang tiada terkira. Belum pernah aku merasakan kebahagiaan yang sebesar ini. Aku merasa menjadi laki-laki yang sempurna. Mempunyai seorang istri yang cantik...baik..pintar..." ucap Boby panjang lebar dan akhirnya di potong oleh Novia.


" Gombal aja kamu mas."


" Kok gombal? Beneran yang...Aku benar-benar beruntung mempunyai istri seperti kamu. Apalagi kamu juga sudah memberiku seorang anak yang tampan seperti ini. " ucap Boby sambil mencubit pipi gembul Athar dan membuat bayi itu menggeliat kecil.


Novia memukul tangan Boby, sambil berkata " Mas, ah...ntar dia bangun..."


Setelah tangannya di pukul oleh Novia, kini tangan Boby beralih ke pipi Novia dan mencubitnya, sambil berkata " Kalau gitu, ini aja yang udah bangun. "


" Ck! " ucap Novia sambil memonyongkan bibirnya.


" Yang.." panggil Boby yang kini tangannya sudah beralih tempat. Dia memeluk pinggang Novia.


" Hem "


" Besok kita ke dokter kandungan yuk. "


" Ngapain mas? Kan aku nggak ngerasa gimana-gimana. "


" Kita konsultasi. KB apa yang cocok buat kamu, dan terbaik buat kamu. "


" Hem? " Novia langsung menoleh ke arah Boby. " KB ? Kok tiba-tiba? "


" Iya, yang. Aku puasa kan udah lama banget. " ucap Boby sambil memainkan ujung rambut Novia.


Novia mengerutkan dahinya menanggapi ucapan Boby.


" Aku juga laki-laki normal. Apalagi aku udah pernah ngerasain. " tambah Boby.


Novia semakin mengerutkan keningnya. " Maksud kamu apa sih mas? "


" Maksud aku, aku pengen buka Yang...." jelas Boby sambil menempelkan adik kecilnya yang sudah menegang ke pant** istrinya.


Novia menutup mulutnya terkejut menyadari maksud ucapan suaminya dari tadi. " Kamu ini ada-ada aja mas. "


" Beneran ini. Kamu ngerasain kan, si kecil yang ini berontak terus dari kemarin. "

__ADS_1


" Terus, apa hubungannya sama KB? "


" Ya biar aman. Kamu nggak hamil. "


" Emang kenapa kalau aku hamil? Toh aku punya suami kan? "


" Bukan gitu yang. Aku nggak pengen kamu hamil."


Novia semakin terkejut dengan perkataan Boby. Dia langsung mengubah posisi tidurnya menjadi berhadapan dengan Boby. Kemudian menatap mata suaminya itu dengan tajam.


" Maksud aku bukan seperti yang kamu pikirkan. Alasan aku nggak pengen kamu hamil, karena aku trauma Nov. Aku nggak pengen kamu seperti kemarin lagi. Aku nggak bisa kalau harus lihat kamu seperti kemarin lagi. Berat, Nov. " ucap Boby dengan mata yang berkaca-kaca.


Novia kemudian menangkup kedua pipi Boby. Menatapnya dalam. " Mas, kejadian yang kemarin, ayo kita lupakan. Kalau kemarin aku sampai seperti itu, kita semua tahu alasannya kenapa. Sekarang keadaan kita sudah berubah. Kamu mencintaiku kan? "


Boby mengangguk.


" Kalau kamu mencintaiku, dan tidak akan berkhianat, maka kejadian seperti kemarin tidak akan terjadi lagi. Aku yakin itu. " tambah Novia.


" Tapi tetap aja aku takut dan khawatir, sayang. "


" Lagian nih ya mas. Belum tentu kita melakukan itu terus aku hamil kan? "


Novia mencibir mendengar jawaban suaminya.


" Beneran lho yang. Buktinya sudah ada. Kamu ingat, berapa kali kita bercinta dan ada Athar di sini? " tanya Boby sambil mengelus perut Novia.


" Entahlah. " jawab Novia enteng.


" Satu kali yang...Cuma satu kali kita bercinta, dan kamu langsung hamil. "


" Hah.." jawab Novia kemudian beralih posisi menghadap ke Athar kembali.


" Jadi nggak menutup kemungkinan kalau kita melakukannya lagi tanpa kamu KB, kamu langsung hamil lagi. Aku nggak siap. "


" Mas, kalau dulu aku langsung hamil, karena saat itu aku sedang di masa subur mas. Makanya aku bisa langsung hamil. Jadi aku rasa, kalau kita melakukannya ketika aku tidak di masa subur pasti aku nggak hamil. "


" Kalau kita melakukannya pas kamu dalam masa kamu tidak subur, berarti kita tidak bisa melakukannya tiap hari. "


" What? " Novia menoleh ke arah Boby.


" Ya kalau aku pengen atau kamu yang pengen, kan jadinya bisa tiap hari, yang. "

__ADS_1


" Hizz! " Novia mencubit lengan Boby.


" Au..! Mau ya, besok ke dokter. "


" Kamu ajalah yang KB kalau gitu. "


" Kok gitu? Emang laki-laki bisa KB? "


" Ya bisa lah. Itunya dioperasi, di tali. Biar benihnya nggak kabur kemana-mana. "


" Terus kamu nggak takut, kalau aku main di luar? Kalau aku nggak bisa menghamili? "


" Ha??? " kedua mata Novia melotot. " Itu kan terserah kamu mas. Kalau kamu mau main di luar, biarpun kamu nggak KB juga bisa. " ucap Novia sinis.


" Nggak yang. Aku bercanda. Habisnya kamu di ajak KB aja nggak mau. "


" Kalau kamu nggak mau KB, pakai itu kan bisa. " ucap Novia malu-malu.


" Pakai apaan? " goda Boby.


" Ihhh...itu... Yang itunya di masukkan itu. "


" oohh... Kalau bocor gimana? Ko**** itu tidak semuanya bagus kondisinya. "


" Mau gitu aja ribet banget kamu mas. "


" Makanya yang...Kita ke dokter ya besok. " bujuk Boby.


" Iya mas iya. Kata orang tua, nurut sama suami itu dapat pahala. " akhirnya Novia mengalah.


****


bersambung


Maaf ya semua reader'sku... Berhari-hari author nggak update... Kondisi ayah makin memburuk dan lima hari yang lalu, ayah author meninggal dunia..


Jadi author nggak ada semangat buat nulis... Author juga ngeblank nggak ada ide sama sekali...


Sekali lagi... author minta maaf...


Mohon doanya buat ayah ya kak....🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2