
Setelah mandi, Boby melihat di atas ranjang ada sepasang kaos dan celana pendek.
" Pakai itu mas. " ucap Novia yang kala itu sedang mengambil baju untuknya sendiri di dalam almari.
" Lah, punya siapa ini? " tanya Boby kebingungan karena baju yang ada di atas ranjang tadi bukan miliknya.
" Punya tetangga. Aku pinjemin tadi. Daripada kamu nggak ganti. Ntar bau asem lagi. " canda Novia.
" Seriusan sayang. Punya siapa ini? Punya bapak?"
" Ya nggak mungkin punya bapak lah. Masak iya bapak pakai celana pendek jeans gitu. "
" Ya siapa tahu habis punya mantu aku bapak jadi gaul. " ucap Boby sambil melihat kaos yang ada di atas ranjang tadi.
" Ck! Kamu itu mas. Emang pantas ya umur udah kepala tiga. Udah tua. Jadinya pikun. "
Boby mendekat ke Novia kemudian memeluknya dari belakang sambil menggelitiknya.
" Ampun mas....ha..ha..ha.. ampun...geli mas...." Novia berteriak sambil tertawa kegelian.
" Bilang kalau suamimu ini sudah tua dan sudah pikun lagi sekarang." ucap Boby sambil tetap menggelitiki Novia.
" Iya mas. Maaf. Ampun. Novia nyerah. " ucap Novia.
Boby pun berhenti menggelitik. Novia ngos-ngosan setelah di gelitiki.
" Ih, masih muda kok udah gampang capek. Baru di gelitiki.. udah ngos-ngosan gitu. " kini ganti Boby yang meledek Novia.
" Ih capek tahu mas ketawa plus nahan geli."
Boby masih tetap memeluknya dari belakang. Tapi kini dia menciumi leher Novia yang saat itu sedang tidak tertutup hijab.
Novia merasakan geli yang berbeda dari tadi. Sebuah desahan hampir lolos dari mulutnya. Untung saja dia masih sadar dan menahan desahan itu supaya tidak keluar. Bisa sangat malu kalau sampai suaminya tahu. Bisa tambah di ledekin dia.
" Mas, aku mau mandi. Masih bau. " ucap Novia sambil meronta minta di lepas dari pelukan Boby.
" Kalau udah mandi dan nggak bau, berarti boleh dong di lanjutin?" bisik Boby di telinga Novia.
" Apaan sih kamu mas? Udah lepasin..pakai baju sana. Ntar masuk angin kalau nggak cepet pakai baju. "
Yang ternyata saat itu Boby masih bertelanjang dada. Dia hanya memakai handuk sebatas pinggang ke bawah. Tadi sih bagian atas dia tutup pakai kemeja yang di pakainya tadi. Karena rumah Novia hanya mempunyai satu kamar mandi dan itu terletak di dekat dapur.
__ADS_1
Akhirnya Boby melepas Novia sambil tersenyum cengengesan. Sungguh kebahagiaan yang dia rasakan hari ini tiada duanya. Dan semoga akan selalu seperti itu kedepannya.
" Baju itu tu, punya kamu sendiri mas. "
" Masak sih? Kata kamu aku nggak punya baju di sini? "
" Tadi pas aku mau ambil baju, aku lihat baju itu. Itu kan baju pas kamu nginep sini dadakan, pas mau nikahannya Sari dulu itu. Waktu itu kan kamu chat aku kalau dari kantor terus mau nyusulin aku kesini. Terus pas aku pulang dari sekolah, aku mampir ke toko depan buat beliin baju buat kamu. Nah, itu kan baju yang itu. " jelas Novia panjang lebar.
" Oh iya. Aku sampai lupa." Boby menepuk jidatnya. " Terus yang, sekarang ada baju gantinya, tapi dalamannya mana? Masak iya luarnya ganti dalamnya nggak? "
" Ish...di dalam ini. Nggak ada yang lihat juga. " jawab Novia enteng.
" Kalau ntar malam kamu mau lihat gimana? "
" Maksudnya? " wajah Novia seperti orang blo**.
" Ya siapa tahu aja kamu kangen sama adik kecil aku ini terus kamu minta ketemu.." goda Boby sambil menunjuk ke arah bawah perutnya.
Novia langsung melotot. " Kamu ini mas....." ucap Novia sambil memukul pundak Boby dengan baju yang mau dia buat ganti.
" Aw....ha..ha..ha.." Boby tertawa lepas. " Yang pasti Yang, aku nggak akan nolak. Karena aku udah puasa satu tahun lebih asal kamu tahu. " ujar Boby dengan wajah serius.
Novia merespon ucapan Boby dengan mencebikkan bibirnya dan kembali berjalan menuju almari.
" Nggak usah ganti ajalah mas dalamannya. Pakai yang tadi lagi. " ucap Novia sambil tetap mencari di dalam almari.
" Gatal Yang. "
" Terus gimana? Orang ini Nov cariin juga nggak ada. Ya udah nggak usah pakai aja. " tambah Novia tanpa melihat ke arah Boby karena dia masih sibuk mencari.
" What? Nggak pakai celana dalam? Langsung pakai celana ini? " ucap Boby sambil menunjuk celana jeans yang ada di atas kasur. " Ntar kalau adik kecilku kena resleting gimana? Sakit tahu.." tambahnya dengan nada cemberutnya.
" Lebay kamu mas. "
Dan setelah mencari, akhirnya dia menemukan boxer milik suaminya. Novia mengambilnya dan memberikannya ke Boby.
" Nih ! Udah nggak usah manyun gitu bibirnya. " ucap Novia sambil memegang bibir Boby dengan tangan kanannya.
" Istriku emang the best. " ucap Boby sambil mengacungkan jempol.
" Udah cepetan pakai baju. Aku mau mandi dulu. Terus kita sholat magrib, baru makan malam. "
__ADS_1
" Siap sayang. Cup.." Boby mencuri satu kecupan di pipi istrinya.
Novia menutup muka Boby dengan telapak tangannya. Dia jadi tidak habis pikir dengan kelakuan suaminya. Seingat dia dulu, suaminya itu pernah usil seperti itu.
Boby tertawa dan Novia berjalan melenggang keluar dari kamar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Setelah Novia selesai mandi, Boby kembali ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Kemudian mereka sholat magrib berjamaah. Boby dan Novia telah lama merindukan momen berjamaah seperti ini.
Selesai sholat, Novia mengajak Boby makan malam bersama dengan orang tuanya.
Setelah makan malam bersama, ibu, bapak, Boby, juga Novia duduk di bangku di teras rumah. Mereka mengobrol panjang lebar sambil menunggu baby Athar pulang.
Sesekali Boby melihat ke ponselnya dan mengetik sesuatu di sana.
Merasa puas mengobrol, pak Samsul berpamitan untuk pergi ke rumah kakaknya yang ada di sebelah rumahnya.
" Bu, bapak mau ke rumah mas Tejo sebentar. Bapak lupa. Tadi pak RW titip pesan sama bapak."
" Ibu ikut kalau gitu. "
" Nduk, Nang, bapak sama ibu mau ke rumah pakde dulu. Jaga rumah ya." pesan pak Samsul.
" Iya pak. " jawab Boby.
Kini, tinggallah Boby dan Novia berdua.
" Dari tadi chat sama siapa mas? " tanya Novia.
" Biasa. Si Andre. Kepo dia. "
" Apa yang di kepoin? "
" Soal kita. Tadi pagi habis kamu chat aku kan aku jadi gelisah seharian. Penasaran sama apa yang mau kamu bicarakan. Wal hasil kerjaan aku serahin ke Andre. Dia jadi minta cerita kan aku kenapa. Ya udah aku ceritain. Dan sepertinya dia cerita sama istrinya. Jadi si Shinta ikut-ikutan kepo. "
" Duh, maaf ya mas. Gara-gara Nov, kerjaan kamu jadi berantakan. " sesal Novia sambil memegang tangan Boby.
" Bukan kamu lah yang salah. Semua itu kan karena kesalahanku sendiri. "
" Udah ah jangan di bahas lagi. Mending aku ikut lihat chat nya bang Andre isinya kayak gimana. " Novia mendekatkan tubuhnya ke suaminya.
Tapi Boby malah memberikan ponselnya kepada Novia. Novia menerimanya kemudian menscroll chat dari Andre mulai atas. Dia jadi tahu apa aja yang mereka bicarakan. Ternyata memang benar kalau Andre adalah sahabat terbaik suaminya. Hampir semua hal mereka saling berbagi.
__ADS_1
****
bersambung