Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
144. Akhir yang bahagia


__ADS_3

" Sayang, operasi saja, oke? " pinta Boby.


Dia tidak tahan melihat Novia yang begitu kesakitan. Meskipun Novia tidak mengeluh, dia tahu kalau Novia pasti kesakitan melihat peluh Novia yang menetes di pelipisnya.


Novia menggeleng atas permintaan Boby. Dia masih kuat. pikirnya. Dia akan melahirkan anak itu dengan normal. Dia ingin kembali merasakan sensasi melahirkan.


" Sayang, kamu kesakitan kayak gini. Aku nggak tega sayang. " ucap Boby sambil sambil memegang sebelah tangan Novia.


" Aku nggak pa-pa mas. Aku menikmatinya. " jawab Novia sambil tersenyum dan mengusap pipi Boby.


Dan tiba-tiba, rasa sakit kembali datang.


" Ngggghhh...ssshhh..." Novia kembali mendesis dan mengerang menahan sakit yang semakin sering datang dan semakin tambah menyakitkan.


" Sayang...." Boby memegang tangan Novia dengan kuat. Berusaha memberikan kekuatan kepada istrinya. Sesekali dia mencium punggung tangan Novia.


Novia menggerakkan tangannya yang di pegang oleh Boby.


" Dielus aja mas disini. " Novia mengarahkan tangan Boby ke punggung dan pinggulnya.


Boby menurut dengan keinginan Novia. Dengan telaten, dia mengelus-elus punggung, pinggul, dan perut Novia. Kadang dia memberikan kecupan ringan di perut Novia. Sambil menggumamkan beberapa kalimat penyemangat untuk anak yang masih di dalam perut Novia.


Setiap elusan yang di berikan Boby, sakit yang di rasakan Novia agak berkurang.


" Seperti inikah kesakitan yang kamu rasakan saat melahirkan Athar, sayang? Maaf, aku tidak ada di sampingmu saat itu. Maaf sayang. " ucap Boby lirih dengan air mata yang menetes di sudut matanya.


Novia tersenyum. " Jangan menangis. Tidak ada yang perlu di sesali. Aku sudah bahagia denganmu sekarang. " ucap Novia dengan suara lemah.


Saat itu, Athar sedang di ajak pulang oleh Candra karena hari sudah malam. Awalnya Athar menolak untuk pergi dengan Candra. Tapi setelah dibujuk, dan di kasih tahu kalau nanti adiknya lahir, Candra akan langsung mengantarnya ke rumah sakit lagi, Athar akhirnya mau pulang bersama Candra


Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Dokter Fiskha masuk dengan seorang suster.


" Bagaimana Bu? Sudah lebih sering rasa sakitnya datang? " tanya dokter sambil memakai sarung tangan.


" Iya dok. " jawab Boby.


Dokter Fiskha memeriksa kondisi Novia.


" Wah, sudah pembukaan 8. Kami akan segera memindahkan Bu Novia ke kamar tindakan. " ucap dokter.


" Saya masih tetap boleh menemaninya kan dok? " tanya Boby.


" Tentu saja, bapak. Nanti bapak bisa membantu kami dengan memberikan kekuatan dan semangat pada ibu. "


Kemudian suster mendorong ranjang Novia dan di bawa ke ruang tindakan.

__ADS_1


Dokter dan suster mempersiapkan segala kebutuhan.


" Anak kita akan segera lahir mas. " ucap Novia.


Boby mengangguk. " Iya, sayang. "


Setelah beberapa saat, tiba-tiba rasa sakit datang lagi. Novia mencengkeram lengan Boby.


" Dok, rasanya saya sudah ingin mengejan dok. " ucap Novia di sela-sela erangannya.


" Sebentar Bu, pembukaannya masih belum sempurna. Tunggu sebentar lagi. " ucap dokter Fiskha.


Dokter kini sudah duduk di hadapan Novia. Kaki Novia sudah di rentangkan di atas penyangga.


Peluh sebesar biji jagung mulai keluar dari tubuh Novia. Air mata juga mulai menetes. Dengan telaten, Boby menyekanya.


" Yang kuat sayang. Untuk anak kita. " ucap Boby memberi semangat. Dia mencium kening Novia dalam-dalam.


" Bu, pembukaannya sudah sempurna. Kita akan mengeluarkan bayinya. Ibu, lakukan sesuai instruksi saya. Bapak, tolong di pegang tangan ibu. Bantu dengan semangat ya pak. "


Novia dan Boby mengangguk bersamaan.


dokter Fiskha tersenyum.


" Ayo kita mulai. Tarik nafas panjang Bu, keluarkan. " ucap dokter dan Novia mengikutinya.


Novia menarik nafas dalam-dalam. Kemudian, " Ngggghhh...Aaaa...." Novia mengejan sekuat-kuatnya.


" Sekali lagi Bu, ayo..." ucap dokter Fiskha.


Novia kembali menarik nafas dalam-dalam. Dan, " Ngggghhh......" Novia kembali mengejan.


Kali ini tenaganya terasa habis. Tubuhnya terasa begitu lemas.


" Mas, aku....aku nggak kuat..." ucap Novia lirih dan terbata-bata sambil menangis.


" Sayang...." panggil Boby. Dia bingung harus mengatakan apa.


" Ibu, yang kuat. Harus semangat. Demi bayi ibu. Ayo Bu. Kasihan bayinya. Kepalanya sudah terlihat ini. Ayo Bu, kita lakukan sekali lagi. " ucap dokter memberi semangat.


" Ayo, sayang. Kamu pasti bisa. Demi anak kita. Ingat anak kita. Kamu bilang ingin melahirkan dengan normal. Berarti kamu bisa sayang. " ucap Boby memberi semangat juga.


" Ayo Bu, tarik nafas dalam-dalam. "


Novia menarik nafas dalam-dalam. Dan kemudian, " Ngggghhh.... ahhhh...." Novia mengejan.

__ADS_1


" Oeekkk....oeekkkk...oeeekkk...." suara tangis bayi menggema di seluruh ruangan.


" Alhamdulillah...." ucap Novia dan Boby bersamaan.


Dokter Fiskha tersenyum, " Selamat Bu, pak... Bayinya jagoan. " ucap dokter.


Dokter Fiskha memberikan bayi yang baru lahir itu ke suster. Kemudian suster membawanya ke Novia, menempelkan pipinya ke pipi Novia, dan menaruhnya sebentar ke dada Novia.


Ada rasa haru dalam hati Novia.


" Bayinya akan kami bersihkan terlebih dahulu, setelah itu bapak bisa mengecek semua anggota tubuhnya dan mengadzaninya. " ucap suster ke Boby.


Boby mengangguk, kemudian dia memberikan kecupan yang dalam ke Novia.


" Terimakasih, sayang. Kamu telah memberikan seorang bayi sekali lagi untukku. Terimakasih atas perjuanganmu. " ucapnya selepas kecupannya.


Selang beberapa saat, suster memanggilnya untuk memeriksa bayinya dan mengadzaninya. Dia meminta ijin ke Novia sebentar meninggalkan.


••••


Semua keluarga, kerabat, sahaba, dan teman-teman dari Novia juga Boby berkumpul malam itu di rumah Boby.


Hari ini mereka mengadakan tasyakuran atas kelahiran putra kedua Boby dan Novia yang di beri nama Emyr Keanu Permana. Bayi laki-laki yang sangat tampan seperti kakaknya.


Athar sangat senang mendapatkan seorang adik laki-laki seperti keinginannya. Dia memerankan peranannya sebagai seorang kakak dengan baik. Di usianya yang menginjak 8 tahun, dia sudah bisa di mintai tolong oleh mamanya untuk menjaga adiknya.


Semua tamu yang di undang, terutama yang cewek, sangat mengagumi ketampanan bayi kecil yang lucu itu.


Boby dan Novia duduk saling bersebelahan. Novia memangku bayi Kean dan Boby memangku putra pertamanya, Athar. Mereka menyambut semua kedatangan tamu dengan baik.


Wajah berseri penuh kebahagiaan terpancar dari wajah mereka.


' Syukurlah, akhirnya kamu bahagia, Novia. Aku turut bahagia untukmu. Tetaplah selalu bahagia dan selalu tersenyum, Nov. ' ucap Candra dalam hati memandang keluarga kecil Novia dengan senyum.


" I love you, my lovely wife. " bisik Boby di telinga Novia, yang kemudian memberikan kecupan manis di kening Novia.


" I love you too, my handsome husband. " jawab Novia dengan berbisik pula dan mendaratkan bibirnya di pipi Boby.


Mereka saling memandang dan menatap dalam cinta satu sama lain. Kemudian tangan Boby melingkar ke bahu Novia. Membawa Novia dan si kecil Kean dalam pelukannya. Kini keluarga kecil itu saling memeluk dalam kebahagiaan.


****


THE END


Akhirnya, selesai sudah cerita Novia dan Boby.

__ADS_1


Akhir yang membahagiakan. Sesuai keinginan para reader'sku semuanya.


Author minta maaf jika masih banyak kekurangan dalam cerita yang author sajikan.🙏🙏🙏


__ADS_2