
Devan saat ini berada di kantor, "Maaf Tuan nanti ada rapat dengan klien di salah satu mall," ucap Mike.
"Mall? kenapa harus ke mall?" tanya Devan.
"Iya Tuan, klien kita ingin bertemu di salah satu tempat favoritnya yaitu di ruangan VIP mall," ucap Mike.
"Kalau begitu kau urus semuanya," ucap Devan.
"Baik, Tuan,' ucap Mike.
Beberapa saat kemudian, Devan pun menuju ke mall tempat yang akan digunakan untuk rapat, "Oh iya Mike, bagaimana dengan para pria itu?" tanya Devan.
"Tuan tidak perlu khawatir karena mereka sudah di eksekusi seperti biasanya," ucap Mike.
"Hem, aku rasa Leon akan kekenyangan jika ia makan terus, bukan begitu Mike?" tanya Devan.
"Iya, Tuan," ucap Mike.
Sesampainya di mall Devan menjadi pusat perhatian lantaran ia memiliki wajah rupawan dan tubuh proporsional bahkan banyak perempuan yang rela mengantri untuk mendapatkan hati seorang Devan, namun Devan selalu mengabaikan mereka karena bagi Devan mereka hanya pengemis yang tidak berguna.
Beberapa saat kemudian, rapat pun dimulai di salah satu tempat VIP yang ada di mall tersebut. Rapat berlangsung sekitar 3 jam dan setelah rapat Devan memutuskan untuk segera kembali ke kantor agar ia dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat.
Namun, saat ia tengah berjalan menuju eskalator tiba-tiba matanya tertuju pada sosok perempuan yang berdiri di depan toko pakaian dalam.
'Kenapa dia disini?' tanya Devan dalam hati.
"Ada apa, Tuan?" tanya Mike saat melihat arah tatapan Devan.
"Kau tunggu aku di mobil, aku masih ada urusan sebentar," ucap Devan.
"Baik tuan," ucap Mike lalu pergi menuju parkiran.
Sedangkan Devan menuju perempuan yang sejak tadi ia perhatikan, "Kenapa kau ada disini?" tanya Devan.
***
Keyna sedang menikmati mimpi indahnya, namun mimpi indahnya itu harus berhenti karena ponselnya yang berdering terus menerus dan akhirnya membuat Keyna terbangun, "Ish siapa sih yang nelpon ini apa dia gak tau kalau ini masih pagi," gumam Keyna dengan suara serak khas bangun tidurnya.
Namun, meskipun begitu Keyna tetap mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut.
"Halo siapa sih ganggu aja?" tanya Keyna dengan kesal.
"Lea bangun ini Mama, kamu gak ke kantor apa, katanya kamu ada pemotretan terakhir sebelum kamu libur besok!" teriak Mama Bella yang membuat Keyna membuka matanya dengan sempurna.
Setelah itu, Keyna melihat ke arah jam dan ternyata sudah jam setengah 9, "Astaga Ma, Keyna lupa! kalau gitu Keyna tutup dulu ya, dah Mamaku tercinta," ucap Keyna lalu memutuskan sambungan telepon tersebut dan bersiap-siap untuk ke kantor agensinya.
Sesampainya di kantor Keyna pun berlari menuju ruangannya dan benar saja saat ia sampai disana ternyata sudah banyak orang yang menunggunya, "Kamu nih gimana sih Key kok bisa sampai telat kayak gini sih, tapi untung aja madam Kelly belum dateng," ucap Celine.
"Iya, Lin. Aku kesiangan soalnya Mama gak ada di rumah jadi telat deh," ucap Keyna.
"Kamu nih ya Key, yaudah nih minum buat kamu, soalnya kamu keliatan capek banget," ucap Celine dan memberikan minuman tersebut pada Keyna.
"Hehehe makasih ya, Lin," ucap Keyna dan diangguki Celine.
Beberapa saat kemudian madam Kelly pun datang, "Oke saya gak mau basa basi, jadi di sini saya akan mengumumkan jika agensi kita akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan ternama di kota ini yaitu Marva Grup," ucap madam Kelly yang membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut dan senang kecuali Keyna yang tidak tau apa-apa.
"Beneran madam kita bakal kerjasama bareng Marva Grup?" tanya Melisa.
"Yes, madam gak bohong ya dan kita bakal bahas konsep kerjasamanya Minggu depan dengan presdirnya langsung," ucap madam Kelly.
__ADS_1
"Hah! sama Presdir ganteng," ucap Patricia.
"Sama satu lagi, saya gak mau ada yang telat paham, terutama kamu Keyna. Saya tau kamu tadi telat kan, untung tadi saya ada tamu dan saya belum ke sini pokoknya lain kali kamu gak boleh telat. Kalau gitu sekarang kalian bisa kembali ke pekerjaan kalian masing-masing," ucap madam kelly lalu keluar dari ruangan tersebut.
"Ish, aku kena lagi," gumam Keyna.
"Ya, habisnya kamu sih telat segala," ucap Celine.
"Yang pentingkan tadi madam Kelly belum sampai sini," ucap Keyna.
"Iya deh, terserah kamu Key," ucap Celine.
"Tapi, nih ya kita ini dikumpulin sama madam Kelly cuma buat ngasih tau soal tadi doang kalau tau gitu aku gak kesini. Sekarang aku harus ngapain dong kan gak ada Kikan juga?" tanya Keyna pada dirinya sendiri yang masih dapat di dengar Celine.
"Aku juga gak ada kerjaan, gimana kalau kita ke mall aja?" tanya Celine.
"Boleh juga tuh, yuk kita ke mall aja," ucap Keyna lalu mereka pun menuju mall terdekat.
Mereka berdua pun menyusuri area perbelanjaan hingga tiba-tiba Celine pun mengajak Keyna menuju ke sebuah toko pakaian, "Wah kita ke toko itu yuk Key. Kayaknya bagus deh," ajak Celine lalu menarik tangan Keyna menuju toko pakaian tersebut.
"Key, bagus gak bajunya?" tanya Celine.
"Bagus kok, Lin. Tapi, gak ada warna lain ya soalnya terlalu mencolok banget warnanya," ucap Keyna.
"Bentar ya aku tanyain ke pegawainya dulu," ucap Celine, setelah beberapa saat Celine pun menuju Keyna dengan membawa baju tersebut dengan beberapa warna.
"Bagusan yang mana, Key?" tanya Celine.
"Hem, kayaknya bagusan yang warna biru ini deh," ucap Keyna.
"Oke deh kalo gitu aku ambil yang ini aja, kamu gak beli, Key?" tanya Celine.
"Gak deh Lin, masih belum ada yang sesuai sama keinginanku," ucap Keyna.
"Loh kayaknya aku denger dari Kikan kalau Minggu lalu kamu baru beli beberapa deh, Lin," ucap Keyna.
"Hehehe, ya kayak kamu gak tau aja sih Key," ucap Celine.
"Ya, tapi kan...," ucapan Keyna terpotong karena Celine yang menyelanya.
"Udah gak usah tapi-tapian, kemarin itu aku lihat ada model baru di pakaian dalam itu, yuk kita ke sana," ajak Celine.
Sesampainya di toko tersebut Keyna merasa malu lantaran banyak pakaian dalam yang di pajang di depan toko, "Lin, kamu gak salah apa kok banyak pakaian dalam yang di pajang di depan toko sih," ucap Keyna.
"Ya emang Key, ini tuh biar narik orang-orang mau beli. Lagian kan toko pakaian dalam, jadi wajar dong kalau ada banyak pakaian dalam di sini. Mendingan kita masuk sekarang deh," ucap Celine.
Mereka pun masuk kedalam dan memilih pakaian dalam lebih tepatnya hanya Celine yang memilih sedangkan Lea merasa malu sehingga ia memutuskan untuk menutup wajahnya dengan tangan lantaran di dalam toko banyak orang, "Lin, aku tunggu di luar aja ya malu banget nih aku," ucap Keyna.
"Yaudah deh kalau gitu tungguin aku loh ya Key," ucap Celine.
"Iya iya Celine," ucap Keyna lalu keluar dari toko tersebut.
Saat sedang menunggu Celine tiba-tiba saja seorang pria menghampiri Keyna. Ya,orang itu adalah Devan, Devan datang dengan bertanya pada Keyna.
"Kok kamu ada disini?" tanya Keyna dengan raut wajah yang terkejut.
"Jawab saja pertanyaan saya, jangan balik bertanya," ucap Devan.
"Oh itu hem a-aku lagi nemenin temenku beli baju," ucap Keyna.
__ADS_1
"Beli baju dimana? kenapa harus nunggu disini?" tanya Devan.
"I-iya dia beli di dalam," ucap Keyna dan menunjuk toko pakaian dalam tersebut.
"Oh terus kenapa kamu gak beli juga?" tanya Devan.
'Aduh kenapa tanya terus sih dia nya,' ucap Keyna dalam hati.
"I-itu so-soalnya, uangnya buat keperluan lain, jadi aku gak beli lagian gak butuh-butuh amat kok," ucap Keyna.
"Yaudah kalau gitu ayo masuk," ucap Devan.
"Hah! masuk kemana?" tanya Keyna.
"Ya kedalam toko lah," ucap Devan.
"APA! ngapain?" tanya Keyna.
"Kenapa kamu malah tanya bukannya katanya tadi uangnya buat keperluan lain, jadi yaudah kalau gitu sini biar aku yang bayarin," ucap Devan lalu menarik tangan Keyna untuk masuk kedalam toko.
Saat mereka sudah masuk kedalam toko pakaian dalam tersebut, mereka menjadi pusat perhatian lantaran pengunjung toko tersebut kebanyakan adalah perempuan dan terdapat beberapa pria bersama pasangannya termasuk Devan yang ada disana.
"Kamu di sini sebentar saya mau ambil keranjang terlebih dahulu," ucap Devan.
Belum sempat Keyna berbicara, Devan sudah tidak terlihat.
"Key kok kamu disini sih? katanya kamu nungguin aku di luar?" tanya Celine.
"Oh itu Lin, a-aku...," ucapan Lea terhenti lantaran Devan menghampirinya.
"Pilih yang kamu mau dan aku akan tunggu disana," ucap Devan sambil menunjuk kursi kosong yang ada di toko tersebut.
Perkataan Devan sontak membuat para pengunjung terpesona termasuk Celine, "Siapa, Key?" tanya Celine yang masih melihat ke arah Devan.
Bukannya menjawab pertanyaan Celine, Keyna justru pergi dan memilih pakaian dalam agar Devan segera pergi juga.
Setelah kepergian Keyna yang tanpa menjawab pertanyaannya, Celine pun membayar belanjaannya dan menunggu Keyna di kursi dekat tempat duduk Devan.
Keyna selesai memilih dan ia pun menghampiri Devan, "Ini udah," ucap Keyna.
Devan yang awalnya fokus ke layar ponsel pun mengalihkan pandangannya ke arah calon istrinya dan berdiri menuju kasir lalu membayar belanjaannya Keyna.
Selesai membayar mereka bertiga keluar dari toko tersebut, "Kamu mau kemana lagi? mau pulang?" tanya Devan.
"Oh I-itu, aku masih mau jalan-jalan sama Celine, tapi kalau kamu mau pulang duluan gapapa kamu duluan aja," ucap Keyna.
"Ini," ucap Devan sambil menyodorkan sebuah kartu.
"Apa ini?" tanya Keyna.
"Ini kartuku kalau kamu mau beli pakai kartu ini. Kami bisa gunakan kartu ini sepuasmu, aku pergi dulu," ucap Devan lalu pergi.
"Dasar pemaksa," gumam Keyna.
"Yaudah sekarang kita cari tenpat makan aja karena banyak hal yang harus kamu jelasin ke aku Key," ucap Celine dan menarik lengan Keyna.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.