
Karena hanya sedikit yang diundang maka acaranya pun cepat selesai, saat ini Keyna menghampiri keluarga Devan yang tengah berbincang-bincang karena keluarga Keyna sudah pulang setelah acara selesai tadi, "Kamu gapapa sayang capek banget kayaknya?" tanya Mama Vanka.
"Keyna gapapa kok Ma, mungkin karena berdiri terlalu lama aja jadi agak sakit kakinya," ucap Keyna.
"Yaudah kamu ke kamar aja, Dev anterin istri kamu ke kamar sana," ucap Mama Vanka kepada Devan yang sedang menelepon seseorang.
"Gak usah Ma, Keyna masih mau disini aja bantu yang lainnya. Nanti kalau udah selesai Keyna ke kamar kok, tapi kalau Devan mau ke kamar dulu juga gapapa," ucap Keyna.
"Masa pengantin bantuin sih, ya gak lah sayang kamu ke kamar aja sama Devan," ucap Papa Alex.
"Tapi, Pa...," ucap Keyna.
"Dev," panggil Papa Alex.
Setelah mengucapkan itu, Devan pun memutuskan sambungan telepon tersebut dan menghampiri sang istri.
"Ayo ke kamar aja," ajak Devan dan menggenggam tangan sang istri menuju kamar mereka.
Sesampainya di dalam kamar, suasana terasa canggung lalu Keyna pun menyadari jika Devan masih menggenggam tangannya dengan cepat Keyna berusaha untuk melepaskan genggaman tersebut, namun usahanya sia-sia lantaran Devan menggenggam tangan Keyna sangat erat.
"Dev, sakit," rintih Keyna karena Devan tidak melepaskan genggamannya.
Diluar dugaan Devan justru menarik tangan Keyna hingga kepala Keyna menubruk dada bidang milik Devan, "Dev, kamu kenapa?" tanya Keyna sangat pelan, namun masih dapat di dengar oleh Devan.
Devan memegang dagu Keyna dan tanpa aba-aba ia langsung mencium bibir lembut milik sang istri bukan hanya menciumnya, tapi Devan juga **********.
Mereka berdua bertukar saliva satu sama lain hingga Keyna merasa sudah kehilangan nafas dan memukul lengan kekar Devan.
Devan yang mengerti pun langsung melepaskan ciuman tersebut, "Kamu tidur duluan aku masih ada urusan," ucap Devan yang kembali dingin lalu menuju kamar mandi.
"Ada apa dengan Devan kok cepet banget berubahnya kadang tiba-tiba baik eh sekarang dingin kayak kulkas lagi?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.
Tapi, tunggu. Dia tadi bilang aku-kamu," lanjut Keyna.
Keyna pun menunggu Devan keluar dari kamar mandi, namun karena merasa mengantuk Keyna pun tertidur di sofa kamar tersebut.
Disisi lain Devan yang selesai mandi keluar dan melihat sang istri yang tengah tertidur di sofa tanpa mengganti bajunya.
Setelah Devan pergi cukup lama Keyna terbangun sebentar lalu merasa ada yang aneh di tubuhnya.
Keyna pun membuka matanya dengan sempurna saat melihatnya sudah memakai baju tidur, "Tunggu kok aku pakai baju tidur sih kayaknya akau pake gaun deh, apa jangan-jangan Devan yang gantiin bajuku aduh malu banget aku, tapi kayaknya gak mungkin Devan deh masa iya Devan," gumam Keyna lalu membersihkan dirinya sebelum melanjutkan tidurnya.
Selesai mandi Keyna mencari keberadaan sang suami, namun tidak menemukannya, "Kemana dia apa dia lagi ngobrol di luar?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Namun, ia tidak mencari keberadaan Devan karena ia benar-benar merasakan kantuk yang teramat sehingga Keyna memilih untuk melanjutkan tidurnya hingga jam 1 malam Keyna terbangun dan tetap tidak menemukan keberadaan Devan.
"Kemana sih dia? masa malam pertama malah di tinggal kayak gini sih, ish apaan sih Key, kok malah mikir kayak gitu. Udah deh mendingan aku lanjutin tidurku," ucap Keyna kesal hingga tanpa sadar ia pun mulai terlelap karena terlalu lama menunggu Devan.
***
Saat Keyna sedang berbicara dengan Mama Vanka, Devan mendapatkan telepon dari mike lalu Devan pun mengangkat telepon tersebut, "Kenapa Mike?" tanya Devan.
"Maaf mengganggu Tuan, saya sekarang baru saja kembali ke gudang di sebelah Utara dan ternyata semua fasilitas disini rusak sepertinya musuh baru saja menyerang," ucap Mike.
"Terus anak buahmu gimana?" tanya Devan.
"Anak buah saya baik-baik saja Tuan, hanya mengalami beberapa luka," ucap Mike.
"Kau urus dulu, aku akan segera ke sana," ucap Devan.
"Tapi, Tuan bukankah hari ini pernikahan Tuan. bagaimana dengan Nona jika Tuan ke sini?" tanya Mike.
"Kau tidak perlu memperdulikan itu karena itu urusanku," ucap Devan.
"Maaf Tuan karena saya terlalu lancang," ucap Mike.
"Hem, sekarang kau urus semuanya dulu, aku akan datang beberapa saat lagi," ucap Devan.
"Baik Tuan," ucap Mike.
Devan pun membawa Keyna ke kamar dan sesampainya di kamar entah dorongan dari mana Devan pun mencium bibir Keyna yang sedari tadi menggodanya untuk mencicipinya.
Yang awalnya hanya ciuman biasa oun menjadi *******, setelah Keyna kehabisan napas dan menepuk lengannya barulah Devan melepaskan ciuman menuntut tersebut lalu ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Devan terus merutuki dirinya yang tadi mencium Keyna dengan ganasnya, 'Kau ini kenapa Dev? apa karena dia itu orang yang pertama kali mendapatkan ciuman pertamamu, jadi kau tidak bisa mengendalikannya?' tanya Devan dalam hati.
Devan pun mulai membersihkan dirinya dan setelah itu ia keluar, namun tak menemukan Keyna di ranjang dan saat ia melihat ke samping benar saja ternyata Keyna tidur di sofa, Devan menghampiri Lea dan menggendongnya menuju ranjang.
Devan pun membuka gaun Keyna dan terlihatlah lekuk tubuh sempurna milik Keyna, 'Astaga Dev,' ucap Devan dalam hati, Devan segera menggantikan gaun Keyna dengan baju tidur lalu ia segera pergi dari kamar.
Devan segera mengendarai mobilnya menuju gudang di bagian utara, sesampainya disana benar saja apa yang di katakan Mike jika banyak barang di sana yang rusak, "Berani-beraninya mereka mengganggu kelompokku," gumam Devan dengan amarah yang meluap-luap.
"Tuan, apa tidak apa-apa meninggalkan Nona Keyna, sendirian ini kan malam pertama Tuan dan Nona?" tanya Mike.
"Aku bilang itu urusanku bukan urusanmu," ucap Devan.
Mike pun diam dan tidak mengucapkan sepatah katapun, ia takut jika Devan akan semakin marah nantinya jika ia terus bertanya mengenai hak tersebut, "Kau periksa cctv dekat jembatan," ucap Devan.
__ADS_1
"Semua sudah di periksa Tuan, tapi tidak ada siapapun bahkan mereka tidak terdeteksi," ucap Mike.
"Jadi mereka ingin main petak umpet denganku," gumam Devan.
"Untuk saat ini bawa mereka ke markas dan biarkan gudang ini kosong," ucap Devan.
"Tapi, Tuan. Gudang ini adalah pintu masuk musuh, jadi akan mudah bagi musuh untuk masuk jika tempat ini kosong," ucap Mike.
"Apa kau pikir aku sebodoh itu," ucap Devan.
"Maksud Tuhan?" tanya Mike.
"Bawa semua anak buahmu ke markas dan biarkan senjata rakitan ku yang ada disini," ucap Devan.
"Tapi Tuan, bukankah senjata itu belum sempurna," ucap Mike.
"Ya, memang senjata itu belum selesai dengan sempurna, itu sebabnya aku butuh tikus untuk uji cobanya bukan dan sepertinya mereka sudah cocok untuk jadi percobaan pada senjata rakitanku, sekarang kau ambil senjata rakitannya," ucap Devan.
"Baik Tuan," ucap Mike.
Setelah beberapa saat kemudian, Mike pun datang dengan membawa senjata yang telah di rakit Devan sebelumnya, lalu Devan memasang senjata tersebut ke tempat yang tersembunyi sehingga tidak dapat di ketahui musuh.
"Sekarang kita pergi," ucap Devan lalu menuju mobilnya dan di ikuti oleh anak buahnya.
"Kalian tetap disini, pantau terus gerak-gerik musuh. Aku akan pulang dan jika terjadi sesuatu kalian harus segera memberikan kabar," ucap Devan yang berada di dalam mobil lalu mengendarai mobilnya menuju hotel yang mereka sewa untuk pernikahan.
Sesampainya di hotel tersebut, Devan pun masuk kedalam kamar dan ia masih melihat Keyna sedang tertidur, Devan pun hanya mencuci mukanya dan melepaskan jaketnya karena ia mengenakan kaos didalamnya lalu tertidur di samping sang istri.
Pagi harinya Keyna terbangun dan betapa terkejutnya ia karena posisinya sekarang yang memeluk Devan 'Keyna, apa yang kamu lakukan,' tanya Keyna dalam hati, namun meskipun begitu Keyna tidak melepaskan pelukannya.
Keyna terus memperhatikan wajah Devan yang terlihat damai saat tertidur, "Apa kau akan terus melihatku seperti itu?" tanya Devan dengan suara serak khas bangun tidurnya dan membuka matanya.
Keyna yang merasa malu pun menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Devan, "Lalu apa kau akan memelukku terus sampai sore?" tanya Devan.
Keyna yang sadar pun langsung melepaskan pelukannya, "Eh i-itu aku ke kamar mandi dulu," ucap Keyna lalu bangun dan berlari menuju kamar mandi.
Didalam kamar mandi, Keyna terus merutuki dirinya, 'Aduh malu banget aku, tapikan dia suamiku sekarang jadi gak masalah dong,' ucap Keyna dalam hati.
Keyna pun membersihkan tubuhnya dan setelah itu ia keluar dari kamar mandi dan melihat Devan yang tengah fokus ke ponselnya, Keyna kembali teringat kejadian semalam saat ia terbangun dan tidak menemukan Devan, 'Apa gak masalah ya aku tanya ke dia soal kemarin malam? tapi aku takut nanti dia marah?' tanya Keyna pada dirinya sendiri dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.