
Hari Senin adalah hari yang paling dibenci sebagian orang, begitupun dengan Keyna, Kikan dan Celine.
Mereka saat ini sangat sibuk di agensi karena Pemiliki baru First Entertainment akan datang untuk mengumumkan siapa saja yang akan terpilih menempati 5 kuota untuk festival fashion, tentunya Keyna sangat semangat karena itu.
Keyna sendiri sudah mengirimkan portofolionya di HRD dan berharap namanya masuk dalam list, hanya ini satu-satunya cara yang dapat membuat Keyna semakin terkenal dan membuat beberapa produk untuk mau bekerjasama dengannya.
"Keyna, semangat ya," ucap Kikan.
"Makasih, Kan. Semoga aku masuk list-nya," ucap Keyna.
"Pasti itu, kamu gak usah khawatir, aku doa paling banyak biar kamu masuk, nanti kita bisa kerjasama bareng deh, kan jarang banget kita satu event," ucap Celine dan diangguki Keyna.
"Kita masuk ke aula yuk disana udah banyak orang loh," ajak Tiara yang baru saja datang.
"Kan masih satu jam lagi," ucap Kikan.
"Iya, tapi disana udah banyak orang, kalau kalian gak cepet kesana siap-siap gak dapat tempat duduk," ucap Tiara lalu berlari meninggalkan Keyna, Chika dan Celine.
"Astaga! kan sekarang udah bukan lagi Miss kelly yang ngurus semuanya kok aku bisa lupa sih kalau disana nanti cuma disediain beberapa kursi dan yang gak dapet kursi harus berdiri dan gak boleh keluar dari aula!" pekik Celine lalu ikut berlari mengejar Tiara.
"Keyna aku duluan ya, aku gak mau berdiri soalnya," ucap Kikan yang juga ikut berlari.
"Kenapa aku malah ditinggal sih?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.
Setelah itu, Keyna pun mengikuti teman-temannya dan benar saja saat ia masuk kedalam aula suasana sangat ramai bahkan ia sudah Kikan mendapat kursi begitupun dengan Chika yang berdiri dekat buah-buahan.
"Kamu kenapa berdiri disini?" tanya Keyna yang menghampiri Kikan.
"Padahal aku tadi udah lari kenceng loh, tapi tetep aja gak kebagian kursi," ucap Kikan.
"Udah gak usah ditekuk gitu mukanya nanti juga bakal ada yang kosong kok," ucap Keyna.
"Tapi, kapan" tanya Kikan.
"Gak tau," jawab Keyna dan mengambil sebuah apel.
.
Waktu yang ditunggu pun tiba, pemilik baru First Entertainment dengan gagah masuk kedalam aula dan disambut hangat oleh para model dan juga staff.
Namun, banyak juga yang terkejut karena ternyata pemilik baru First Entertainment ialah Devano Radya Erland yang juga Pemiliki Marva Grup dan pewaris All group.
"Key, ternyata Presdir Devan jadi pemilik agensi kok kamu gak ngasih tau aku sih?" tanya Kikan dengan suara pelan.
"Aku juga gak tau, Kan. Aku malah baru tau kalau Devan itu pemilik agensi hari ini, selama ini Devan juga gak pernah ngasih tau aku, aku juga sebaliknya gak tanya ke Devan juga sih," ucap Keyna.
__ADS_1
"Kamu beruntung punya suami yang sempurna dalam segala hal, aku aja iri," ucap Kikan.
"Emangnya William kurang ya, Kan?" tanya Keyna.
"William, sih gak ada yang kurang, tapi kalau di bandingin sama Presdir Devan. William mah gak ada apa-apanya," ucap Kikan.
.
Disisi lain, Devan memang sengaja ingin memberikan kejutan kepada seluruh pegawai First Entertainment terutama istrinya, saat Devan masuk kedalam aula, ia langsung mencari keberadaan Istrinya karena tadi Mike mengatakan jika Keyna juga berada di aula.
Devan dapat melihat wajah terkejut istrinya itu, bukan hanya Keyna, tapi sahabat Keyna yang berada di kanannya juga terkejut saat melihatnya. Rasanya Devan ingin memfoto wajah terkejut istrinya itu karena bagi Devan sangat lucu.
Devan pun duduk di kursi yang sudah disediakan untuknya, setelah duduk Devan melihat keberadaan istrinya yang masih berdiri padahal beberapa orang sudah duduk di kursi masing-masing, "Ada apa Presdir?" tanya Enzy yang merupakan pengganti Miss Kelly.
Devan memang yang memilih langsung Enzy sebagai pengganti Miss Kelly karena Devan percaya kepada dia untuk menggantikan posisi Miss Kelly yang sangat penting di agensi dan untungnya Enzy dapat diterima oleh beberapa model, meskipun ia baru saja bergabung di agensi.
"Kenapa orang-orang yang ada disana berdiri? kau suruh mereka duduk, aku juga sudah duduk jadi tidak ada masalah kalau mereka ingin duduk," tanya Devan dengan menunjuk orang-orang pada baris Keyna.
"Maaf Tuan, tapi memang hanya disediakan beberapa kursi dan sisanya memang berdiri karena mereka dianggap terlambat," ucap Enzy.
Tesa merupakan perempuan yang cukup disiplin karena terlalu disiplinnya banyak model yang sedikit takut dengan Enzy, Enzy tidak menerima kesalahan sedikitpun dan untuk hubungan Keyna dan Devan, Enzy tau semuanya karena Mike sudah memberitahukan padanya dulu saat ia masih bekerja di cabang Marva Grup yang berada diluar negeri. Bisa dibilang Enzy adalah tangan kanan Devan selama bekerja di Marva Grup.
Selain itu, Enzy memang ingin bekerja di tempat yang orangtuanya tinggal sebab itu Enzy menerima tawaran Devan.
"Sekali lagi maaf, Tuan," ucap Enzy.
"Mike!" panggil Devan.
"Iya , Tuan," ucap Mike yang merasa namanya dipanggil oleh sang Tuan.
"Carikan tempat duduk agar Keyna duduk dan satu lagi tempat duduk untuk temannya yang ada disebelah kanannya, mereka pasti kecapean harus berdiri cukup lama," ucap Devan dan diangguki Mike.
Hingga beberapa saat kemudian, Devan dapat melihat Mike yang memberikan kursi kearah Keyna dan Kikan, Devan pun terus menatap wajah cantik Keyna dan tak lama Keyna pun ikut membalas tatapan dari Devan, tapi, hanya sebentar lalu kembali melihat ke depan.
Acara pun dimulai, acara begitu megah bahkan banyak pejabat dan pengusaha sukses yang datang ke acara ini dan dalam acara ini juga MC menyebutkan 5 nama yang masuk dalam list festival, semua orang memperhatikan nama-nama yang disebutkan, banyak para model yang masuk dalam list sampai menangis saat mendengar namanya disebutkan, begitupun dengan Keyna, Keyna tidak menyangka jika namanya juga akan disebutkan.
Keyna berharap dengan dimasukkan namanya dalam list, citranya yang terlanjur buruk menjadi baik kembali dan membuat pengusaha untuk kembali bekerjasama dengannya.
Devan sendiri ikut tersenyum saat melihat Keyna begitu bahagia namanya disebut, katakanlah Keyna masuk karena statusnya yang menjadi istri Devan, tapi sebenarnya liat tersebut sepenuhnya pilihan Enzy dan beberapa profesional dalam bidang fashion dan Devan tidak ada sangkut pautnya dalam hal ini.
Setelah itu, Devan pun kembali berbicara dengan para koleganya dan beberapa pengusaha penting lainnya.
"Presdir Devan," panggil seorang perempuan yang duduk disebelah Devan.
Devan hanya mengernyitkan dahinya karena ia tidak mengenal perempuan tersebut, "Apa kau memanggilku?" tanya Devan.
__ADS_1
"Iya, Presdir, kenalkan saya Sisy, saya salah satu model terbaik disini, saya juga yang akan menjadi pasangan anda untuk pemotretan kerjasama First Entertainment dan Marva Grup," ucap Sisy.
"Terus?" tanya Devan.
"Ah, itu, saya hanya ingin mengenalkan diri saja," ucap Sisy dengan senyum sok manisnya, menurut Devan.
"Enzy, usir dia! Aku sangat tidak suka melihat wajah jeleknya," ucap Devan secara terang-terangan didepan para koleganya dan mengundang tawa tentunya.
Jangan tanyakan Sisy, ia sangat malu karena dipermalukan oleh Devan, ia yang awalnya ingin mencari perhatian ke Devan justru sebaliknya Devan malah mempermalukannya didepan para pengusaha dan para pejabat.
Dengan berat hati Sisy pun pergi dari kerumunan tersebut setelah diusir secara terang-terangan oleh Devan bahkan sampai Enzy yang menyuruhnya pergi.
'Kau akan lihat bagaimana pesona seorang Sisy yang akan meluluhkanmu Presdir Devan, semua pengusaha dan pejabat pernah berada di tanganku dan sekarang giliranmu, aku sangat tidak sabar menjadi Nyonya Erland selanjut,' ucap Sisy dalam hati.
Disisi lain, Keyna yang melihat Sisy berdekatan dengan Devan, ia kembali teringat akan pikirannya dulu mengenai Sisy yang menjadi wanita yang Devan cintai, 'Sepertinya memang benar, lihatlah Devan saja akrab dengan Sisy,' ucap Keyna dalam hati.
"Kamu kenapa, Key?" tanya Celine yang baru saja mengambil minuman.
"Aku gapapa kok, kenapa memangnya?" tanya Keyna.
"Kok muka kamu kayak cucian belum di setrika gitu, lecek banget," ucap Celine.
"Apasih, lebay kamu," ucap Keyna.
Saat Keyna sedang asik dengan Celine dan Kikan tiba-tiba saja Sisy sudah berada di sampingnya, "Lo tadi lihat gue sama Presdir Devan kan?" tanya Sisy.
"Kenapa memangnya kan aku punya mata masa aku gak boleh lihat?" tanya Keyna.
"Bukannya gak boleh sih malah boleh banget kalau lo mau lihat kedekatan gue sama Presdir Devan, gue kesini juga cuma mau ngasih tahu kalau tadi Presdir Devan bahkan minta ketemuan sama gue selesai acara ini nanti," ucap Sisy.
"Ngapain Presdir ngajak lo ketemuan?" tanya Celine.
"Mungkin Presdir Devan mau ngasih kamu sumbangan muka kali kan kamu kurang mukanya," ucap Kikan yang membuat orang disekitarnya tertawa mendengarnya.
'Sialan gue tadi disana dipermalukan, sekarang disini juga sama aja, awas aja ya kalau gue jadi Nyonya Erland, gue bakal hancurin lo semua,' ucap Sisy dalam hati lalu pergi dari tempat itu.
"Yah, dia pergi, udah malu ya Sisy," ucap Celine dan kembali membuat orang-orang yang ada disana tertawa.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1