Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Gratis?


__ADS_3

# Flashback On #


Devan sedang tertidur dengan nyenyak hingga suara membangunkannya, Devan segera membuka mata dan melihat Keyna yang masih tertidur di pelukannya, ia pun segera melepaskan pelukan hangat tersebut lalu keluar dari kamarnya.


Namun, sebelum itu Devan terlebih dahulu menyuruh beberapa pelayan untuk menjaga Keyna, Devan hanya takut jika ada yang menyakiti Keyna saat ia tidak ada di kamar nantinya.


Devan menuju lantai satu dan terlihat beberapa orang berpakaian hitam dan memandang Devan seakan takut, "Ada apa ini?" tanya Devan.


"Akhirnya, Tuan Devan anda datang juga, dari tadi saya menunggu anda, tapi mereka terus saja menghalangi saya. Sebelumnya saya minta maaf karena menganggu anda dan juga telah merusak beberapa barang-barang Anda, saya hanya ingin bertemu anda dan membahas mengenai kerjasama kita," ucap Kiki.


"Apa hal itu sangat penting dan tidak bisa dibicarakan saya di kantor sampai harus jam segini kau datang menghancurkan kediamanku?" tanya Devan dengan nada dinginnya.


Kiki yang mendengarnya seketika terdiam, ia pikir Devan akan menerima kedatangannya karena selama ini Devan sangat baik tidak pernah menunjukkan sisi dinginnya, tapi kali ini Devan sangat menakutkan.


"Sudah tidak ada waktu lagi Tuan Devan, sebab itu saya langsung datang ke kediaman anda," ucap Kiki.


"Mike urus dia, aku akan keluar sebentar nanti aku akan kembali untuk membahasnya," ucap Devan lalu keluar dari mansion dan menuju gudang bawah tanah tempat penyimpanan beberapa senjata dan juga racun.


"Wilson, kasih racun ini ke minuman pria tua itu, berani-beraninya dia menggangguku," ucap Devan dengan memberikan racun ke Wilson.


Wilson merupakan salah satu anak buahnya yang ia percayai setelah Mike dan Dennis, beberapa saat kemudian Devan pun kembali ke mansion dan melihat Keyna yang membersihkan barang-barang yang sudah berceceran seketika mood-nya semakin buruk dan akhirnya memarahi Keyna bahkan Devan mengatakan akan memecat para pelayan karena Keyna yang membantu membersihkan barang-barang tersebut.


# Flashback Off #


"Sekali lagi maaf Tuan Devan karena saya sudah merusak barang-barang yang ada di kediaman anda, tapi Tuan Devan tidak perlu khawatir, nanti akan saya kirim langsung barang-barang tersebut sesuai dengan yang anda inginkan," ucap Kiki.


"Aku tidak pernah menerima barang dari orang yang tidak selevel denganku sekarang bilang tujuanmu kesini ada apa?" tanya Devan.


"Baik, karena Tuan Devan sudah tidak sabar maka saya ingin menaikan jumlah keuntungan saya untuk kerjasama kita," ucap Kiki tanpa malu.


Devan sudah menduga hal ini, karena kerjasama Marva Grup dengan perusahaan Kiki cukup menguntungkan dan sukses, "Kau ingin menambah berapa keuntunganmu?" tanya Devan.


"Iya Tuan, tapi Tuan Devan tidak perlu khawatir karena saya hanya akan menambah 10% saja, keuntungan saya nanti akan menjadi 30%, bagaimana Tuan Devan? apakah tidak masalah dengan penambahan itu?" tanya Kiki.


"Aku tidak ada masalah selama keuntunganku lebih besar," ucap Devan.


"Tuan, silahkan diminum," ucap Wilson dan menaruh gelas tersebut di meja depan Kiki dan anaknya.


"Oh iya , Tuan saya juga ada tawaran menarik untuk anda," ucap Kiki dengan wajah sumringah.

__ADS_1


"Apa?" tanya Devan dengan menaikkan alis kanannya.


"Kenalkan ini Juga putri saya satu-satunya," ucap Kiki.


"Halo, Tuan Devan, senang bertemu dengan anda perkenalkan nama saya Jihan, Ayah sudah sering menceritakan mengenai anda," ucap Jihan dengan mengulurkan tangannya, namun Devan mengabaikannya dan melihat ke arah Kiki.


"Jihan ini anak kandung saya Tuan, jadi yang akan saya tawarkan adalah putri saya, mungkin Tuan Devan ingin menjadikan anak saya istri dari Tuan atau Tuan hanya ingin menjadikan Jihan sebagai penghangat ranjang Tuan, saya tidak ada masalah," ucap Kiki.


"Gratis?" tanya Devan dan seketika wajah Kiki semakin sumringah bahkan kerutan jelas terlihat di wajah tuanya karena senyum bahagianya.


"Iya Tuan, tapi mungkin dengan kerjasama untuk hotel yang sedang Tuan Devan bangun, bagaimana Tuan? lagipula Jihan tidak masalah kok meskipun hanya penghangat ranjang, iyakan Jihan?" tanya Kiki.


"Iya, benar apa kata Ayah, Tuan Devan. Saya tidak masalah bahkan jika nantinya saya hamil anak dari Tuan Devan, saya tidak masalah asalkan saya menjadi wanita Tuan Devan," ucap Jihan dengan tidak tau malu.


"Saya akan memikirkannya sekarang kalian minumlah dulu, pelayan saya sudah susah payah untuk menyiapkannya," ucap Devan yang diangguki Kiki dan Jihan.


Devan pun menyeringai saat Kiki dan Jihan menghabiskan minuman tersebut, Devan melihat ke arah mereka berdua hingga beberapa saat kemudian efek dari minuman tersebut pun bekerja, Kiki awalnya hanya kejang-kejang dan Jihan yang melihat itu pun terkejut.


"Ayah, Ayah kenapa?" tanya Jihan yang melihat ayahnya kejang-kejang.


"Tuan, tolong bantu Ayah saya, setelah itu kita bisa bercinta di ranjang Tuan, saya janji saya akan memuaskan Tuan," ucap Jihan.


Hingga beberapa saat kemudian, Jihan pun mulai merasakan kejang-kejang dadanya sangat sakit seperti ada batu besar yang berada di atas dadanya, bahkan matanya mulai mengeluarkan air mata, Jihan melirik ke Ayahnya yang sudah mengeluarkan busa dari mulutnya, namun ayahnya masih berkedip yang artinya Ayahnya masih hidup, Jihan beralih melirik Devan yang masih duduk di tempat tadi.


"Tu-tuan tolong sakit," lirih Jihan.


"Ini akibat jika ayahmu bermain denganku, ah dan aku sangat kasihan denganmu karena rela menjual tubuhmu hanya untuk kerjasama bodoh yang tidak akan aku setujui, tubuhmu itu murahan aku tidak suka dan satu lagi aku sudah punya istri sebagai penghangat ranjangku jadi untuk apa aku memilihmu jadi penghangat ranjangku," ucap Devan.


"Tu-tuan tolong," lirih Jihan.


"Kau tidak perlu khawatir sebentar lagi kau tidak akan merasakan sakit lagi, kau akan segera bertemu dengan tuhanmu, oh iya tolong titipkan salam pada Tuhanmu," ucap Devan lalu berdiri.


"Mike, kunci ruangan ini dan matikan AC jangan sampai ada udara yang masuk, besok siang kau keluarkan mereka dan bawa tubuh mereka ke Leon, sepertinya aku harus memelihara serigala, kasihan jika Leon harus menghabiskan semua daging yang ada," ucap Devan.


Setelah mengatakan itu pada Mike, Devan pun pergi dari ruangan tersebut meninggalkan Kiki dan Jihan yang mulai merasakan kaku di sekujur tubuhnya, tapi mereka belum meninggal.


Mike pun menjalankan perintah Devan dengan mematikan AC dan mengunci pintu bahkan jendela yang ada sehingga tidak ada udara yang masuk kedalam ruangan tersebut.


Disisi lain, setelah pergi dari ruangan tersebut Devan langsung ke ruang kerjanya karena ia harus mengambil alih perusahaan Kiki, "Mike minta cap ke pria tua itu," ucap Devan.

__ADS_1


Devan pun memberikan sebuah berkas ke Mike yakni pengambil alihan perusahaan Kiki ke tangan Devan dan Mike pun segera melakukan tugasnya.


Setelah itu, Mike pun kembali ke ruang kerja Devan dengan berkas yang sudah terdapat cap dari Kiki.


Saat ini perusahaan Kiki sudah berada di tangannya itu artinya sudah hilang satu pengganggu Devan.


"Mike, suruh Wilson untuk membereskan keluarga pria itu!" perintah Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike.


Wilson pun melakukan tugasnya dengan membawa istri dari Kiki ke markas dengan keadaan yang sudah tidak bernyawa, ingat bahwa Devan tidak akan memaafkan siapapun yang mengganggu hidupnya, meskipun keluarga dari orang tersebut tidak mengetahui apapun bagi Devan keluarganya juga salah, sebab itu istri dari Kiki ia bunuh.


Ketukan pintu membuat Devan dan Mike mengalihkan pandangannya menuju pintu hingga terpampang lah wajah cantik Keyna.


"Sudah waktunya sarapan, apa kamu tidak sarapan?" tanya Keyna.


"Kamu sarapan duluan, aku nanti saja," ucap Devan dan diangguki Keyna.


"Mike, bagaimana kerjasama dengan agensi First entertainment?" tanya Devan.


First entertainment adalah tempat dimana Keyna bekerja, tempat bagi model yang cukup terkenal.


"Semuanya, tidak ada masalah Tuan, tapi sepertinya agensi tersebut hanya memilih satu orang untuk menjadi model produk kita," ucap Mike.


"Bukankah dalam rancangan semuanya menjadi model dalam produk?" tanya Devan.


"Iya, Tuan. Tapi, sepertinya hal itu dimanipulasi oleh pihak agensi dan yang dipilih merupakan model dengan citra yang buruk dimana dia sering tidur dengan banyak pria sebab itu dia bisa sukses karena dia memilih pria yang berpengaruh dalam dunia bisnis," ucap Mike.


"Biarkan dulu, aku mau tau bagaimana agensi bodoh itu menjalankan kerjasamanya," gumam Devan dan diangguki Mike.


"Bagaimana dengan pria yang menyukai istriku?" tanya Devan.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2