Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Ngidam?


__ADS_3

Pagi harinya, Keyna bangun dan merasakan sesuatu yang berat berada di atas perutnya lalu Keyna membuka matanya dan melihat sebuah tangan dengan anggun memeluknya, 'Padahal Devan sering meluk kayak gini, tapi kenapa aku masih suka deg-degan aja sih,' ucap Keyna dalam hati.


Keyna pun beranjak dan bersiap untuk melakukan pemotretan. Setelah itu, Keyna segera membangunkan Devan karena yang ia tau nanti Devan juga akan ada rapat.


"Dev, bangun, bukannya kamu nanti ada rapat," ucap Keyna.


"Hem," jawab Devan yang masih memejamkan matanya.


"Ck, cepetan bangun aku mau siapin makanan dulu," ucap Keyna.


Namun, langkahnya terhenti lantaran tiba-tiba Devan menarik tangan Keyna dan membuat Keyna terjatuh diatas tubuh Devan, Devan pun membuka matanya dan menatap intens sang istri.


"Ke-kenapa?" tanya Keyna yang merasa gugup berada di atas tubuh Devan.


Cup


Keyna terkejut dengan apa yang baru saja Devan lakukan meskipun bukan pertama kalinya, tapi ini pertama kalinya Devan mengecupnya dengan lembut mulai dari kening, pipi kanan, pipi kiri dan yang terakhir bibir.


"A-aku mau siapin ma-makanan dulu buat kamu," ucap Keyna yang merasa gugup di dekat Devan.


"Key, ini baru kecupan gimana kalau malam pertama kita, kamu pasti udah tenggelam di lautan," goda Devan.


"Apa sih, udah deh kamu siap-siap sana," ucap Keyna yang berhasil melepaskan pelukan Devan.


"Kenapa?" tanya Devan saat melihat Keyna yang memegang perutnya.


"Perutku sakit banget," ucap Keyna.


"Mau aku panggilin Dokter?" tanya Devan.


"Gak usah, ini nanti juga sembuh kok," ucap Keyna.


Keyna segera pergi menuju dapur dan berniat membantu para pelayan, "Nyonya, lebih baik Nyonya dikamar biar kami yang memasak untuk Nyonya dan Tuan," ucap Bi Nani.


"Gak Bi, Key mau bantu, Bibi mau masak apa?" tanya Keyna.


"Yasudah kalau memang Nyonya ingin membantu, tapi jangan yang berat-berat ya, hari ini Nyonya ingin apa biar para pelayan yang siapkan?" tanya Bi Nani.


"Ehm, Keyna pengen pasta deh, Bi," ucap Keyna.


"Sarapan pasta Nyonya?" tanya Bi Nani.


"Iya," ucap Keyna.


"Yasudah, ayo kita mulai Nyonya," ucap Bi Nani.


Mereka pun memasak hingga beberapa saat kemudian masakan pun jadi, "Kalau begitu aku panggil Devan dulu ya, Bi," ucap Keyna dan diangguki Bi Nani.


Keyna masuk kedalam kamarnya dan melihat sudah tidak ada Devan di ranjang dan mendengar suara gemericik air di kamar mandi, Keyna pun segera menyiapkan pakaian Devan.


Setelah itu, Keyna keluar dan bersamaan dengan itu Devan juga keluar dari kamar mandi lalu menuju ke arah Keyna.


Keyna menegang saat melihat Devan yang menuju ke arahnya, bagaimana tidak, Devan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya. Sedangkan, tubuh bagian atasnya dibiarkan terbuka sehingga terlihatlah dada bidangnya.


'Wah, sepertinya Devan sangat kuat,' ucap Keyna dalam hati sambil meneguk saliva nya.


"Kamu kenapa?" tanya Devan yang terus mendekat ke arah Keyna.


"Ga-gapapa kok," ucap Keyna dengan gugup.


"Kamu kenapa gugup seperti itu?" tanya Devan dan melihat jika Keyna menatap tubuh bagian atasnya dan barulah Devan mengerti jika Keyna saat ini tengah salah tingkah dan gugup karena ia tidak mengenakan atasan.


"Kamu sepertinya sangat suka dengan tubuhku, apa kamu ingin memegangnya?" tanya Devan dengan berbisik.

__ADS_1


Keyna merinding dibuatnya karena bibir Devan mengenai telinga Keyna bahkan suaranya pun serak dan menggoda, "Ehm, g-gak kok, a-aku cuma, udah ah ini pakaian kamu, makanan udah siap, aku pergi dulu," ucap Keyna lalu mengambil tasnya dan keluar menuju meja makan.


Beberapa saat kemudian, Devan pun turun dan menuju meja makan, "Pasta?" tanya Devan karena ia harus sarapan dengan pasta.


"Iya, aku tiba-tiba pengen pasta," ucap Keyna.


"Mungkin Nyonya lagi ngidam Tuan," ucap Bi Nani yang membuat Keyna terkejut begitu juga Devan dan langsung menatap tajam Keyna.


"Ngidam? Aku gak ngidam namanya juga pengen masa cuma pengen aja dibilang ngidam sih," ucap Keyna.


'Boro-boro ngidam disentuh aja gak pernah bahkan sampai sekarang aku gak tau rasanya kayak apa, ngidam apa coba dasar Bi Nani ini ya,' ucap Keyna dalam hati.


"Kalau kamu memang hamil tidak masalah nanti kita ke rumah sakit untuk cek kandunganmu," ucap Devan.


"Aku gak hamil jadi gak usah ke rumah sakit," ucap Keyna.


"Nanti setelah pemotretan aku akan menjemputmu dan kita memeriksanya ke rumah sakit," ucap Devan lalu berdiri.


"Kamu tidak makan?" tanya Keyna.


"Udah kenyang, ayo Mike," ucap Devan dan pergi dari meja makan.


"Bi Nani, kenapa Bibi bicara kayak gitu tadi pasti Devan marah," ucap Keyna.


"Maaf, Nyonya. Tapi, bukannya Nyonya harusnya senang karena akan memiliki seorang anak bersama Tuan Devan, karena setiap pernikahan yang dinantikan kehadirannya itu anak," ucap Bi Nani.


'Ya, itu kalau pernikahan normal Bi, lah ini aku menikah dengan Devan entah karena apa aku aja masih bingung,' ucap Keyna dalam hati.


Keyna pun mulai memakan sarapannya dan setelah itu langsung pergi dengan Pak Nardy dan Gita, "Kita langsung ke tempat pemotretan aja," ucap Lea dan diangguki Pak Nardy.


Kurang lebih 20 menit perjalan menuju tempat pemotretan dan akhirnya mereka pun sampai, disana sudah ada Kikan dan beberapa modle lainnya.


"Key, kamu hari ini pake ini ya," ucap Kikan.


"Aku jadi atlet, Kan?" tanya Keyna saat Kikan memberikannya sebuah pakaian olahraga.


"Yaudah aku ganti dulu ya," ucap Keyna lalu mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pemotretan.


Skip...


Hari menjelang sore, Keyna dan beberapa model lainnya pun sudah selesai melakukan pemotretan produk kecantikan, mereka beberapa kali melakukan photoshoot dengan berbagai jenis produk kecantikan.


"Key, kamu hari ini langsung pulang atau mau ke agensi dulu?" tanya Celine.


"Aku langsung pulang aja kali, Lin," ucap Keyna dan diangguki Celine.


"Kalau kamu gimana, Lin?" tanya Keyna.


"Aku juga langsung pulang Key, soalnya capek banget mana panas lagi padahal ya aku kira tempatnya itu di indoor gitu eh tau-taunya di rooftop," ucap Celine.


"Kan ada angin, Lin, jadi gak terlalu panas lah," ucap Keyna.


"Anginnya ada sih, tapi ya tetep aja Key kurang kenceng terus kurang dingin juga, tau sendiri sekarang musimnya gak menentu kadang panas banget kadang dingin banget," ucap Celine.


"Yaudah deh daripada banyak bacot aku pergi dulu ya, dah Keyna," pamit Celine.


"Kan, kamu mau bareng pulangnya?" tanya Keyna.


"Aku udah dijemput sama pacarku kok Key, jadi aku pulang dulu ya," pamit Kikan.


Saat Keyna akan pergi dari gedung tersebut tiba-tiba sebuah mobil yang sangat familiar baginya berhenti di depannya, "Devan," gumam Keyna.


"Masuk," ucap Devan dengan dingin.

__ADS_1


Tanpa bas basi lagi, Keyna langsung masuk karena ia takut ada yang melihatnya apalagi masih ada beberapa model dan staf dari agensinya yang ada di gedung tersebut, kalau sampai mereka tau semuanya bisa-bisa banyak yang akan menggosipkan yang tidak-tidak tentang dirinya.


"Kok kamu jemput aku, emangnya pak Nardy sama Gita ada urusan ya?" tanya Keyna.


"Kita mau kemana?" tanya Keyna lagi karena tidak mendapat jawaban dari Devan, Devan justru fokus ke laptopnya daripada menjawab pertanyaannya.


"Berisik," ucap Devan.


Hanya itu yang diucapkan Devan dan langsung membuat Keyna bungkam.


***


Pagi hari setelah mendengar perkataan Bi Nani, suasana hati Devan sangat buruk bahkan saat rapat pun Devan memarahi setiap karyawannya, "Kalian kalau memang tidak becus bilang, biar saya pecat kalian, saya tidak butuh karyawan yang bisanya cuma makan gaji buta," ucap Devan dengan dingin yang membuat ruangan rapat terlihat mencekam.


"Saya mau dalam waktu dua hari semua keperluan untuk pembangunan hotel baru sudah selesai, jika belum selesai juga, kalian akan saya pecat dan saya jamin tidak akan ada perusahaan yang mau menerima kalian lagi," ucap Devan lalu keluar.


"Mike, hari ini siapkan semuanya dan jangan ada yang masuk ke ruangan saya apapun itu keperluannya," ucap Devan dan masuk kedalam ruangannya.


"Astaga, Tuan Devan. Apa Tuan mulai menyukai Nyonya," gumam Mike.


Seharian ini Devan merasakan hal aneh dalam dirinya, saat ia melihat jam yang ternyata sudah jam tiga sore, ia pun segera keluar dan menuju tempat pemotretan Keyna.


Bertepatan dengan sampainya Devan di gedung tersebut ternyata Keyna juga sudah berada di depan gedung, Keyna sepertinya sedang menunggu taksi.


Namun, Devan terlebih dulu datang dan menyuruhnya untuk masuk kedalam mobil, selama perjalanan, Keyna terus saja berbicara dan hal itu membuat Devan semakin kesal.


Setelah Devan menyuruh Keyna berhenti berbicara barulah Keyna diam hingga mereka sampai di tempat tujuan.


"Dev, kita kenapa ke rumah sakit?" tanya Keyna.


"Kamu lupa dengan perkataanku tadi pagi, aku tadi sudah bilang bukan kalau setelah pemotretan aku akan menjemputmu dan mengajakmu untuk memeriksa kandunganmu," ucap Devan.


"Tapi, aku gak hamil Dev," ucap Keyna yang tidak percaya jika Devan benar-benar melakukan apa yang ia katakan tadi pagi.


"Aku hanya memeriksa siapa tau kamu memang hamil," ucap Devan lalu keluar dari mobil.


Keyna pun ikut keluar dan berjalan di belakang Devan, selama menuju tempat pemeriksaan banyak yang menatap Devan dengan kagum karena rupanya yang terlihat sempurna.


'Apasih mereka itu gak tau apa kalau orang yang mereka lihat itu udah punya istri,' ucap Keyna dalam hati yang merasa kesal pada perempuan yang ada di sekitarnya.


"Masuk," ucap Devan.


"Hah!"


"Aku bilang masuk," ucap Devan.


Keyna pun masuk ke dalam ruangan tersebut dengan Devan tentunya, "Selamat sore, perkenalkan saya Dokter Vega. Saya salah satu Dokter kepercayaan keluarga Erland dan saya merasa terhormat dan senang bisa bertemu anda Nyonya," ucap Dokter Vega.


"Iya, Dokter, tapi Dokter panggil Keyna aja jangan pake Nyonya," ucap Keyna dan Dokter Vega pun tersenyum.


"Maaf, Nyonya. Memang sudah semestinya saya panggil Nyonya bukan nama Nyonya," ucap Dokter Vega.


"Tapi...," ucapan Keyna lagi-lagi terhenti lantaran Devan yang menyelanya.


"Dok, periksa dia jangan malah ngobrol," ucap Devan.


"Baik, Tuan. Mari Nyonya, silahkan berbaring biar saya periksa," ucap Dokter Vega.


Dokter Vega pun memeriksa keadaan Keyna dan tersenyum melihat hasil dari pemeriksaan tersebut.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2