
Keyna saat ini sudah kembali bekerja, "Keyna, apa kabar?" tanya Kikan yang baru saja masuk kedalam ruangan dengan wajah bahagia.
"Kenapa kamu, Kan? kok kayak bahagia gitu habis menang lotre ya?" tanya Keyna.
"Lebih dari itu malahan, Key," ucap Kikan.
"terus kenapa dong kok kamu bahagia banget?" tanya Keyna.
"Kapan-kapan deh aku kasih tau ke kamu, sekarang kita kerja aja dulu," ucap Kikan.
"Dasar," gumam Keyna.
"Celine hari ini masuk, kamu udah ketemu dia belum, Key?" tanya Kikan.
"Loh Celine masuk, emangnya dia udah sembuh total?" tanya Keyna.
"Gak tau juga sih aku, tapi tadi aku ketemu dia sama Angela, kayaknya dia mau ketemu klien deh," ucap Kikan.
"Aku belum ketemu sama Celine sih, nanti deh aku coba ke ruangannya," ucap Keyna.
"Btw, aku mau tanya kok waktu itu Presdir Devan tau ya kalau kita lagi dikunci di gudang?" tanya Kikan.
"Devan itu rencananya mau jemput aku soalnya aku belum pulang-pulang juga terus aku ditelpon, tapi gak aku angkat makanya Devan kira ada yang aneh," ucap Keyna.
"Untungnya waktu itu ada Presdir Devan, Key. Kalau gak ada Presdir Devan bisa-bisa aku udah gak ada," ucap Kikan.
"Udah gak usah bahas itu lagi, kalau bahas itu jadi kepikiran aku," ucap Keyna.
"Bener," jawab Kikan.
.
Disisi lain, Devan sedang fokus dengan pekerjaannya pun mengerutkan keningnya saat ketukan pintu terdengar dan suara Mike yang meminta izin untuk masuk, setelah itu ia pun mengizinkan Mike masuk, Devan pun melihat ke arah Mike yang ternyata tidak sendirian. Ya, saat ini Steve masuk dengan Rangga sahabat Devan.
"Tuan, Tuan Rangga ingin bertemu dengan anda," ucap Mike.
"Hem, kau boleh pergi," ucap Devan dan diangguki Mike.
Setelah Mike pergi barulah Rangga duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, "Kenapa lo manggil gue, Dev? lo tau kan kalau gue itu sibuk banget jadi langsung aja deh, kenapa lo manggil gue? apa alasan lo?" tanya Rangga.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Rangga Devan justru berdiri dari kursi kebesarannya dan menuju kearah sofa lalu duduk disana dan melemparkan sebuah map cokelat ke meja.
"Apa ini?" tanya Rangga.
"Buka aja," ucap Devan.
"Padahal gue gak lagi ulang tahun, Dev," ucap Rangga lalu membuka map tersebut dan terlihatlah beberapa foto seorang perempuan.
"Dia siapa? apa jangan-jangan lo mau nikah lagi? wah gawat lo Dev, awas aja ya nanti gue bilang ke Keyna istri lo kalau Devano Radya Erland mau nikah lagi. Emang kurangnya Keyna itu apa sih kok Dev, kok lo sampai mau nikah lagi?" tanya Rangga yang sangat heboh menurut Devan.
"Lo bisa diem gak," ucap Devan dengan datar.
"Oke, gue diem sekarang lo jelasin ke gue maksud lo apa sampai ngasih foto cewek ini ke gue?" tanya Rangga dengan nada yang lebih tenang dari sebelumnya.
__ADS_1
"Dia cewek yang lo tidurin di negara C," ucap Devan dan membuat Rangga terkejut.
"Lo yakin dia ceweknya?" tanya Rangga.
"Hem," jawab Devan.
"Kok lo bisa tau kalau dia ceweknya?" tanya Rangga.
Devan pun menceritakan bagaimana dia bisa tau perempuan itu, Devan menceritakan semuanya kecuali tentang kehamilan perempuan itu.
"Jadi dia sahabatnya istri lo, Keyna?" tanya Rangga dan diangguki Devan.
"Namanya siapa, Dev?" tanya Rangga.
"Celine Selenia Yoshua," jawab Devan.
"Nama yang bagus, tapi gue manggilnya apa ya, ehm, Celine, Selen atau Nia ya," gumam Rangga yang tentunya dapat didengar Devan.
Devan memutar malas matanya, "Keyna biasanya manggil dia Celine," ucap Devan dan Rangga hanya menganggukkan kepalanya.
"Dia kerja dimana?" tanya Rangga.
"First Entertainment," jawab Devan.
"Berarti dia masih satu kerjaan sama istri lo dong, tunggu jangan bilang kalau dia itu juga seorang model," ucap Rangga dan Devan hanya mengangkat alis kanannya.
"Beneran dia model, wah gue dapet yang model gila sih ini," ucap Rangga dengan heboh.
"Gue harus segera ketemu sama dia, gue takutnya dia udah bunting aja," lanjut Rangga dan melangkah pergi meninggalkan Devan.
"Maksud lo dia udah hamil?" tanya Rangga.
"Hem," jawab Devan.
"Lo gak bercanda kan, Dev?" tanya Rangga.
"Gak," jawab Devan.
"Gue bentar lagi bakal jadi Ayah, kalau gitu dia disekap sama Ayahnya gara-gara dia hamil anak gue dong" ucap Rangga.
"Lo harus bertindak sebelum Ayahnya bakal bawa dia, lo tau kan keluarga Yoshua," ucap Devan.
"Yoshua? Tunggu maksudnya Baim Yoshua?" tanya Rangga.
"Hem, dia bisa ngelakuin apapun jadi gue saranin buat lo jaga tuh cewek sama anak lo," ucap Devan.
"Thanks, Dev. Gue bakal jaga dia," ucap Rangga lalu keluar dari ruangan Devan.
'Maafin gue Sam, mungkin gue bakal lama nepatin kanji gue ke lo, gue sekarang punya tanggungjawab lain yang lebih besar daripada janji gue dulu, tapi lo gak usah khawatir gue bakal tetep berusaha buat menuhin janji gue,' ucap Rangga dalam hati.
Rangga saat ini berada di depan gedung First Entertainment dan ia hanya menunggu didalam mobil karena ia masih ragu untuk bertemu dengan Celine, Rangga tentunya takut jika nanti Celine justru membencinya.
Saat sedang menunggu, Rangga melihat Celine yang baru saja turun dari sebuah mobil lalu melangkah masuk kedalam gedung tersebut.
__ADS_1
"Cantik," gumam Rangga saat melihat Celine.
"Ini gue masuk apa gak ya?" tanya Rangga pada dirinya sendiri.
"Huh semangat, Ga. Lo harus tanggungjawab, ini semua resiko yang udah lo lakuin," ucap Rangga lalu keluar dari mobil dan menuju gedung First Entertainment.
"Permisi," ucap Samuel saat sudah berada di lobby.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis.
"Hem, sa-saya ingin bertemu dengan Celine Selenia Yoshua," ucap Rangga.
"Baik, sebentar," ucap resepsionis tersebut dan menelpon seseorang yang tanggung tidak tau.
"Maaf, apa anda sudah ada janji?" tanyanya.
"Belum, tapi ada hal penting yang memang harus saya bicarakan secara langsung dengannya," ucap Rangga dan diangguki oleh resepsionis tersebut.
Lalu resepsionis tersebut kembali berbicara melalui sambungan teleponnya, "Baik, anda bisa bertemu dengan Nona Celine di ruangan tunggu nomor 2 disebelah sana," ucap resepsionis dan menunjuk tempat dimana terdapat beberapa nomor disana yang ternyata merupakan ruang tunggu.
Rangga pun masuk kedalam ruangan yang dimaksud resepsionis tersebut dan selang beberapa saat kemudian terdengar pintu yang terbuka, Rangga pun membalikkan badannya dan melihat seorang perempuan yang masuk kedalam ruangan tersebut.
"Maaf, apa anda mencari saya? kalau boleh tau ada hal apa sampai anda ingin berbicara dengan saya secara langsung?" tanya Celine lalu duduk di sofa yang ada didepan Rangga.
"Namaku Rangga," ucap tanggal dengan mengulurkan tangannya.
"Celine," ucap Celine dan membalas uluran tangan dari Rangga.
"Kalau boleh tau ada hal apa ya anda ingin bertemu saya secara langsung?" tanya Celine.
"Kamu sangat to the point ya, apa tidak bisa kita basa basi dulu," ucap Rangga.
"Sepertinya tidak bisa karena saya masih ada beberapa hal yang harus saya urus," ucap Celine.
"Tapi, aku ingin bicara denganmu," ucap Rangga.
"Iya, silahkan saya sudah mempersilahkan anda untuk berbicara bukan," ucap Celine.
"Tapi, bukan untuk membahas yang ingin ku bahas, tapi hanya sekedar basa basi" ucap Rangga.
"Kalau memang anda ingin basa basi, maaf, anda bisa pergi karena saya tidak meladeni orang yang kesini hanya untuk basa basi kalau begitu saya permisi," ucap Celine dan berdiri lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.
"Huh, baiklah," gumam Rangga.
"Apa anakku baik-baik saja?" tanya Rangga yang membuat Celine menghentikan langkahnya.
Tubuh Celine membeku seketika saat Rangga menanyakan mengenai anak meskipun saat itu Celine belum mengerti apa yang di maksud Rangga.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.