
Pagi harinya, Keyna pun bangun dan melihat Devan yang saat ini menatapnya dari sofa, "Kenapa? apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Keyna.
"Tidak, aku hanya bingung bagaimana bisa kamu tidur sangat lama padahal kamu kemarin tidur dari jam 10 sampai sore?" tanya Devan.
"Hehehe, aku kan kaum rebahan makanya gampang ngantuk," ucap Keyna.
"Kamu ini model bukan, bagaimana bisa mudah ngantuk?" tanya Devan.
"Tunggu! karena kamu bahas ini aku jadi keinget sesuatu. Kenapa kamu investasi di agensiku, bukannya kamu tau kalau acara yang dibuat agensiku itu sangat membosankan?" tanya Keyna.
"Kamu harusnya membanggakan agensimu di depan investor bukan malah menjelekkannya," ucap Devan.
"Tapi, aku masih bingung aja gitu, kalau aku jadi kamu, aku gak akan mau investasi disana yang ada aku malah rugi," ucap Keyna.
"Kamu tidak perlu memikirkan hal yang membuat otakmu sakit, ingat otakmu itu lemah," ucap Devan.
"Ck, setidaknya aku pintar dalam sejarah," ucap Keyna.
"Kamu belajar sejarah pun untuk apa? jaman sekarang yang paling berguna itu belajar matematika?" tanya Devan.
"Ih, udah pagi buat bad mood aja, kamu gak kerja?" tanya Keyna kesal.
"Aku ini pemilik dari perusahaan jadi terserah ku dong aku mau kerja atau gak," ucap Devan.
"Hem, iya juga ya," ucap Keyna.
"Kamu kenapa gak kerja?" tanya Devan.
"Hari ini aku free, soalnya Kikan lagi ada urusan dari agensi jadi aku libur deh," ucap Keyna.
"Mau jalan-jalan," ajak Devan.
"Mau!" jawab Keyna.
"Yaudah kalau gitu mandi sana," ucap Devan.
"Siap, bos," ucap Keyna dan mengambil baju lalu berlari ke kamar mandi. Sedangkan, Devan sudah tampan sejak tadi.
Keyna sudah siap, saat ini Keyna memakai rok se lutut dengan kaos berwarna putih. Keyna pun keluar dari kamar dan menuju lantai satu, ternyata Devan sudah menunggunya dengan pakaian kasualnya.
"Lama ya," ucap Keyna.
"Hari ini kita gak jadi pergi, aku ada urusan," ucap Devan lalu masuk ke ruang kerjanya dengan diikuti Mike.
"Hah! maksudnya apa coba, orang udah cantik kayak gini juga malah gak jadi," ucap Keyna.
"Nona, mau makan dulu ini saya mau siapin?" tanya Bi Nani.
"Gak usah, Bi, saya males makan," ucap Keyna.
Dengan kesal Keyna pun menaiki tangga, "Maaf, Nona. Tuan Devan mengatakan jika sebentar lagi ia akan selesai dan akan pergi dengan Nona," ucap Mike.
Keyna membalikkan tubuhnya, "Beneran?" tanya Keyna.
"Iya, Nona," ucap Mike.
__ADS_1
"Oke, aku tunggu di ruang tamu aja deh," ucap Keyna.
Kurang lebih selama 15 menit Keyna menunggu Devan, akhirnya devan keluar dari ruang kerjanya, "Jadi atau gak, kalau gak mending aku ganti baju?" tanya Devan saat melihat Keyna tiduran sofa ruang tamu.
"Jadi dong, bosen aku di rumah terus," ucap Keyna.
Saat ini Devan dan Keyna sudah berada di mobil, ini adalah pertama kalinya Keyna menaiki mobil yang dikendarai oleh Devan langsung.
Ya, jadi hari ini Devan yang mengendarai mobilnya, ia menyuruh Mike untuk menjaga mansion.
"Kamu mau kemana?" tanya Devan.
"Ehm, kita ke taman gimana?" tanya Keyna.
"Aku rasa kamu memang kecanduan taman, selain taman pokoknya," ucap Devan.
"Kemana dong? ke museum mau?" tanya Keyna.
"Ngapain ke museum? kamu mau jadi pajangan disana?" tanya Devan.
"Terus mau kemana, aku juga bingung kan yang ngajak keluar kamu," ucap Keyna.
"Aku punya satu tempat yang sering aku datangi, mau ke sana?" tanya Devan.
"Boleh," ucap Keyna.
Beberapa saat kemudian Devan pun berhenti di suatu tempat, "Ini dimana kok sepi banget?" tanya Keyna.
"Keluar," ucap Devan.
"Jangan mikir yang gak-gak," ucap Devan lalu berjalan terlebih dahulu.
Keyna sendiri hanya mengikuti langkah Devan, hingga akhirnya Keyna dibuat takjub dengan pemandangan yang ada di sana, ternyata disana terdapat sebuah danau, "Wah! bagus banget," kagum Keyna.
"Ini kita masih di kota kan, tapi aku gak pernah ke tempat kayak gini?" tanya Keyna.
"Tempat ini memang rahasia hanya beberapa orang yang tau," ucap Devan.
"Berarti aku salah satu orang spesial karena tau tempat sebagus ini," ucap Keyna.
"Biasa aja, ada orang yang lebih spesial yang tau tempat ini dan orang itu bukan kamu," ucap Devan.
Keyna yang mendengarnya merasa sakit hati, 'Kenapa sakit banget ya waktu Devan ngomong kayak gitu? apa Devan udah punya pacar? atau ada seseorang yang ia sukai?' tanya Keyna dalam hati.
Hari ini tiba-tiba mood Keyna sangat buruk terutama setelah Devan mengatakan hal tersebut. Devan sendiri melihat Keyna yang hanya diam menjadi bingung, 'Kenapa dia diam saja biasanya bawel banget?' tanya Devan.
Mereka hanya duduk diam tanpa ada yang berbicara sampai siang hari mereka memutuskan untuk pulang, sesampainya di rumah Keyna langsung masuk kedalam kamar dan meninggalkan Devan, "Dia kenapa aneh kayak gitu?" tanya Devan.
"Tuan," panggil Mike.
"Kenapa, Mike?" tanya Devan.
"Tuan, ini ada berkas yang harus tuan cek mengenai tuan Rodrigo," ucap Mike.
"Kita ke ruang kerjaku," ucap Devan.
__ADS_1
"Jadi, Tuan Rodrigo sudah pulang tadi pagi Tuan dengan keluarganya," ucap Mike.
"Kita mulai beraksi, kita harus buat anak yang tidak dianggapnya berpihak ke kita terus kita hancurkan tua bangka itu, berani-beraninya dia bermain dengan Devan Radya Erland," ucap Devan.
"Tapi, Tuan. Saya dengar seseorang sedang mengincar Nona Keyna," ucap Mike.
"Maksudmu?" tanya Devan.
"Ini, saya tiba-tiba mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal dan saat saya coba melacaknya ternyata dia memakai nomor satu kali pakai dan itu berada di salah satu tempat game di kota," ucap Mike.
"Ternyata banyak yang ingin bermain denganku, kita urus tua bangka itu dulu," ucap Devan dan diangguki Mike.
Saat mereka sedang membahas mengenai pekerjaan tiba-tiba saja terdengar suara tembakan dari luar. Devan dan Mike langsung keluar dan melihat segerombolan orang yang berada di hadapan Keyna.
***
Disisi lain, Keyna sudah berada didalam kamar dan tidak mendapati Devan masuk kedalam kamar, "Dia ini tau gak sih kalau aku lagi marah, huh dasar gak peka kalau dia udah punya cewek yang dia suka kenapa harus nikahin aku sih," omel Keyna.
Namun, tiba-tiba saja perutnya merasa lapar dan akhirnya Keyna memutuskan untuk keluar dari kamar dan menuju dapur, "Laper," gumam Keyna.
Keyna berjalan menuju lantai satu, "Nona, lapar mau Bibi masakin sesuatu?" tanya Bi Nani.
"Ehm, aku lagi pengen nasi goreng, Bi," ucap Keyna.
"Yasudah, Nona tunggu saja biar Bibi masakin ya," ucap Bi Nani dan diangguki Keyna.
Keyna menunggu dengan sabar nasi goreng buatan Bi Nani hingga tiba-tiba suara berisik pun membuat Keyna mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan benar saja pintu tersebut langsung terbuka dnegan cukup keras dan beberapa orang yang masuk.
Kenyataan menghampiri mereka untuk menyambut orang-orang tersebut, siapa tau mereka teman Devan, Keyna melihat ke arah orang-orang tersebut dengan tatapan yang aneh karena orang-orang yang baru masuk tersebut sangat menakutkan dengan tato dan otot-otot yang terlihat serta pakaian serba hitam, "Ada apa ya? apa kalian ingin bertemu dengan Devan? kalau begitu sebentar biar saya panggilkan?" tanya Keyna.
Bi Nani yang baru saja selesai memasak pun segera berlari menghampiri Keyna lalu membawa Keyna ke belakangnya, "Ada apa anda kesini?" tanya Bi Nani.
"Wow, santai kita cuma mau tay bagaimana wajah dari istrinya tuan mu dan ternyata cantik juga ya, cocok dengan ranjang ku," ucap pemimpin mereka.
"Bi Nani kenapa? mereka orang jahat ya?" tanya Keyna.
"Iya, Non. Mereka orang jahat jadi Nona tidak boleh berbicara dengan mereka," ucap Bi Nani dan diangguki Keyna.
"Lebih baik sekarang kalian pergi dari sini," usir Bi Nani.
"Dari dulu ternyata Bibi yang satu ini gak pernah berubah ya suka ngegas," ucapnya.
"Ayo Nona saya antar ke kamar, nanti masakannya akan saya bawakan ke kamar Nona," ucap Bi Nani dan Keyna hanya menganggukkan kepalanya.
Bi Nani membawa Keyna untuk menaiki tangga hingga sebuah suara memberhentikan mereka, "Berhenti sebelum ku tembak kepalamu," ucapnya.
Keyna dan Bi Nani pun menoleh ke arah pria tersebut dimana pria tersebut mengarahkan pistolnya kepada Keyna
Dor...
.
.
.
__ADS_1
Tbc.