Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Ganti Bajumu


__ADS_3

Devan dan Keyna memutuskan untuk menginap di rumah Papa Erwin karena paksaan dari Mama Bella.


"Keyna," panggil Kak Anggi.


"Kenapa Kak?" tanya Keyna yang baru daja duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Gapapa kok, Kakak cuma mau tanya soal kerjaan kamu, soalnya Kakak denger ada masalah sama agensi kamu," ucap Kak Anggi.


"Masalah apa?" tanya Papa Erwin.


"Hem, i-itu ada penggelapan dana," ucap Keyna dengan gugup dan melihat ke arah Devan yang terlihat tenang bahkan kelewat santai.


Keyna baru ingat jika Devan tidak pernah membicarakan mengenai masalah ini jika di rumah.


"Astaga, terus pelakunya udah ditangkap?" tanya Kak Anggi.


"Gak tau, soalnya dia kabur," ucap Keyna.


"Kok bisa sih, emangnya siapa pelakunya kok bisa kabur gitu?" tanay Kak Anggi.


"Hem, Miss Kelly," jawab Keyna.


"Hah! Wanita menor itu?" tanya Mama Bella.


"Iya, Ma," ucap Keyna dengan menganggukkan kepalanya.


"Emang dia itu ngeselin sih, Mama jadi gedek banget kalau inget waktu pertama kali kamu diterima terus Mama nemenin kamu ke agensi, dia malah bilang kalau kamu itu orang minta sumbangan mana Mama sampai didorong lagi," ucap Mama Bella.


"Mama pernah didorong dia," ucap Devan.


"He'em, kamu tau gak sih kalau perempuan itu udah dari awal gak suka sama Keyna, padahal Keyna gak salah apa-apa loh dan lebih parahnya Keyna pernah di-bully waktu awal-awal masuk untung aja Keyna bisa mengatasi semuanya," ucap Mama Bella.


key aku hanya menunduk saat melihat Devan menatap tajam kearahnya, entahlah apa yang terjadi, tapi yang jelas saat ini Keyna takut dengan Devan.


"Tapi, itukan dulu Ma, udah lah gak usah dibahas lagi, Keyna aja udah lupa," ucap Keyna.


"Selalu kayak gini kalau bahas yang dulu-dulu pasti Mama disuruh lupain, padahal mah Mama gak bisa lupain," ucap Mama Bella.


"Kakak denger juga katanya agensi kamu udah pindah tangan?" tanya Kak Anggi.


"Iya, Kak," jawab Keyna.


"Siapa yang mau ambil alih agensi kamu, padahal menurut Kakak agensi kamu itu gak akan untung loh?" tanya Kak Anggi.

__ADS_1


"Kak Anggi mah, malah ngejelekin agensinya Keyna, meskipun udah mau bangkrut, tapi Keyna setia ya," ucap Keyna.


"Iya iya deh, terus kamu tau siapa yang ambil alih gak? Kakak pengen tau banget loh soalnya?" tanya Kak Anggi.


"Gak Kak, Keyna juga gak tau siapa yang ambil alih soalnya nih ya Keyna gak pernah ketemu sama orangnya" ucap Keyna.


"Kamu gimana sih masa gak tau siapa yang ambil alih agensi tempat kamu kerja," ucap Kak Kelvin.


"Ya, emang Key gak tau kak," ucap Keyna.


"Tapi, yang Kakak denger itu kalau yang ambil alih First entertainment orangnya ganteng," ucap Kak Anggi.


"Gak Mama gak istri sama aja," gumam Kak Kelvin.


.


Setelah berbincang dengan keluarganya, saat ini Keyna berada didalam kamar setelah makan malam tadi.


Sedangkan, Devan masih ada diluar bersama Papa Erwin.


"Ayo Keyna, kamu pasti bisa. Kamu harus pertahankan pernikahan ini ya walaupun masih belum ada rasa diantara kalian berdua," gumam Keyna.


Keyna kembali kepikiran mengenai perkataan Mama Bella saat sedang ia sedang di dapur tadi.


Setelah bimbang dengan pikirannya, Keyna pun akhirnya memutuskan untuk ke tahap yang lebih jauh dengan Devan, Keyna mengganti pakaian tidurnya dengan lingerie berwarna hitam.


Key aku merebahkan tubuhnya di ranjang dan menutup seluruh tubuhnya sampai leher dengan selimut, "Kok malu gini aku, apa gak usah aja kali ya," gumam Keyna.


Namun, saat akan beranjak dan ingin mengganti bajunya tiba-tiba saja Devan masuk kedalam kamar.


'Oke, aku harus siap,' ucap Keyna dalam hati.


Keyna sendiri hanya pura-pura tidur dan sedikit menurunkan selimutnya agar Devan dapat melihat tubuhnya, namun Keyna mendengar pintu kamar mandi tertutup dengan cepat Keyna membuka matanya.


"Tadi Devan udah lihat belum ya?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


Berbeda dengan Keyna, Devan justru terkejut dengan Keyna. Bagaimana tidak, setelah berbicara dengan Papa Erwin dan Kak Kelvin, Devan memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan melihat Keyna yang tertidur dengan mengenakan lingerie yang lebih parahnya Devan melihat tubuh mulus Keyna.


Lelaki mana yang tidak tergoda jika disuguhkan dengan pemandangan yang sungguh nikmat itu, tapi Devan berusaha menahannya dan masuk kedalam kamarnya.


Keyna menunggu Devan cukup lama hingga saat pintu yang mulai terbuka, Keyna pun langsung menutup matanya, Keyna dapat merasakan Devan tidur disebelahnya dan menutup diri dengan selimut.


'Harusnya Devan ngeliat tubuhku dong, tapi kenapa aku gak ngerasain apa-apa ya?' tanya Keyna dalam hati dan ia mencoba untuk membuat matanya.

__ADS_1


Keyna pun perlahan membuka matanya dan melihat Devan yang justru tidur, 'Hah, apa-apaan Devan, aku udah nekat kayak gini dia malah asik tidur. Apa aku yang harus agresif ya, tapi nanti kalau Devan gak mau aku kan yang malu,' ucap Keyna dalam hati.


Dengan memberanikan diri, Keyna pun menyentuh lengan kekar Devan yang tidak terhalang oleh apapun, ingat ya, jika Devan tidur selalu dengan telanjang dada.


Devan yang masih belum sepenuhnya tidur pun membuka matanya saat melihat Keyna memainkan lengannya.


"Kenapa?" tanya Devan dengan dingin.


Keyna menelan ludahnya dengan susah melihat respon Devan, "Hem, ka-kamu gak ma-mau minta ja-jatah ke aku?" tanya Keyna dengan gugup.


"Gak, udah malam mending tidur gak usah macem-macem, jangan pikirin omongan Mama atau Papa yang minta cucu," ucap Devan.


"Tapi...," ucapan Keyna terhenti lantaran Devan menyelanya.


"Kalau Mama atau Papa bertanya soal anak bilang saja kalau kamu sudah berusaha, tapi memang masih belum dikasih aja simple kan, udah tidur gak usah aneh-aneh," ucap Devan dan kembali menutup matanya.


"Ganti bajumu, kamu pikir aku tergoda jika kamu menggunakan lingerie itu, kau malah seperti seorang p*l*c*r yang sedang membutuhkan uang, lebih baik kamu diam saja, jika nanti aku meminta jatahku baru kamu boleh menjajakan dan memperlihatkan tubuhmu di depanku," lanjut Devan.


Perempuan mana yang tidak sakit hati mendengar perkataan seperti itu, terlebih lagi yang mengatakannya ialah suaminya sendiri, 'Apa aku seperti p*l"c*r dimata Devan?' tanya Keyna dalam hati.


Keyna hancur begitu mendengar perkataan Devan, Keyna akui selama ia menjadi istri Devan, Keyna diperlakukan bak seorang putri, tapi itu semua berbanding terbalik saat mendengarkan perkataan Devan tadi.


key aku berusaha untuk melupakan perkataan Devan dan memejamkan matanya, tapi sangat sulit, perkataan Devan terus terngiang-ngiang di pikiran Keyna, Keyna menutupi tubuhnya dengan selimut sampai leher.


Keyna ingin sekali tidur memunggungi Devan, tapi tidak bisa, Keyna takut jika nanti Devan marah karena Keyna pernah tidur memunggungi Devan dan berakhir Devan marah.


Keyna bingung dimana jiwa keberaniannya, dulu saat kencan buta dengan pilihan Mama Bella saja Keyna sangat garang bahkan para pria yang takut, tapi sekarang justru nyali Keyna yang ciut saat berhadapan dengan Devan.


Saat Keyna sedang berusaha untuk menutup matanya tiba-tiba ia merasakan seseorang memeluknya dan Keyna pun membuka matanya dapat dilihat wajah tampan suaminya dari dekat, "Tidur, tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak penting," ucap Devan dengan mata yang masih tertutup dan membawa Keyna ke dada bidangnya.


Keyna tidak membalas pelukan Devan karena ia masih sakit hati dengan perkataan Devan tadi, bahkan Keyna tidak habis pikir dengan Devan bagaimana bisa ia tetapi santai seolah tidak terjadi apa-apa, padahal ia tadi menghinanya.


Saat Keyna ingin melepaskan pelukan tersebut, Devan justru semakin mengeratkan pelukannya, "Dev, lepas aku gak bisa napas," ucap Keyna.


Devan sedikit melonggarkan pelukannya, tapi tidak melepaskannya, akhirnya Keyna pun pasrah dan tidur di pelukan Devan.


Devan yang merasakan deru napas teratur dari Keyna pun membuka matanya.


"Bohong kalau aku tidak tergoda, tapi aku tidak ingin semua yang aku rencanakan gagal. Key asal kamu tau, aku sedang berpikir apa aku harus membatalkan semua rencana gilaku atau tetap aku lanjutkan," gumam Devan lalu mengecup sayang kening Keyna.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2