
Pagi harinya, Keyna sudah bersiap untuk bekerja, sedangkan Devan entahlah Keyna tidak melihatnya pagi ini.
"Bi, Devan udah dah berangkat kerja ya?" tanya Keyna yang saat ini sudah berada di meja makan.
"Iya, Nyonya, Tuan Devan sudah berangkat dari tadi pagi," ucap Bi Nani.
Keyna pun memulai sarapannya dan setelah itu ia berangkat dengan Pak Nardy dan juga Gita, "Pak, nanti mampir ke toko roti dekat Stasiun televisi ya," ucap Keyna.
"Baik, Nyonya," jawab Pak Nardy.
Beberapa saat kemudian Keyna pun sampai di toko roti yang ia maksud, "Mari Nyonya," ucap Gita.
Keyna pun masuk kedalam bersama Gita, "Oh iya, kamu juga pesen beberapa untuk kamu sama Pak Nardy ya," ucap Keyna.
"Tidak usah Nyonya," ucap Gita.
"Udah kamu ambil aja atau mau aku bilang ke Devan nih," ucap Keyna.
"Baik Nyonya, terimakasih," ucap Gita dan diangguki Keyna.
Saat Keyna sedang memilih roti tiba-tiba seseorang datang dan memanggil namanya, "Hai! Keyna bukan," sapa orang tersebut.
Keyna pun membalikkan badannya dan melihat orang tersebut, "Siapa ya?" tanya Keyna.
"Masa lupa sama aku sih, parah sih kamu, Key," ucapnya.
"Maaf, tapi saya emang gak tau siapa anda, ayo Gita kita bayar rotinya," ucap Keyna.
Baru saja Keyna ingin pergi, tapi tangannya ditahan oleh orang tersebut dan Keyna segera melepaskan cengkraman orang tersebut.
"Key, kamu beneran lupa sama aku, kok bisa sih, harusnya kamu seneng ketemu aku loh," ucapnya.
"Dasar narsis, saya gak kenal sama anda, jadi tolong jangan sok kenal ya karena saya tidak mengenal anda," ucap Keyna dan memberikan penekanan pada akhirnya kalimatnya.
"Kita saling kenal, Key. Bahkan kita hampir saja bersama," ucapnya.
"Gak beres ini orang," ucap Keyna.
"Aku Steve, Key. Kamu beneran lupa sama aku?" tanya Steve, ya orang itu bernama Steve.
Keyna menatap wajah Steve karena ia merasa tidak mengenal pria yang ada di depannya, hingga beberapa saat kemudian Keyna teringat pertemuan pertamanya dengan Steve sontak saja Keyna langsung membelalakkan matanya dan menutup mulutnya seakan tidak percaya jika ia saat ini berhadap dengan Steve, Keyna melangkah mundur karena ia belum siap bertemu dengan Steve, dengan cepat Keyna langsung berbalik badan dan pergi dari hadapan Steve.
"Hei, Keyna, kenapa kamu pergi harusnya kita ngobrol santai dulu bukan," ucap Steve.
"Saya masih ada beberapa pekerjaan jadi saya permisi," pamit Keyna.
"Apa kau merasa malu karena telah menghabiskan uangku, ah salah bukannya kau menghabiskan uangmu sendiri ya," ejek Steve.
"Apa yang ingin kau katakan sebenarnya?" tanya Keyna yang mulai jengah dengan kehadiran Steve.
__ADS_1
"Aku hanya ingin melihat bagaimana keadaan mantan teman kencanku," ucap Steve.
Saat akan menjawab perkataan Steve tiba-tiba seorang perempuan dengan pakaian kurang bahan datang dan memeluk lengan Steve, "Ada apa sayang kok lama banget sih?" tanya perempuan itu.
"Ah, maaf sayang membuatmu menunggu, aku sedang menyapa mantan teman kencanku dulu," ucap Steve.
"Apa dia orang yang waktu itu kamu ceritain ke aku?" tanyanya pada Steve.
"Iya, sayang dia orangnya," ucap Steve.
"Hai, kenalin aku Lala, pacarnya Steve ah ralat tunangannya maksudku," sapa Lala yang semakin mesra memeluk lengan Steve.
"Oh, hai saya Keyna, kalau begitu kalian lanjutkan saja kegiatan kalian dan saya akan pergi karena saya hampir telat bekerja oke," ucap Keyna.
"Ah, aku dengar katanya kamu itu perawan tua ya," ucap Lala.
Keyna yang mulai melangkah pergi dari tempat itu pun akhirnya menghentikan langkahnya dan menatap tajam Lala, "Saya rasa untuk masalah itu bukan urusan anda, mau saya perawan tua atau bukan," ucap Keyna.
"Key, jangan terlalu kasar, aku sama Lala udah punya niatan mau ngenalin kamu sama temen kita berdua. Dia itu orangnya baik dan kayaknya cocok sama sikap kasar kamu," ucap Steve.
"Saya rasa kalian terlalu mengkhawatirkan mengenai status saya, jadi saya sangat berterima kasih kepada kalian karena sudah mengkhawatirkan saya, tapi saya bisa atasi semuanya sendiri lagian saya juga tidak ingin hidup saya diatur oleh kalian yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan saya bahkan kalian hanya orang asing untuk saya," ucap Keyna.
"Padahal niat kita berdua baik loh, tapi dengan sikapmu ini aku bisa pastikan kamu akan menjadi manusia yang paling sengsara karena tidak mau menerima bantuan kita berdua," ucap Lala.
"Oke, saya akan ingat semuanya jadi saya permisi ya," pamit Keyna lalu ia memutuskan untuk membayar belanjaannya dan segera pergi dari toko roti tersebut.
"Kamu ini tidak tau sopan santun ya," ucap Lala yang mulai meninggikan suaranya.
Steve dan Lala merasa di permalukan dengan respon Keyna bahkan wajah mereka sekarang tampak merah, meskipun toko roti tersebut tidak terlalu ramai, tapi pembicaraan mereka tadi sempat didengar oleh beberapa pengunjung di sana dan hal itu membuat Steve dan Lala merasa malu, "Awas aja Keyna, gue bakal bales semua perbuatan lo ini," gumam Steve.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku bakal bantuin kamu buat balas dia, aku gedeg banget sama sikap sombongnya tadi," ucap Lala.
Setelah membeli beberapa roti Keyna dan Gita pun keluar menuju mobil, "Wah, males banget ketemu dia, aku kira dia bakal lupa, padahal aku udah pura-pura gak kenal loh, eh dia malah nyapa bikin mood hancur aja," gumam Keyna.
Sesampainya di kantor, Keyna langsung menuju ruangan Celine, "Halo Celine yang cantiknya gak ada yang nandingin,"sapa Keyna dengan heboh.
"Halo juga Keyna yang cantik, tapi masih cantikan Celine," balas Celine.
"Nih, aku tadi beliin roti khusus buat kamu, kamu hari ini mau perjalanan ke negara X buat pemotretan kan," ucap Keyna.
"Lo inget aja," ucap Celine.
"Kamu jam berapa emang berangkat ke negara X nya, Lin?" tanya Kikan yang baru saja masuk ke ruangan Celine.
"Nanti jam 1 siang mungkin," ucap Celine.
"Semangat ya," ucap Kikan.
"Doain semoga gue dapet cowok disana," ucap Celine.
__ADS_1
"Kamu itu kerja disana, bukan cari cowok, lagian kan kamu udah punya pacar gimana sih," ucap Keyna.
"Kan belum nikah jadi boleh lah cari banyak cowok buat di seleksi, yang sekarang kan juga belum tentu jodoh sampai nikah," ucap Celine.
"Iyain aja deh Key biar cepet," ucap Kikan.
"Oh iya, nanti ada pertemuan sama Marva Grup dan semua model sama staff disuruh ikut," ucap Kikan.
"Semuanya ikut? termasuk aku?" tanya Keyna.
"He'em," jawab Kikan.
"Tempatnya dimana? emangruang rapat muat kalau seandainya semuanya ikut ke pertemuan?" tanya Keyna.
"Nanti pertemuannya diadain di aula atas, kan disana luas tempatnya jadi bisa nampung semuanya," ucap jika ia dan diangguki Keyna dan Celine.
"Tunggu dulu deh, tapi bukannya yang bakal jadi model buat kerjasama Marva Grup sama First Entertainment itu si Sisy ya, kok semua model disuruh ikut sih kan aneh seharusnya Sisy aja dong?" tanya Celine.
"Aku juga gak tau, aku cuma disuruh kasih tau ke kalian," ucap Kikan.
"Apa jangan-jangan Presdir Devan sendiri yang minta buat semua model terlibat dalam kerjasama ini secara kan ada istrinya juga yang jadi model di sini. Masa Presdir Devan kerjasama di sini, tapi Keyna nya gak masuk list modelnya sih, mungkin karena itu akhirnya Presdir Devan protes dan meminta untuk semua model ikut kerjasamanya," ucap Celine.
"Tapi, kalau emang karena Keyna, kenapa gak Keyna aja, tapi malah seluruh model dan staff, ya gak semuanya juga sih beberapa lah?" tanya Kikan.
"Kalau Presdir Devan cuma minta Keyna pasti bakal banyak yang curiga soal hubungan mereka, makanya biar gak ada yang curiga Presdir Devan buat semuanya aja yang ikut," ucap Celine.
"Iya juga ya, wah! Presdir Devan so sweet banget sih Key, jadi pengen punya pasangan kayak Presdir Devan deh," ucap Kikan.
Namun, belum sempat Keyna dan Celine bersuara tiba-tiba saja suara menggelar Sisy memasuki gendang telinga mereka, entah sejak kapan Sisy ada di ruangan Celine.
"Jangan mimpi deh, cepet bangun sebelum jatuh soalnya nanti sakit loh, sakitnya itu kayak jatuh dari lantai 100. Lo itu harusnya nyadar tempat lo eh bukan maksud gue tempat kalian itu dimana, tempat mereka dimana girls?" tanya Sisy pada teman-temannya.
"Di tempat sampah," ucap Nesty dan Laras yang berada di belakang Sisy.
"Astaga, kalian lagi, kalian lagi, bosen gue liatnya udah kalian pergi di sini, ruangan gue ini harus steril dari kalian," usir Celine.
Diantara Keyna, Kikan dan Celine, memang hanya Celine yang berani melawan Sisy karena kekayaan yang mereka miliki hampir setara, sedangkan Keyna dan Kikan hanya diam sebagai kamu menengah.
"Eh, cewek jadi-jadian, lo jangan ikut campur ya, lagian ruangan lo ini itu jelek tau gak, lo coba deh liat ruangan gue yang lebih baik daripada ruangan busuk lo," ejek Sisy.
"Emang gue peduli, mau ruangan lo kayak ruangan Barbie atau banyak uang sama emas gue tetep gak peduli, sekarang lo pergi dari ruangan gue, b*tch," usir Celine.
"Gue bakal buat perhitungan ke kalian, kalau sampai gue jadian sama Presdir Devan hancur sudah kalian dan saat itu terjadi sorry sorry ya kalian gak bakal gue terima, gue bakal nganggep kalian sebagai sampah yang pantas buat di buang dan satu lagi gue bakal pastiin kalau kalian gak bakal diterima kerja dimana pun itu, camkan itu ya dasar para upik abu," ucap Sisy lalu keluar dari ruangan Celine bersama kedua temannya.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.