Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Terimakasih


__ADS_3

"Kok aku bisa lupa sih," gumam Keyna.


Keyna pun menghampiri Devan yang tengah tertidur pulas di kasur empuknya, "Yang, bangun ini udah mau jam 9 loh," ucap Keyna.


"Eungh," lenguh Devan.


Ya, memang Keyna sudah berani memanggil Devan dengan panggilan sayang, itupun karena permintaan Devan dan juga keluarganya.


Keyna sebenarnya sudah menolak, tapi keluarganya yang mendesak Keyna karena takut akan ada kesalahpahaman bagi orang lain jika Keyna memanggil Devan dengan panggilan "Devan" saja.


Akhirnya mau tidak mau Keyna pun memanggil Devan dengan panggilan "sayang" dan itu sudah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.


"Bangun, Yang," ucap Keyna.


"Iya sayang," ucap Devan dan membuka matanya.


Saat membuka matanya, Devan dapat melihat wajah cantik sang istri yang tengah menatapnya.


"Aku jangan di tatap gitu, Yang," ucap Devan.


"Kenapa emangnya?" tanya Keyna.


"Aku jadi salah tingkah kalau kamu lihatnya kayak gitu," ucap Devan.


"Ish, apa sih. Udah ah kamu bangun, katanya kamu mau lihat proyek baru kamu jam 10 an," ucap Keyna.


"Besok aja deh aku lihat proyeknya, aku hari ini di rumah aja pengen sama kamu terus," ucap Devan.


Bukannya terharu karena perkataan Devan, Keyna justru melancarkan aksinya yaitu memukul lengan Devan cukup keras.


Meskipun begitu Devan sendiri tidak merasakan sakit karena pukulan Keyna, tapi ia berpura-pura sakit agar mendapatkan perhatian Keyna.


"Awsh, sakit Yang," ucap Devan.


"Aku mau keluar sebentar, awas aja ya kalau kamu belum siap pas aku balik nanti," ucap Keyna.


"Astaga, iya sayangku," ucap Devan.


Setelah itu, Keyna pun keluar dari kamar tersebut dan menyiapkan keperluan lainnya di meja makan.


Beberapa saat kemudian, Keyna kembali dan saat ia masuk ke dalam kamar ternyata ia melihat Devan yang begitu tampan dengan jas navy uang ia pilihkan.


"Nah, kalau kayak gini kan aku suka, kamu jadi tambah keren," ucap Keyna dan menghampiri Devan.


"Udah ya jangan godain aku terus, nanti aku bener-bener gak berangkat kerja," ucap Devan.


"Eh, jangan dong. Aku sama baby Arsen kan masih butuh uang kamu buat beli jajan di mall," ucap Keyna.


Devan pun menghampiri sang istri lalu mengecup bibir Keyna, "Aku sayang banget sama kamu, aku melakukan apapun semua ini karena kamu," ucap Devan.


"Iya, aku tahu. Bahkan semua orang udah tahu kalau kamu itu bucin sama aku," ucap Keyna, Devan pun tertawa mendengar ucapan sang istri.


"Jangan keras-keras ketawanya, baby Arsen masih tidur," ucap Keyna.


"Eh, iya lupa. Kayaknya baby Arsen masih capek ya semalaman nangis terus," ucap Devan.


"Namanya juga masih demam, nanti aku sama Mama ke rumah sakit buat periksa keadaan baby Arsen," ucap Keyna.


"Maaf ya, aku belum bisa nemenin kamu nanti," ucap Devan.


"Iya, gapapa. Aku ngerti kok kalau kamu ada pekerjaan," ucap Keyna.


"Kalau gitu aku berangkat dulu ya," pamit Devan.


"Iya, hati-hati ya. Bekal kamu udah aku siapin di meja makan jangan lupa diambil ya," ucap Keyna.


"Iya, sayang," ucap Devan.


Ya, Keyna memang terbiasa menyiapkan bekal untuk Devan, itupun atas permintaan Devan sendiri.


Devan memasuki mobilnya, "Kita berangkat," perintah Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike.


"Apa semuanya sudah siap?" tanya Devan.

__ADS_1


"Iya, Tuan. Semuanya sudah siap sesuai dengan perum Tuan Devan," ucap Mike.


"Bagus, mulai sekarang semuanya akan kembali baik-baik saja," ucap Devan.


Setelah itu, Devan pun sampai di markas. Ya, Devan memang tidak ke proyek yang dimaksud Keyna karena sebenarnya urusannya hari ini adalah berada di markas.


Devan memasuki penjara bawah tanah dan melihat beberapa tahanannya yang sudah tidak sadarkan diri.


Devan berjongkok menyamakan tingginya dengan Zayn, "Aku sangat membencimu terlepas dari apapun yang kau lakukan dan selamanya akan begitu, tapi aku melakukan ini karena seseorang yang kucintai berharap kau bebas dan itu membuatku semakin muak. Tapi, setelah mendengar semua yang dia katakan maka aku putuskan untuk membebaskan mu," ucap Devan.


# Flashback On #


"Dev, aku mohon lepaskan pria yang bernama Zayn, dia tidak melakukan kesalahan apapun lagipula dia juga sahabatmu, apa kamu tega melihat sahabatmu terluka," ucap Keyna yang sudah meneteskan air mata.


"Aku sudah pernah bilang bukan, aku tidak akan mengeluarkan siapapun," ucap Devan.


"Tapi, dia tidak melakukan kesalahan, dia hanya menyukaiku dan apa ada yang salah dengan itu? kalaupun Hilya meninggal karena bunuh diri setelah di tolak Zayn, itu bukan salahnya Zayn bukan? tapi salahnya Hilya yang tidak bis menerima kenyataan kalau Zayn bukan jodohnya," ucap Keyna.


Devan tidak merespon semua perkataan Keyna, ia justru menatap tajam sang istri, "Maaf, aku sudah melebihi batas. Tapi, aku hanya menyampaikan pendapatku karena menurutku Zayn itu tidak melakukan kesalahan apapun, tapi dia harus menerima semuanya," ucap Keyna.


"Aku menyesal sudah membawamu ke markas tadi," ucap Devan.


Ya, siang tadi Devan memang membawa Keyna ke markas dan berakhir Keyna melihat Zayn apalagi Zayn tersenyum pada Keyna dan hal itu membuat Devan tidak terima.


"Apa kamu berharap akan bersama dengan dia?" tanya Devan.


Keyna yang mendengar pertanyaan Devan pun terkejut, "Gila kamu ya! aku udah punya suami dan juga anak masa sama dia, ya gak lah. Aku masih waras ya," ucap Keyna.


"Tapi, kenapa kamu begitu berharap dia bebas?" tanya Devan.


"Karena aku merasa dia ada di penjara itu karena aku," ucap Keyna.


"Dia ada di dalam penjara bukan karena kamu," ucap Devan.


"Tidak, kamu salah. Dia ada di dalam penjara karena aku, seandainya dia tidak menyukaiku dan dia menyukai perempuan yang kamu sukai waktu itu, aku yakin dia masih bisa bebas," ucap Keyna.


"Berhenti membicarakannya, aku tidak akan membebaskannya," ucap Devan dan pergi dari kamar meninggalkan Keyna yang masih terisak.


# Flashback Off #


"Wilson, keluarkan dia dari penjara," perintah Devan.


"Baik, Tuan," ucap Wilson.


"Tidak perlu, aku sangat menyukai tempat dini. Kau sudah lama di sini dan aku tidak ingin pergi dari tempat ini," ucap Zayn.


Devan cukup terkejut saat mendengarnya, "Aku tidak meminta persetujuan mu," ucap Devan.


"Bawa di pergi dari tempat ini dan kembalikan dia pada keluarganya," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap anak buahnya.


Anak buah Devan pun membawa Zayn pergi dari tempat tersebut dan mengembalikan Zayn kepada keluarganya lebih tepatnya om dan Tante Sari Zayn karena kedua orangtua Zayn sudah meninggal.


Zayn menatap lekat Devan, 'Aku tahu, kamu itu orang baik Van. Kau akan merelakan Keyna bersamamu karena itu artinya Keyna memang bukan jodohku, tolong bahagiakan orang yang aku sayang, Van,' ucap Zayn dalam hati.


Setelah Zayn di bawa pergi oleh anak buahnya, Devan pun menatap tahanan lain yang seolah-olah berharap mereka akan di lepaskan.


"Untuk kalian, aku punya hadiah yang sangat luar biasa," ucap Devan.


"Tuan tolong lepaskan saya," ucap Miss Kelly.


"Ck, aku kan sudah bilang kalau aku memiliki hadiah yang luar biasa untukmu kalian," ucap Devan.


Devan pun memberikan kode pada anak buahnya untuk melakukan apa yang sudah ia rencanakan sebelumnya.


Anak buah Devan pun menyiramkan bensin di sekeliling penjara tersebut dan hal itu tentunya membuat para tahanan panik karena mereka tahu apa yang dimaksud dengan dengan hadiah yang luar biasa.


Setelah anak buah Devan menyiramkan bensin di sekeliling tempat tersebut, Devan pun keluar dari penjara bawah tanah yang sudah ia gunakan untuk menahan para pengkhianat dan orang-orang tidak berguna selama ini.


"Selamat tinggal untuk kalian semua, semoga kita tidak akan bertemu lagi," ucap Devan dan ia pun benar-benar pergi dari tempat tersebut.


Devan berada di luar markas dan menyaksikan bagaimana bangunan yang selama ini ia gunakan untuk kejahatannya dihancurkan dan juga di bakar hingga benar-benar tidak ada sisa di setiap bangunannya bahkan penjara bawah tanah lun Devan sudah meledakkannya setelah api menghanguskan semua yang ada di dalamnya.


"Mike, tempat baru sudah siap bukan?" tanya Devan.

__ADS_1


"Iya, Tuan. Tempat baru sudah siap dan tidak ada yang tahu tempat tersebut," ucap Mike.


"Bagus, bawa anak buahku ke sana dan untuk tempat ini biarkan saja dan hubungi kepolisian untuk membereskannya," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike.


Malam harinya Devan memutuskan untuk pulang karena ia sangat merindukan sang istri, sesampainya di rumah. Devan tidak melihat keberadaan dan istri bahkan baby Arsen pun tidak terlihat.


"Bi, Keyna mana ya?" tanya Devan yang sudah mencari Keyna di kamar, tapi tidak ada.


"Nyonya Keyna ada di ruang kerja Tuan," ucap Bi Nani.


Devan pun mengerutkan keningnya dan berjalan menuju ruang kerjanya, "Kenapa Keyna ada di ruang kerjaku? dia kan gak suka suasana ruang kerjaku," tanya Devan pada dirinya sendiri.


Devan masuk ke dalam dan tidak melihat Keyna, "Sayang," panggil Devan.


Tak lama setelah itu, kursi kebesaran Devan pun berputar lalu menampilkan Keyna dan baby Arsen.


"Sayang, kok tumben kamu ke sini?" tanya Devan.


"Maaf," lirih Keyna.


"Maaf untuk apa? kamu gak salah apapun sayang?" tanya Devan.


"Ini," ucap Keyna dan memberikan sebuah kotak kecil pada Devan.


"Aku lagi gak ulangtahun loh," ucap Devan.


"Iya, aku tahu. Tapi, kamu buka dulu," ucap Keyna dan Devan pun membuka kotak tersebut.


Devan terkejut saat melihat isi di dalam kotak tersebut, "Sayang, i-ini beneran?" tanya Devan.


"Iya, maaf," lirih Keyna.


Devan justru memeluk erat kedua orang yang sangat ia sayangi itu, "Untuk apa kamu minta maaf sayang, aku sangat bahagia akan menjadi seorang Papa lagi," ucap Devan dan mengusap perut rata Keyna.


"Kamu beneran senang aku hamil lagi?" tanya Keyna.


"Iya, sangat. Aku sangat bahagia, ini yang aku tunggu-tunggu, terimakasih sayang," ucap Devan dan mengecup bibir Keyna.


"Ish, jangan cium-cium, masih ada baby Arsen loh," ucap Keyna.


"Hehehe, iya lupa sayang. Halo sayangnya Papa, baik-baik ya di dalam perut Mama dan jangan buat Mama sakit ya sayang," ucap Devan lalu mengecup perut rata Keyna.


"Kamu tahu kalau kamu hamil kapan?" tanya Devan dan mendudukkan Keyna di kursi kalau Devan mensejajarkan tubuhnya dengan perut Keyna.


"Aku baru tahu tadi pagi, udah beberapa hari ini aku kayak malas gitu terus juga mual dan aku keinget kalau aku belum datang bukan bulan, jadi yaudah aku beli testpack dua hari yang lalu, tapi baru aku cobain tadi pagi dan ternyata hasilnya positif," ucap Keyna.


"Terimakasih sayang, aku gak tahu harus gimana lagi. Tapi, yang jelas aku sangat berterimakasih dan bersyukur karena kamu hamil lagi," ucap Devan dan Keyna pun tersenyum melihat wajah bahagia Devan.


"Tapi, aku belum periksa ke Dokter, aku mau periksa ke Dokter sama kamu makanya aku belum sempat ke Dokter ya walaupun tadi aku ke Dokter buat periksa keadaan baby Arsen yang untungnya baby Arsen udah membaik," ucap Keyna.


"Iya, nanti aku temani kamu ke Dokter sayang. Aku ingin menebus semua yang belum pernah aku lakuin selama kamu hamil baby Arsen," ucap Devan.


"Terimakasih Papa," ucap Keyna dengan menirukan suara anak kecil.


"Sama-sama anak Papa, aku gak sabar buat melihat anak kita nanti saat kamu melahirkan untuk kedua kalinya. Tapi, yang harus kamu tahu aku sangat bahagia mendengar kalau kamu hamil lagi," ucap Devan.


"Keyna hamil!" teriak Mama Vanka dan Mama Bella.


"Iya, Ma," ucap Devan.


"Mama seneng banget, akhirnya Mama bakal punya cucu lagi," ucap Mama Vanka dengan heboh dan begitupun dengan Mama Bella.


Malam itu menjadi malam yang membahagiakan bagi keluarga Keyna dan juga Devan karena mereka akan kembali dikaruniai cucu.


Suka cita yang mereka rasakan saat ini tentunya tidak akan bertahan lama, tapi mereka mencoba untuk saling belajar agar suka cita yang seperti inilah yang akan mereka lalui selama menjalani rumahtangga.


.......


.......


.......


...TAMAT...

__ADS_1


Cerita ini memang tidak dapat menyenangkan semua pembaca, tapi author sudah memberikan yang terbaik dan semampu author karena cerita ini hanya karangan/imajinasi author!


__ADS_2