Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Maafin Keyna, Ma.


__ADS_3

"Mau kemana?" tanya Devan saat melihat Keyna yang berusaha turun dari ranjang.


Keyna tidak menjawab pertanyaan Devan, ia justru sedang berusaha untuk turun dari ranjang.


Devan pun menghampiri Keyna, Mau kemana hem?' tanya Devan lagi dan tetap saja tidak ada jawaban dari Keyna.


Keyna benar-benar menguji emosinya, tapi Devan tetap berusaha tenang karena semua ini salahnya.


"Ayo aku bantu," ucap Devan dan memegang tangan Keyna.


"Gak usah, aku bisa sendiri," ucap Keyna dan menghempaskan tangan Devan.


Devan pun menghempaskan tangannya dan membiarkan Keyna berjalan sendiri, namun meskipun begitu Devan tidak meninggalkan Keyna.


Devan justru berjalan dan mengawasi pergerakan Keyna dari belakang karena ia takut jika terjadi apa-apa pada sang istri.


Devan mengikuti Keyna yang ternyata ke kamar mandi, selama Keyna ada di dalam kamar mandi, Devan berdiri di depan pintu kamar mandi.


Tak lama setelah itu, Keyna pun keluar dari kamar mandi dan melihat Devan yang ada di hadapannya.


"Kamu bisa pergi," ucap Keyna.


"Gak, aku gak bisa pergi," ucap Devan.


"Aku gak tanya itu, aku nyuruh kamu pergi," ucap Keyna.


"Iya, aku tahu dan aku bilang gak mau pergi," ucap Devan.


"Ya udah, kalau gitu biar aku yang pergi," ucap Keyna dan berjalan menuju ranjangnya lalu mengambil beberapa barangnya.


Saat Keyna hendak membawa anaknya tiba-tiba tangannya ditahan oleh Devan, "Oke oke, aku akan pergi. Tapi, kalau ada apa-apa tolong kasih tahu aku," ucap Devan.


Keyna melepaskan tangan Devan dan langsung berbaring di ranjangnya, Devan yang tidak mendapatkan respon dari Keyna pun langsung menghampiri sang istri.


"Aku keluar dulu ya sayang," ucap Devan dengan mengecup kening Keyna.


Setelah itu, Devan pun keluar dari ruangan tersebut, namun Devan tidak pergi. Devan menunggu di depan ruangan tersebut karena ia tidak ingin meninggalkan istri dan anaknya barang sedetikpun.


Sedangkan, Keyna sendiri menangis setelah melihat Devan pergi dari ruang inapnya. Keyna tidak bisa seperti ini terus, ia tidak sanggup jika harus bersama dengan Devan yang merupakan seorang mafia.


"Apa yang harus aku lakuin hiks hiks?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


Keyna menatap bayi mungil yang ada di box bayi, Keyna tersenyum melihat bayi tampannya yang memang turunan Devan.


"Kenapa kamu seperti Papamu sayang, kalau begini caranya Mama akan semakin sulit untuk membenci Papamu," ucap Keyna dengan menatap lembut sang anak.


Disisi lain, Devan berada di depan ruang inap Keyna, Devan memandang kosong ke arah pintu tersebut dan berharap Keyna membukakan pintu untuknya walaupun itu adalah hak yang mustahil.

__ADS_1


Tiba-tiba saja ponselnya berdering dan Devan pun langsung mengangkat sambungan telepon tersebut yang ternyata dari Papa Alex.


^^^Halo, Pa.^^^


Van, bener kalau Keyna udah tahu siapa kamu sebenarnya?


^^^Iya, Pa.^^^


Kenapa kamu gak bilang dari kemarin?


^^^Devan belum sempat bilang karena Devan terlalu khawatir dengan keadaan Keyna, Pa.^^^


Huh, sekarang kamu ke rumah, ada yang mau Papa bahas.


^^^Gak bisa, Pa. Devan gak mau ninggalin istri dan anak Devan sendirian.^^^


Mama kamu akan ke sana menjaga menantu dan cucu Papa.


^^^Gak bisa, Pa. Harus Devan yang menjaga mereka berdua, Devan gak mau terjadi apa-apa dengan istri dan anak Devan. Devan sayang mereka hiks hiks.^^^


Devan menangis setelah mengucapkan semuanya, entahlah Devan merasa begitu emosi jika mengenai Keyna dan juga anaknya.


Papa Alex yang mendengar hal itupun terkejut, pasalnya mafia kejam yang tak kenal ampun saat ini tengah menangis karena istri dan anaknya.


Papa paham, tapi ini penting, Van. Kamu juga percaya sama Mama kamu kan, Mama kamu gak akan menyakiti Keyna dan cucu Papa.


Iya, Van. Kamu ke sini dulu dan bicara sama Papa kamu, untuk masalah menantu dan cucu Mama biar Mama sendiri yang jaga mereka berdua.


^^^Iya, Devan akan menemui Papa, tapi setelah Mama sampai di rumah sakit.^^^


Oke, Mama berangkat sekarang.


Setelah itu, Papa Alex pun memutuskan sambungan telepon tersebut.


Beberapa saat kemudian, Mama Vanka pun datang dan menghampiri Devan yang masih ada di depan ruang inap Keyna.


"Van," panggil Mama Vanka.


"Ma," jawab Devan saat melihat Mama Vanka yang menghampirinya.


"Kamu kok diluar?" tanya Mama Vanka.


"Iya, Devan diluar nungguin mama," ucap Devan.


"Ish, harusnya kamu itu di dalam temenin istri kamu dan bukannya malah diluar nungguin Mama kayak gini," ucap Mama Vanka, Devan hanya tersenyum dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ma, Devan titip Keyna sama anak Devan ya," ucap Devan.

__ADS_1


"Iya, lebih baik kamu ke Papa kamu sekarang," ucap Mama Vanka.


"Iya, Ma," ucap Devan.


Mama Vanka masuk ke dalam dan melihat Keyna yang menangis tersedu-sedu bahkan wajah Keyna sampai merah karena menangis.


"Sayang, kamu kenapa kok nangis sih?" tanya Mama Vanka dan menghampiri Keyna lalu memeluk Keyna.


Bukannya berhenti, tangisan Keyna justru semakin pecah dan pelukan Mama Vanka, "Sayang," panggil Mama Vanka.


"Maafin Keyna, Ma. Keyna udah gak sanggup," ucap Keyna.


"Maksud kamu apa sayang? kenapa kamu minta maaf terus apa maksud kamu gak sanggup?" tanya Mama Vanka.


Keyna yang menatap Mama Vanka pun tidak tega mengatakan jika ia tidak sanggup hidup dengan Devan setelah mengetahui jika Devan adalah seorang mafia.


'Mama terlalu baik ke aku, aku gak mungkin bilang semuanya ke Mama. Tapi, apa Mama tahu kalau Devan seorang mafia?' tanya Keyna dalam hati.


"Sayang," panggil Mama Vanka dan membuyarkan lamunan Keyna.


"Maafin Keyna, Ma. Keyna belum bisa jadi menantu yang baik hiks hiks," ucap Keyna.


"Sayang, kamu kenapa hem? kamu itu adalah menantu terbaik dan Mama senang karena kamu yang jadi menantu Mama," ucap Mama Vanka dan kembali memeluk Keyna.


'Pasti terjadi sesuatu antara Keyna dan Devan sampai-sampai Keyna jadi kayak gini,' ucap Mama Vanka dalam hati.


Setelah Keyna merasa tenang, barulah Mama Vanka melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah cantik menantunya.


"Sayang, Mama gak tahu apa yang sedang terjadi sama kamu, tapi percaya sama Mama kalau Devan itu sangat mencintai kamu dan asal kamu tahu kalau Mama juga sangat bahagia karena Mama mengenal kamu apalagi sebagai menantu Mama. Kalaupun di kehidupan selanjutnya Mama ingin mempunyai menantu, Mama akan meminta pada Tuhan untuk memberikan menantu yang sama persis seperti kamu," ucap Mama Vanka.


Ucapan Mama Vanka tentunya menjadi bawang bagi Keyna karena buktinya, Keyna kembali meneteskan air mata.


'Apa benar keputusanku untuk berpisah dari Devan adalah keputusan yang tepat? apa saat aku berpisah dari Devan akan ada banyak orang yang sedih dan terluka?' tanya Keyna dalam hati.


"Sayang, kamu boleh menyerah. Tapi, tolong jangan tinggalin Devan ya apalagi sampai tinggalin Mama, Mama gak akan sanggup kalau harus kehilangan kamu hiks hiks," ucap Mama Vanka.


"Mama, maafin Keyna. Karena Keyna Mama jadi ikut sedih," ucap Keyna yang merasa bersalah tentunya saat melihat Mama Vanka menangis.


"Kamu gak salah sayang, udah ya sekarang kamu tenangin pikiran kamu dan jangan berpikir yang buruk-buruk. Yang harus kamu tahu semua orang di sekeliling kamu itu menyayangi kamu," ucap Mama Vanka dan diangguki Keyna.


"Terimakasih, Ma," ucap Keyna dan memeluk Mama Vanka.


"Sama-sama sayang," jawab Mama Vanka.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2