
Keyna berdiri sendiri dan membersihkan bajunya yang kotor lalu masuk kedalam mansionnya, namun saat Keyna masuk ke dalam ia tidak melihat Andra ataupun Vania, "Bi, Kak Andra sama Vania udah pulang ya?" tanya Keyna.
"Iya, Nyonya. Tuan Andra dan Nona Vania baru saja keluar dari mansion," ucap Bi Nani dan diangguki Keyna.
"Astaga! Nyonya apa yang terjadi? kenapa baju Nyonya kotor seperti ini?" tanya Bi Nani.
"Ini, gapapa kok, tadi aku cuma kurang hati-hati aja sampai jatuh, tapi gak ada yang luka kok, Bi Nani gak usah khawatir ya," ucap Keyna.
"Yasudah, kalau begitu Nyonya bersih-bersih terlebih dahulu setelah itu makan," ucap Bi Nani dan kembali diangguki Keyna.
"Oh iya, Bi, Devan kemana ya kok Keyna daritadi pagi gak ngelihat Devan?" tanya Keyna.
"Tuan Devan pergi sejak tadi Nyonya, Tuan Devan hanya mengatakan jika beliau ada urusan dan menyuruh Nyonya untuk tidak menunggunya," ucap Bi Nani.
"Yaudah, Bi," ucap Keyna.
"Nyonya, di kamar tamu ada Nyonya besar yang sedang istirahat, tadi Nyonya besar kesini, tapi Nyonya sedang keluar dengan Nona Clara dan Nona Vania," ucap Bi Nani.
"Mama dari tadi Bi datangnya?" tanya Keyna.
"Gak kok, Mama baru disini," ucap Mama Vanka.
"Mama, maaf ya Keyna gak tau kalau Mama mau kesini, kalau tau gitu tadi Keyna gak ikut Clara sama Vania ke mall," ucap Keyna.
"Gapapa sayang," ucap Mama Vanka.
"Loh ini pakaian kamu kenapa kok kotor gini?" tanya Mama Vanka.
"Tadi gak sengaja jatuh, Ma, Keyna kurang hati-hati," ucap Keyna.
"Beneran kamu gapapa? ada yang sakit gak?" tanya Mama Vanka.
"Gak kok, gak ada yang sakit," ucap Keyna sambil tersenyum.
Mama Vanka tau apa yang terjadi pada menantunya itu. Ya, Mama Vanka adalah orang yang melihat semua perbuatan Andra kepada Keyna dan hal itu tentunya membuat Mama Vanka geram.
"Kamu ganti baju dulu ya terus kita makan," ucap Mama Vanka.
"Iya, Ma," ucap Keyna lalu pergi ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya.
Setelah membersihkan tubuhnya, Keyna pun kembali turun dan melihat Mama Vanka yang sedang menyiapkan makan malam dengan Bi Nani dan beberapa pelayan lainnya.
"Ma," panggil Keyna.
"Udah cantik aja nih menantu kesayangannya Mama," ucap Mama Vanka yang membuat Keyna tersipu malu.
Keyna dan Mama Vanka pun mulai menyantap makan malam mereka, selesai makan, Keyna dan Mama Vanka memutuskan untuk menonton televisi di ruang tamu sambil beberapa kali mengobrol hingga suara seorang pria membuat aktivitas Keyna dan Mama Vanka terhenti.
__ADS_1
"Mama udah lama disini?" tanya Devan yang baru saja datang dengan Mike.
"Iya, kamu ini kemana aja sih masa istrinya ditinggal sendirian?" tanya Mama Vanka.
"Devan, ada beberapa urusan tadi," ucap Devan.
"Ck, kamu ini gak pernah berubah, kamu mandi dulu sana jangan langsung duduk," ucap Mama Vanka.
"Iya, Mama cerewet banget sih," ucap Devan lalu segera pergi meninggalkan ruang tamu sebelum Mama Vanka murka.
"Ma, Keyna ke Devan dulu ya," izin Keyna.
"Kenapa kamu ke Devan?" tanya Mama Vanka.
"Kan Keyna harus siapin air buat Devan mandi, Devan biasanya kalau malam gini pake air hangat," ucap Keyna.
"Gak usah biar dia siapin sendiri, kamu disini aja temenin Mama," ucap Mama Vanka.
Beberapa saat kemudian, Devan pun turun dari lantai dua dan menghampiri Mama Vanka dan juga Keyna, Devan pun duduk di sebelah Keyna, "Dev, kamu harus kurangin workholic kamu deh, ingat loh sekarang kamu itu punya istri, kalau weekend itu kamu dirumah aja jangan ngurusin pekerjaan lagi. Kamu itu dari hari Senin sampai Jumat kerja terus, nah karena itu kalau hari Sabtu sama Minggu kamu harus ada dirumah atau jalan-jalan bareng sama Keyna, ya bisa dibilang quality time gituloh," ucap Mama Vanka.
"Hem," jawab Devan dengan memakan cemilan yang tersedia di atas meja ruang tamu.
"Ish, kamu mah lagi Mama kasih tau juga malah jawbannya hem doang, gak ada jawaban yang lebih panjang gitu," ucap Mama Vanka yang heran dengan sikap putranya itu.
"Iya, Ma," ucap Devan.
"Mama," panggil Kak Acha yang baru saja datang.
"Loh kamu kenapa kok disini?" tanya Mama Vanka.
"Ya, habisnya Acha ditinggal sendirian sama Mama, yaudah deh Acha ke sini aja sekalian," ucap Acha lalu duduk di tengah-tengah Devan dan Keyna.
"Kan ada Jeffry, kenapa kamu malah ke sini?" tanya Mama Vanka.
"Biasa, Ma. Dia gak mau ditinggal lama-lama sama Mama soalnya dari tadi aja udah ngerengek mau ketemu sama Mama," ucap Kak Jeffry.
"Terus Papa sendirian di rumah dong, Ma?" tanya Keyna.
"Gak sayang, Papa lagi ada urusan di luar negeri makanya Mama tadi kesini biar gak sendirian," ucap Mama Vanka.
"Kan ada Acha di rumah, Ma," ucap Acha.
"Kan tadi kamu sama Jeffry lagi ke dokter, Acha," ucap Mama Vanka.
"Hehehe, lupa Ma. Keyna kita ke kamar yuk, Kakak pengen lihat pakaian kamu, Kakak mau bandingin bagusan mana," ucap Kak Acha.
Belum sempat Keyna menjawab ucapan Kak Acha, Kak Acha sudah menarik tangan Keyna dan membawanya masuk kedalam kamar Keyna dan Devan.
__ADS_1
"Baguslah kalau Keyna tidak ada," ucap Mama Vanka yang terntunya membuat bingung Devan dan Kak Jeffry.
"Maksud Mama apa?" tanya Kak Jeffry.
"Jadi gini, Dev, Mama tadi liat Keyna di dorong sama Andra, bukan hanya di dorong bahkan barang yang Keyna beli tadi juga dirusakin Andra sampai pecah, kalau gak salah tadi parfum yang baru dibeli Keyna di mall bareng Clara sama Vania," ucap Mama Vanka.
"Masa sih, Ma," ucap Kak Jeffry yang tidak percaya dengan ucapan Mama Vanka.
Kak Jeffry tahu bagaimana Andra, dia orangnya pendiam, tapi sangat peduli dan selama ini juga Andra tidak pernah menunjukkan sikap tidak sukanya dengan Keyna.
"Ck, kamu gak percaya sama Mama, makanya tadi Mama udah nyalin videonya di handphone Mama tadi, coba deh ini kalian lihat," ucap Mama Vanka dengan memperlihatkan video yang ia ambil tadi saat Keyna sedang membersihkan tubuhnya.
"Andra kok kayak gitu sih," ucap Kak Jeffry.
"Nah Mama juga gak percaya, tapi setelah nonton video ini Mama gak habis pikir sama Andra," ucap Mama Vanka.
"Terus Keyna tadi ada yang luka gak, Ma?" tanya Devan dan Mama Vanka menggelengkan kepalanya.
"Untungnya Keyna gak luka, tapi Mama yakin perasaan Keyna pasti terluka, selama ini Keyna berpikir seluruh keluarga besar Erland menyukainya, tapi ternyata ada yang tidak menyukainya, kamu harus lakukan sesuatu, Dev, sebelum Papa kamu tahu. Kalau sampai Papa kamu tahu, Mama gak jamin Andra selamat," ucap Mama Vanka.
"Dengan Mama bicara ini ke Devan, Devan juga gak yakin Andra selamat," ucap Devan dengan datar.
"Maksud kamu apa, Dev? jangan aneh-aneh ya, Andra itu masih keluarga Erland?" tanya Mama Vanka.
"Iya, Dev. Kamu boleh ngasih Andra pelajaran, tapi jangan sampai buat kalian jadi musuhan, kalian itu masih satu keluarga," ucap Kak Jeffry.
"Tapi, dia sudah keterlaluan, Ma. Dia berani bahkan mendorong istri Devan," ucap Devan.
"Mama tahu, tapi kamu juga harus tetap tenang jangan sampai emosi kamu membuat keluarga Erland hancur karena itu adalah peluang bagi musuh buat nyerang kira," ucap Mama Vanka.
"Devan akan ngasih dia pelajaran ke Andra, tapi Mama dan juga Kak Jeffry jangan halangi Devan, kalau sampai kalian halangi Devan, maka Devan akan ngasih pelajaran ke Andra dengan cara yang kejam," ucap Devan.
"Iya, Mama gak akan ngehalangin kamu, Mama juga pengen Andra dapat pelajaran biar dia tahu kalau dia salah membuat masalah dengan Keyna. Meskipun Keyna hanya menantu di keluarga Erland, tapi Mama sangat sayang banget sama dia," ucap Mama Vanka.
"Nanti Kakak akan bantu kamu juga," ucap Kak Jeffry dan diangguki Devan.
"Mama dan Kak Jeffry jangan bilang masalah ini ke siapapun apalagi Papa, Om Danar dan Tante Ryna, biar Devan yang urus semuanya," ucap Devan.
"Iya, Mama gak akan cerita ke siapapun kok," ucap Mama Vanka.
"Kamu tidak perlu khawatir Mama dan aku pasti gak akan bilang ke siapapun," ucap Kak Jeffry.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.