Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Murahan


__ADS_3

"Maksud anda Jordan, Tuan?" tanya Mike.


"Hem," jawab Devan.


"Sampai saat ini tidak ada hal yang mencurigakan dari Jordan, Tuan dan dia pun sudah jarang bertemu dengan Nyonya saya di bekerja," ucap Mike.


"Tapi, kenapa aku tidak asing dengannya, aku seperti pernah bertemu dengan pria itu?" tanya Devan.


"Mungkin itu hanya pikiran Tuan saja," ucap Mike.


"Kau benar juga," ucap Devan.


Devan pun berdiri dan menuju meja makan, disana sudah ada Keyna yang sepertinya baru selesai sarapan, "Kamu mau sarapan? tapi aku baru aja selesai sarapan, apa aku harus menunggumu sampai berangkat atau bagaimana?" tanya Keyna.


"Kamu bisa berangkat dulu kalau memang kamu ada urusan," ucap Devan dan diangguki Keyna.


"Aku berangkat dulu," pamit Keyna, namun sebelum ia sampai di pintu tiba-tiba tangannya ditarik hingga menabrak dada bidang devan.


Tanpa aba-aba Devan langsung mengecup kening Keyna, "Hati-hati, kalau ada apa-apa jangan lupa kabari atau Gita," ucap Devan dengan lembut dan diangguki Keyna lalu setelah itu Keyna pun keluar dari mansion mewah tersebut.


Keyna saat ini sudah berada di lobby dan melihat Celine yang menghampirinya, "Kenapa kamu Key, kayak seneng banget gitu?" tanya Celine.


"Aku, gak kenapa-napa kok, oh iya Kikan udah dateng belum, Lin?" tanya Keyna.


"Kamu lupa, hari ini kan kamu ada pertemuan di perusahaan Jevan, terus Kikan udah nungguin kamu disana," ucap Celine.


"Astaga! aku lupa, mampus aku pasti Kikan lagi nungguin aku, kalau gitu aku pergi dulu ya Lin takut Kikan tambah marah sama aku," pamit Keyna dan masuk kedalam mobil karena memang Pak Nardy dan Gita menunggu Keyna selama bekerja.


"Pak, kita ke perusahaan Jevan ya," ucap Keyna.


"Baik, Nyonya," ucap Pak Nardy.


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan Keyna pun sampai di perusahaan Jevan yang merupakan salah satu perusahaan yang sedang berkembang, namun meskipun begitu produk fashionnya cukup terkenal terutama untuk gaun pernikahan.


"Keyna, lama banget sih, aku tuh udah nunggu dari tadi tau gak," omel Kikan.


"Hehehe, maaf, Kan. Aku lupa kalau langsung kesini, tadi aku malah ke agensi dulu, untung Celine ngasih tau aku," ucap Keyna.


"Huh, untung aku orangnya pemaaf, yaudah ayo kita ke ruangannya," ajak Kikan dan diangguki Keyna.


Mereka saat ini berada di ruang rapat perusahaan, cukup lama mereka menunggu hingga masuklah seorang pria dewasa dan langsung duduk kursi kekuasaannya, "Jadi kamu model dari agensi First Entertainment?" tanya pria tersebut.


"Iya, Pak," ucap Keyna.


"Kenalkan saya Jevan, pemilik dari perusahaan Jevan," ucap Jevan dengan mengulurkan tangannya lalu disambut oleh Keyna.


"Bisa kita bahas mengenai tema pemotretan kita kali ini?" tanya Jevan.


"Iya," jawab Keyna.


Tentu saja Keyna mengatakan hal tersebut dengan tersenyum agar ia terlihat ramah sehingga Jevan tidak akan kecewa menggunakannya sebagai model untuk perusahaan nantinya.


'Sangat manis,' ucap Jevan dalam hati.

__ADS_1


Mereka pun mulai membahas mengenai pemotretan, hampir satu jam lamanya mereka membahasnya hingga suara ketukan pintu membuat mereka menghentikan pembicaraan mereka dan saat pintu terbuka nampak lah seorang perempuan yang terlihat anggun dengan pakaian kantoran.


"Oh, maaf, saya kira sudah tidak ada orang," ucap perempuan tersebut.


"Yeslin, masuklah. Kenalkan dia yang akan menjadi model untuk produk yang sedang kau tanganin," ucap Jevan.


Keyna pun tersenyum pada Yeslin dan begitupun sebaliknya, "Ah, ada apa kau kesini, apa ada sesuatu yang sangat penting?" tanya Jevan.


"Tidak ada Pak, tadi saya cuma ingin memberikan berkas ini untuk bapak lihat, tapi mungkin saya akan berikan nanti setelah pembicaraan bapak selesai," ucap Yeslin.


"Baik, kalau begitu nanti saya kabari," ucap Jevan dan diangguki Yeslin.


"Kalau begitu saya permisi," pamit Yeslin lalu keluar dari ruangan tersebut.


"Dia Yeslin, salah satu penanggung jawab untuk gaun pernikahan di sini," ucap Jevan.


"Berarti seminggu lagi kita akan adakan pemotretan, bagaimana?" tanya Jevan.


"Iya, Pak," ucap Keyna.


"Senang bisa bekerjasama dengan salah satu agensi modeling yang saat ini sedang banyak digandrungi para remaja," ucap Jevan.


"Terima kasih atas pujiannya, Pak. Kalua begitu saya sangat terhormat dapat mendengarkan secara langsung pujian dari Pak Jevan," ucap Keyna.


"Kalau begitu kami permisi, Pak Jevan," pamit Kikan dan diangguki Jevan.


Keyna dan Kikan pun keluar dari ruangan tersebut "Key, kenapa aku ngerasa ada hal yang gak beres dari Pak Jevan ya," ucap Kikan.


"Itu cuma firasat kamu kali, Kan. Kamu tadi lihat sendirikan gimana ramahnya Pak Jevan, ya kali Pak Jevan itu orang jahat," ucap Keyna.


"Kan, setelah ini kita harus ke agensi untuk persiapan pelatihan buat model baru kan?" tanya Keyna.


"Astaga! iya, Key. Sekarang aku yang lupa, kalau gitu ayo kita ke agensi, biar aku pesan taksi dulu," ucap Kikan dan mengambil ponselnya yang ada di tas.


"Gak usah, Kan," ucap Keyna.


"Terus kita kesana mau naik apa kalau gak pesan taksi, masa naik angkutan umum kalau aku sih gak mau ya, aku trauma pernah dicopet di angkutan umum," ucap Kikan.


"Ada Gita sama Pak Nardy yang daritadi nungguin aku jadi kamu gak perlu pesan taksi buang-buang uang aja, lebih baik kamu bareng aku yuk," ajak Keyna dan menarik tangan Kikan menuju mobilnya yang ada di depan perusahaan tersebut.


"Wah, enak banget kamu ya Key, kamu ditungguin gitu jadi gak perlu susah-susah nyari taksi," ucap Kikan.


"Yaudah, yuk masuk keburu telat nih," ajak Keyna.


Keyna dan Kikan pun masuk ke dalam mobil dan beberapa saat kemudian mereka berdua sampai di agensi.


Setelah sampai di agensi, mereka langsung menuju ruang rapat yang ternyata sudah ada Sisy and the geng, sedangkan Celine hari ini tidak bisa karena ia ada acara keluarga.


Ya, Celine memang langsung pulang setelah tandatangan kontrak, "Eh, si dek udah datang nih," ejek Sisy saat Keyna dan Kikan baru saja masuk kedalam ruang rapat.


Keyna sudah biasa mendapat ejekan dari Sisy karena itu ia tidak terkejut saat ia masuk sudah mendapatkan kata-kata mutiara dari Sisy.


"Kok si dekil sih, Sy," ucap Nesty.

__ADS_1


"Terus apa dong, Ty, kalau bukan dekil?" tanya Laras.


"Murahan dong Sy," ucap Nesty dan mereka pun tertawa.


Sedangkan, Kikan yang mulai emosi pun berniat untuk maju ke arah mereka, tapi tangannya di tahan oleh Keyna, "Biarin aja Kan, kalau kamu maju itu artinya kamu membenarkan kata-kata mereka," bisik Keyna dan Kikan pun mulai menahan amarahnya.


"Miss Kelly emang bener banget gak masukin si murahan ke list model terbaik agensi, kalau sampai masuk list bisa-bisa langsung jelek citra agensi kita," ucap Nesty.


"Kenapa mulut kamu akhir-akhir ini suka bener banget sih, Ty?" tanya Laras.


Hingga beberapa saat kemudian pintu pun terbuka, "Oh, hai anak-anak Miss Kelly tercinta," sapa Miss Kelly.


"Hai juga Miss," jawab mereka.


"Oke, jadi disini kita bakal bahas masalah pelatihan buat calon-calon model di agensi kita, tunggu! kamu ngapain disini?" tanya Miss Kelly dengan menunjuk Keyna.


"Maksud Miss Kelly?" tanya Keyna yang bingung karena Miss Kelly mempertanyakan keberadaannya bukannya dia juga akan melatih calon model disini.


"Kamu itu model yang gak laku jadi kamu gak masuk daftar model yang akan melatih calon-calon model, INGAT! cuma kamu yang gak masuk daftar, tapi yang lainnya masuk," ucap Miss Kelly.


"Kenapa begitu Miss?" tanya Keyna.


"Ya, karena kamu itu model yang gak pantes buat dipertahankan di agensi, Miss bingung gimana bisa sih kamu itu ada disini, kamu itu gak cocok tau disini. Oke lah dulu emang kamu sering dipakai buat brand sosialita, tapi sekarang kamu udah gak laku bahkan sekarang kamu hanya dikontrak sama perusahaan yang masih berkembang, lihat dong Sisy yang sukses besar bahkan brand dari luar negeri mau menjadikannya model," ucap Miss Kelly.


"Kamu pulang sana terus cari pekerjaan lain, kamu itu gak cocok kerja disini," ucap Miss Kelly.


"Miss Kelly, gak bisa gitu dong, kan semua model bisa melatih calon model, kenapa harus mempermasalahkan mengenai produk-produk yang menjadikannya model sih," ucap Kikan.


"Kamu gak terima! kamu juga harus inget ya, model kesayangan kamu itu menjadi model dengan penghasilan terendah dari semua model dan kamu juga jadi asisten dengan gaji terendah, harusnya kamu itu cari model lain, masih banyak model yang sukses jangan sia-siain jasa kamu cuma untuk model yang gak guna ini," ucap Miss Kelly.


Sejujurnya semua kata-kata dari Miss Kelly sangat menyakiti Keyna, tapi apa boleh buat Keyna masih sayang dengan pekerjaannya, ia tidak ingin berhenti karena ia sudah cukup lama bekerja disini, "Ah, aku juga denger kau jadi model di perusahaan Jevan, kau tidak tau berita mengenai bos mereka?" tanya Sisy.


"Maksudnya?" tanya Keyna.


"Huh, sepertinya kau memang tidak tau, jadi lupakan saja gak penting juga aku memberitahukannya," ucap Sisy.


"Oke kita akan mulai rapatnya setelah model yang tidak berguna ini keluar," ucap Miss Kelly dengan menatap sinis ke arah Keyna.


"Maaf, sebelumnya Miss, tapi saya tidak akan pergi dari sini karena tidak ada peraturan mengenai model yang tidak berguna menjadi pelatih untuk calon-calon model, setau saya didalam peraturan tertulis semua model secara sukarela dapat menjadi pelatih untuk calon-calon model baru, jadi saya tidak akan pergi sebelum ada peraturan lebih lanjut yang memang tidak memperbolehkan saya untuk ada disini," ucap Keyna dengan tegas.


Miss Kelly pun mulai emosi saat perintahnya dibantah, dengan cepat Miss Kelly menarik rambut Keyna hingga membuat Keyna terjatuh dari kursinya.


Tindakan Miss Kelly pun sontak membuat semua orang yang ada disana terkejut, namun senyum terbit di bibir Sisy dan teman-temannya.


Miss Kelly menyeret Keyna hingga depan pintu, tapi sebelum itu Miss Kelly membenturkan kepala Keyna ke kuris yang ada di sana.


Kikan ingin membantu Keyna, tapi Nesty dan Laras justru menahannya.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2