Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
I Love You


__ADS_3

Sudah dua Minggu Devan dan Keyna kembali bersama dan tentunya mereka semakin hari semakin mesra.


"Ini punya siapa?" tanya Keyna yang mengobrak-abrik laci meja kerja Devan.


"Itu kayaknya punya Mike mungkin, aku juga gak tahu itu punya siapa," ucap Devan yang masih fokus pada baby Arsen.


Ya, saat ini keluarga kecil tersebut tengah berada di ruang kerja Devan yang ada di Marva Grup, tentunya Devan yang mengajak Keyna dan baby Arsen karena ia terlalu rindu dengan keluarganya itu.


"Tapi, kok ada tulisannya untuk Devan tersayang," ucap Keyna dan menatap tajam Devan.


"Astaga, aku beneran gak tahu sayang, mungkin orang iseng kali," ucap Devan.


"Halah, bilang aja kalau kamu itu punya banyak cewek kan, aku juga denger kalau mafia itu sering gonta-ganti perempuan buat puasin nafsunya, berarti kamu udah pakai berapa perempuan?" tanya Keyna.


"Astaga sayang, aku gak kayak gitu. Aku aja baru ngerasain kayak gitu sama kamu," ucap Devan.


"Masa sih, kamu pasti punya kenal banyak perempuan yang bajunya kurang bahan kan apalagi Rangga kan punya bar dan kamu juga sering ke sana pasti di sana juga banyak perempuan yang ngegoda kamu," ucap Keyna.


"Ya, aku emang kenal banyak perempuan...," ucapan Devan terhenti karena Keyna yang menyelanya.


"Kan aku udah bilang kalau kamu itu pasti sering nyewa perempuan buat puasin nafsu kamu," ucap Keyna.


"Dengerin aku dulu dong sayang, jadi walaupun aku ini mafia. Tapi, aku gak sebejat itu ya, aku gak suka sama perempuan kayak mereka. Kalaupun mereka goda aku yaudah aku gak peduli gitu," ucap Devan.


"Beneran?" tanya Keyna.


"Iya sayang bener, kalau soal barang di laci itu aku juga gak tahu itu barangnya siapa karena aku gak pernah periksa laci," ucap Devan.


Keyna pun membuka kotak tersebut dengan perasaan kesal karena seseorang memberikan Devan dengan menulis kata-kata yang membuat amarah Keyna.


Saat Keyna membuka kotak tersebut betapa terkejutnya saat ia menemukan sebuah gelang yang terlihat cantik.


'Bagus banget,' ucap Keyna dalam hati.


Saat Keyna akan menatap Devan yang duduk di sofa, ia terkejut karena Devan yang tiba-tiba berada di hadapan dengan baby Arsen yang berada di gendongannya.


"Selamat ulangtahun sayangku," ucap Devan dan mengecup bibir Keyna.


Keyna pun berkaca-kaca saat melihat Devan, ia pikir Devan melupakan ulangtahunnya karena sejak tadi pagi Devan tidak mengucapkan apapun bahkan Devan terkesan cuek padanya.


"Loh kok nangis sih," ucap Devan.


"Kamu jahat banget tahu gak, aku kirain kamu lupa kalau hari ini ulangtahun ku hiks hiks," ucap Keyna.


"Aku gak akan lupa dong, sini aku pakaikan," ucap Devan dan mengambil gelang tersebut.


Setelah itu, Devan pun memakaikan gelang tersebut pada Keyna dan tak lupa Devan juga mengecup tangan Keyna.


"I love you, jangan marah-marah lagi ya. Aku gak pernah dekat sama perempuan manapun dan hanya kamu yang benar-benar menjalin hubungan denganku bahkan aku tidak pernah mencoba tubuh perempuan diluar sana selain kamu," ucap Devan dan mengecup bibir Keyna.


"Mama Bella anak perempuanmu baper," ucap Keyna.


Devan pun tersenyum melihat tingkah sang istri, "Ayo pergi," ajak Devan.


"Pergi? pergi kemana emangnya?" tanya Keyna.


"Ada dong, ini rahasia," ucap Devan dan menarik pelan tangan sang istri.

__ADS_1


Saat mereka keluar dari ruang kerja Devan, banyak karyawan yang menatap kagum pada Devan dan juga Keyna.


Semua orang tentu tahu siapa Keyna sebelumnya, mereka juga terkejut saya mengetahui jika salah satu model First entertainment berhasil menaklukkan hati Devan.


Mereka juga tahu baru hari ini karena memang Devan baru memperkenalkan Keyna tepat hari ini.


Beberapa saat kemudian, Keyna dibuat bingung saat mobil yang mereka tumpangi berhenti di First entertainment yaitu tempat kerjanya sebelumnya.


"Ayo," ajak Devan.


Keyna pun keluar dari mobil tersebut dengan Devan yang menggenggam tangannya, saat ia masuk ke dalam kantor tersebut. Keyna terkejut saat ia di sambut begitu hormat oleh karyawan dan para model yang ada di sana.


Saat Keyna melihat para karyawan dan model yang ada di sana, ia tidak sengaja bertatapan dengan Sisy. Keyna tersenyum pada Sisy dan sungguh ajaibnya Sisy pun membalas senyuman Keyna bahan Sisy sampai menunduk.


'Wah, aku kayak yang punya perusahaan aja,' ucap Keyna dalam hati.


"Ayo, sayang," ajak Devan dan mereka lun diikuti oleh beberapa karyawan dan juga model.


Sesampainya di lift hanya Devan dan Keyna saja yang masuk sedangkan yang lainnya langsung menunduk hormat saat pintu lift akan tertutup.


Tak lama setelah itu, lift yang mereka naiki lun berhenti di lantai 6, "Kenapa kita di lantai 6? bukannya ruangan kamu ada di lantai 9?" tanya Keyna.


"Aku kan masih punya kejutan buat kamu," ucap Devan dan menarik lembut tangan Keyna menuju sebuah ruangan yang sudah tidak asing bagi Keyna.


Ya, Devan dan Keyna masuk ke dalam ruang rapat, di sana sudah ada karyawan dan juga beberapa model First entertainment.


"Silahkan dimulai," ucap Devan.


Setelah itu, Devan pun duduk di kursi yang sudah di sediakan di ruangan tersebut, begitupun dengan Keyna yang duduk di samping Devan.


"Jadi, itu untuk hari ini kita akan menyambut pemilik baru First entertainment yaitu Nyonya Keyna," ucap Enzy.


"Silahkan memberikan sambutan anda Nyonya Keyna," ucap Enzy.


"Ta-tapi, aku bukan pemilik First entertainment. De-devan yang punya," ucap Keyna lalu menatap Devan uang tengah tersenyum padanya.


"Jangan bilang kalau kamu yang udah ngelakuin ini semua?" tanya Keyna.


"Silahkan berikan sambutan Nyonya Keyna sayang," ucap Devan.


Dengan perasaan gugup, Keyna pun memberikan sambutan di ruang rapat tersebut.


Setelah memberikan sambutan Devan dan Keyna memutuskan untuk menuju ruang kerja Devan, "Jadi, maksud kamu kejutan itu yang ini?" tanya Keyna dan diangguki Devan.


"Iya, kamu suka gak sama kejutannya atua malah terkesan biasa aja?" tanya Devan.


"Gila ya kamu, kejutan kayak gini dibilang biasa. Ini itu kejutan yang luar biasa tahu gak, aku dulu sempat pengen jadi pemilik First entertainment ya karena biar bisa atur agensi sesuai sama yang aku inginkan gitu, hehehe," ucap Keyna.


"Aku emang sengaja karena aku tahu itu semua," ucap Devan.


"Kamu pasti tahu dari Kikan atau gak Celine ya?" tanya Keyna dan Devan hanya tersenyum mendengarnya.


"Sayang," panggil Devan.


"Kenapa?" tanya Keyna.


"Terimakasih atas semuanya, terimakasih karena sudah memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, aku janji aku akan berusaha untuk menjadi suami dan Ayah yang baik dan bisa membahagiakan kalian berdua," ucap Devan.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu terimakasih karena semua ini aku lakukan juga untuk aku sendiri dan bukan hanya kamu yang berusaha, yaki aku juga. Kalau kamu berubah sendiri sampai kapanpun aku sama baby Arsen gak akan bahagia, jadi kita berusaha sama-sama ya," ucap Keyna.


"Aku emang gak salah menikah dan jatuh cinta sama kamu," ucap Devan.


"Udah dong mesra-mesranya," ucap Mama Vanka yang baru saja datang bersama dengan Papa Alex.


"Loh Mama," panggil Keyna yang terkejut saat melihat Mama Vanka membuka pintu ruangan tersebut.


"Iya sayang ini Mama, sekarang kamu bisa bawa pergi menantu Mama dan untuk baby Arsen biar Mama yang jaga," ucap Mama Vanka dan mengambil alih baby Arsen dari Devan.


"Maksudnya?" tanya Keyna.


"Aku masih ada kejutan lagi untuk kamu, tapi kali ini kita berdua dan baby Arsen dengan Mama. Ma, titip baby Arsen ya," ucap Devan.


"Iya, kamu pergi aja dan kamu gak usah khawatir sama baby Arsen," ucap Mama Vanka.


Devan pun menarik pelan Keyna yang masih dalam keadaan bingung dengan semua ini, "Dev, sebenarnya apa aja yang udah kamu rencanain?" tanya Keyna.


"Kalau aku kasih tahu kamu itu artinya bukan kejutan lagi dong sayang," ucap Devan dan diangguki Keyna.


Untuk kali ini Devan mengendarai mobilnya sendiri tanpa ada Pak Nardy bahkan Mike, ya hanya Devan dan Keyna. Mereka berdua pun sampai di sebuah bangunan yang tampak mewah, lalu Devan menggenggam tangan Keyna dan masuk ke dalam bangunan tersebut.


"Kita kok ke sini? kamu mau pilih baju pengantin buat Vio atau buat siapa emangnya, Dev?" tanya Keyna.


"Bukan buat Vio atau buat orang lain sayang, tapi gaun pengantin ini buat kamu," ucap Devan.


"Hah! buat aku? aku gak mau nikah lagi. Jadi, aku gak pakai gaun pengantin lagi," ucap Keyna.


Keyna pun berniat untuk pergi dari tempat tersebut. Namun, sebelum ia berhasil keluar, Devan terlebih dahulu menahannya.


"Kamu pilih gaun yang kamu inginkan dan aku juga akan pilih kemeja dan jas yang aku inginkan," ucap Devan.


"Tunggu, ini maksudnya apa aku gak ngerti deh? kenapa kamu juga pilih kemeja dan jas baut kamu?" tanya Keyna.


"Kita akan melakukan foto pernikahan dan kali ini aku ingin melakukan apa yang kamu inginkan saat menikah dahulu," ucap Devan.


Keyna sudah tidak dapat berkata-kata lagi dengan sikap Devan, Keyna langsung menghambur ke pelukan hangat Devan dan menangis di dada bidang sang suami.


"Sayang kok nangis?" tanya Devan dan mengusap punggung Keyna.


"Terimakasih karena sudah memberikan yang aku inginkan harusnya kamu gak usah ngelakuin ini karena apa yang kamu berikan ke aku selama ini lebih dari cukup untukku hiks hiks," ucap Keyna.


"Aku rasa itu gak cukup, kamu harus mendapatkan yang lebih lagi dari aku dan mulai sekarang aku akan mewujudkan sedikit demi sedikit keinginan kamu," tapi Devan.


"Aku juga akan berusaha mewujudkan apa yang kamu inginkan mulai sekarang," ucap Keyna dan mendapatkan kecupan dari Devan.


"Dengan kamu yang ada di sampingku seperti sekarang itu sudah cukup bagiku dan aku gak mau apa-apa lagi, kamu sudah mewujudkan apa yang aku inginkan sayang karena keinginanku yaitu kamu," ucap Devan.


"Terimakasih dan aku akan berada di samping kamu selamanya," ucap Keyna dan diangguki Devan.


"Sekarang kamu pilih gaun yang kamu suka dan aku juga akan pilih kemeja dan jas yang aku suka," ucap Devan.


"Iya," ucap Keyna.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2