Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Astaga Keyna!


__ADS_3

Pagi harinya, Keyna merasa lelah dan akhirnya ia hanya berada di dalam kamar seharian bahkan saat sarapan pun Devan yang membawa makanan tersebut ke kamar dan tak lupa Devan juga menyuapi Keyna.


Bukan hanya itu, Devan juga memandikan Keyna karena ia tidak tega melihat Keyna yang lemas karena dirinya.


Devan sendiri saat ini sudah berada di kantor, "Mike, bagaimana dengan keluarga cemara itu?" tanya Devan.


Untung saja Mike paham yang dimaksud Devan, jika tidak maka ia akan mendapatkan hadiah yang sangat menakutkan dari Devan.


"Tuan Jacob dan selingkuhannya sudah berada di kota, sedangkan istri Tuan Jacob tengah sakit dan di rawat anaknya," ucap Mike.


"Mike, bunuh saja si Jacob itu, aku sangat bosan melihat dia," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike.


"Untuk anaknya si Jordan itu kau jebak dia dengan perempuan dan buat perempuan itu hamil," ucap Devan.


"Tapi, Tuan...," ucapan Mike terhenti lantaran Devan yang menyelanya.


"Kenapa? apa kau ingin membantah? apa kau sekarang berada di pihak mereka? baiklah kalau itu keputusanmu," tanya Devan.


"Bukan begitu Tuan, maksud saya. Jordan ini berteman baik dengan Nyonya Keyna," ucap Mike.


"Terus apa urusannya denganku? tidak ada kan? lagipula mereka berteman itu dulu sebelum Keyna pergi ke kota C. Si jordan juga tidak tahu kan kalau Keyna udah pulang," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike yang tidak ingin membangunkan sisi ganas dari Devan.


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu oleh Devan pun datang juga yaitu waktu pulang, jujur saja Devan sudah tidak sabar untuk kembali ke rumah dan bertemu dengan Keyna.


Meskipun baru beberapa jam Devan meninggalkan Keyna, tapi Devan sudah sangat merindukan sang istri.


Beberapa saat kemudian, Devan pun sampai di mansionnya dan Devan masuk ke dalam lalu ia melihat ke sekitarnya yang tidak ada Keyna, tentu saja hal itu membuat Devan bertanya-tanya padahal biasanya Keyna menyambutnya.


"Dimana Keyna?" tanya Devan.


"Nyonya Keyna ada di dalam kamar Tuan, sejak tadi pagi Nyonya Keyna tidak bisa berdiri dan Nyonya Keyna juga merasa lemas sehingga seharian ini Nyonya Keyna hanya berada di dalam kamar," ucap Bi Nani dan diangguki Devan.


Devan pun langsung menuju kamarnya untuk melihat keadaan sang istri, Devan sendiri merasa bersalah karena dia akhirnya Keyna harus seperti saat ini.


Sesampainya di depan kamar, Devan segera membuka pintu tersebut dan saat ia masuk ke dalam kamar. Devan dapat melihat Keyna yang masih terlelap dengan pakaian yang tadi ia pilihkan.


Devan menghampiri Keyna dan mengusap lembut rambut Keyna dan mengecup kening Keyna.


"Maafin aku ya sayang karena aku, kamu jadi kayak gini. Harusnya aku tahan aja keinginanku apalagi kamu juga lagi hamil, pasti kamu capek banget ya sayang," gumam Devan dan kembali mengecup kening Keyna.


"De-devan," lirih Keyna dan ia pun membuka matanya.


"Iya, sayang ini aku. Apa ada yang sakit atau kamu mau sesuatu hem?" tanya Devan dan Keyna menggelengkan kepalanya.


"Kenapa hem? pasti masih sakit ya? kamu istirahat aja ya," tanya Devan dan mengusap punggung Keyna.

__ADS_1


"Sakit," ucap Keyna pelan, tapi masih dapat di dengar oleh Devan.


"Maaf ya sayang, semua ini karena aku makanya kamu jadi kayak gini," ucap Devan.


"Bukan karena kamu kok, kan emang aku udah mendekati masa persalinan jadi sakit banget," ucap Keyna.


"Kamu mau lahiran?" tanya Devan yang panik seketika.


"Ish, bukan gitu, maksudnya kan aku cuma kurang beberapa Minggu lagi lahiran makanya aku jadi sakit semua," ucap Keyna.


" Huh, aku kirain kamu mau lahiran sekarang," ucap Devan.


Saat Devan dan Keyna tengah mengobrol santai tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk oleh Bi Nani.


Tok tok


"Tuan, Nyonya. Maaf mengganggu, tapi di ruang tamu ada keluarga dari Nyonya Keyna," ucap Bi Nani.


"Keluargaku? maksudnya Papa Erwin sama Mama Bella?" tanya Keyna.


"Aku juga tahu," ucap Devan.


"Yaudah, kalian gitu lebih baik kita ke bawa aja," ucap Keyna.


"Ku di kamar aja ya biar aku yang ke bawa untuk memeriksanya," ucap Devan.


"Kalau nanti ternyata Papa sama Mama beneran gimana coba?" tanya Keyna.


"Gak deh, aku ikut ke bawa aja. Lagian aku juga udah baikan kok, beneran aku udah baikan," ucap Keyna.


Akhirnya mau tidak mau Devan pun menuruti apa yang dikatakan Keyna, namun Devan tetap menuntun Keyna karena takutnya Keyna sih lemas dan jatuh.


Sesampainya di ruang tamu, Devan dan Keyna benar-benar melihat Papa Erwin, Mama Bella, Kak Kelvin, Kak Anggi dan juga Kenzie di ruang tamu.


Keyna sangat bahagia dan ia langsung melepaskan tangan Devan yang sejak tadi menggenggam tangannya, tak lupa Keyna juga berlari agar ia segera sampai di depan keluarganya.


Tapi, karena Keyna memang masih dalam keadaan lemas sehingga ia pun tidak seimbang dan hampir saja terjatuh jika Devan tidak menahannya.


"Astaga Keyna!" teriak Mama Bella.


"Kamu gapapakan?" tanya Devan.


"I-iya, aku gapapa. Makasih ya," ucap Keyna.


"Iya, kamu pelan-pelan aja jalannya Papa, Mama, Kak Kelvin, Kak Anggi sama Kenzie gak akan pergi kok," ucap Devan dan menuntun Keyna menuju keluarganya.


"Tau nih, kita gak akan ngambil barang dari rumah mewah ini terus pergi gitu. Gak akan, gitu aja sampe lari-larian kayak tadi, untung aja suami kamu cepet jadi kamu gak jatuh," ucap Kak Kelvin.


"Keyna gak dengerin Kak Kelvin untuk kali ini karena Keyna lagi bahagia ketemu sama kalian," ucap Keyna dan memeluk Mama Bella.

__ADS_1


"Aduh akhirnya Mama ketemu sama anak cantiknya Mama," ucap Mama Bella dengan meneteskan air mata.


"Loh Mama kok nangis sih," ucap Keyna dan menghapus air mata Mama Bella.


"Mama itu bahagia banget ketemu sama kamu, makanya Mama sampe nangis. Ini itu tangisan bahagia loh ya bukan tangisan kesedihan," ucap Mama Bella.


"Keyna juga kangen banget sama Mama, gak ada Mama itu rasanya hidup Keyna kurang berwarna. Keyna juga kangen banget sama ocehan Mama ke Keyna apalagi kalau masalah jodoh," ucap Keyna.


"Itu dulu ya sebelum kamu nikah, tapi kalau sekarang mah udah gak akan karena kamu udah nikah bahkan kmu mau ngasih Mama cucu lagi," ucap Mama Bella dan mengusap lembut perut buncit Keyna.


"Selama Mama gak ketemu aku Mama gimana?" tanya Keyna.


"Ya, Mama pasti kangen banget lah Key. Apalagi waktu hari pertama Samapi beberapa Minggu itu rasanya Mama ingin balik pulang dan ketemu sama kamu, takut ya lama-kelamaan udah mulai beradaptasi di sana," ucap Mama Bella.


"Ih, Mama so sweet. Ternyata Mama bisa kangen Keyna juga ya, Keyna kirain Mama bakal seneng kalau gak ketemu sama Keyna secara kan Mama bawaannya darah tinggi terus kalau ketemu Keyna," ucap Keyna.


"Key, kamu ini ya," ucap Mama Bella dan Keyna pun tertawa.


"Gimana sama Keyna? dia gak bikin kamu susah kan?" tanya Papa Erwin.


"Gak, Pa. Keyna justru bikin Devin bahagia," ucap Devan.


"Cie yang udah bucin," ucap Kak Kelvin.


"Ish, Kak Kelvin diem dong jangan ganggu suasana yang lagi tenang ini," ucap Keyna.


"Tau nih, kamu diam aja Yang," ucap Kak Anggi dan berhasil membuat Kak Kelvin diam seribu bahasa.


"Aduh, sayangnya aunty udah gede aja ya," ucap Keyna dan melihat Kenzie yang ada di pangkuan Kak Anggi.


"Iya, dong aunty, kan bentar lagi Kenzie mau punya adek lagi," ucap Kak Anggi.


Keyna pun langsung menatap Kak Anggi, Kak Kelvin dan Kenzie secara bergantian, "Kak Anggi hamil lagi?" tanya Keyna dan Kak Anggi pun tersenyum.


"Iya dong, Kakak kan kalau bikin anak tok cer banget, jadi makanya istri Kakak langsung hamil lagi," ucap Kak Kelvin.


"Ish, Kak Kelvin diem deh. Keyna itu tanyanya ke Kak Anggi," ucap Keyna.


"Sama aja jawabannya, jadi Kakak wakilin. Oh iya, Dev, kamu gak usah khawatir nanti Kakak kasih tau gimana caranya supaya tok cer," ucap Kak Kelvin.


"Kak Kelvin diem, jangan racuni otak suami Keyna," ucap Keyna.


"Udah ih, Yang. Jangan ganggu adiknya terus," ucap Kak Anggi.


"Hehehe, kangen banget aku Yang gak ngeledekin Keyna," ucap Kak Kelvin.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2