
"Tenang mereka sudah dibawa anak buahku," ucap Devan dan diangguki Keyna.
Devan menggendong Keyna dan berjalan untuk keluar dari desa tersebut, banyak warga yang melihat tindakan Devan kepada Keyna yang terlihat romantis.
Jangan lupakan Berlin yang terlihat kesal karena melihat pria incarannya menggendong sahabat dari Celine.
Devan berjalan menuju mobilnya dan melewati rumah Papa Baim yang dimana saat ini terlihat kesal karena Devan membawa Celine dan sahabatnya pergi, Devan sengaja berjalan menghampiri Papa Baim dan berhadapan dengannya, dengan Keyna yang masih ia gendong.
"Ingat nama saya baik-baik, Devano Radya Erland," ucap Devan dengan memberikan penekanan pada nama Erland.
"Dan perempuan yang kau sekap ini adalah istriku, menantu dari keluarga Erland, kalau saya lihat kau bukan orang sembarangan dan kau pasti tau bukan kenapa saya memberitahu padamu mengenai nama lengkap saya dan status perempuan ini," ucap Devan lalu berlalu meninggalkan Papa Baim yang terdiam ditempat.
Meskipun sudah lama ia tidak ke kota, tapi ia tau siapa penguasa dunia bisnis dan dunia mafia, Papa Baim tidak bodoh dengan perkataan Devan tadi yang merupakan peringatan bagi dirinya.
"Papa kenapa?" tanya Cika yang melihat Papa Baim tampak khawatir.
"Papa gapapa, kita harus cepat pindah untuk sementara waktu dan setelah itu kita balik kesini lagi," ucap Papa Baim.
"Loh kenapa, Pa?" tanya Mama Celia.
"Gapapa, cepat sebelum semuanya terlambat," ucap Papa Baim.
Disisi lain, Devan yang saat ini sudah berada didalam mobil dengan kepala Keyna yang ada di pangkuannya, "Bagaimana Mike?" tanya Devan.
"Sepertinya mereka akan pergi dari desa Tuan," ucap Mike.
"Biarkan saja mereka bersembunyi, aku sedang tidak ingin bermain dengan orang yang tidak menguntungkan seperti mereka," ucap Devan.
"Baik, Tuan," ucap Mike.
Devan melihat ke arah Keyna yang saat ini masih tidak sadarkan diri, "Kau sudah bawa sahabatnya Keyna ke rumah sakit?" tanya Devan.
"Sudah, Tuan. sahabat Nyonya Keyna saat ini sudah berada di ruang sakit didekat sini," ucap Mike dan diangguki Devan.
Lalu mereka pun menuju rumah sakit karena tiba-tiba badan Keyna panas dan Keyna mengigau selama didalam mobil.
Saat Dokter memeriksa keadaan Keyna, Dokter mengatakan tidak ada hal yang serius, Keyna hanya panas dan juga kelaparan, tapi perlahan kondisi Keyna semakin membaik meskipun saat ini Keyna belum juga sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian, Keyna pun mengerjapkan matanya dan melihat ke sekeliling ruangan yang tercium bau obat, Keyna tau jika saat ini ia berada di rumah sakit, tapi pikiran Keyna bukan itu.
Keyna segera bangun dan beranjak dari brankar meskipun dengan tubuh yang lemas, Keyna berjalan dan saat akan membuka pintu tiba-tiba pintu terbuka dari luar dan memperlihatkan pria yang sangat tampan dengan hanya memakai kemeja biru tua dan sialnya lagi ternyata itu adalah suaminya yaitu Devan.
"Kamu mau kemana?" tanya Devan dengan nada dinginnya.
__ADS_1
Pertanyaan Devan membuat Keyna tersadar dari kekagumannya pada sosok sang suami.
"A-aku mau lihat Kikan sama Celine," ucap Keyna.
"Huh, mereka baik-baik saja, mereka sedang dirawat dan harus istirahat jadi sekarang kamu juga harus istirahat," ucap Devan lalu menggendong Keyna ala bridal style.
"Tapi, aku pengen lihat mereka doang gapapa kok kalau pun mereka belum bangun," ucap Keyna.
"Istirahat Keyna, kamu boleh melihat mereka kalau kamu benar-benar sudah sehat," ucap Devan.
"Tapi...," ucapan Keyna terhenti karena Devan yang menyelanya.
"Gak ada tapi-tapian, sudah sekarang kamu istirahat, aku gak mau dengar penolakan dan ini perintah jadi aku tidak butuh izinmu," ucap Devan.
Mau tidak mau akhirnya Keyna pun mengikuti perintah Devan, Keyna bosan hanya tidur di ranjang dan melihat Devan yang fokus dengan laptopnya.
"Dev, aku mau tanya, boleh?" tanya Keyna.
Devan yang mendengar Keyna ingin bertanya padanya pun mengalihkan atensinya dari laptop ke Keyna, "Hem," jawab Devan.
"Huh, ke-kenapa kamu bisa ada disana? terus kamu tau darimana kalau aku ada disana padahal aku kan gak bilang nama desanya?" tanya Keyna.
"Kamu tau tidak pernyataanmu itu sangat boros," ucap Devan.
"Kamu tanya salah satu nanti pasti aku jawab semua, tapi kamu malah mengatakannya sendiri-sendiri," ucap Devan.
Keyna hanya mengerutkan keningnya karena tidak paham apa yang Devan maksud, "Aku gak paham," ucap Keyna.
"Sudah jangan dipikirkan perkataanku memang tidak cocok dengan otak rendah mu, kamu akan semakin pusing dan bingung nantinya kalau memikirkannya. Lagi pula otakmu tidak cocok untuk berfikir nanti yang ada malah meledak lagi otakmu karena kebanyakan mikir," ucap Devan.
"Devan sadar gak sih kalau perkataannya tadi itu adalah sebuah hinaan untukku," gumam Keyna yang berharap Devan tidak tau, tapi dugaannya salah justru Devan mendengar apa yang ia gumam kan.
"Ya, aku sadar kalau tadi memang hinaan, tapi hinaan itu kenyataan bukan dan kalau kamu tidak setuju dengan ucapanku ya tunjukkan buktinya kalau otakmu itu berguna," ucap Devan.
'Huh lagi-lagi aku tidak bisa membalas perkataannya, kenapa dia selalu pintar dalam menghina sih,' ucap Keyna dalam hati ia tidak ingin Devan mendengar gumaman nya lagi.
"Dev," panggil Keyna lagi.
"Hem," jawab Devan.
"Ck, kamu belum jawab pertanyaanku tadi," ucap Keyna.
"Aku udah menelpon nomormu berkali-kali, tapi tidak ada jawaban padahal kamu bilang akan pulang kan karena aku rasa ada yang tidak beres akhirnya aku datang dan waktu sampai di rumah keluarganya sahabatmu itu aku tidak melihatmu dan sahabat-sahabatmu lalu tiba-tiba Mike mengatakan jika kamu dan sahabatmu itu dikurung di gudang yang ada di desa itu dan ya anak buahku mendobrak pintunya dan seperti inilah endingnya," ucap Devan dan Keyna hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar perkataan Devan.
__ADS_1
"Tapi, kenapa kamu bisa dikurung disana bahkan Ayah dari sahabatmu itu tidak menganggapnya anak dan berharap kamu dan sahabat-sahabatmu mati di gudang itu?" tanya Devan.
"Awalnya waktu aku, Kikan sama Celine sampai disana gak ada masalah sampai malam harinya ada orang yang gak sengaja menguping pembicaraan kita bertiga dan memberitahukannya ke keluarganya Celine jadi mereka marah dan menyuruh orang untuk mengurung kita bertiga di gudang," ucap Keyna.
"Memang apa yang kalian bicarakan sampai mereka marah?" tanya Devan.
Devan sengaja bertanya hal itu untuk memancing Keyna agar menceritakan semuanya karena Devan memang belum tau bahkan Mike sendiri juga belum mendapatkan informasi mengenai hal ini, kalaupun Mike tau pasti dia belum bisa memberitahukannya pada Devan sebab Devan mengatakan pada Mike untuk tidak mengganggunya sebelum Devan menghubunginya.
"Jadi sebenarnya, Celine itu lagi hamil," ucap Keyna.
Devan tentunya terkejut saat Keyna mengatakan jika sahabatnya itu hamil, tapi dengan cepat Devan dapat mengendalikan ekspresinya sehingga Keyna tidak tau jika saat ini Devan pun terkejut.
"Siapa Ayahnya?" tanya Devan.
"Gak tau," ucap Keyna dengan menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana bisa kamu tidak tau katanya kamu sahabatnya? apa temanmu itu merahasiakannya?" tanya Devan dan mendapatkan gelengan kepala dari Keyna.
"Terus kenapa?" tanya Devan.
"Karena Celine juga gak tau siapa Ayah dari anak yang dia kandung," ucap Keyna.
"One night stand?" tanya Devan.
"Iya," ucap Keyna dengan menganggukkan kepalanya.
"Tinggal cari di tempat dia one night stand kan gampang," ucap Devan.
"Masalahnya dia one night stand di luar negeri," ucap Keyna.
"Maksudnya?" tanya Devan.
"Celine itu kan ada pekerjaan di luar negeri nah waktu disana dia ditarik sama orang terus ya kayak gitu deh," ucap Keyna.
"Memangnya dimana maksudnya di negara mana dia one night stand-nya?" tanya Devan.
"Di negara C," ucap Keyna.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.