Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Sebuah Kebenaran


__ADS_3

Akhirnya Keyna berhasil masuk ke dalam tempat tersebut dan ia pun segera masuk ke dalam pintu berwarna biru yang dikatakan orang tersebut.


Namun, baru saja Keyna masuk, ia sudah di suguhi nau tidak sedap dari dalam ruangan tersebut.


'Ruangan apa ini kok gak enak banget baunya kayak bau darah eh bau bangkai deh?' tanya Keyna pada dirinya sendiri dalam hati.


Keyna pun terus masuk hingga saat ia membuat pintu terakhir bau tidak sedap yang sedari tadi ia hirup semakin menyengat bahkan Keyna mulai merasakan mual.


'Gak enak banget baunya,' ucap Keyna dalam hati.


Keyna pun menutup mulutnya dan membuka pintu tersebut lalu ia pun masuk ke dalam ruangan tersebut.


Berapa terkejutnya Keyna saat ia melihat ruangan tersebut yang dipenuhi dengan sel-sel layaknya di penjara, Keyna sendiri hampir saja berteriak saat melihat keadaan ruangan tersebut.


Ia segera menahan teriakannya dan menutup mulutnya agar tidak ada yang mengetahui keberadaannya, Keyna masih ingat akan peringatan dari orang yang tadi meneleponnya.


Bahkan Keyna sangat terkejut saat melihat orang-orang dengan keadaan yang sangat mengenaskan di dalam sel tersebut.


"Key-keyna," panggil seorang perempuan.


Keyna pun menoleh pada perempuan tersebut, lagi-lagi Keyna dibuat terkejut karena melihat keadaan perempuan tersebut yang sangat mengenaskan dan tidak layak untuk dilihat.


Keyna pun mengalihkan pandangannya, Keyna sendiri merasa jika ia tidak pernah bertemu dengan perempuan tersebut, tapi ia juga bertanya-tanya bagaimana perempuan tersebut mengetahui namanya.


Namun, meskipun begitu Keyna menghampiri perempuan tersebut, "Apa kamu mengenalku?" tanya Keyna.


"I-iya, ini Miss Kelly," ucap Miss Kelly.


Sontak saja perkataan Miss Kelly mengejutkan Keyna dan membuat Keyna mundur dari sel Miss Kelly.


Keyna berniat untuk pergi karena ia merasa aneh dengan ruangan tersebut, 'I-ini ruangan apa kok kayak gini?' tanya Keyna dalam hati.


Lama kelamaan Keyna di sana membuat perutnya semakin mual apalagi saat melihat darah yang ada di sana.


Keyna berniat keluar untuk mencari pertolongan agar orang-orang yang ada di sana dapat terbebas, tapi saat ia berniat untuk keluar dari ruangan tersebut, ia tidak sengaja bertatapan dengan seorang pria yang berada di sel paling ujung.


Keyna mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju pintu, namun langkahnya kembali terhenti saat pria yang sejak tadi menatapnya itu memanggil namanya.


"Key-keyna," panggil pria tersebut.


Keyna pun melihat pria tersebut dan bingung karena ia tidak pernah mengenal pria tersebut, kondisi pria tersebut lebih baik daripada kondisi Miss Kelly bahkan Keyna masih bisa melihat wajah pria tersebut yang tampan menurut Keyna.


"Apa kamu mengenalku juga?" tanya Keyna dan pria tersebut pun menganggukkan kepalanya.


"Apa aku mengenalmu?" tanya Keyna dan pria tersebut menggelengkan kepalanya.


"Siapa kamu?" tanya Keyna.


"Orang yang senang bertemu denganmu," ucap pria tersebut.


Setelah mengatakan itu, pria tersebut menatap perut besar Keyna dan tersenyum, "Selamat atas kehamilanmu," ucap pria tersebut.


Keyna pun tiba-tiba merasa takut karena menurutnya pria tersebut mengetahui sesuatu yang tidak Keyna ketahui.


Keyna tidak ingin lama-lama dengan pria tersebut dan ia lebih baik segera keluar, namun lagi-lagi pria tersebut bersuara dan membuat langkah Keyna terhenti.


"Lama tidak bertemu, mungkin sudah 7 tahun," ucap pria tersebut.


Keyna berusaha untuk tidak mendengarkan apa yang dikatakan pria tersebut, akhirnya Keyna keluar dari ruangan menakutkan itu dan ia pun mencari jalan agar ia bisa keluar dan meminta bantuan orang lain.


Bukannya Keyna berhasil keluar melalui jalan yang tadi ia lewati, ia justru tersesat di lorong gelap yang ada di tempat tersebut.


Keyna terus mencari jalan agar ia bisa keluar, tapi langkahnya kembali terhenti saat mendengar suara yang angkat tidak asing baginya.

__ADS_1


"Lakukan apa yang di perintahkan Tuan Devan," ucap pria tersebut.


Keyna bersembunyi dan mendengarkan apa yang dikatakan pria tersebut yang tak lain adalah Mike.


"Apa yang dimaksud Mike? perintah Devan? emangnya Devan kasih perintah apa?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


Keyna yang masih bertanya-tanya pun langsung bergegas saat melihat Mike pergi dari tempat tersebut, Keyna mengikuti langkah Mike hingga akhirnya ia sampai di sebuah ruangan yang sangat luas layaknya sebuah aula istana.


'Gila! tempat ini dari luar kayak gak berpenghuni, tapi di dalamnya kayak istana,' ucap Keyna dalam hati.


Saat tengah mengagumi luas tempat tersebut, lagi-lagi Keyna disuguhi bau tidak sedap seperti saat di sel tadi.


'Kenapa tempat ini baunya gak enak sih?' tanya Keyna dalam hati.


Keyna merasa mual karena bau di ruangan tersebut lebih parah daripada saat di sel tadi, yang lebih parah lagi Keyna melihat tubuh manusia yang di pajang di dinding.


Keyna sudah tidak sanggup untuk melanjutkan langkahnya dan ia lebih baik memilih untuk keluar dari tempat tersebut.


Namun, lagi-lagi langkahnya terhenti saat mendengar suara perempuan, lebih tepatnya teriakan kesakitan seorang perempuan.


Keyna memberanikan diri untuk mendekati sumber suara, semakin ia dekat maka semakin keras pula suara tersebut.


Keyna benar-benar terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini, ia melihat seorang perempuan yang sudah tidak berdaya dan mengeluarkan banyak darah.


Keyna kenal betul perempuan tersebut, perempuan yang sudah melayaninya selama di rumah Devan. Ya, perempuan itu adalah Salma.


Belum selesai dengan keterkejutannya saya melihat selama, Keyna lebih terkejut saat melihat Devan yang menembak Salma tepat di bagian kaki sehingga membuat Salma berteriak histeris dan memakai Devan.


"Kau adalah manusia biadab!" teriak Salma.


"Ya, aku tahu itu," ucap Devan.


"Kalau Keyna tahu kau seperti ini maka dia akan meninggalkanmu!" teriak Salma.


"Itu tidak akan terjadi, aku akan membuat Keyna berada di sisiku selamanya," ucap Devan.


"Ya, itu dulu. Aku menikah dengannya hanya ingin balas dendam dan setelah itu membunuhnya, tapi ternyata semuanya berubah," ucap Devan dan mengeluarkan smirk nya.


"Apa karena Kak Zayn?" tanya Salma.


"Maksudmu tahanan nomor 1, ya bisa dibilang karena dia," ucap Devan.


"Ah, jadi karena Kak Zayn yang dicintai Kak Hilya bukan kau, jadi kau dendam dengan Kak Zayn apalagi saat Kak Zayn menolak cintanya Kak Hilya dan membuat Kak Hilya bunuh diri. Lalu Kak Zayn menyukai Keyna bahkan Kak Zayn berniat melamar Keyna, karena itu kau melampiaskan dendammu pada Keyna," ucap Salma.


"Ya, karena Zayn menolak cintanya Hilya yang membuat Hilya nekat mengakhiri hidupnya sendiri," ucap Devan.


"Tapi, itu sudah berlalu, kau harus melepaskan Kak Zayn," ucap Salma.


"Siapa kau bisa menyuruhku dasar bocah bodoh," ucap Devan dan kembali menembak kaki Salma.


"Kau memang iblis, kau membunuh Kakak ku bahkan kau menyiksa Kak Zayn yang tidak salah apa-apa, kematian Kak Hilya itu terjadi itu karena kebodohannya sendiri bukan karena Kak Zayn atau Keyna," ucap Salma.


"Apa aku peduli, tidak," ucap Devan.


"Kau memang mafia yang kejam, jau tidak pantas di sebut manusia!" teriak Salma.


Keyna yang mendengar semua percakapan antara Devan dan Salma pun terkejut, 'De-devan ma-mafia, gak mungkin, pasti aku salah denger,' ucap Keyna dalam hati.


"Mike, ambilkan pedangku, aku akan membunuhnya dengan memenggal kepalanya!" perintah Devan dan mengambil sarung tangannya.


Ia menendang apa saja yang menghalangi jalannya termasuk kepala yang kemarin ia penggal.


"Baik, Tuan," ucap Mike.

__ADS_1


Mau tidak mau Keyna harus percaya dengan apa yang baru saja ia lihat, dimana Devan yang menendang kepala yang ada di dekatnya.


Keyna tentu saja masih terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengarkan, semua kebenaran yang Devan sembunyikan dari Keyna sudah terbongkar dan diketahui oleh Keyna.


Sebuah kebenaran yang mendatangkan kesedihan bagi Keyna, bahkan kebenaran tersebut seperti tidak nyata bagi Keyna.


Saat Devan bersiap untuk memenggal kepala Salma, Keyna langsung berlari menghampiri Salma. Keyna memeluk tubuh ringkih Salma hingga pedang yang diayunkan Devan pun terhenti tepat di belakang punggung Keyna dan untung saja punggungnya tidak terkena pedang tersebut.


"Apa yang kau lakukan!" teriak Devan saat melihat Keyna di hadapannya dan hampir terluka karena dirinya.


Semua orang tentunya terkejut dengan keberadaan Keyna apalagi Mike yang melihat Nyonya nya ada di sana dan hampir saja terluka.


'Nyonya, apa yang anda lakukan di sana. Tamat sudah riwayat saya,' ucap Mike dalam hati.


Devan melangkah mendekati Keyna, namun saat Devan menyentuh lengan Keyna, ia terkejut karena Keyna yang menghempaskan tangannya.


"Jangan sentuh aku! kamu ingin balas dendam padaku kan, kamu ingin membunuhku kan. Yaudah, sekarang bunuh aku," ucap Keyna dan berhadapan dengan Devan.


"No, itu dulu dan sekarang aku gak akan melukaimu sedikitpun," ucap Devan.


Devan dan Keyna terkejut saat melihat Salma yang mendorong Keyna hingga Keyna terjatuh ke lantai bahkan Salma menusuk punggung Keyna dengan pisau yang entahlah Devan tidak tahu darimana Salma memilikinya."Terimakasih karena sudah datang," ucap Salma.


Setelah mengatakan itu, selama pun tergeletak tak bernyawa. Sedangkan, Keyna merasakan sakit pada punggungnya yang lebih parah lututnya mengeluarkan darah.


"Tuan," ucap Mike saat melihat darah turun dari paha Keyna.


"Sayang, bangun!" panggil Devan, namun tidak ada jawaban dari Keyna.


"Cepat siapkan mobil bodoh!" teriak Devan.


Devan pun menggendong Keyna meskipun Keyna memberontak dalam gendongannya, tapi Devan tidak peduli karena saat ini keselamatan Keyna dan anaknya adalah yang utama.


"Diam! aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu dan juga anak kita," ucap Devan dengan suara yang meninggi karena ia terlalu panik.


Keyna pun terdiam, "Ja-jangan bunuh aku," ucap Keyna.


Hanya itu yang Keyna pikirkan setelah mendengar bentakan Devan padanya, "Aku tidak akan membunuh kmu sayang, aku sangat mencintaimu dan aku juga tidak ingin kehilanganmu," ucap Devan.


Devan pun masuk ke dalam mobil, "Tahan sebentar ya sayang, kita akan sampai di rumah sakit," ucap Devan dan menggenggam tangan Keyna.


"Sayang, jangan tutup mata kamu!" ucap Devan.


"A-aku udah gak kuat, harusnya kamu bunuh aku tadi," ucap Keyna.


"Gak, aku gak kan bunuh kamu. Kamu harus temenin aku selamanya bahkan sampai tua nanti," ucap Devan.


"Ta-tapi kamu jahat," lirih Keyna.


"Iya, aku tahu sayang. Tolong jangan tutup mata kamu," ucap Devan bahkan tanpa sadar Devan sudah meneteskan air mata melihat keadaan Keyna yang terluka dan mengeluarkan darah dari pahanya.


Beberapa saat kemudian, Devan pun sampai di rumah sakit, Dokter pun memeriksa keadaan Keyna dan tak lama setelah itu, Dokter pun keluar.


"Maaf Tuan, tapi kita harus segera melakukan operasi caesar," ucap Dokter Vega.


"Apa maksud Dokter? Persalinan Keyna masih tiga minggu lagi, tapi kenapa Keyna harus operasi caesar sekarang hah?" tanya Devan dan tidak bisa menahan amarahnya.


"Maafkan saya, tapi keadaan Nyonya Keyna mengharuskan untuk operasi caesar. Ketuban Nyonya Keyna sudah pecah dan kita harus segera melakukan operasi secepatnya karena jika tidak maka kita tidak dapat menjamin apakah anak Tuan Devan selamat atau tidak. Ditambah lagi luka Nyonya Keyna yang dapat membahayakan untuk Nyonya jika kita tidak segera melakukan tindakan," ucap Dokter Vega.


Setelah pertimbangan yang sangat sulit, akhirnya Devan pun menyetujui Keyna untuk operasi caesar meskipun Keyna pernah berkata padanya jika ia ingin melahirkan secara normal, tapi Devan tidak bisa berbuat apa-apa, Devan terlalu takut untuk kehilangan Keyna dan juga anak mereka.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2