
Namun, Keyna tidak merasa sakit sedikitpun pada bagian kepalanya dan hanya tangannya saja yang terasa sakit, tapi Keyna merasa ada sesuatu yang sedang menahan kepalanya lalu Keyna pun membuka matanya dan melihat ke belakang ternyata tangan Devan lah yang menahan kepala Keyna.
Saat Keyna melihat Devan ternyata Devan juga menatap Keyna intens, "Apa kau bisa berdiri? apa kau ingin terus tidur disini?" tanya Devan yang membuat Keyna sadar dan segera berdiri lalu membantu Devan.
Namun, saat Keyna akan membantu Devan, Devan justru menepis tangan Keyna dan pergi meninggalkan Keyna di tengah jalan.
Keyna sedang memahami situasi yang sedang terjadi saat ini, namun suara klakson mobil membuat Keyna tersadar akan lamunannya dan segera menuju ke tepi jalan dengan tertatih.
'Apa maksud dia tadi? kenapa dia menolak bantuan ku?' tanya Keyna pada dirinya sendiri dalam hati.
"Apa aku melakukan kesalahan? tunggu kucingnya," gumam Keyna lalu melihat ke arah kucing tersebut ternyata sudah ada orang yang menolongnya.
Keyna menuju ke mobilnya, namun langkahnya terhenti karena seseorang menarik tangannya hingga membuat langkah terhuyung dan menabrak dada bidang orang yang menariknya.
"Kamu, kenapa?" tanya Keyna saat melihat Devan menarik tangannya.
"Kau pulang denganku," ucap Devan.
"Tapi kan aku bawa mobil," ucap Keyna.
"Tidak ada penolakan," ucap Devan.
Devan dan Keyna pun menuju ke mobil Devan yang disana sudah ada Mike, "Nona," sapa Mike dan Keyna pun membalasnya dengan tersenyum.
Setelah itu, Mike pun membukakan pintu mobil tersebut untuk Keyna dan juga Devan. Namun, sebelum Keyna masuk ke dalam mobil tersebut, Keyna berhenti dan berbicara pada Mike.
"Em lain kali jangan panggil Nona, panggil Keyna aja," ucap Keyna yang mendapat tatapan tajam dari Devan.
"Masuk," ucap Devan yang sudah masuk terlebih dahulu.
Keyna pun masuk kedalam mobil Devan, "Terima kasih," ucap Keyna.
"Untuk?" tanya Devan.
"Karena udah nolongin aku tadi, kalau tidak ada kamu pasti sekarang aku sudah di surga," ucap Keyna.
"Memangnya kau yakin bisa masuk surga," ucap Devan dan mendapat tatapan tajam dari Keyna.
"Ya, yakinlah. Tunggu, aku lupa siapa nama kamu waktu itu?" tanya Keyna.
"Nama calon suamimu sendiri tidak tau, bagaimana nanti kalau malam pertama," ucap Devan.
Keyna pun menutup mulut Devan dengan tangannya, "Kalau bicara bisa pelan-pelan tidak, disini ada orang lain," ucap Keyna.
"Siapa? dia? kalau itu kau tidak perlu khawatir," ucap Devan dan menatap Mike melalui kaca bagian depan.
'Astaga Tuan, aku ini juga manusia, bagaimana bisa membicarakan mengenai malam pertama di belakangku apalagi kau mendengarnya,' batin Mike.
"Ya tetap saja," ucap Keyna.
"Berarti kalau cuma berdua bisa membicarakan hal itu?" tanya Devan.
"Udah ah gak usah bahas itu lagi," ucap Keyna.
"Siapa juga yang mau bahas. Oh iya, apa kau ingin bunuh diri tadi karena akan segera menikah dengan saya?" tanya Devan.
"Maksud kamu apa, aku bunuh diri. Apa aku sudah gila hanya karena menikah dengan kamu sampai mau bunuh diri," ucap Keyna.
"Terus kenapa tadi kau jalan tengah jalan begitu, itu sangat membahayakan tau tidak," ucap Devan dengan nada dinginnya dan hal itu membuat Keyna menjadi gugup bahkan gugup seketika.
"I-iya aku tau, aku tadi cuma membantu kucing yang sepertinya kelaparan di pinggir jalan jadi aku gak perhatikan jalanan tadi," ucap Keyna, yang merasa menyesal karena sudah lalai dan hampir membahayakan dirinya serta orang lain.
"Huh! lain kali kau harus hati-hati apalagi sebentar lagi adalah pernikahan kita, semua sudah selesai tinggal hari H," ucap Devan.
__ADS_1
"Apa aku tidak perlu menyiapkan apapun?" tanya Keyna.
"Iya kau tinggal hadir di pernikahan kita," ucap Devan.
"Tapi bagaimana gaunnya bukannya katanya aku yang akan mencarinya sendiri?" tanya Keyna.
"Semua sudah siap termasuk gaun mu," ucap Devan dan diangguki Keyna.
"Oh iya nama anda siapa?" tanya Keyna yang melihat ke arah Mike.
"Perkenalkan saya Mike Nona, saya asisten pribadi Tuan Devan," ucap Mike.
"Baik mr. Mike," ucap Keyna.
"Nona bisa panggil saya Mike saja" ucap Mike.
"Tapi, sepertinya anda lebih tua dari saya," ucap Keyna.
"Memang seperti itu Nona, Nona akan segera menjadi istri dari Tuan Devan, jadi sudah sewajarnya Nona memanggil nama saya tanpa ada embel-embel apapun," ucap Mike.
"Tapi kan...," ucapan Keyna terhenti lantaran Devan yang tiba-tiba saja mengecup bibirnya.
Keyna yang terkejut dengan tindakan Devan pun hanya diam seperti patung, "Kau terlalu berisik," bisik Devan.
Keyna hanya diam tidak meresponnya karena saat ini Keyna sedang mencerna tindakan yang dilakukan Devan barusan, 'Astaga ciuman pertamaku,' ucap Keyna dalam hati.
"Kita sudah sampai kau boleh turun," ucap Devan yang membuyarkan lamunan Keyna.
"Eh, udah sampai, em kamu gak mau mampir!" ajak Keyna.
"Tidak, saya masih ada beberapa urusan, bilang saja pada orangtuamu kalau aku masih ada urusan sekarang dan tidak bisa ditinggalkan," ucap Devan dan diangguki Keyna.
"Kalau begitu, kau bisa keluar," ucap Devan.
"Eh, iya aku lupa," ucap Keyna.
"Astaga Key, gimana nanti nasib rumah tanggamu sedangkan calon suami saja tidak pernah menganggap kamu ada," ucap Keyna yang tersenyum miris melihat nasibnya saat ini.
Keyna pun masuk kedalam rumahnya dan mendapati rumahnya yang gelap gulita serta tidak ada siapa-siapa, hanya ada sebuah tulisan yang tertinggal di ruang tamu dan Keyna pun mengambil kertas tersebut dan langsung membacanya.
*Keyna, Papa sama Mama masih ada urusan jadi jaga rumah baik-baik ya, Kak Kelvin sama Kak Anggi juga ada urusan di rumahnya Kak Anggi, jadi kamu sendirian di rumah ya,*
"Huh, kok aku di suruh jaga rumah sih mana sendirian lagi," gumam Keyna.
Keyna menuju ke meja makan dan membuka kulkas, namun tidak ada bahan apapun disana dan hanya ada air mineral saja, "Astaga! Mama ino gimana sih anaknya ditinggal sendirian, tapi gak ada makanannya," ucap Keyna.
Keyna memutuskan akan pergi ke minimarket di dekat halte dengan berjalan kaki karena jaraknya yang cukup dekat.
Saat sampai di minimarket, Keyna langsung membeli beberapa bahan makanan dan cemilan yang akan ia makan saat di rumah nanti dan setelah itu, ia pergi menuju ke rumahnya.
Namun, saat ia akan pulang tiba-tiba langkahnya terhenti lantaran terdapat 2 jalan menuju ke rumahnya.
"Ini aku lewat mana ya kalau lurus terus jaraknya lumayan jauh jalannya terus kalau belok kiri deket, tapi kok gelap banget ya nanti kalau ada apa-apa gimana coba. Belok kiri aja deh yang lebih menghemat waktu biasanya juga aku lewat gak ada apa-apa," ucap Keyna.
Keyna terus berjalan menyusuri jalanan yang gelap hingga ia terhenti karena terdapat 3 pria berbadan besar yang menghadangnya.
"Mau apa kalian?" tanya Keyna dengan berjalan mundur.
"Santai dong sayang, kita ini cuma mau kenalan aja kok," ucap pria A, salah satu dari tiga pria tersebut.
"Kalian mau minta uang kalau begitu ini ambil semuanya, sekarang kalian pergi dari sini," ucap Keyna dan memberikan dompetnya dengan mengulurkan tangannya.
Namun, Keyna semakin takut karena tidak ada respon dari para pria tersebut.
__ADS_1
"Kita udah kaya, kita gak butuh uang, kita cuma butuh pemuas nafsu," ucap pria B.
"Gak! kalian pergi," ucap Keyna dan lari.
Namun, langkahnya terhenti lantaran salah satu pria tersebut berhasil meraih tangannya dan berusaha memeluk Keyna.
Keyna terus berusaha melepaskan dirinya dan saat berhasil Keyna langsung pergi, namun selalu saja ia gagal bahkan pria tersebut sampai mendorong Keyna hingga menatap tembok.
"Aw! sakit ... ," rintih Keyna yang merasakan sakit di punggungnya dan hal itu membuatnya tidak dapat bergerak karena akan terasa sakit saat ia bergerak.
Keyna tidak dapat melepaskan diri dari para preman tersebut ia sudah merasa pasrah dengan apa yang akan terjadi.
"Yes! akhirnya setelah sekian lama kita dapat juga mangsa yang sempurna, cantik mana mulus banget tubuhnya," ucap pria A dengan mengusap tangan Keyna.
"Ini mah paling bagus diantara semuanya, udah cantik seksi pula," ucap pria C.
"Setuju," ucap pria A.
Saat salah satu dari mereka yaitu pria B akan menyentuh paha Keyna tiba-tiba pria B menjerit kesakitan, "SAKIT!" teriak pria B.
Keyna hanya bisa membuka matanya dan melihat siapa yang menolongnya dan ternyata Devan lah yang menolongnya.
Setelah pria B, Devan lun langsung menghajar pria lainnya hingga akhirnya pria-pria yang sudah mengganggu calon istrinya itu sudah terkapar di tanah dengan darah segar yang mengalir.
"Apa kalian tau keluarga Erland?" tanya Devan pada pria B, dengan berbisik agar Keyna tidak mendengarnya.
"I-iya memangnya ada apa?" tanya pria tersebut.
"Kau tau apa yang akan dilakukan keluarga Erland, jika kau menggangu keluarganya?" tanya Devan.
Para pria tersebut pun gemetar bukan main hingga untuk berbicara pun susah, "Jika saya bertanya maka JAWAB!" ucap Devan dengan nada yang mulai meninggi.
Keyna yang mendengarnya pun terkejut namun ia tidak bisa bergerak sehingga ia hanya samar-samar melihat Devan dan para pria tersebut.
"I-itu akan dibunuh," ucap pria tersebut.
"Bagus kau paham jadi inilah saatnya kalian di bunuh," bisik Devan.
"Tapi kita tidak pernah mengganggu keluarga Erland," ucapnya.
"Oh, kalian tidak pernah mengganggu keluarga Erland, tapi kalian baru saja mengganggu perempuan tersebut, kalian tau siapa perempuan yang akan kalian lecehkan itu?" tanya Devan sambil menunjuk Keyna.
"Tidak," ucap para pria tersebut.
"Dia adalah calon istri dari putra keluarga Erland yang artinya dia adalah calon istri dari pewaris Marva grup," ucap Devan.
"Dia calon istri tuan Rad," ucap pria A.
"Ya, kau benar," ucap Devan.
Dalam dunia mafia, Devan tidak menggunakan nama Devan melainkan Rad dimana nama lengkapnya Devan yakni Devano Radya Erland.
"Tapi kita tidak tau," ucap pria tersebut.
"Saya tidak peduli, Mike urus mereka," ucap Devan.
"Baik Tuan," ucap Mike.
Ya, sejak tadi Mike memang berada di samping Devan bahkan saat Devan melawan para pria yang berhasil membuatnya marah.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.