
Hari ini merupakan hari yang paling penting dalam kehidupan Keyna karena hari ini ia akan menjadi seorang istri dari seorang pria yang hanya ia temui beberapa kali, "Key, kamu pasti bisa. Semangat! gak ada masalah kok kamu pasti akan menyukai dia dengan sendirinya," gumam Keyna.
"Siap sayang," ucap Papa Erwin.
"Pa, Keyna gugup banget," ucap Keyna.
"Kamu gak usah gugup Key, kan ada Papa disini oke," ucap Papa Erwin untuk meyakinkan Keyna yang sangat kentara jika ia sangat gugup saat ini.
"Iya, Pa," ucap Keyna lalu menggandeng lengan Papa Erwin.
Keyna dan Papa Erwin pun berjalan di altar pernikahan menghampiri Devan dan pendeta, sesampainya disana Keyna dan Devan mengucap janji pernikahan.
Setelah acara yang begitu khidmat akhirnya mereka pun dinyatakan sebagai suami istri, setelah pemberkatan Devan pun mengecup singkat bibir sang istri, "Kamu terlihat cantik hari ini," bisik Devan yang membuat pipi Keyna bersemu merah.
"Dengan ini kalian telah menjadi suami istri yang sah dimata Tuhan dan juga negara," ucap pendeta.
Setelah acara pemberkatan Keyna dan Devan memutuskan untuk kembali ke tempat penginapan karena nanti malam mereka akan melaksanakan resepsi, sesampainya di kamar, Keyna bersiap untuk merebahkan tubuhnya. Namun, baru saja ia akan menuju ranjangnya Devan terlebih dahulu tidur di ranjang tersebut dengan hanya menggunakan celana pendek dan kaos lengan pendek yang memperlihatkan ototnya lengannya.
"Em kamu mau aku buatin sesuatu?" tanya Keyna.
"Aku gak mau apa-apa mending kamu diem aja," ucap Devan.
Keyna pun menuju ke ranjang dan tidur di sebelah Devan tentunya Keyna sudah menghapus makeup nya dan mengganti gaunnya dengan baju tidur lalu mereka berdua pun tidur bersama.
Tanpa mereka sadari, hari pun beranjak sore dan waktunya Keyna untuk di rias karena pesta resepsi akan segera dilaksanakan.
Handphone Keyna terus berdering dan membuat tidur Keyna terganggu, lalu ia membuka matanya dan mengambil ponselnya, "Halo Ma, kenapa?" tanya Keyna.
"Kamu nih pakai tanya lagi kenapa, sekarang kamu siap-siap penata riasnya udah nyampe, tapi karena kamu sama Devan masih di kamar jadi ini semua nunggu kalian berdua karena semua orang takut ganggu kamu sama Devan," ucap Mama Bella.
"Yaudah kalau gitu Keyna siap-siap dulu," ucap Keyna lalu memutuskan panggilan tersebut.
Saat Keyna akan bangun, ia merasakan sesuatu di perutnya lalu Keyna pun melihat ke arah perutnya yang ternyata terdapat tangan kekar milik suaminya yaitu Devan.
Secara perlahan Keyna pun menyingkirkan tangan Devan dari perutnya dan menuju ke kamar mandi setelah itu Keyna menghampiri Devan tentunya untuk membangunkan sang suami.
"Dev, bangun ini udah sore penata riasnya mau kesini," ucap Keyna, namun tidak ada jawaban dari Devan.
"Huh Devan," panggil Keyna dengan menggoyangkan badan kekar Devan.
"Heunghh iya iya," gumam Devan lalu ia pun bangun dan berjalan menuju kamar mandi.
Namun, yang membuat Keyna terkejut adalah saat Devan tiba-tiba saja melepaskan bajunya dan menyisakan celananya saja hingga terlihatlah tubuh kekar miliknya.
Tanpa Devan sadari, Keyna melihat apa yang dilakukan Devan hingga membuat pipi Keyna bersemu merah, 'Astaga Devan, ya kali lepas bajunya di depanku,' ucap Keyna dalam hati sambil menyentuh pipinya lalu mengambil kaos milik Devan yang ada di lantai.
Beberapa saat kemudian, Devan pun selesai membersihkan tubuhnya dan keluar hanya mengenakan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya, Keyna yang mengambilkan baju untuk Devan pun terkejut saat melihat Devan bahkan Keyna sampai teriak karena terlalu terkejut saat Devan berada di belakangnya, "Aaaa Devan!" teriak Keyna.
"Apaan sih gitu aja pake teriak lagian kan kamu itu udah jadi istriku dan aku ini suami kamu," ucap Devan lalu mengambil bajunya yang berada di tangan Keyna dan memakainya di kamar mandi.
__ADS_1
'Suami, kenapa aku jadi deg-degan gini sih,' ucap Keyna dalam hati.
Sementara itu, Lea masih memikirkan kejadian yang baru saja terjadi pun lagi-lagi tersipu malu, "Sumpah ya Devan ini udah dua kali dia seenaknya aja gitu, sabar Key, lagian Devan juga suami kamu, jadi gak masalah kok," gumam Keyna.
Penata rias pun masuk kedalam kamar Keyna, "Nona Keyna," panggil penata rias tersebut.
"Oh iya," ucap Keyna.
Lalu penata rias tersebut mulai mengaplikasikan beberapa jenis makeup pada wajah Keyna, Devan yang selesai pun keluar dengan menggunakan kemejanya "Tuan," sapa penata rias tersebut.
Tak lupa saat menatap Devan, penata rias tersebut juga tersenyum karena melihat Devan yang begitu tampan saat menggunakan kemeja putih.
Bukannya merespon Devan justru keluar dari kamar tersebut, "Nona, suami Nona Keyna sangat tampan ya," ucap penata rias tersebut.
"Oh ehm i-iya...," ucap Keyna.
"Eva Nona," ucap penata rias tersebut yang bernama Eva.
"Iya, Eva," ucap Keyna.
Kurang lebih satu jam akhirnya Keyna siap dengan make-up dan juga gaunnya, "Nona Keyna, sangat cantik tidak salah jika tuan Devan suka," ucap Eva.
"Terima kasih ya, semua ini juga kan karena kalian yang udah buat aku jadi kayak gini," ucap Keyna.
"Itu sudah tugas kami Nona, kalau begitu kami pergi dulu ya," pamit Eva dan beberapa pegawainya.
"Mama kok sedih gitu sih, kan Keyna jadi ikut sedih," ucap Keyna.
"Eh kamu jangan sedih dong, ini tuh hari spesial kamu, Mama cuma gak nyangka aja akhirnya kamu nikah juga padahal dari dulu kamu selalu gak mau kalau Mama atur kencan butanya bahan kamu sampai nyusun rencana buat batalin kencan itu, eh sekarang kamu malah udah jadi istri orang aja, hiks ... hiks ... ," ucap Mama Bella yang mulai menangis.
Sebenarnya Mama Bella sudah menangis sejak tadi sebelum pemberkatan, tapi tidak menunjukkan pada Keyna bahan Keyna tau jika Mama Bella menangis dari Kak Anggi.
"Mama jangan nangis dong liat nih Keyna jadi ikutan nangis padahal Keyna udah makeup-an loh," ucap Keyna.
"Iya Ma, nanti makeup-nya Keyna luntur lagi," ucap Kakak Anggi.
"Iya iya, Mama cuma seneng aja gitu, udah sekarang kita ke Devan dia lagi bareng Kak Kelvin sama Papa," ucap Mama Bella dan diangguki Keyna.
Keyna keluar kamar dan menghampiri Devan yang sedang berbicara dengan Kak Kelvin dan juga Papa Erwin, "Wah ini Adik Kakak tercinta kan," ucap Kak Kelvin sambil menggendong Kenzie.
"Ya iyalah Kak, emangnya Kakak pikir siapa?" tanya Keyna.
"Gak mikir siapa-siapa sih, tapi kok kamu bisa cantik kayak gini sih Key. Padahal setau Kakak nih ya kamu itu dekil gitu deh," ucap Kak Kelvin yang mendapat pukulan pada bagian lengannya.
"Aw sakit sayang," ucap Kak Kelvin.
"Adik kamu tuh hari ini udah jadi istri orang, tapi kamu ini masih aja suka ngeledekin, Adik kamu udah cantik dari dulu kamu nya aja yang gak pernah liat," ucap Kak Anggi.
"Yeeeeeek," ejek Keyna.
__ADS_1
"Udah deh, kalian berdua ini selalu aja berantem. Sekarang kalian siap-siap ini Mama, Papa sama Kakak kamu mau ke ruang resepsi dulu ya," ucap Mama Bella lalu pergi.
Saat ini di tempat tersebut hanya ada Keyna dan juga Devan yang bersiap untuk masuk kedalam ruang resepsi, "Ini baju yang dipilih Mama?" tanya Devan.
"Iya kenapa memang? kamu gak suka ya?" tanya Keyna.
"Enggak, bukan itu," ucap Devan.
"Aku awalnya milih gaun yang pertama tapi Mama keliatan sedih banget pas aku nolak gaun ini ya jadinya pakai gaun ini deh," ucap Keyna dengan membenarkan gaunnya karena gaun tersebut memperlihatkan kaki mulusnya.
Disisi lain, Devan merasa gugup setelah kedatangan Keyna lantaran gaun yang digunakan Keyna begitu terbuka hingga memperlihatkan kaki mulusnya, 'Mama nih ya kenapa harus pilih gaun yang kekurangan bahan kayak gini sih kayak gak ada gaun lain aja,' ucap Devan dalam hati.
Meskipun begitu Devan tetap mempertahankan sikap dinginnya sehingga Keyna tidak menyadari jika Devan saat ini sedang gugup berada di dekatnya.
Keyna dan Devan pun masuk kedalam ruangan pesta, banyak pasang mata yang terpana melihat begitu tampan dan cantiknya mereka berdua, Keyna dan Devan berjalan menuju singgasana yang telah disiapkan untuk mereka dan setelah itu para undangan mulai berdatang ke arah mereka berdua untuk mengucapkan selamat.
"Keyna! selamat ya," ucap Celine lalu memeluk Keyna.
"Makasih ya kamu udah dateng," ucap Keyna.
"Iyalah aku dateng kalau aja calon suami kamu ini eh maksudnya suami kamu waktu itu gak ngasih kamu kartu saat kita di mall mana mungkin aku tau kalau kamu bakal nikah,' ucap Celine.
"Hehehe, tapi kan sekarang kamu udah tau kalau aku udah nikah. Tapi, aku mohon ya sama kamu jangan bilang ke yang lain loh, sampai ada yang tau berarti kamu yang bilang," ucap Keyna.
"Iya, Keyna. Aku bakal tutup mulut serapat-rapatnya biar gak bilang ke yang lain, ngomong-ngomong kamu udah kasih tau semuanya ke Kikan?" tanya Celine.
"Belum, aku bener-bener gak berani bilang ke Kikan. Aku takut kayak dulu lagi," ucap Keyna.
"Aku juga bingung Key, tapi untuk saat ini kayaknya emang kamu bener harus nutupin semuanya dulu dari Kikan," ucap Celine dan diangguki Keyna.
"Kayaknya kamu harus kasih tau nanti deh kalau Kikan udah mendingan," ucap Celine.
"Iya, Lin," ucap Keyna.
"Oh iya sekali lagi selamat ya btw suami kamu ganteng banget Key," ucap Celine.
"Apaan sih kamu ini pada gak jelas deh," ucap Keyna yang merasa malu dengan ucapan Celine.
"Hahahaha gitu aja malu sih Key, yaudah aku makan dulu ya laper banget nih," ucap Celine.
"Yaudah sana," ucap Keyna lalu Celine pun pergi.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1