Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Tuan, Tolong Kami


__ADS_3

"Maafkan saya Tuan, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan Baim," ucap Nando.


Ya, pria yang berada di penjara itu adalah Nando, salah satu orang yang menyekap Keyna, Kikan dan Celine di gudang.


"Hem, aku sangat benci mendengar suaramu, oh atau kau ingin seperti dua temanmu yang sudah berada di neraka," ucap Devan.


"Tidak Tuan, Tuan, saya minta ampun, saya mengaku salah, saya tidak akan melakukan hal itu lagi, saya akan melakukan apapun yang anda perintahkan, tapi tolong jangan bunuh saya," ucap Nando.


Dua teman Nando yakni Bobby dan Dirga sudah meninggal di bunuh oleh anak buah Devan sebelumnya karena mereka menjelekkan Devan, mereka pun membunuh dua pria tersebut atas perintah Devan tentunya.


Ingat, Devan bukan orang yang mudah memaafkan, apalagi karena mereka berdua menjelekkannya, maka Devan pun menyuruh anak buahnya untuk membunuh seluruh keluarga Bobby dan Dirga yang tidak tau apa-apa masalah ini.


Maka dari itu disinilah Nando sendirian karena kedua temannya sudah merenggang nyawa terlebih dahulu.


"Aku tidak akan membunuhmu untuk saat ini karena aku sedang malas, tapi kita lihat saja nanti,"ucap Devan.


Devan pun melangkah kearah Miss Kelly yang saat ini tengah terlelap.


"Bangun," ucap Devan dengan menendang pintu besi yang ada disana.


Miss Kelly pun bangun dengan keadaan mata merah, terlihat jelas jika Miss Kelly telah menangis karena matanya begitu sembab bahkan masih tersisa air mata di wajahnya.


"Presdir Devan, tolong keluarkan saya dari sini, saya janji saya akan memperbaiki semua kesalahan saya," lirih Miss Kelly.


"Bodoh," ucap Devan.


"Kau lihat tahanan nomor 1 itu, dia bahkan lebih lama darimu dan dia tidak cerewet seperti dirimu, kau itu harusnya mencontoh dia," ucap Devan dengan menunjuk tahanan nomor 1 yang menatap tajam kearah Devan.


Saat Devan mengunjungi markas, tahanan nomor 1 tersebut selalu menatap tajam kearah Devan, tapi Devan hiraukan.


Setelah melihat Miss Kelly, Devan pun menuju tahanan yang menatap tajam dirinya, ya, dia adalah tahanan nomor 1.


"Halo, bagaimana kabarmu? apa ada yang sakit?" hem sepertinya kau baik-baik saja sih," tanya Devan yang menyetarakan tubuhnya dengan tahanan tersebut.


"Kau selalu tidak menjawab pertanyaanku dan itu menyakitiku, tapi ya sudahlah, aku juga tidak memaksamu. Aku hanya ingin memberitahumu tadi aku bertemu dengan William, ya, kau ingat William bukan, teman satu angkatan di kampus dulu, dia yang memukulku sampai tidak sadarkan diri dan kau tahu kenapa dia melakukan itu. Dia melakukan itu gara-gara Lita atau siapa lah itu aku lupa, kalau gak salah cewek yang mengirimkan surat cinta, dasar William bodoh, mana mau seorang Devan dengan cewek rendahan seperti dia," ucap Devan panjang lebar dan tahanan tersebut tidak merespon apa yang Devan bicarakan.


"Kau tahu, aku akan membawakanmu teman yang sangat kau rindukan, tapi entah kapan itu yang jelas dalam bulan ini dia harus ada bersamamu," lanjut Devan lalu melangkah pergi dari penjara bawah tanahnya.


"Mike, beri wanita itu 5 kali LSD dalam sehari," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike.

__ADS_1


'Tuan Devan ini sepertinya memang ingin wanita itu cepat gila,' uacp Mike dalam hati.


Devan pun kembali mengendarai mobilnya menuju mansion nya, baru saja sampai ia kembali melihat orang-orang yang tadi ada di markas mencari Dion berada di depan mansion nya.


"Huh, kalian lagi, ada apa sih dengan kalian ini?" tanya Devan yang mulai kesal karena 3 orang tersebut.


"Tuan, tolong kami," ucap salah satu dari mereka.


"Maksudnya?" tanya Devan.


"Tuan, kami sudah tidak memiliki pekerjaan lagi, tolong pekerjakan kami, kami janji, kami akan setia pada Tuan, Tuan Dion sudah tidak ada jadi tidak ada yang menggaji kami lagi. Sedangkan kami memiliki anak dan istri serta orangtua yang harus dikasih makan Tuan, Tuan tolong kami, kami tidak tahu lagi harus meminta tolong pada siapa kalau bukan pada Tuan Devan," ucapnya.


"Aku bukan penolong jadi kalian tidak bisa meminta tolong padaku, lebih baik kalian pergi dari mansion ku," ucap Devan.


"Ada apa ini?" tanya Keyna yang baru saja datang dengan memakai baju tidur berjenis Nightgown berwarna putih.


Devan yang melihat Keyna hanya menggunakan Nightgown pun terkejut bukan main, Devan tidak habis pikir dengan istrinya itu, Keyna memang biasanya menggunakan Nightgown saat dikamar, tapi ini Keyna keluar mansion harusnya ia melapisinya dengan jaket atau baju yang lebih panjang lainnya.


Devan pun melihat ketiga pria tadi yang ternyata sedang melihat Keyna, dengan cepat Devan memeluk Keyna hingga ketiga pria itu menatap punggung tegap Devan.


"Kalian pergi saja, sudah kukatakan aku tidak bisa menolong kalian," ucap Devan.


"Memangnya mereka meminta bantuan apa?" tanya Keyna yang masih berada di pelukan Devan.


"Nyonya, tolong kami, kami tidak memiliki pekerjaan, kami harus mencukupi kebutuhan keluarga kami," ucapnya.


"Bukannya kau membutuhkan tukang untuk kebun belakang, Dev," ucap Keyna.


"Untuk masalah itu biarkan Dennis yang mengurusnya," ucap Devan lalu melepaskan pelukan tersebut dan menggenggam erat tangan Keyna untuk masuk kedalam mansion, tapi langkah mereka terhenti lantaran salah satu dari 3 pria itu memegang pundak Keyna yang terbuka itu.


"Nyonya, tolong kami, kami tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa lagi kalau bukan kepada Tuan Devan, kami bisa merawat kebun, kami tidak masalah walaupun hanya menjadi tukang kebun, kami sangat bersyukur karena Tuan dan Nyonya mau memberikan kami pekerjaan," ucap salah satu orang tersebut yang masih memegang pundak Keyna.


"****! jangan pegang-pegang, kau membuat istriku kotor karena tangan kotor mu itu," ucap Devan.


"Devan," peringat Keyna.


"Kenapa? memang benarkan, sudahlah kalian pergi saja, kalian tidak akan mendapatkan apapun disini," usir Devan.


"Devan, sudahlah biarkan mereka yang merawat kebun lagian aku percaya kok sama mereka," ucap Keyna.


"Apa-apaan kau ini, tidak aku tidak setuju mereka bekerja disini, mereka itu anak buah dari musuhku jadi aku tidak akan pernah memperbolehkan mereka bekerja disini," ucap Devan.

__ADS_1


"Tapi, Tuan Dion sudah tidak ada, kami dulu hanya melakukan apa yang disuruh Tuan Dion. Tapi, saat kami bekerja dengan Tuan Devan, kami janji, kami akan setia dan selalu melindungi Tuan dan Nyonya," ucap salah satu dari mereka bertiga.


"Tidak ya tidak," ucap Devan.


"Dev, biarkan sajalah, aku yang akan mengawasi mereka ya," pinta Keyna.


Devan menatap tajam kearah Keyna, "Kau tuli atau bagaimana aku bilang tidak ya tidak," ucap Devan.


"Kenapa sih, biarkan sajalah, kasihan mereka, mereka juga meminta tolong dengan sopan dan juga keluarga mereka pasti kesulitan dalam hal ekonomi sampai mereka rela bekerja apapun asal mendapatkan uang, kalau kamu tidak mau mereka bekerja dan menggaji mereka yaudah biar aku yang gaji mereka," ucap Keyna yang mulai emosi.


"Terserah mu, lakukan sesukamu jangan libatkan aku dalam hal ini," ucap Devan lalu pergi meninggalkan Keyna dan tiga pria tersebut.


Namun sebelum pergi Devan memberikan jas yang ia kenakan pada Keyna agar tubuhnya tertutup.


"Kalian bisa bekerja disini, tapi merawat kebun apa gapapa?" tanya Keyna.


"Sangat tidak apa-apa Nyonya, terima kasih sudah memberikan kami pekerjaan," ucapnya.


"Iya, kalian bisa bekerja mulai besok, besok akan ada yang menjelaskan pekerjaan kalian," ucap Keyna.


"Baik nyonya, terima kasih," ucap mereka dan diangguki Keyna.


"Kalian pulang aja, udah malam juga," ucap Keyna.


Akhirnya mereka bertiga pun pergi dan Keyna masuk kedalam mansion, saat masuk kedalam mansion, Keyna dapat melihat Devan yang duduk di sofa yang ada di ruang tamu, Devan menatap tajam Keyna.


"Kenapa?" tanya Keyna yang duduk di sofa yang ada di sebelah Devan.


"Kau memberikan mereka pekerjaan?" tanya Devan dan diangguki Keyna dengan semangat.


"Ingat! kau yang berurusan dengan mereka, aku tidak ingin terlibat apapun dan satu lagi, kalau mereka melakukan kesalahan satu kali saja, aku yang akan langsung memecat mereka dan menghukum mereka," ucap Devan lalu pergi meninggalkan Keyna.


"Astaga, Devan, kenapa jahat banget sih jadi orang?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2