
Pagi harinya, Keyna terbangun dan tiba-tiba saja ia ingin jalan-jalan pagi karena memang toko bunga hari ini tutup sehingga Keyna dapat bangun sesuai keinginannya begitupun dengan Kikan yang masih terlelap di kasur lainnya.Ya, Keyna dan Kikan memang satu kamar hanya saja kasur mereka berbeda.
"Kan," panggil Keyna dan tidak ada jawaban dari Kikan.
"Ish, Kikan mah," ucap Keyna dengan kesal.
"Kikan bangun, ayo jalan-jalan keliling taman!" teriak Keyna.
"Males Key, aku ngantuk banget," ucap Kikan dan kembali terlelap.
Keyna yang kesal pun langsung turun dari kasur Kikan, "Ish, kesel banget deh aku. Aku itu pengen banget keliling taman, kalau sendirian kan aku takut mana di sana banyak laki-laki yang gak ada kerjaan lagi, kalau ada Kikan kan enak dia yang bakal marahin laki-laki itu kayak biasanya," gumam Keyna dengan sedih dan akhirnya ia pun memutuskan untuk keluar kamar.
Saya Keyna keluar dari kamar, ia dikejutkan dengan keberadaan Devan yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan keadaan wajah yang segar dan ia tengah merapikan kemejanya.
"De-devan," panggil Keyna dengan gugup karena Devan terlihat tampan hanya karena Devan menggunakan kemeja dengan lengan yang di gelung.
"Ayo," ajak Devan.
"Ayo? ayo kemana?" tanya Keyna.
"Katanya tadi mau jalan-jalan, yaudah ayo," ucap Devan.
"Oh itu, aku jalan-jalan sama Kikan aja," ucap Keyna.
"Tapi, dia gak mau kan tadi. Yaudah kalau gitu jalan-jalannya sama aku aja," ucap Devan.
"Eh, gak usah. Aku jalan-jalan sendirian aja, aku juga udah terbiasa jalan-jalan sekeliling taman sendirian," ucap Keyna.
"Keyna pun akhirnya ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan setelah itu, ia memilih untuk keluar dari apartemen tersebut.
Tapi, saat akan keluar tiba-tiba tangan Keyna di tahan oleh Devan dan Devan pun langsung memeluk Keyna, "Aku gak akan biarkan kamu pergi sendiri. Aku akan temani kamu," ucap Devan dan menggenggam tangan Keyna untuk keluar dari apartemen.
"Tunggu dulu," ucap Keyna.
"Kenapa?" tanya Devan.
"Kamu mau keluar pake itu?" tanya Keyna dan menunjuk kemeja Devan yang basah.
"Iya, aku sudah bilang Mike untuk membawakan pakaianku, tapi dia belum datang. Jadi gapapa pake ini aja," ucap Devan.
'Enak aja, ini cuma aku yang boleh lihat ya,' ucap Keyna dalam hati.
"Sebentar," ucap Keyna lalu ia masuk ke dalam kamar.
Beberapa saat kemudian, Keyna lun keluar kamar dengan membawa sebuah kaos pria, "Pake ini aja," ucap Keyna.
__ADS_1
Devan pun menatap tajam Keyna, "Ini pakaian siapa? kenapa ada kaos cowok di sini?" tanya Devan dengan nada datarnya.
Keyna yang melihat hal itupun merasakan takut, Keyna juga merasa jika ruang tamu apartemen milik Kikan itu berubah menjadi terasa mencekam.
"I-ini pakaiannya William, pacarnya Kikan," ucap Keyna dengan gugup.
"William? dia tahu kalau kamu ada di sini?" tanya Devan yang masih terlihat marah.
"I-iya," jawab Keyna.
"Sialan, jadi dia tahu kau kamu ada di sini dan dia gak ngasih tahu aku. Padahal aku pernah tanya dia soal keberadaan kamu dan dia bilang gak tahu, dia harus di kasih pelajaran," ucap Devan.
"Jangan, William gak salah apa-apa. Tapi, emang aku yang pernah bilang ke dia untuk merahasiakannya," ucap Keyna yang masih takut pada Devan.
Devan sendiri yang melihat Keyna ketakutan pun mulai meredakan amarahnya, "Maaf, aku gak bermaksud marah tadi. Aku hanya kesal pada William, tapi sumpah aku gak marah ke kamu kok," ucap Devan dan berharap Keyna percaya padanya.
"I-iya," jawab Keyna.
"Yaudah, lupakan saja itu," ucap Devan.
Setelah itu, Devan pun segera mengambil kaos yang ada di tangan Keyna dan memakainya tepat di hadapan Keyna.
Hal itu tentunya membuat Keyna terkejut dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Selesai memakai kaos, Devan pun melihat Keyna yang masih menutup wajahnya dengan tangannya. Devan cepat Devan pun menarik tangan tersebut agar tidak menghalangi wajah cantik sang istri.
"Apaan sih gak jelas deh," ucap Keyna.
Setelah mengatakan itu, Keyna langsung pergi karena ia benar-benar malu mendengar apa yang dikatakan Devan tadi. Keyna juga takut, Devan tahu jika ia saat ini tengah malu-malu bahkan wajahnya terasa panas karena ulah Devan tadi.
Mereka berdua saat ini berada di taman apartemen, "Keyna," panggil seorang pria.
Keyna yang melihat pria tersebut pun terkejut dan ia langsung bersembunyi di belakang tubuh tegap sang suami.
"Anda siapa ya?" tanya Devan dengan tatapan tajam pada pria di hadapannya.
"Keyna belum kasih tahu ya, kenalin saya Surya calon suaminya Keyna dan calon Ayah dari anak yang dikandung Keyna," ucap Surya.
Devan yang mendengar itu tentu saja tidak terima, enak saja pria tersebut mengaku sebagai calon suami dan calon Ayah dari anaknya.
Devan yang memang tidak dapat mengontrol emosinya pun langsung marah, ia menarik kerah kemeja Surya.
"Apa kau bilang, kau calon suami dan calon Ayah dari anak yang dikandung Keyna?" tanya Devan dengan penekanan di setiap katanya.
"Iya, lo siapa ya? jangan ikut campur hubungan gue Sam Keyna," tanya Surya.
__ADS_1
"Devano Radya Erland," ucap Devan.
"Siapa itu?" tanya Surya.
"Lo cari aja dan yang mau gue tekankan ke lo kalau Keyna itu adalah istri gue dan anak yang dikandung Keyna itu anak gue," ucap Devan dan mendorong Surya hingga Surya terjatuh di tanah.
Devan pun menggenggam lembut tangan Keyna dan mengajak sang istri pergi dari tempat tersebut dan mencari tempat lain agar tidak diganggu oleh Surya.
Devan pun menemani Keyna jalan-jalan keliling taman, Devan terus memperingatkan Keyna agar pelan-pelan karena ia saat ini tidak sendiri apalagi waktu persalinan sebentar lagi.
Saat ini mereka berdua sudah berada di kursi yang ada di taman tersebut, "Mau apa?" tanya Devan.
"Gak mau apa-apa," ucap Keyna.
"Mau pulang?" tanya Devan.
"Gak mau," ucap Keyna.
"Yaudah kalau begitu berhenti dulu ya," ucap Devan dan diangguki Keyna.
"Hem, tapi kayaknya jus jambu enak deh," ucap Keyna dan memperhatikan penjual jus.
"Bentar ya, aku beliin dulu," ucap Devan.
Belum sempat Keyna menjawab perkataan Devan, Devan sudah pergi terlebih dahulu dan akhirnya Keyna tidak bisa menghentikan Devan.
"Cewek," panggil seorang remaja pria.
Keyna yang tahu jika mereka adalah remaja-remaja iseng yang memang ada di taman ini pun hanya diam tidak merespon sama sekali.
"Ish, diem aja nih cewek. Boleh kali di gilir pasti rasanya beda deh mana lagi hamil pula," goda remaja pria tersebut.
Dengan beraninya remaja pria tersebut menyentuh lengan Keyna meskipun hanya mencolek, tapi tetap saja Keyna tidak terima.
"Jangan pegang-pegang," ucap Keyna dengan jutek.
"Jangan galak-galak Kak, nanti ditinggalin pasangannya loh," ucap remaja pria tersebut.
"Udah dibilangin juga, jangan pegang-pegang tahu gak," Keyna yang marah karena remaja pria tersebut dengan lancang mencolek lengannya.
Namun, bukannya berhenti. Para remaja pria tersebut justru semakin gencar menggoda Keyna, saat Keyna akan memarahi mereka tiba-tiba saja para remaja pria tersebut jatuh terkapar di tanah dengan luka yang ada di bibir mereka dan wajah mereka.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.