
Disisi lain, Keyna saat ini berada di mansion, padahal hari ini Keyna ada janji untuk pergi dengan Celine, "Nyonya makan ya, dari tadi pagi Nyonya belum makan," pinta Bi Nani.
Keyna hanya diam dan tidak merespon Bi Nani, Keyna sedari tadi hanya meratapi nasibnya yang terkurung didalam mansion. Ya, hari ini Devan memerintahkan Keyna untuk tidak keluar dari mansion hanya karena Keyna memeluk Dennis.
# Flashback On #
Selesai bersiap-siap, Keyna membangunkan Devan yang sedang tertidur, "Ini aku bangunin Devan gak ya, tapi nanti kalau dia marah kayak dulu gimana, ah bodoh amat aku bangunin aja, takutnya dia malah telat lagi," gumam Keyna.
Keyna pun membangunkan Devan, "Dev, bangun, udah pagi loh, kamu hampir telat ini," ucap Keyna dan untungnya Devan tidak marah, justru Devan menatap intens Keyna.
"Ke-kenapa?" tanya Keyna.
Devan menarik Keyna hingga berada diatasnya dan memeluk erat Keyna, "Dev, ayo bangun nanti kamu telat loh," ucap Keyna.
"Hem," jawab Devan.
Keyna pun akhirnya mendongak untuk melihat Devan, tapi Devan malah memejamkan matanya dan melanjutkan tidurnya.
"Dev, ayo bangun, kok malah tidur lagi sih," ucap Keyna dengan menggoyangkan lengan Devan.
Akhirnya Devan membuka matanya dan menatap intens ke arah Keyna, Keyna sendiri kembali gugup dengan tatapan Devan, "A-ada apa?" tanya Keyna.
"Kenapa kamu gugup?" tanya Devan.
"A-aku gugup, hahaha gak lah siapa juga yang gu-gugup, kamu kali yang gugup," ucap Keyna.
"Apa kamu nyaman berada di atas ku?" tanya Devan.
"A-aku, ya gak lah kan kamu yang narik aku gimana sih," ucap Keyna dan Devan pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu kenapa kamu masih ada di atas ku kalau kamu gak nyaman?" tanya Devan.
"Ya kan kamu yang meluk aku erat banget mana bisa aku berdiri," ucap Keyna.
"Udah daritadi aku lepasin, tapi kamu masih ada di atas ku, makanya aku tadi tanya apa kamu nyaman ada di atas ku," ucap Devan.
Keyna pun langsung berdiri dan benar saja Devan sudah melepaskan pelukannya, 'malu' itulah yang Keyna hadapi saat ini.
"Kamu mandi dulu udah aku siapin semuanya," ucap Keyna lalu keluar dari kamar dan menuju meja makan.
"Selamat pagi, Nyonya," sapa Ganish.
__ADS_1
"Selamat pagi juga, Ganish. Oh iya gimana kabar kamu, Nish?" tanya Keyna.
"Baik, Nyonya," ucap Ganish.
Cukup lama Keyna menunggu Devan dan saat Keyna memutuskan akan kembali ke kamar untuk memanggil Devan, namun baru saja akan beranjak pergi, baju yang dikenakan Keyna terjepit di sela-sela kursi dan membuat Keyna tidak seimbang hingga hampir jatuh ke lantai, tapi Dennis terlebih dahulu membantu Keyna.
Pada saat Dennis membantu Keyna, Devan turun dari tangga dan melihatnya, namun posisi Dennis jika dilihat dari tangga maka akan terlihat seperti memeluk Keyna bahkan wajah mereka seolah bersentuhan.
Padahal Keyna hanya memegang lengan baju Dennis bahkan kulit mereka tidak bersentuhan dan juga posisi mereka cukup jauh.
"Kalian kalau mau pacaran jangan disini mengganggu saja," ucap Devan.
"Dev-Devan," Keyna gugup melihat Devan yang baru saja turun dan seperti salah paham dengan situasi yang baru saja terjadi.
"Dev, tadi itu kamu salah paham, aku sama Dennis gak ngapa-ngapain, tadi aku cuma mau jatuh terus Dennis bantuin aku," ucap Keyna.
Devan hanya diam dan tidak merespon Keyna, hingga selesai sarapan Devan yang beranjak pergi pun terkejut karena tiba-tiba Keyna memeluknya dari belakang.
"Aku berani bersumpah kalau aku sama Dennis gak ngapa-ngapain, kita gak seperti yang kamu pikirkan, tadi itu aku beneran mau jatuh, tapi untung ada Dennis," ucap Keyna.
"Kalau kamu mau dipeluk sama banyak cowok bilang nanti biar aku pesankan, tapi jangan dengan anak buahku, karena kamu akan terlihat sangat menjijikan," bisik Devan yang hanya dapat didengar oleh mereka berdua.
"Dev," panggil lirih Keyna.
"Ck, jangan biarkan Keyna pergi dari mansion, kurung dia sampai aku perintahkan kalian untuk membiarkannya pergi," ucap Keyna.
"Maksud kamu apa? kamu ngurung aku, gak ya, aku gak mau kamu kurung, aku ada janji sama Celine," ucap Keyna.
"Janji sama Celine atau sama cowok lain yang nyaman buat dipeluk," bisik Devan.
"Dev, kamu percaya sama aku, aku gak mungkin kayak gitu," ucap Keyna.
"Awas kalau sampai aku lihat Keyna keluar dari mansion, kalian akan tau akibatnya dan Dennis lakukan hukumanmu seperti biasanya," ucap Devan.
"Baik, Tuan," ucap Dennis.
Keyna yang mendengar Dennis dihukum pun terkejut, "Dev, kenapa harus pake hukuman segala sih? tadi itu Dennis cuma bantuin aku, jangan hukum dia kasihan Dennis gak salah apapun masa di hukum. Aku yang ceroboh tadi, lebih baik kamu hukum aku aja," ucap Keyna.
"Wah, demi Dennis kamu sampai mau menggantikan Dennis, hebat sekali," ucap Devan yang terlihat merendahkan perkataan Keyna.
Setelah mengatakan itu, Devan lalu pergi dari mansion tersebut menuju kantornya dan Keyna sampai saat ini tidak tau jika Devan yang mengambil alih First entertainment.
__ADS_1
Setelah Devan pergi, Keyna pun menghampiri Dennis, "Dennis maafkan aku gara-gara aku, kamu jadi dihukum padahal kamu gak salah sama sekali, niat kamu baik cuma mau bantu aku," ucap Keyna yang merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, Nyonya, ini memang kesalahan saya, saya tadi kurang berhati-hati dalam bersikap," ucap Dennis.
"Tapi, tetap saja kamu tadi sudah membantuku, aku minta maaf dan terima kasih," ucap Keyna dan diangguki Dennis.
Keyna mengatakan itu karena ia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi untuk Dennis bahkan untuknya juga.
"Kalau aku boleh tau apa hukumanmu?" tanya Keyna.
"Bukan apa-apa Nyonya, hukuman saya ringan jadi Nyonya tidak perlu merasa bersalah," ucap Dennis.
"Benarkah?" tanya Keyna dan kembali diangguki Dennis.
"Kalau begitu, saya permisi Nyonya," ucap Dennis lalu pergi.
Keyna berjalan menuju pintu, ia tetap ingin keluar karena ia sudah berjanji dengan Celine, tidak mungkin Keyna membatalkannya.
Baru saja ia akan membuka pintu para pelayan dan pengawal menghadangnya, "Maaf Nyonya, kami tidak berani untuk melawan perintah Tuan Devan, jadi untuk hari ini Nyonya tidak boleh meninggalkan mansion," ucap salah satu pengawal.
"Tapi aku ada janji dengan sahabatku, tidak mungkin kan aku membatalkannya," ucap Keyna.
"Sekali lagi maaf Nyonya, kami tidak bisa berbuat apa, kecuali menjalankan perintah dari Tuan Devan," ucapnya.
Keyna pun berjalan menuju kamarnya dengan menghentakkan kakinya karena merasa kesal dan sesampainya di kamar, Keyna segera menghubungi Celine dan mengatakan jika hari ini ia tidak jadi pergi dengan Celine dan alasannya karena sakit, Celine berkata dia ingin menjenguk Keyna, tapi Keyna menolaknya hingga Celine berkata jika ada pekerjaan mendadak dan tentunya Keyna senang mendengarnya.
Keyna sangat bosan berada di kamar, tiba-tiba rasa kesal itu datang jika mengingat perkataan Devan dan tanpa sadar Keyna meneteskan air mata, "Apa aku murahan ya di mata Devan? hiks hiks, apa karena aku sering kencan dengan banyak orang, tapi kan itu karena Mama, hiks hiks, kenapa sakit banget waktu Devan bilang kayak gitu padahal aku udah mulai lupain, tapi ternyata gak bisa lupain," ucap Keyna yang mulai sesegukan.
Hingga suara ketukan pintu pun terdengar, "Nyonya belum makan dari tadi pagi, Bibi bawa makanan ke kamar Nyonya ya," ucap Bi Nani.
"Key gak laper Bi dan tolong jangan ganggu Keyna ya untuk sekarang," ucap Keyna dari dalam kamar.
"Kalau begitu jika ada sesuatu yang Nyonya inginkan Nyonya bisa bilang ke saya," ucap Bi Nani, namun tidak ada jawaban dari Keyna dan akhirnya Bi Nani pun memutuskan untuk pergi dari depan kamar tersebut.
Keyna baru sadar jika memang dari tadi pagi ia belum makan karena takut Devan salah paham, Keyna hanya menatap Devan saat Devan makan hingga ia lupa untuk sarapan, Keyna memang merasakan lapar sejak tadi, tapi rasa kesal dan malasnya membuatnya untuk tidak makan.
# Flashback Off #
.
.
__ADS_1
.
Tbc.