Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Panggil Mama


__ADS_3

Keyna dan Celine sudah berada di salah satu restoran yang ada di mall tersebut, "Sekarang kamu ceritain semuanya ke aku, siapa cowok ganteng tadi?" tanya Celine.


"Oke, aku bakal ceritain semuanya ke kamu, tapi kamu janji ya jangan bilang ke siapa-siapa," ucap Keyna.


"Iya, janji deh. Aku gak bakal bilang ke siapa-siapa," ucap Celine.


"Em, jadi gini Lin, sebenarnya cowok yang tadi ngasih kartu ini itu calon suamiku," ucap Keyna.


Celine yang mendengarnya pun terkejut, namun tak lama setelah itu ia pun tertawa, "Bercandaan kamu lucu juga ya, Key," ucap Celine.


"Aku gak bercanda, aku serius," ucap Keyna.


"Tunggu, jadi maksud kamu itu kamu sama cowok tadi beneran mau nikah?" tanya Celine.


"Iya," jawab Keyna.


"Loh, tapi bukannya kamu itu sama Jordan ya, Key," ucap Keyna.


"Aku sama Jordan gak ada hubungan apa-apa, Lin. Aku juga gak tau kenapa kok aku bisa di bilang sama Jordan," ucap Keyna.


"Terus kalau cowok tadi itu kok kamu bisa kenal sih? emangnya sejak kapan kamu kenalnya kok udah mau nikah aja?" tanya Celine.


"Kalau masalah itu panjang ceritanya, Lin. Pokoknya aku itu kenal sama dia baru-baru ini," ucap Keyna.


"Terus kapan kamu rencananya nikah sama dia?" tanya Celine.


"I-itu... dua hari lagi," ucap Keyna.


"Apa! dua hari lagi, kok cepet banget sih Key. Aku aja baru tau hari ini, tapi tunggu jadi alasan kamu minta libur besok sampai beberapa hari nanti itu karena kamu mau nikah?" tanya Celine dan diangguki Keyna.


"Iya Lin, kamu jangan bilang ke siapa-siapa ya, aku gak mau orang-orang tau kalau aku mau nikah," ucap Keyna.


"Kenapa?" tanya Celine.


"Aku belum siap aja kalau seandainya mereka tanya ke aku," ucap Keyna.


"Tapi kan di perusahaan gak masalah kita udah nikah apa belum," ucap Celine.


"Iya, aku tau. Tapi, aku masih belum siap aja untuk kasih tau semuanya ke orang-orang," ucap Keyna.


"Yang tau kamu mau nikah siapa aja, Key?" tanya Celine.


"Keluargaku, sama kamu doang," ucap Keyna.


"Kikan gimana?" tanya Celine.


"Aku belum kasih tau Kikan, mungkin nanti aku akan kasih tau Kikan. Tapi, aku takut dia gak suka, kamu tau kan gimana Kikan sama cowok yang deket sama aku," ucap Keyna.


"Iya juga sih, tapi gimanapun kamu harus cepet kasih tau Kikan deh takutnya nanti dia tau dari orang lain malah gimana gitu," ucap Celine.


"Iya, aku juga udah ada rencana buat kasih tau ke Kikan kok, tapi gak tau kapan," ucap Keyna dan diangguki Celine.


"Yaudah, kalau gitu aku doain yang terbaik aja ya buat pernikahan kamu sama pasangan kamu dan yang pasti aku bakal hadir di pernikahan kamu meskipun kamu gak ngundang aku," ucap Celine.


"Makasih doanya, Lin. Kamu harus datang dong soalnya kan kamu udah tau kalau aku aku nikah nanti aku kasih undangannya ya," ucap Keyna.


"Oke, kalau gitu sekarang kita pesen makanan laper banget nih," ucap Celine dan diangguki Keyna.


Mereka pun memesan beberapa makanan dan setelah selesai menyantap makanan mereka segera membayar tagihannya, "Pakai kartu calon suami kamu, Key?" tanya Celine.


"Gak, Lin. Aku pakai uangku sendiri aja kan dia masih calon suamiku Lin, belum resmi jadi suamiku, jadi gak enak aku," ucap Keyna.

__ADS_1


"Ini beneran kamu Key, biasanya aja kalau kamu kencan buta sama cowok yang Tante Bella atur kamu pasti ngerjain si cowok biar bayar, tapi ya walaupun ujung-ujungnya tetep aja kamu yang bayar?" tanya Celine.


"Ya, ini aku lah Lin. Mungkin karena ini calon suami aku sendiri ya Lin, jadi gimana gitu kalau mau ngerjain dia, kan sayang gitu mending uangnya buat masa depan rumah tangga aku sama dia aja nanti," ucap Keyna.


"Ihhhh kok aku yang baper ya," ucap Celine.


"Ih apaan sih Lin kamu mah," ucap Keyna.


Beberapa saat kemudian ponsel Keyna pun berdering dan Lea segera mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari Kikan, "Halo Kan, kenapa?" tanya Keyna.


"Key, kata madam Kelly kamu disuruh balik ke kantor soalnya hari ini gantiin Via," ucap Kikan.


"Loh kok dadakan gitu sih, Kan?" tanya Keyna, yang cukup terkejut dengan perkataan Kikan.


"Aku juga gak tau key, tapi ini aku udah otw ke kantor. Emangnya kamu dimana sekarang?" tanya Kikan.


"Aku lagi sama Celine sekarang Kan," ucap Keyna.


"Kebetulan banget Key, kamu ajak Celine juga soalnya dari juga bakal gantiin Tiara," ucap Kikan.


"Yaudah kalau gitu aku sama Celine ke kantor," ucap Keyna lalu memutuskan panggilan tersebut.


"Kenapa, Key?" tanya Celine.


"Kita harus ke kantor, Lin," ucap Keyna.


"Ke kantor? kenapa ke kantor bukannya udah gak ada urusan ya di sana?" tanya Celine.


"Aku juga gak tau pasti, takut tadi kata Kikan kita harus ke kantor buat gantiin Via sama Tiara yang gak bisa hadir dan katanya sih mereka ada urusan, yakin gak tau deh apa urusannya," ucap Keyna.


"Kenapa gak bisa? kayaknya aku tadi liat mereka berdua baik-baik aja deh?" tanya Celine.


"Aku juga gak tau, mending kita ke kantor aja sekarang sebelum telat," ucap Keyna lalu mereka pun menuju kantor.


"Iya, kenapa? emangnya gak ada model lain ya? perasaanku banyak deh model yang masih stay di kantor," tanya Celine.


"Mana aku tau, aku aja tadi masih santai di rumah tiba-tiba di telpon langsung sama madam Kelly katanya Via sama Tiara tiba-tiba perutnya sakit dan nyuruh aku buat ke kantor soalnya Keyna yang bakal gantiin Via terus Celine gantiin Tiara, kan si Angela masih berdukacita karena Ayahnya meninggal makanya Celine aku juga yang pegang," ucap Kikan.


"Emang suka sembarang tuh madam," ucap Celine pelan yang dapat dapat di dengar Keyna dan Kikan.


"Karen kalian udah di sini, sekarang kalau harus siap-siap sebelum kena omel madam Kelly," ucap Kikan.


"Untung aja tadi aku sama Keyna pergi ke mall, kalau aku udah di rumah gak akan mau aku ke kantor buat gantiin mereka," ucap Celine.


"Yaudah yuk kita siap-siap," ucap Kikan.


SKIP...


Selesai pemotretan, Keyna pun bersiap untuk pulang, Keyna hanya sendirian karena Celine dan Kikan yang sudah pulang terlebih dahulu, "Key, aku denger kamu besok libur ya?" tanya Dina.


"Iya, Na. Kenapa emangnya?" tanya Keyna.


"Gak sih, aku cuma tanya aja soalnya kan kamu gak biasanya izin buat libur," ucap Dina.


"Butuh refreshing tubuh sama otakku, Na. Makanya aku izin libur," ucap Keyna.


"Hahaha kamu tuh Key, oh iya berapa hari kamu liburnya?" tanya Dina.


"Mungkin cuma 3 aja," ucap Keyna.


"Oh yaudah kalau gitu jangan lupa ya oleh-olehnya," ucap Dina.

__ADS_1


"Oleh-oleh apaan coba, aku itu di rumah gak kemana-mana kok," ucap Keyna.


"Oalah, aku kirain kamu liburan ke mana, Key. Yaudah, deh kalau gitu selamat menikmati liburannya ya, Key," ucap Dina.


"Siap, makasih ya, Na. Kalau gitu aku pergi dulu, Na," pamit Keyna.


Keyna keluar dari ruangan tersebut dan saat ia menuju mobilnya tiba-tiba terdapat beberapa orang berbadan kekar menghampirinya.


"A-ada apa ya?" tanya Keyna yang merasa takut pada orang-orang yang bertubuh kekar layaknya preman itu.


"Maaf, Nona bisa ikut kami sebentar," ucap salah satu dari mereka.


'Aduh gimana nih, apa aku teriak aja ya tapi ini udah di luar kantor dan sepi pula. Kenapa aku gak mau bareng ke parkiran bareng Celine aja sih, kalau gini kan aku jadi takut,' ucap Keyna dalam hati.


"Maaf saya masih ada urusan kalau begitu saya permisi dulu," ucap Keyna lalu berlari meninggalkan orang-orang tersebut.


Belum sampai tempat parkir mobil, tangan Keyna sudah ditahan oleh orang-orang tadi, "Ada apa ya kenapa kalian kayak gini sih?" tanya Keyna dan tidak ada jawaban dari orang-orang tersebut.


Namun, karena kekuatannya yang tidak sebanding dengan orang-orang tersebut, Keyna pun dengan mudahnya ditarik oleh orang-orang tersebut menuju sebuah mobil yang ada di seberang jalan dan mereka menyuruh Keyna untuk masuk kedalam.


Dengan perasaan takut, Keyna pun masuk kedalam mobil dan betapa terkejutnya ia saat melihat Devan yang berada di dalam mobil tersebut, "Kenapa kamu disini?" tanya Keyna.


"Mike jalan," ucap Devan tanpa menjawab pertanyaan Keyna bahkan Devan tidak menoleh pada Keyna sedikit pun.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah butik, "Keluar," ucap Devan dengan dingin dan Keyna pun keluar dari mobil tersebut.


"Masuk," ucap Devan dan menggerakkan dagunya mengisyaratkan untuk Keyna segera masuk kedalam butik.


Tanpa banyak bicara lagi Keyna langsung masuk ke dalam butik dan baru saja ia masuk kedalam butik tiba-tiba seorang wanita dewasa datang menghampiri Keyna dan memeluknya.


Kenyataan yang merasa tidak mengenal wanita itu pun semakin bingung harus berbuat apa m, "Kamu kenapa? pasti kamu bingung ya sayang?" tanya wanita tersebut.


"I-iya Tante maaf sepertinya Tante salah orang soalnya saya tidak mengenal Tante," ucap Keyna dengan sopan karena takut menyakiti perasaan wanita tersebut.


"Ini pasti Devan belum kasih tau kamu deh. Kamu tuh ya Dev masa calon istri kamu gak kamu kasih tau," ucap Mama Vanka dan Devan hanya mengangkat bahunya.


"Tapi, nih Dev, asal kamu tau kamu itu pinter banget cari calon istri sekaligus calon menantu buat Mama," ucap Mama Vanka.


Ya, wanita itu adalah Mama Vanka yang merupakan ibu dari Devan calon istri Keyna.


Keyna sendiri yang mendengar perkataan Mama Vanka terkejut lantaran ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan keluarga dari Devan, "Maaf Tante, saya tidak tau kalai Tante ini Mamanya Devan," ucap Keyna.


"Sayang kok manggilnya Tante sih, kamu itu harusnya manggil Mama dong biar kayak Devan, jadi mulai sekarang kamu panggil Mama ya. Kan sebentar lagi kamu akan jadi istri Devan anak Mama. Ya, otomatis kamu juga akan jadi anak Mama juga, jadi mulai sekarang kamu harus terbiasa manggil Mama ya dan bukan manggil Tante," ucap Mama Vanka.


"Tapi, Tan...," ucapan Keyna terhenti oleh Mama Vanka.


"Jangan Tante loh sayang, inget Mama," ucap Mama Vanka.


"I...iya, Ma," ucap Keyna dengan gugup.


"Nah gitu dong, yaudah kalau gitu sekarang kita masuk ke dalam ruang fitting ya soalnya Mama udah siapin baju yang pastinya bagus buat calon menantu Mama," ucap Mama Vanka dan diangguki Keyna.


"Kamu disini aja Dev, jangan masuk," ucap Mama Vanka.


"Iya, Ma. Devan disini," ucap Devan.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2