Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Menculik Acha


__ADS_3

Saat ini, Devan berada di ruang tamu bersama Kak Jeffry dan Papa Alex, sedangkan para perempuan berada dikamar Mama Vanka entahlah apa yang sedang mereka lakukan Devan juga tidak tau.


"Aku sudah dengar dari Papa kalau kau membunuh Dion," ucap Kak Jeffry.


"Hem dan untuk masalah Dika, Devan serahkan semuanya pada Kak Jeffry, terserah Kakak mau apakan Dika karena Dika bermasalah dengan Kak Jeffry dan Kak Acha," jawab Devan dan diangguki Kak Jeffry.


"Jangan lepaskan dia!" teriak Kak Acha lalu menghampiri Kak Jeffry.


"Acha, kamu kenapa disini bukannya kamu lagi di kamar bareng Mama sama Keyna?" tanya Papa Alex.


"Tadi Acha pengen buat susu, tapi Acha denger pembicaraan kalian," ucap Kak Acha.


"Terus kamu mau apakan dia?" tanya Kak Jeffry.


"Terserah, tapi jangan lepaskan dia, aku takut dia nanti akan balas dendam padaku," ucap Kak Acha.


"Kalau memang itu keputusanmu maka Devan akan membiarkan Dika tetap disana," ucap Devan.


"Lukai Dika, tapi jangan anak dan istrinya karena mereka tidak bersalah," ucap Kak Acha.


"Iya, sudah kamu jangan memikirkan hal itu, lebih baik kamu kembali ke kamar Mama ya," ucap Kak Jeffry dan diangguki Kak Acha.


"Pokoknya jangan biarkan pria itu bebas, hukum dia jangan sampai aku bertemu dengannya," ucap Kak Acha lalu pergi dari ruang tamu dan menuju kamar Mama Vanka.


"Kau lihat kan jika Acha masih takut dengan Dika, jadi kita harus membiarkan Dika disana," ucap Kak Jeffry.


"Kenapa kita tidak membunuhnya saja?" tanya Devan.


"Dev, gak semuanya harus dengan cara membunuh, kita cari jalan yang paling kejam, tapi tidak dengan membunuhnya," ucap Kak Jeffry.


"Terserah Kak Jeffry kalau begitu Devan hanya mengawasi saja," ucap Devan.


"Semua ini gara-gara si br*ngsek Dika berani-beraninya dia menculik Acha," ucap Papa Alex yang terlihat marah.


# Flashback On #


"Acha," panggil seorang pria yang menggunakan kemeja putih.


"Ada apa?" tanya Acha.


"Cha, kamu mau makan malam denganku gak malam ini?" tanya pria itu.


"Maaf banget ya, aku hari ini ada acara," ucap Acha.


"Yaudah deh gapapa, tapi kapan-kapan kita makan bareng ya," ucapnya.

__ADS_1


"Siap, nanti kamu kabarin aku ya Lang," ucap Acha.


Ya, pria yang mengajak Acha makan ialah Gilang teman satu kampus Acha.


"Kenapa lo Lang? kusut amat tuh muka?" tanya Dika yang merupakan sahabat Gilang.


"Gue udah ngajak Acha makan malam, tapi dia gak bisa," ucap Gilang.


"Lang lo harus relain Acha, inget sekarang Acha itu udah sama Jeffry. Lo juga udah sering banget ditolak sama Acha," ucap Dika.


"Gak bisa Ka, gue udah terlanjur sayang sama Acha, gue pengen jadi orang spesial buat Acha," ucap Gilang.


"Lang, lo itu ganteng, kaya, pinter jadi lo pasti bisa dapet cewek yang lebih baik dari Acha percaya deh sama gue," ucap Dika.


"Gue bilang gak bisa ya gak bisa Dika, gue udah sayang banget sama Acha bahkan kalau pun gue disuruh ngasih nyawa gue buat Acha, gue bakal ngasih ke dia tanpa syarat," ucap Gilang.


"Lo itu keras kepala banget sih, lo itu harusnya sadar kalau Lang, kalau Acha itu gak pernah suka sama lo bahkan Acha itu secara terang-terangan nolak lo, tapi dengan bodohnya lo tetep aja kekeh buat deketin Acha," ucap Dika yang mulai emosi melihat tingkah laku sahabatnya.


"Lo gak tau gimana Acha, kalau lo tau Acha lebih dalam, gue pastiin lo bakal suka sama dia kayak gue sekarang," ucap Gilang lalu pergi meninggalkan Dika sendirian.


Tanpa mereka tahu pembicaraan mereka berdua didengar oleh Jeffry, ia awalnya hanya melihat Acha yang berbicara dengan Gilang. Setelah Acha pergi, Jeffry pun berniat untuk mengikuti Acha.


Tapi, saat Jeffry melihat Dika musuhnya yang berbicara dengan Gilang tentu saja hal itu tidak dilewatkan oleh Jeffry, dia menguping pembicara Gilang dan Dika. Jeffry tentunya terkejut saat mengetahui jika Gilang menyukai kekasihnya, tapi ia tidak bisa melarang perasaan Gilang dan ia membiarkannya.


Setelah beberapa hari menguping pembicaraan tersebut, Jeffry tidak mau ambil pusing, tapi saat akan pulang ke rumahnya ia mendapat kabar jika Acha diculik oleh seseorang dan sontak membuat Jeffry terkejut lalu mengabari keluarga Acha, dia tau siapa keluarga Acha sebenarnya karena dia juga berasal dari dunia yang sama dengan mereka dan Ayahnya merupakan mafia.


Saat mereka masuk kedalam, mereka tidak menemukan siapa-siapa hingga suara teriakan yang berasal dari ruang bawah tanah pun membuat mereka semua berlari menuju tempat tersebut.


Jeffry mendobrak paksa pintu tersebut dan betapa terkejut saat melihat Acha yang sudah berada di atas brankar dengan tangan dan kaki yang diikat.


"Br"ngsek lo," maki Jeffry lalu menghampiri Dika.


"Kalau sampai lo mendekat, maka jangan salahin gue buat bunuh nih cewek," ancam Dika.


"Apa mau loh hah?" tanya Jeffry, ia tidak tega melihat Acha yang diikat bahkan bajunya beberapa sudah robek.


"Mau gue, gue mau nikmatin nih cewek," ucap Dika.


"Lo gila ya," ucap Devan.


"Gue gak gila, gue cuma penasaran aja sih, gue penasaran gitu kenapa sahabat gue sayang banget sama nih cewek, tapi setelah melihat tubuhnya yang kelihatan wow ini ternyata lumayan juga sih, makanya gue pengen nyobain dia, kali aja gitu nanti benih gue berkembang di perutnya," ucap Dika yang membuat ketiga pria yang ada disana emosi.


"Si*l*n," maki Papa Alex lalu maju dan menghajar Dika.


Kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh Jeffry untuk menyelamatkan Acha, Jeffry membawa Acha ke rumah sakit karena ia melihat beberapa luka lebam pada tubuh Acha, Jeffry setia berada di dekat Acha bahkan memeluk Acha meskipun Acha memberontak dalam pelukan Jeffry.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Acha pun dirawat agar kembali pulih lebih cepat, untuk Dika sendiri, Papa Alex menyerahkan semuanya kepada Devan karena ia harus segera berada disamping Acha, Devan paham dan dia membawa Dika pergi ke luar negeri agar tidak bertemu dengan Kakaknya dan mengasingkan Dika ke tempat yang hanya dapat diakses olehnya dan anak buahnya, itupun hanya beberapa anak buahnya yang tau bahkan Papa Alex pun tidak tau dimana itu, ia hanya tau negara dan bangunannya saja, tapi tidak tau tepatnya dimana.


Selama di rumah sakit, Acha terus memberontak, "Sayang, kamu yang tenang ya," ucap Mama Vanka.


"Ma, Acha udah disentuh sama dia, Acha udah kotor hiks hiks," ucap Acha.


"Gak sayang, kamu belum kotor dia hanya menyentuh kamu belum melakukannya," ucap Papa Alex.


"Tapi, dia udah nyentuh Acha," ucap Acha.


"Sayang kamu belum kotor ingat kamu masih sama seperti sebelumnya meskipun kamu udah disentuh pun kamu tetap sama udah ya jangan merasa diri kamu kotor karena kamu gak kotor," ucap Jeffry dan membawa Acha kedalam pelukannya sampai Acha lelah dan tertidur.


# Flashback Off #


Karena alasan itulah keluarga Erland sangat membenci Dika dan keluarganya bahkan perusahaan dari orangtua Dika hancur dan mereka juga dibunuh oleh keluarga Erland karena itu Dion mengkhianati Devan terutama setelah orangtuanya meninggal bahkan Devan dengan bodohnya tidak tau jika Dion adalah saudara dari Dika.


Sudah lebih dari 5 tahun dan Robert dikurung di gua yang sangat terpencil di negara X, untuk istri dan anak Devan yang memberikannya, Devan memberikan Dika seorang j*l*ng dan ternyata setelah j*l*ng itu hamil, Dika meminta kepada Devan agar Dika bisa menikahinya.


Dengan persetujuan Kak Jeffry dan Papa Alex, Devan pun mengiyakan apa yang diinginkan Dika.


"Kau biarkan saja dulu Dika, Dev," ucap Kak Jeffry dan diangguki Devan.


"Meskipun sudah lama kejadian itu, tapi Acha masih takut bahkan hanya menyebut namanya saja Acha langsung mulai pucat," ucap Papa Alex.


"Iya, Pa, aku juga merasakan hal yang sama," ucap Kak Jeffry.


"Apa kau sudah tau apa alasan Dika melakukan itu kepada Acha?" tanya Papa Alex.


"Belum, Pa, aku udah tanya ke Dika, tapi dia selalu mengatakan jika dia memang benar-benar tertarik dengan Kak Acha dan tidak memiliki alasan lain," ucap Devan.


"Tapi, aku yakin kalau ada alasan lain kenapa Dika melakukannya," ucap Kak Jeffry.


"Kenapa kau sangat yakin?" tanya Papa Alex.


"Karena setau ku Dika tidak pernah dekat dengan Acha bahkan aku pernah dengar kalau Dika bucin dengan pacarnya, jadi sangat aneh kalau Dika tiba-tiba saja menargetkan Acha sedangkan dia tidak kenal dengan Acha," ucap Jeffry.


"Apa karena sahabatnya Dika?" tanya Devan.


"Gilang, kayaknya gak mungkin karena Gilang gak ada kabar setelah satu Minggu Acha pindah kampus," ucap Kak Jeffry.


Ucapan Kak Jeffry pun membuat Papa Alex dan Devan berpikir alasan apa yang membuat Dika melakukannya kalau memang Dika tidak mengenal Acha, ada hal yang tidak beres dari peristiwa itu.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2