
Disisi lain, Keyna dan Mama Vanka tengah asik berkeliling taman yang berada di dekat mansion mewah milik Devan pun terkejut saya tiba-tiba beberapa orang dengan pakaian serba hitam datang dan langsung memukul mereka berdua.
Bahkan salah satu dari mereka menc*kik leher Mama Vanka, Keyna yang melihat hal itupun tidak bisa diam saja dan langsung berlari ke arah Mama Vanka dan pria tersebut.
Tapi, baru saja ia berdiri, tubuhnya sudah ditahan oleh pria lainnya yang akhirnya Keyna tidak bisa melepaskan dirinya dan membantu Mama Vanka.
"Dimana kalian sembunyikan Tuan Dion?" tanya orang tersebut.
"A-apa maksudmu, aku tidak tahu ya," ucap Mama Vanka.
"Cukup aktingnya karena aku tidak suka dengan akting buruk kalian," ucapnya.
"Aku tidak akting b*doh," ucap Mama Vanka lalu memukul kepala pria tersebut dengan kepalanya.
"Sudah kalian pergi sana," usir Mama Vanka.
Mama Vanka tidak sadar jika di belakang mereka terdapat kumpulan pria tersebut, Keyna tahu hal itu dan ia pun berusaha untuk memberitahukan Mama Vanka. Baru saja ia akan bersuara, tapi tangan pria yang sejak tadi menahannya sudah membungkam mulut Keyna dengan kain sehingga Keyna tidak bisa bersuara dengan jelas.
Beberapa saat kemudian, datanglah Dennis dan beberapa pengawal lalu mereka pun melawan orang-orang tersebut. Setelah terlepas, Keyna pun melihat ke arah Mama Vanka yang sudah tidak sadarkan diri.
"Mama!" terbuka Keyna dan menghampiri Mama Vanka.
"Nyonya," panggil salah satu pengawal.
"Tolong bawa Mama ke rumah sakit hiks hiks," ucap Keyna.
Mereka pun membawa Mama Vanka ke rumah sakit dan diikuti Keyna. Keyna tidak tahu apa yang terjadi pada para pria yang sudah membuatnya dan Mama Vanka terluka seperti saat ini.
"Gimana keadaan Mama saya, Dok?" tanya Keyna.
"Nyonya Vanka hampir saja merenggang nyawa jika telat di bawa ke rumah sakit. Tapi, sekarang keadaan Nyonya Vanka masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut," ucap Dokter.
Keyna yang merasa panik pun menghubungi Devan, ia seketika lupa jika Devan sedang berada di negara X. Keyna tidak menghubungi keluarga lainnya karena yang terpikirkan hanya Devan.
'Tenang Key,' ucap Keyna dalam hati dan menarik napas untuk menenangkan dirinya.
Lebih dari satu jam Keyna menunggu Mama Vanka di kamar inap Mama Vanka dan sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda Mama Vanka akan sadar.
"Mama kok belum sadar sih," gumam Keyna.
"Sayang," panggil Mama Vanka.
"Mama," panggil Keyna yang melihat Mama Vanka mulai membuka matanya.
Keyna pun langsung menghampiri Mama Vanka dan menggenggam erat tangan Mama Vanka.
"Mama gapapa? mana yang sakit?" tanya Keyna.
"Mama gapapa," ucap Mama Vanka.
"Key udah panggil Dokter," ucap Keyna.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Mama Vanka.
"Keadaan Nyonya sudah membaik, tapi Nyonya harus tetap di rawat di rumah sakit dalam beberapa hari untuk menyembuhkan luka Nyonya," ucap Dokter.
"Iya, Dok," ucap Mama Vanka.
"Kalau begitu saya permisi," ucap Dokter.
"Sayang, kamu gapapa kan?" tanya Mama Vanka.
"Key gapapa kok, Ma," ucap Keyna.
"Kamu gak kasih tau siapa-siapa kan kalau Mama di rumah sakit?" tanya Mama Vanka.
"Keyna cuma kasih tau Devan, Ma. Karena tadi Keyna bener-bener panik dan Keyna cuma inget Devan aja makanya Keyna cuma kasih tau ke Devan kalau Mama lagi di rumah sakit," ucap Keyna.
"Gapapa sayang, Mama juga gak mau kalau yang lain tahu Mama lagi di rumah sakit. Mama takutnya mereka khawatir nantinya lagipula Papa kamu juga kan lagi ada perjalanan bisnis terus Acha sama suaminya juga lagi di rumah orangtuanya Jeffry kalau Vio juga ada kegiatan kampus," ucap Mama Vanka.
"Mama harus banyak istirahat ya, nanti biar Keyna ambil obatnya," ucap Keyna.
"Gak usah sayang, kamu kan lagi hamil jadi kamu juga gak boleh capek-capek. Kamu di sini aja nanti biar Mama suruh anak buah Devan yang ambilin," ucap Mama Vanka dan diangguki Keyna.
.
Malam harinya, lebih tepatnya dini hari tiba-tiba pintu kamar inap Mama Vanka terbuka dan menampilkan Devan.
Keyna yang baru saja membenarkan selimut Mama Vanka pun terkejut dan langsung menatap ke arah pintu.
"Bisa keluar sebentar, aku tidak ingin mengganggu Mama," ucap Devan dan diangguki Keyna.
Keyna pun keluar dari kamar inap Mama Vanka, "Kamu baru sampai?" tanya Keyna.
"Aku sudah tahu semuanya, jadi tidak perlu di jelaskan lagi," ucap Devan.
"Iya, tapi kamu kok bisa tahu semuanya?" tanya Keyna.
"Aku sudah tanya anak buahku sebelum ke sini," ucap Devan dan diangguki Keyna.
"Gimana keadaan Mama?" tanya Devan.
"Kondisi Mama sudah mulai membaik, tapi Mama harus tetap di rawat di rumah sakit beberapa hari untuk penyembuhan lukanya," ucap Keyna.
"Aku sudah kasih tahu Papa dan Papa sekarang Dalma perjalanan pulang," ucap Devan.
"Apa tidak mengganggu pekerjaan Papa kalau Papa tahu soal Mama?" tanya Keyna.
"Apa yang kamu pikirkan, Papa harus tahu kondisi Mama. Apa kamu berpikir untuk menyembunyikan kondisi Mama?" tanya Devan.
"Bukan gitu...," ucapan Keyna terhenti lantaran Devan yang menyelanya.
"Sudah lupakan saja, sekarang kamu pulang sana Dennis biar aku yang jaga Mama," ucap Devan.
__ADS_1
"Biar aku aja yang jaga Mama dan kamu pulang istirahat karena kamu kan baru aja pulang pasti kamu capek banget," ucap Keyna.
"Gak usah bantah bisa gak sih, kamu pulang aja kasihan anak aku kalau kamu gak istirahat," ucap Devan.
Baru saja Keyna ingin bersuara, tapi tiba-tiba Devan memanggil Dennis tuk mengantarkan Keyna dan mau tidak mau Keyna pun pergi.
"Ish, Devan ini kenapa sih kok orangnya suka banget merintah," gumam Keyna.
"Tuan Devan memang seperti itu, Nyonya," ucap Dennis.
Keyna lupa kian Dennis masih ada di dekatnya tentunya ia bisa mendengarkan gumamam Keyna.
"Jangan kasih tahu Devan ya kalau aku bergumam soal dia," ucap Keyna.
"Nyonya tidak perlu khawatir karena saya bukan orang yang suka mengadukannya pada Tuan Devan. Lagipula Nyonya bukan orang pertama yang bergumam tentang Tuan Devan," ucap Dennis.
"Beneran, wah! udah aku duga sih kalau banyak yang ngeluh soal Devan," ucap Keyna.
Keyna dan Dennis saya ini sudah berada di mobil dan mereka pun menuju mansion milih Devan.
"Dennis," panggil Keyna.
"Iya, Nyonya," ucap Dennis.
"Hem, apa kau tahu siapa yang tadi nyerang aku sama Mama?" tanya Keyna.
"Saya juga kurang tahu, Nyonya," ucap Dennis.
"Terus mereka tadi kemana?" tanya Keyna.
"Mereka akan di bawah ke tempat aman," ucap Dennis.
"Mereka akan di abwah ke polisi?" tanya Keyna.
"Ya, bisa dibilang begit,u nantinya mereka akan berhadapan dengan polisi yang kejam," ucap Dennis.
Polisi yang Dennis maksud adalah Devan karena memang tadi sebelum ke rumah sakit Devan menemui orang-orang yang menyerang Keyna dan Mama Vanka, bahkan salah satu dari mereka sudah meninggal dan hanya tersisa beberapa saja.
Sesampainya di rumah, Keyna pun langsung ke kamar karena ia sangat lelah apalagi tubuhnya yang rasanya remuk karena pukulan orang-orang yang tadi memukulnya.
Sebelum tidur, Keyna terlebih dahulu memeriksa tubuhnya yang terasa sakit sejak tadi. Keyna dapat melihat memar pada tangan bagian kanan dan juga paham kanannya.
"Aduh, kok sakit banget ya. Kayaknya tadi gak sesakit ini deh mana memar biru kayak gini, semoga aja gak ada yang tahu," gumam Keyna dan ia pun mengistirahatkan tubuhnya.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1