
Keyna sedari tadi menunggu kehadiran seseorang di aula pertemuan, tapi cukup lama menunggu masih belum ada tanda-tanda kehadiran orang itu, orang itu yaitu Devan suaminya, "Kan, kamu yakin yang minta pertemuan ini dari pihak Marva Grup?" tanya Keyna.
"Yakin banget, Key, orang Miss Kelly sendiri yang bilang dan nyuruh aku buat ngasih tau ke kalian," ucap Kikan.
"Tapi, kok dia belum dateng ya? biasanya itu dia gak pernah telat, tapi ini dia telat hampir satu jam, kenapa ya? apa ada masalah?" tanya Keyna.
"Mungkin Presdir lagi sibuk, Key," ucap Celine.
"Iya juga sih ya," ucap Keyna.
Beberapa saat kemudian pintu aula pun terbuka, "Pak Nio senang bertemu dengan bapak, kalau boleh tau ada urusan apa ya Pak Nio disini?" tanya Miss Kelly yang masih menunggu kehadiran Devan tentunya.
"Saya datang kesini untuk mewakili Tuan Devan, karena saat ini Tuan Devan ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, kalau begitu kita mulai untuk pembahasan kerjasamanya," ucap Pak Nio yang merupakan salah satu pegawai yang dipercayai oleh Devan.
Selama pembahasan mengenai kerjasama tersebut, Keyna tidak bisa fokus, ia terus saja memikirkan kemana perginya Devan, pekerjaan apa yang membuat Devan mewakilkan pertemuannya kali ini.
"Fokus, Key, urusan rumah tangga kamu pikirin nanti aja," ucap Kikan.
Keyna pun akhirnya mencoba untuk profesional dan melupakan sejenak pikirannya tentang Devan yang saat ini tidak hadir.
Setelah beberapa saat kemudian, pembahasan mengenai kerjasama pun selesai, dalam pembahasan kali ini diputuskan untuk memilih beberapa model, meskipun awalnya Miss Kelly dan Sisy keberatan, tapi akhirnya mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena ini merupakan perintah langsung dari Devan.
"Semoga kamu masuk list modelnya ya, Key," ucap Kikan.
"Aku gak terlalu berharap sih, tapi kalau emang aku masuk, aku seneng banget, namaku pasti akan naik dan orang akan mengenalku, disaat itu aku bakal nunjukin kemampuan terbaikku," ucap Keyna.
Akhirnya, Keyna dan Kikan memutuskan untuk ke kantin mengisi perut mereka yang sedari tadi kelaparan.
Keyna dan Kikan pun sampai di kantin dan memesan beberapa makanan, "Keyna," panggil seseorang dari arah pintu.
Keyna dan Kikan sontak menengok orang tersebut, "Jordan, apa kabar? lama banget loh gak ketemu," tanya Keyna.
"Ya, gini-gini aja, Key," ucap Jordan.
"Hai Kan," sapa Jordan.
"Hai juga, Dan," balas Kikan.
"Oh iya, Celine mana?" tanya Jordan.
"Celine, lagi ada pemotretan di negara X jadi kita cuma berdua deh batu aja berangkatnya," ucap Keyna.
"Hem, boleh duduk gak?" tanya Jordan.
"Astaga, lupa aku, ya boleh lah, Dan, duduk aja gak ada yang ngelarang kok," ucap Keyna lalu
__ADS_1
Jordan pun memilih duduk disamping Keyna.
"Gimana, Key, aman gak kerjaan kamu?" tanya Jordan.
"Aman-aman aja sih, oh iya btw, kamu kemana aja, Dan kok sekarang jarang banget nongol, kayaknya kita terakhir ketemu udah beberapa Minggu yang lalu deh," tanya Keyna.
"Biasa ada kesibukan diluar kota jadi gak bisa stay lama-lama disini, terus kadang kalau aku ke kantor kamu nya libur atau gak jadwalnya gak cocok, ini juga tumben kita bisa ketemu biasanya gak bakal ketemu loh," ucap Jordan.
"Dan, ayo," ucap seorang pria dari pintu kantin.
"Key, aku pergi dulu ya, aku ada kerjaan lagi ini, Kan gue duluan ya," pamit Jordan.
"Yaudah, hati-hati ya, Dan," ucap Keyna lalu Jordan pun pergi meninggalkan area kantin.
"Key, aku yakin 100% kalau Jordan itu suka sama kamu, dia itu cinta banget sama kamu, Key. Dari tatapan matanya aja kelihatan banget gimana bahagianya dia bisa ketemu sama kamu, Key," ucap Kikan.
"Apa sih, Kan, aneh deh kamu, aku sama Jordan itu gak ada apa-apa kita cuma berteman lagian kan emang aku sama Jordan udah lama gak ketemu ya wajar dong sebagai teman dia bahagia kalau ketemu sama aku, kamu nya aja yang selalu mikirin yang aneh-aneh, kamu kan tau Kan, kalau aku itu udah punya suami jadi aku harus menjaga perasaan suamiku, kalau sampai suamiku tau ucapan kamu tadi, dia pasti akan marah atau gak kecewa sama aku," ucap Keyna dengan wajah sendunya
"Eh-eh, iya maaf, aku tadi asal bicara aja tanpa dipikirin terlebih dahulu," ucap Kikan yang yang membuat Keyna tersenyum.
"Aku tadi cuma bercanda kok," ucap Keyna.
***
"Baik, Tuan," ucap Mike.
Selang beberapa, Toy pun datang, "Tuan, memanggil saya," ucap Toy.
"Kau gantikan ku untuk pertemuan di First Entertainment," ucap Devan.
"Tapi, Tuan, bukankah itu kerjasama ekslusif?" tanya Toy.
"Terus? apa ada masalah?" tanya Devan.
"Tidak, Tuan," ucap Toy.
"Yasudah, kalau begitu Mike akan menjelaskan semua pekerjaanmu, untuk gaji kau tidak perlu khawatir, kau akan mendapat 2 kali lipat dari gaji awalmu," ucap Devan.
"Baik, Tuan Devan, akan segera saya laksanakan," ucap Toy.
Setelah menginformasikan semuanya ke Toy saat ini Devan sudah berada di bandara untuk menuju ke negara C, Devan sengaja memilih menaiki pesawat daripada menggunakan jet pribadi miliknya.
"Bagaimana dengan Rangga? apa dia membuat masalah?" tanya Devan.
"Untuk sampai saat ini Tuan Rangga sedang berada di villa keluarga Erland yang ada di dekat danau," ucap Mike.
__ADS_1
"Urusi dia, dia bisa saja nekat kalau sampai mereka berkhianat maka nasib mereka akan sama seperti sahabat mereka yang satu lagi," ucap Devan.
"Baik, Tuan," ucap Mike.
"Sama satu lagi suruh Dennis untuk merahasiakan semuanya dari Keyna, bilang saja kalau aku ada urusan di luar kota," ucap Devan dan diangguki Mike.
"Apa Mama tau soal keberangkatan ini?" tanya Devan.
"Menurut saya, Nyonya besar tau Tuan, karena tadi Nyonya besar sempat mengabari saya dan menanyakan mengenai keberangkatan Tuan," ucap Mike.
"Biarkan saja kalau begitu, mereka pasti tau bagaimana rasanya tangan ini setelah cukup lama tidak menemukan mangsanya," ucap Devan.
Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan Devan dan beberapa anak buahnya pun selesai dan bersiap untuk mengelilingi negara C.
"Apa Tuan ingin langsung bertemu dengannya?" tanya Mike.
"Tidak, biarkan saja dulu, kita akan bertemu dengan dia besok, hari ini aku akan istirahat dan juga berkeliling sendirian, sudah lama juga tidak menikmati udara negara C, tempat masa kecilku," ucap Devan.
"Tuan, Toy mengatakan untuk pembahasan tadi Nyonya terlihat sedikit tidak fokus," ucap Mike dan membuat Devan yang secara tiba-tiba tersenyum dan menampakkan senyum indahnya dan tak kupa lesung pipinya.
Mereka saat ini sudah berada di hotel sehingga Mike dan beberapa anak buah Devan pun pergi meninggalkan Devan, mereka tau bagaimana kemampuan Devan hingga tidak perlu dikhawatirkan.
"Saatnya kita memulai permainan kita Dion, sudah lama sekali aku ingin memberikanmu hadiah, tapi terima kasih untuk hadiahmu ya walaupun hadiahmu tidak berguna," ucap Devan.
"Aku sangat membenci orang-orang yang berkhianat, aku bahkan bisa membunuh dia hanya dalam satu tembakan," lanjut Devan.
Setelah cukup lama berkeliling, Devan pun menuju kamarnya dan beristirahat oh tentu tidak Devan tetap menjalankan tugasnya sebagai pengusaha, ia memilah beberapa dokumen hingga tidak sengaja Devan melihat biodata musuhnya.
"Kenapa biodatanya ada disini? apa kebetulan atau kebawa?" tanya Devan pada dirinya sendiri.
Saat Devan membaca biodata lengkap orang itu, Devan merasa semakin ragu dan mulai curiga, "Tunggu, apa dia yang selama ini melakukan teror dan juga yang mencoba memisahkan aku dengan Keyna," ucap Devan dan diakhiri dengan smirk nya.
"Akhirnya! kau ketangkap juga, aku akan pastikan terlebih dahulu karena aku tidak pernah mengambil keputusan yang salah," gumam Devan.
Tampang tidak menjamin pekerjaan orang itu, seperti itulah pikir Devan saat melihat biodata orang asing yang bahkan Devan tidak ingin menyebutkan namanya.
"Bagaimana rekasi Keyna kalau tau dia orang yang selama ini menerornya, ternyata tidak sebaik yang dipikirkan," gumam Devan.
.
.
.
Tbc
__ADS_1