Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Gara-gara Jordan?


__ADS_3

Setelah mendengar teriakan Jordan, Cara pun melihat jam tangannya, "Sekarang jarum panjangnya udah sampe 9, aku harus cepet bawa Kak Keyna pergi," gumam Clara.


Dengan kecepatan tinggi, Clara berlari ke arah Keyna lalu menarik tangan Keyna padahal Keyna saat ini tengah berbicara dengan Jordan, "Clara, kenapa kamu kok tarik Kakak sih?" tanya Keyna.


"Gak tau kak, pokoknya sekarang Kakak harus pergi dari sini," ucap Clara.


Mereka semakin dekat dengan mobil lalu Clara menarik Keyna untuk masuk kedalam mobil, "Kak Kikan cepetan," teriak Clara.


Kikan pun ikut berlari menuju mobil hingga akhirnya saat ini mereka semua pun berada di dalam mobil, "Kenapa sih, Ra?" tanya Kikan.


"Aku gak tau juga Kak, tapi tadi Kak Devan nyuruh aku bawa pergi Kak Keyna sebelum jarum panjang diangka 11 nah sekarang belum 11 masih 10, jadi aman deh," ucap Clara.


"Kenapa Devan nyuruh kamu bawa pergi Keyna?" tanya Kikan.


"Clara juga gak tau Kak," ucap Clara.


"Terus bajunya ini gimana?" tanya Keyna.


"Nona tidak perlu khawatir baju tersebut sudah di beli oleh Tuan Devan," ucap Gita.


"Hah!" mereka semua terkejut mendengar penuturan Gita.


"Kenapa Devan ngelakuin itu? emang ada hal penting banget apa sampai harus beli baju ini," tanya Keyna dengan kesal.


"Saya juga kurang tau Nona," ucap Gita.


"Terus sekarang kita mau kemana?" tanya Clara.


"Terserah Nona, mungkin ada tempat yang ingin Nona kunjungi," ucap Gita.


"Tunggu, terserah? sebenarnya apa yang dipikirin Kak Devan sih kok gak jelas banget?" tanya Clara dengan kesal.


"Key, Jordan telepon," ucap Kikan.


"Jangan angkat Kak, bikin mood Clara hancur aja kalau inget Kak Jordan," ucap Clara karena ia baru teringat sesuatu.


"Kenapa emang?" tanya Keyna.


"Pasti Kak Devan ngelakuin hal yang gak jelas kayak gini gara-gara Kak Jordan," ucap Clara.


"Gara-gara Jordan? Kenapa Devan ngelakuin itu? emangnya salah Jordan apa sama Devan?" tanya Keyna.


"Oke aku paham, gak aku angkat telepon dari Jordan," ucap Kikan yang sambil menganggukkan kepalanya.


"Kenapa emangnya?" tanya Keyna.


"Udah anak kecil gak usah tau," ucap Kikan.


"Kalau gitu sekarang kita kemana nih Kakak-kakakku tercinta?" tanya Clara.


"Kita ke kedai ice cream aja gimana?" tanya Kikan.


"Boleh juga Kak, Clara gak pernah ke sana soalnya gak pernah dibolehin sama Mama," ucap Clara.


"Yaudah yuk," ajak Kikan.


"Gita, nanti mampir ke kedai ice cream dulu ya," ucap Keyna.


"Baik, Nona," ucap Gita.


Mereka pun sampai di kedai ice cream, disana sudah ramai dengan orang-orang berbagai umur, "Kangen sekolah deh kalau liat mereka," ucap Clara.


"Kamu udah lulus sekolah, Ra?" tanya Kikan.


"Belum, Kak," ucap Clara dengan nada sedih.

__ADS_1


"Kalau belum lulus kenapa kamu bilang kangen sekolah?" tanya Kikan.


"Karena aku tuh sekarang home schooling Kak," ucap Clara.


"Tapi, kamu pernah ngerasain sekolah umum kayak mereka gak?" tanya Kikan.


"Pernah Kak," ucap Clara.


"Lah terus kenapa kamu sekarang malah home schooling?" tanya Kikan.


"Gak tau Kak, Papa sama Mama kekeh banget nyuruh aku buat home schooling jadi mau gak mau Clara ya harus home schooling," ucap Clara.


Sebenarnya ia tau jika ia sekolah di sekolah umum maka nyawanya akan terancam karena ia juga termasuk keluarga Erland, Clara tau bagaimana kejamnya keluarga Erland dalam dunia hitam, terutama keluarga Papa Alex, tapi ia diam karena Devan pernah menyuruhnya untuk tidak memberitahukannya ke Keyna karena Keyna masih belum tau mengenai identitas keluarganya.


"Gimana kalau sekarang kita pesan ice cream yang banyak biar happy lagi," ajak Keyna.


"Mau! aku pesan vanilla," ucap Clara.


"Aku mau mint chocolate," ucap Kikan.


"Kakak, suka rasa itu?" tanya Clara.


"Iya Ra, soalnya enak," ucap Kikan.


"Masa sih Kak, aku pernah sih nyoba rasa mint chocolate dan aku ngerasa kayak lagi sikat gigi gak enak banget," ucap Clara.


"Hah! kamu mah ngada-ngada Ra, mana ada rasanya kayak lagi sikat gigi," ucap Kikan.


"Beneran Kak, aku gak bohong rasanya aneh," ucap Clara.


"Selera orang beda-beda Clara dan Kikan emang dari dulu sukanya sama rasa mint chocolate, malah waktu itu Kikan pernah coba rasa mangga, tapi malem harinya dia langsung muntah-muntah kayak gitu sampai gak masuk dua hari," ucap Keyna.


"Mungkin Kak Kikan punya alergi sama mangga makanya sampe muntah," ucap Clara.


"Kalau gitu Clara gak tau deh," ucap Clara.


"Kak Keyna, mau rasa apa?" tanya Clara.


"Kalau Keyna mah always strawberry," ucap Kikan.


"Hehe, tau aja kamu, Kan," ucap Keyna.


"Kita udah kenal lama Key, jadi mana mungkin aku gak tau kesukaan kamu," ucap Kikan.


Mereka pun memesan ice cream dan setelah itu mereka memutuskan untuk duduk di dekat danau, "Biasanya ada angkasanya disini kok sekarang gak ada ya," ucap Keyna.


"Kita harusnya bersyukur karena gak ada angsanya, kalau sampai angsanya datang bisa-bisa kita kena sosor," ucap Kikan.


"Kak Kikan emang orangnya kayak gini ya?" tanya Clara.


"Kayak gini gimana?" tanya Kikan.


"Ngegas, gak bisa santai kalau ngomong," ucap Clara.


"Masa sih, aku ngegas. Kayaknya gak deh, soalnya yang biasanya ngegas itu Celine," ucap Kikan.


"Kamu sama Celine itu sama aja suka ngegas cuma aku doang yang kalem," ucap Keyna.


"Kalem, tapi nikah duluan," sindir Kikan.


"Hahahaha,"


"Kamu kenapa ketawa?" tanya Keyna saat melihat Clara yang tertawa dengan cukup keras.


"Lucu aja denger kata Kak Kikan 'kalem, tapi nikah duluan' sindirannya nancep banget gitu," ucap Clara.

__ADS_1


"Kamu kayaknya sekarang mulai ketularan Kikan ya, Ra," ucap Keyna dengan kesal.


"Iya dong kan sekarang kita friend, iya gak, Ra," ucap Kikan dan diangguki Clara.


"Tapi, Kak Keyna gak usah khawatir karena Kak Keyna udah nikah duluan, jadi jodohnya Kak Keyna lancar lah Kak Kikan masih belum ketemu sama jodohnya," ucap Clara.


Mereka cukup lama berada di kedai ice cream hingga hari mulai sore, "Kak, Mama telpon aku, katanya disuruh pulang," ucap Clara.


"Yaudah, kita pulang sekarang, Kan kamu bareng aku aja nanti biar kita anterin kamu dulu," ucap Keyna.


"Emang gak ngerepotin Key, aku pulang sendiri aja gapapa kok," ucap Kikan.


"Gak boleh, ngapain kamu pulang sendiri kalau kamu bisa bareng aku coba, pokoknya gak ada penolakan lagi," ucap Keyna.


"Gak suami gak istri sama aja tukang maksa," gumam Clara yang tidak dapat di dengar Keyna.


Keyna pun mengantarkan Kikan pulang terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia dan Clara pulang ke rumah, sesampainya di depan rumah, mereka berdua keluar dari mobil.


"Makasih Kak," ucap Clara dan diangguki Keyna.


"Loh kamu gak mau masuk dulu, Ra?" tanya Keyna saya melihat Clara yang berjalan menuju gerbang.


"Gak deh Kak, soalnya Mama udah nanyain Clara dari tadi," ucap Clara.


"Oh, yaudah," ucap Keyna.


"Kalau gitu, Clara pulang dulu ya Kak, dadah Kakak cantik," pamit Clara lalu berlari menuju rumahnya.


"Ada-ada aja Clara ini," ucap Keyna yang melihat kelakuan Clara.


Keyna pun masuk kedalam dan melihat Mama Vanka yang tengah menonton televisi, "Halo sayangnya Mama, gimana hari ini?" tanya Mama Vanka saat melihat Keyna masuk kedalam rumah.


Keyna pun menuju ke arah Mama Vanka, jadi hari ini Keyna berencana untuk menemui Mama Vanka karena baru saja Keyna dan Devan pindah Mama Vanka sudah menanyakan terus bagaimana keadaan Keyna sebab itu Keyna akhirnya memutuskan untuk tinggal sebentar di rumah Mama Vanka sejak beberapa waktu lalu sebab itu ia bisa bertemu Clara.


"Baik kok, Ma," ucap Keyna.


"Kamu gak mau bilang sama Devan gitu buat tinggal disini aja," bujuk Mama Vanka.


"Ma, kan Devan udah bilang waktu itu," ucap Devan yang baru saja datang.


"Ya, tapi kan Mama jadi sendirian kalau kamu pindah," ucap Mama Vanka.


"Ma, kan nanti kalau Kak Acha udah pulang Mama ada temennya," ucap Devan.


"Iya, Mama ngerti, kamu emang pengen berduaan kan sama menantu Mama," ucap Mama Vanka.


"Itu Mama tau," ucap Devan dengan santai. Sedangkan Keyna sudah salah tingkah sejak tadi.


"Yaudah kalian ke kamar sana, kalian itu baru dateng pasti capek kan, mandi dulu baru ke bawah makan ya," ucap Mama Vanka.


"Iya, Ma. Kalau gitu Keyna sama Devan ke kamar dulu ya," ucap Keyna lalu berjalan menuju kamarnya dengan Devan, sedangkan Devan sudah pergi ke kamarnya sejak tadi.


Sesampainya di kamar, Keyna kembali teringat saat Clara mengatakan jika Devan lah yang menyuruhnya untuk membawanya pergi dari taman, 'Tanyain gak ya?' tanya Keyna dalam hati.


"Kenapa?" tanya Devan karena sedari tadi ia merasa jika Keyna ingin mengatakan sesuatu.


"Ehm, ta-tadi kenapa kamu nyuruh Clara buat bawa aku pergi dari taman padahal aku belum ganti baju loh, terus juga kenapa kamu beli baju ini?" tanya Keyna.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2