Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Calon Suami


__ADS_3

Gimana Pa? Papa setuju apa gak?" tanya Mama Bella.


"Gini Devan, saya cuma minta alasan apa yang membuat kamu mau menikahi putri saya karena setau saya Keyna tidak pernah memperkenalkan atau menceritakan kamu pada saya ataupun pada keluarga lainnya?" tanya Papa Erwin.


"Iya Om saya memang baru bertemu dengan Keyna dan saya rasa tidak ada salahnya saya mengajak Keyna untuk menikah kan Key dan saya juga sudah siap secara finansial lagipula saya juga sudah ada di usia yang sudah pantas untuk menikah," ucap Devan.


"Iya Devan kamu bener, udah deh Pa terima aja lama banget sih," ucap Mama Bella.


"Tapi Ma, kita juga harus memilih pasangan yang baik untuk Keyna karena nanti Keyna akan menjalani rumah tangga tersebut untuk seumur hidupnya. Jadi, kita harus selektif memilihnya kita juga gak bisa seenaknya Nerima orang baru yang mau sama Keyna. Jadi, lebih baik kita serahin semuanya ke Keyna," ucap Papa Erwin.


"Papa mau mati dulu apa, asal Papa tau ya sampai kapanpun Keyna gak bakal mau punya pasangan. Ini tuh suatu keajaiban Pa kalau ada yang mau sama Keyna mana ganteng pula," bisik Mama Bella.


"Gimana Key kamu mau sama Devan? kalau kamu iya Papa bakal setuju-setuju aja?" ucap Papa Erwin.


Keyna bingung ia harus menjawab apa, disisi lain ia tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun untuk saat ini. Tapi, di sisi lain, Keyna juga kasihan pada kedua orangtuanya yang sepertinya berharap jika ia menerima ajakan menikah dari Devan.


"Em Keyna terserah Papa sama Mama aja deh," ucap Keyna.


"Oke kalau gitu Mama anggap kamu setuju ya Key," ucap Mama Bella.


"Baiklah Devan kita semua sudah setuju dengan lamaran kamu, kira-kira kapan rencananya kamu akan bawa orangtua kamu untuk membicarakan masalah pernikahan kamu dan Keyna putri saya?" tanya Papa Erwin.


"Rencananya saya akan membawa orangtua saya besok dan Minggu depan pernikahannya," ucap Devan, yang membuat semua orang di ruang tamu terkejut bukan main.


"Apa itu gak terlalu cepet?" tanya Keyna.


"Gak kok menurut saya malah itu lama," ucap Devan.


"Oke Mama setuju," ucap Mama Bella.


"Kalo memang begitu kami akan mempersiapkannya," ucap Papa Erwin dan diangguki Devan.


"Oh iya apa Keyna boleh minta sesuatu di pernikahan ini gak?" tanya Keyna dengan hati-hati.


"Apa sayang?" jawab Papa Erwin.


"Keyna cuma mau pernikahan ini di buat secara sederhana dan hanya orang terdekat saja yang diundang," ucap Keyna.


"Kenapa kok gitu Key? Mama gak setuju ah," ucap Mama Bella.


"Ma, Keyna cuma mau pernikahan Keyna nantinya menjadi begitu sakral dengan kerabat dekat saja yang datang," ucap Keyna.


"Papa juga setuju dengan Keyna," ucap Papa Erwin.


"Ih Papa gak seru deh," ucap Mama Bella.


"Kamu gak masalah kan?" tanya Keyna pada Devan.


"Saya gak masalah kok, menurut saya juga lebih baik cuma keluarga terdekat aja yang diundang," ucap Devan lalu diangguki Keyna.


"Sama satu lagi," ucap Keyna.


"Apa lagi?" tanya Mama Bella yang mulai kesal.


"Keyna pengen pernikahan ini tidak diumbar-umbar," ucap Keyna.

__ADS_1


"Maksud kamu di sembunyikan," ucap Papa Erwin.


"Ah iya, maksud Keyna gak disembunyikan," ucap Keyna.


"Kenapa sih Key, Mama kan pengen bilang gitu ke orang-orang kalau Mama udah punya menantu baru," ucap Mama Bella.


"Ma, itu kan pengennya Keyna, Keyna masih harus kerja," ucap Keyna.


"Tapi kan Key, kamu itu udah punya suami. Jadi, gak harus kok kamu kerja," ucap Papa Erwin.


"Tapi Pa, Keyna kam masih pengen kerja," ucap Keyna.


"Tidak masalah Om, Tante saya ngerti perasaan Keyna dan saya tidak akan memaksa Keyna untuk berhenti kerja meskipun saya bisa membiayai kehidupan nya setelah menikah nantinya," ucap Devan.


"Ya sudah kalau itu memang keputusannya, Papa hanya mengikuti saja," ucap Papa Erwin.


"Oh iya Om, Tante saya rasa saya harus pulang karena ini sudah larut malam," ucap Devan.


"Oh iya Nak Devan, Key sana anter calon suami kamu," ucap Mama Bella.


Setelah itu, Keyna pun mengantarkan Devan sampai di depan mobilnya sebelum menjalankan mobilnya Devan terlebih dahulu menurunkan kaca mobilnya.


"Masalah gaun kamu bisa memilih sesukamu, saya tidak akan ikut campur mengenai hal itu dan jangan berharap saya akan menemanimu untuk fitting baju," ucap Devan lalu menaikkan kaca mobilnya dan melaju dari kompleks perumahan Keyna.


"Apa maksud dia? aku yang urus baju ku sendiri?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


Devan pun sampai di rumahnya dan langsung masuk, "Kamu lama banget sih pulangnya Dev," ucap Mama Vanka.


"Maaf Ma, Devan ada urusan tadi," ucap Devan.


"Apa emangnya yang mau kamu bicarain, Dev?" tanya Mama Vanka.


"Devan Minggu depan mau menikah," ucap Devan, yang berhasil membuat semua orang yang ada di sana terkejut bukan main.


"Kok dadakan gitu sih Dev, Mama kan belum nyiapin semuanya," ucap Mama Vanka.


"Mama gak perlu khawatir siap itu karena Devan udah siapin semua kok," ucap Devan.


"Ish, kamu nih gimana sih Dev. Masalah kayak gini gak bilang ke Mama dulu, tapi ya Mama seneng sih karena Mama bakal punya menantu," ucap Mama Vanka.


"Mama kan udah punya menantu," ucap kak Vanka.


"Itu kan cowok Cha, Mama kan pengen punya menantu cewek," ucap Mama Vanka.


"Devan pergi dulu, Ma," pamit Devan lalu menuju ke kamarnya.


Saat berada di kamarnya Devan membersihkan dirinya dan memutuskan untuk beristirahat. Namun, baru saja ia memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata Mike yang menelponnya.


"Iya, kenapa Mike?" tanya Devan.


"Tuan, saya sudah mencari tau mengenai latar belakang Nona Keyna," ucap Mike.


"Kirim ke email ku sekarang Mike," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike dan setelah itu Devan mematikan sambungan ponsel tersebut.

__ADS_1


Email dari Mike pun terkirim dan langsung dilihat oleh Devan, setelah membaca informasi tersebut barulah Devan tahu jika calon istrinya yang akan ia nikahi Minggu depan adalah seorang model di salah satu perusahaan model terkenal di negara A.


"Keyna kau akan segera melihat dan merasakan bagaimana menjadi Nyonya Erland selanjutnya," gumam Devan lalu menaruh laptopnya dan mulai memejamkan matanya.


Meskipun Devan memejamkan matanya, namun pikirannya terus melayang pada kejadian dimana ia bertemu dengan Keyna untuk pertama kalinya.


"Kenapa mikirin itu sih, Dev," gumam Devan lalu ia benar-benar tertidur pulas.


***


Disisi lain, setelah Devan pergi dari rumahnya Keyna dibuat gelisah sendiri saat ia masuk ke dalam rumahnya karena ia yakin akan mendapatkan seribu satu pertanyaan yang ia sendiri tidak tau akan menjawab apa.


"Gimana dong apa aku pergi aja, tapi kemana?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


"Keyna cepet masuk udah malem," ucap Mama Bella.


"Udahlah pasrah aja kalo emang ditanyain sama Papa, Mama," ucap Keyna.


Saat memasuki rumah, Keyna langsung berhadapan dengan Mama Bella, "Lama banget sih di luar udah rindu aja sama calon suami kamu," ucap Mama Bella lalu pergi dari hadapan Keyna dan menuju ke kamarnya.


'Eh kok Mama gak nanyain sih,' ucap Keyna dalam hati.


"Papa juga gak ada, kok tumben ya Mama sama Papa kayak gini biasanya bakal heboh sendiri," gumam Keyna yang mendapati Mama dan Papa sedang di kamar dan tidak menanyakan apapun padanya.


Keyna pun menuju ke kamarnya dan menonton drama favorit nya yaitu Daniel salah satu anggota band dan juga baru saja debut menjadi seorang aktor, "Astaga akhirnya aku bakal ketemu sama aktor tampan favoritku," ucap Keyna lalu menyalakan laptop nya.


"Wah bagus banget sih mainnya, Astaga kayaknya kau harus belajar main biola deh biar bisa duet bareng Daniel," lanjut Keyna.


Saat Keyna sedang menonton drama nya tiba-tiba ponselnya berdering, Keyna segera mengangkat sambungan telepon tersebut, "Halo," ucap Keyna tanpa melihat siapa yang menelponnya.


"Key, besok kamu bisa ke hotel Star gak?" tanya Kikan, yang merupakan asistennya.


"Buat apa, Kan?" tanya Keyna.


"Besok kamu ada pemotretan, Key," ucap Kikan.


"Bukannya besok aku seharusnya gak ada pemotretan, Kan," ucap Keyna.


"Iya, Key. Harusnya kamu gak ada pemotretan besok, tapi ternyata Sisy besok gak bisa soalnya dia gak mau pemotretan kali ini dan minta kamu yang gantiin dia," ucap Kikan.


"Kenapa Sisy gak mau, Kan. Kok malah nyuruh aku buat gantiin dia?" tanya Keyna.


"Karena pemotretan ini bukan dari perusahaan besar, Key. Kamu pasti paham lah gimana Sisy kalau gak perusahaan besar dia gak akan mau, terus gimana, Key kamu mau gak kalau iya besok kamu ke hotel Star jam 10 ya," ucap Kikan.


"Aku mau kok, Kan," ucap Keyna.


"Kalau gitu sampai ketemu besok ya," ucap Kikan.


"Okay, Kan," jawab Keyna lalu mematikan sambungan telepon tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2