Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Tamu?


__ADS_3

Keyna sudah pulang dari rumah sakit dan saat ini ia berada di kamarnya dengan Ganish, sedangkan Devan dia sudah berangkat bekerja sejak pagi tadi tepatnya setelah mengantarkan Keyna pulang.


"Maaf, Nyonya. Di bawah ada tamu untuk Nyonya," ucap Bi Nani.


"Tamu? siapa Bi?" tanya Keyna.


"Itu teman Nyonya di depan apa saya suruh masuk atau bagaimana?" tanya Bi Nani.


"Teman? siapa emangnya, Bi?" tanya Keyna.


"Namanya Nona Kikan dan Nona Celine, Nyonya," ucap Bi Nani.


"Hah! Kikan sama Celine, yaudah Bi suruh mereka masuk aja nanti biar Key turun ke bawah," ucap Keyna.


"Baik, Nyonya," ucap Bi Nani lalu pergi.


"Apa tidak sebaiknya, teman Nyonya ke kamar saja daripada Nyonya yang harus turun ke bawah?" tanya Ganish.


Keyna pun tersenyum, "Aku aja yang turun, gak enak kalau harus di kamar apalagi aku kan harus izin Devan dulu kalau mau bawa mereka ke kamar dan itu pasti lama. Jadi, lebih baik di bawah aja," ucap Keyna dan diangguki Ganish.


Sebenarnya Keyna tidak berani untuk izin pada Devan karena sejak mengantarkannya pulang, raut wajah Devan sangat tidak bersahabat dan juga Keyna merasa semua yang ada di rumah ini adalah milik Devan, jadi ia tidak berhak seenaknya di rumah tersebut.


"Kalau begitu Nyonya, biar saya bantu turun ke lantai satu," ucap Ganish dan diangguki Keyna.


"Nish, aku boleh tanya?" tanya Keyna dengan Ganish yang menuntunnya.


"Silahkan, Nyonya ingin menanyakan apa?" tanya Ganish.


"Kamu ingat hari pertama aku di rumah, Mama?" tanya Keyna.


"Iya, Nyonya. Saya ingat, memangnya ada apa, Nyonya?" tanya Ganish.


"Setelah dari taman waktu itu, kamu kemana? aku udah gak pernah ketemu kamu di rumah Mama, terus pas aku pindah ke rumah ini juga kamu gak ada eh waktu aku beberapa hari yang lalu datang kamu sudah ada disini dan bilang kalau kamu disini sudah lama, tapi kenapa aku gak tau ya?" tanya Keyna.


Pertanyaan Keyna tentu saja membuat Ganish gugup dan ia hampir mengatakan yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Jika sampai itu terjadi, maka kali ini nyawanya yang akan terancam.


"Saya ada urusan pribadi saat itu Nyonya, jadi tidak bisa menyambut Nyonya dengan baik," ucap Ganish.


"Gapapa kok, aku cuma penasaran aja, tapi kamu beneran gapapa soalnya aku liat banyak luka di wajahmu waktu itu?" tanya Keyna.


"Nyonya, tidak perlu khawatir saya baik-baik saja, terima kasih sudah mengkhawatirkan saya," ucap Ganish.


"Keyna sayangku, cintaku. Aku kangen banget loh sama kamu!" teriak Celine.


"Kalian kok bisa kesini? kalian tau alamatnya dari mana?" tanya Keyna.


"Ya, kita tanya ke Mama Bella tercinta dong, Key. Gimana sih masa gitu aja gak tau," ucap Kikan.


"Key, aku kangen banget loh sama kamu. Emangnya kamu gak kangen apa sama aku ini?" tanya Celine dengan berteriak.


"Apa sih Lin, berisik tau gak. Teriakan kamu bikin telingaku sakit aja," omel Kikan.


"Hehehe, udah kangen banget soalnya sama si bumil ini," ucap Celine.


"Bumil? bumil siapa? emang kamu hamil Kam?" tanya Keyna.


"Gak lah, masa aku hamil sih. Orang pacar aja gak punya yang harusnya hamil itu kamu, Key. Orang kamu yang udah punya suami kalau aku yang hamil bisa-bisa jadi omongan orang," ucap Kikan.

__ADS_1


"Oh, tapi aku gak hamil, Kan. Jadi, bukan aku dong atau jangan-jangan kamu Lin yang hamil?" tanya Keyna.


"Ngaco kamu Key, aku emang udah punya pacar, tapi aku ini masih segelan ya, cuma bibir aja sih yang gak segelan," ucap Celine.


"Astaga, jadi ceritanya cuma aku doang nih yang masih segelan," ucap Kikan.


"Masa sih?" tanya Celine.


"Iya, apa aku terlalu jual mahal ya?" tanya Kikan.


"Gapapa, kok Kan. Kamu jual mahal aja biar nanti kamu gak ditinggal sama cowok kamu soalnya dia harus berjuang dulu kalau mau dapetin kamu sepenuhnya," ucap Keyna.


"kamu nyindir aku gitu Key yang gak jual mahal sama pacar aku?" tanya Celine.


"Aku gak pernah bilang kalau aku nyindir kamu ya, Lin. Tapi, kalau kamu ke sindir ya aku minta maaf," ucap Keyna.


"Tapi, Lin. Kamu emang udah ganti berapa kali cowoknya?" tanya Kikan.


"Aku itu orangnya setia sama Lucas," ucap Celine.


"Loh kok Lucas sih Lin, bukannya kamu waktu itu ngenalin ke aku Noval ya?" tanya Keyna.


"Astaga Key, kalau sama Noval itu aku udah putus dari jaman kapan kali," ucap Celine.


"Tapi, kamu baru banget loh ngenalin Noval ke aku kayaknya kamu ngenalin Noval waktu aku udah kenal Devan, tapi belum nikah sih masih kenal doang itu artinya kan masih baru, Lin," ucap Keyna.


"Ya, mau gimana lagi Key, aku gak cocok lagi sama si Noval, dia orangnya posesif banget mana suka ngatur lagi kan aku jadi gak suka kayak risih aja gitu kalau ketemu sama cowok macam dia," ucap Celine.


"Emang sebelum kamu pacaran sama Noval, sikapnya beda ke kamu, Lin?" tanya Kikan.


"Banget!, dia itu dulunya lembut kalau ngomong terus juga bebasin aku asalkan aku kabarin dia, pokoknya saling percaya sama komunikasi gitu aja, eh pas udah pacaran dia makin ngeselin masa kalau mau ngapa-ngapain harus kabarin dia kayak kalau mau tidur, mandi, makan dan pernah nih ya gue lagi ngobrol sama Jerry tiba-tiba Noval datang dan mukul Jerry terus dia nuduh aku selingkuh, gila gak tuh pokoknya dia itu termasuk laki-laki yang gak banget buat aku," ucap Celine.


"Lucas, wow dia itu romantis banget masa aku kan seharian sibuk ada pemotretan terus dia tiba-tiba ngirim bunga dong ke rumahku dan ngasih beberapa hadiah gitu ke aku pokoknya dia yang terbaik," ucap Celine dengan tersenyum.


"Ya, semoga aja sikapnya gak berubah kayak pacar kamu yang sebelum-sebelumnya," ucap Kikan dan diangguki Keyna.


"Main, eh Key btw gimana kamu sama Presdir Devan?" tanya Celine.


"Gimana maksudnya?" tanya Keyna yang tidak mengerti arah pembicaraan Celine.


"Kamu udah di unboxing belum sama,l Presdir Devan?" tanya Celine sambil berdecak kesal karena Keyna orangnya lemot jika membahas mengenai kehidupan pribadinya.


"Unboxing? maksudnya apa sih gak paham aku, Lin?" tanya Keyna.


"Kamu, masih perawan gak?" tanya Celine.


"Ya masih lah! kenapa emangnya?" tanya Keyna.


Celine dan Kikan yang mendengarnya pun terkejut padahal Keyna cukup lama menikah dengan Devan, ya meskipun belum sampai tiga bulan, tapi waktu yang mereka habiskan cukup lama.


"Kamu lagi gak bercanda kan Key, masa kamu belum di apa-apain sama Presdir Devan sih?" tanya Celine.


Keyna pun mulai paham arah pembicaraan Celine, "Udah deh, gak usah bahas yang kayak gini, sekarang bahas yang lain aja kayak bahas apa gitu," ucap Keyna.


"Padahal aku penasaran banget loh, Key," ucap Celine.


"Ya, kalau kamu penasaran, kamu coba aja sama pasangan kamu," ucap Keyna.

__ADS_1


"Gak boleh, Lin. Kamu harus nikah dulu baru boleh coba, awas aja ya kalau kamu udah coba, tapi belum nikah!" teriak Kikan dan membuat Keyna maupun Celine tertawa mendengar ancaman Kikan.


"Astaga, Kikan telingaku sakit tau, lagian siapa juga yang mau coba. Aku masih waras kali kalau masalah kayak gitu," omel Celine dan Kikan hanya tersenyum dengan memperlihatkan giginya.


"Eh, btw aku ada kabar baru soal si badut," ucap Celine.


"Kabar apa?" tanya Kikan.


Sedangkan, Keyna hanya melihat ke arah Celine, ia tidak terlalu penasaran mengenai kehidupan orang lain, apalagi orang itu orang yang membencinya.


"Aku denger dia bakal jadi model di kerjasama bareng Marva Grup," ucap Celine.


"Eh, beneran bukannya semua model bakal ikut ya," ucap Kikan.


"Iya, tapi dia yang bakal jadi model utamanya dan kalian tau kalau model utamanya nanti bakal ada sesi pemotretan bareng Presdir Devan," ucap Celine dengan melirik Keyna.


"Kenapa kamu liat aku kayak gitu?" tanya Keyna yang melihat Celine meliriknya.


"Kamu gak mau gitu gantiin posisi si badut?" tanya Celine.


"Ngapain? ya biarin aja sih, orang semuanya kan udah diatur sama agensi," ucap Keyna.


"Kalau aku jadi kamu, aku bakal gantiin posisi si badut, enak aja suami aku deket sama badut jalan kayak dia," ucap Celine.


"Ya, itu kan kalau kamu, kalau aku mah gak gitu," ucap Keyna yang sebenarnya juga emosi saat mendengar Devan akan melakukan pemotretan dengan Sisy.


"Ck, kamu mah gak asik, Key. Oh iya Presdir Devan kapan pulangnya?" tanya Celine.


"Ini masih jam 9 loh Lin, kalau Devan pulang sih biasanya sore atau gak agak malam gitu, tapi tergantung juga sih," ucap Keyna.


"Key, nikah enak gak?" tanya Kikan.


"Hem, kalau kamu tanya aku enak atau gak, aku bakal jawab ada enaknya ada gak nya, Kan," ucap Keyna.


"Emang apa gak enaknya? kok menurutku nikah itu enak aja sih gak ada yang gak enak," tanya Celine.


"Yang gak enak tuh waktu kita berantem, kalian tau sendiri kan gimana kalau dua kepala disatuin wah udah pasti banyak banget perbedaan pendapatnya terus selain itu juga gak enaknya itu aku sama Devan masih agak canggung jadi kita kayak kurang ngobrol gitu, mungkin karena sifat dia yang dingin dan juga karena aku yang gak bisa bergaul jadi agak susah gitu," ucap Keyna.


"Gak ada masalah lain gitu Key yang gak enaknya?" tanya Celine.


"Ya, banyak sih, Lin. Tapi, aku gak mungkin cerita disini karena menurutku itu urusan pribadiku sama Devan, bahkan aku gak cerita ke keluargaku ataupun keluarganya Devan, cukup beberapa hal aja yang bisa aku ceritain dan gak semuanya harus aku ceritain," ucap Keyna.


"Kamu keren banget Key punya pemikiran kayak gitu," ucap Kikan.


Mereka pun saling bercerita hingga hari mulai sore, "Udah jam 3 aja kalau gitu kita pulang deh Key, kapan-kapan kita kesini lagi ya," ucap Celine.


"Yaudah, kalian hati-hati ya," ucap Keyna.


"Okey, cepet sembuh Bu Presdir," ucap Kikan dan diangguki Keyna.


Celine dan Kikan pun pulang sedangkan Keyna kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan saat ia selesai mandi, ia pun keluar menggunakan baju rumahannya, ternyata Devan sudah berada di sofa kamar, "Kamu udah pulang dari tadi?" tanya Keyna dan menghampiri Devan untuk mengambil jas yang ada disamping Devan.


Bukannya menjawab Devan justru menatap lekat ke arah Keyna "Kenapa kamu liat aku kayak gitu? emangnya ada yang aneh ya dari aku?" tanya Keyna yang sedikit takut dengan tatapan Devan padanya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2