
Disisi lain, saat Keyna tengah merebahkan tubuhnya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar, Keyna pun berdiri dan membukakan pintu, ia melihat Mama Vanka sedang berdiri di depan kamar, "Kenapa, Ma?" tanya Keyna.
"Devan, udah pulang belum sayang?" tanya Mama Vanka.
"Belum Ma, kenapa memangnya?" tanya Keyna.
"Ish, tuh anak ya udah Mama suruh pulang malah gak pulang," omel Mama Vanka.
"Kenapa memangnya, Ma?" tanya Keyna.
"Kamu telpon Devan ya sayang, suruh pulang dia nya, Mama gak mau liat kamu tidur sendirian," ucap Mama Vanka.
"Keyna, gapapa kok Ma tidur sendirian, kan Keyna juga udah biasa tidur sendirian dulu sebelum nikah," ucap Keyna.
"Gak boleh, kamu telpon Devan sekarang," ucap Mama Vanka.
Mau tidak mau Keyna pun menelpon Devan, namun tidak diangkat, "Mungkin Devan lagi ada urusan Ma, gapapa kok Keyna tidur sendirian aja," ucap Keyna.
"Astaga Devan, sini biar Mama yang telepon sayang," ucap Mama Vanka.
Sudah 7 kali Mama Vanka menelepon Devan, namun tetap saja tidak diangkat oleh Devan, "Huh, yaudah kamu tidur sama Mama aja," ucap Mama Vanka.
"Ma, Keyna tidur sendiri aja gapapa, kasihan Papa kalau Keyna tidur sama Mama," ucap Keyna.
"Kamu gak usah khawatir soal itu tadi Papa udah bilang kalau Papa gak pulang karena ada urusan penting," ucap Mama Vanka lalu menarik Keyna menuju kamarnya.
Keyna pun malam ini tidur bersama Mama Vanka karena paksaan dari Mama Vanka tentunya, "Sayang, kamu mau kan maafin anak Mama kan," ucap Mama Vanka.
"Maksud Mama apa?" tanya Keyna.
"Kamu bahagia nikah sama Devan?" tanya Mama Vanka.
"Keyna bahagia kok Ma, Devan selalu perlakukan Keyna jadi wanita yang paling beruntung malahan," ucap Keyna.
"Syukurlah, Mama seneng dengernya," ucap Mama Vanka.
"Ma, maafin Keyna ya masih belum bisa ngasih cucu buat Mama," ucap Keyna.
"Heh, sayang gak boleh ngomong gitu, Mama gak pernah mempermasalahkan itu, yang penting kamu bahagia udah itu aja, lagian Mama kan mau punya cucu dari Kakaknya Devan, kamu gak boleh mikir kayak gitu lagi ya," ucap Mama Vanka dengan tersenyum dan diangguki Keyna.
.
Pagi harinya, Keyna bangun dan ia melihat ke sekeliling kamar Mama Vanka dan ia baru menyadari jika Mama Vanka sudah tidak ada di dalam kamar dan Keyna pun memutuskan untuk keluar kamar, "Mama, kenapa gak bangunin Keyna?" tanya Keyna yang melihat Mama Vanka tengah menyiapkan sarapan.
"Kamu keliatan nyenyak banget sayang, jadinya Mama gak tega deh bangunin kamu, sekarang kamu mandi dulu terus kamu sarapan, hari ini kamu gak kerja kan," ucap Mama Vanka.
"Iya, Ma," ucap Keyna lalu menuju kamarnya dan Devan.
Saat masuk ke dala kamar, ia tidak melihat Devan, "Berarti Devan emang kemarin gak pulang, aku kira dia ngomong kayak gitu cuma bercanda, tapi ternyata beneran, kayaknya Devan bukan orang yang suka bercanda deh," gumam Keyna dan tertawa miris melihat hubungan rumah tangganya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Keyna pun turun dan mulai menyantap sarapan paginya, "Key, kamu ini nanti langsung ke pergi ke rumah kamu sama Devan?" tanya Mama Vanka.
"Iya, Ma, Mama mau ikut ke sana," ajak Keyna.
"Mama, pengen banget ikut ke sana, tapi Mama udah janjian sama temen Mama, sayang," ucap Mama Vanka dengan nada sedih.
"Gapapa, Ma. Kan kapan-kapan Mama bisa ke sana atau gak nanti Keyna yang kesini," ucap Keyna.
"Beneran loh ya kamu harus sering-sering mampir ke sini, awas aja kalau kamu gak mampir kesini," ucap Mama Vanka.
"Iya, Ma. Keyna usahain buat sering mampir ke sini dan ketemu sama Mama, Papa, Vio, Vino sama Kak Acha," ucap Keyna dan diangguki Mama Vanka.
Setelah sarapan, Keyna langsung mengambil tasnya yang ada di kamar dan menuju rumahnya dan Devan.
Sedangkan, Mama Vanka sudah pergi bersama teman-teman arisannya,
"Gita, kita ke minimarket sebentar ya ada yang harus aku beli," ucap Keyna.
"Baik, Nona," ucap Gita.
"Wah, kayanya enak nih kalau di ruang nanti makan es krim sama mie instan," gumam Keyna, lalu mengambil beberapa es krim dan mie instan, setelah itu ia pun masuk kedalam mobilnya.
Beberapa saat kemudian, Keyna pun sampai di rumahnya dan Devan, mewah itulah kata yang cocok untuk rumah tersebut, banyak orang berpakaian hitam yang berada depan rumah tersebut.
"Selamat, pagi Nyonya," sapa Bi Nani yang merupakan kepala pelayan di rumah tersebut.
"Bi, Keyna kan udah pernah bilang panggil Keyna aja atau gak Nona jangan Nyonya," ucap Keyna.
"Devan, semalam pulang gak, Bi?" tanya Keyna.
"Tuan belum pulang semenjak pergi dengan Nona," ucap Bi Nani.
"Yaudah, kalau gitu aku mau ke kamar aja," ucap Keyna dan diangguki para pelayan.
Saat Keyna akan menaiki tangga ia melihat Ganish yang berada di belakang para pelayan dengan menunduk, "Ganish!" panggil Keyna dengan suara yang cukup keras dan membuat semua orang yang ada disana terkejut.
Keyna menghampiri Ganish dan langsung memeluknya, "Kamu kemana aja sih Nish, aku cariin di rumahnya Mama Vanka gak ada eh tau-taunya kamu malah disini, kamu gapapa kan?" tanya Keyna.
"Saya baik-baik saja Nona," ucap Ganish.
"Kamu selama ini kemana aja, Nish?" tanya Keyna.
"Saya tidak kemana-mana Nona, mungkin Nona saja yang tidak menyadari keberadaan saya," ucap Ganish.
"Iya juga sih, yaudah kalau gitu aku ke kamar dulu kalian lanjutkan pekerjaan kalian atau gak kalian istirahat juga gapapa kok," ucap Keyna lalu berjalan menuju ke kamarnya.
"Kenapa aku liat ada yang beda ya sama Ganish, tapi apa ya?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.
Keyna duduk di sofa yang ada di kamar tersebut lalu matanya tidak sengaja melihat sebuah kotak yang berada di atas meja riasnya, "Kotak apa ini?" tanya Keyna.
__ADS_1
Karena penasaran Keyna pun mengambil kotak tersebut, ukuran tidak terlalu besar, tapi saat Keyna mengambilnya kotak tersebut cukup berat.
"Apa ini hadiah pernikahan yang belum aku buka?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.
Banyak pertanyaan yang Lea lontarkan saat melihat sebuah kotak tersebut karena setau Keyna, ia tidak meninggalkan sebuah kotak apapun di atas meja riasnya.
'Apa ini punyanya Devan ya? taku kayaknya gak mungkin deh?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.
Keyna pun membukanya dan betapa terkejutnya saat ia membuka kotak tersebut yang isinya merupakan bangkai kelinci, "Aaaa," teriak Keyna dan membuang kotak tersebut.
Teriakan Keyna sangat kencang sehingga orang yang berada di luar pun dapat mendengarnya, begitupun juga dengan Devan yang baru saja sampai di rumah, ia terkejut mendengar teriakan sang istri dari dalam kamar mereka.
Devan langsung berlari menuju kamarnya dan saat didalam kamar ia melihat Keyna yang sudah duduk sambil menangis lalu mata Devan melihat sebuah kotak yang ternyata berisikan bangkai kelinci.
Bukan hanya Devan yang melihat bangkai tersebut melainkan para pelayan, pengawal dan penjaga yang ada disana karena mereka langsung berlari ke kamar saat mendengar teriakan kencang dari istri majikannya itu.
Devan pun menghampiri Keyna dan memeluknya, "It's okay," ucap Devan dengan mengeratkan pelukannya.
"Hiks hiks hiks, a-aku takut" ucap Keyna dengan suara bergetar karena masih menangis.
"Gapapa, gak usah khawatir nanti biar aku yang beresin, Mike," ucap Devan lalu menatap Mike.
Mike yang paham pun langsung mengambil bangkai kelinci tersebut dan membawanya keluar.
"kalian jaga istri saya," di cap Devan dan berusaha melepaskan pelukan tersebut, namun Keyna semakin mengeratkan pelukannya dan menggelengkan kepalanya pertanda jika ia tidak ingin ditinggalkan Devan.
"Ada hal yang harus aku urus, aku harus cari tau bagaimana bisa kotak itu ada di dalam kamar," ucap Devan dengan lembut lalu mengecup pelipis sang istri.
Keyna sendiri sudah salah tingkah karena tindakan Devan yang dilihat oleh para pelayan. Sedangkan Devan masa bodoh dengan semua itu.
Keyna pun melepaskan pelukan tersebut lalu Devan membawanya untuk duduk di sofa dan ia segera pergi dari kamar.
Setelah Devan pergi barulah beberapa pelayan yang tadi luar pun masuk "Nona, tidak apa-apa?" tanya Bi Nani.
"Iya, Bi. Keyna gapapa kok mungkin tadi kaget aja," ucap Keyna.
"Ini, Nona silahkan minum terlebih dahulu," ucap Chika salah satu pelayan di rumah tersebut dengan memberikan segelas air putih.
"Terima kasih," ucap Keyna.
Disisi lain, dengan aura yang menakutkan Devan menuju ruang bawah tanah dimana disana sudah ada Mike dan beberapa anak buahnya, "Kau tau siapa yang melakukannya?" tanya Devan.
"Sudah tuan," ucap Mike lalu memperlihatkan sebuah video.
Devan pun menyeringai melihat video tersebut "Dia mau main petak umpet denganku ternyata. Oke kalau itu maunya aku akan dengan senang hati meladeninya," ucap Devan.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.