Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Memastikannya


__ADS_3

Satu bulan sudah Keyna masuk dalam list festival dan benar saja banyak produk yang menginginkan Keyna menjadi modelnya, hal itu tentunya di sambut baik oleh Keyna dan staff.


"Akhirnya ya, Key. Sekarang kita udah gak usah mikir gimana nyari produk yang mau kamu jadi model," ucap Kikan.


"Iya, Kan. Bener kata kamu kalau festival ini sangat penting," ucap Keyna.


"Jangan lupa ya habis ini ke ruang rapat buat bahas festival, disana nanti juga ada Presdir Devan," ucap Jennifer.


"Iya, Jen. Kamu dari tadi udah ngingetin loh ada kali 5 kali sampe bosen aku dengernya," ucap Kikan.


"Hehehe, gue ini sebagai rekan kerja yang paling baik hati dan tidak sombong cuma mau ngingetin aja gituloh biar gak telat nanti kalian," ucap Jennifer.


"Iya, makasih ya udah diingetin," ucap Keyna.


Untung saja tidak ada Celine, jika Celine ada sudah dapat Keyna pastikan jika Jennifer hanya akan tinggal nama, Jennifer memang sering adu mulut dengan Celine terutama untuk masalah pakaian, tapi belum satu jam mereka akan berbaikan.


"Key, kamu gapapa? kok muka kamu pucet banget?" tanya Kikan.


"Gapapa kok Kan, mungkin aku kurang istirahat aja, nanti setelah rapat aku langsung istirahat," ucap Keyna lalu menambahkan sedikit bedak dan juga lip gloss agar wajahnya tidak terlalu pucat.


"Masih keliatan pucet gak, Kan?" tanya Keyna.


"Udah gak terlalu kok, kalau nanti kamu ngerasa gak enak badan kamu langsung izin aja pasti mereka maklumi kok," ucap Kikan dan diangguki Keyna.


.


key aku saat ini berada diruang rapat, "Key, nanti kamu yang jelasin soal gaun warna merah itukan?" tanya Celine.


"Iya, kamu yang warna biru kan?" tanya Keyna dan diangguki Celine.


Ya, saat ini para model sudah berada di ruang rapat dan tinggal menunggu Devan, hari ini para model akan menjelaskan konsep pakaian yang akan mereka gunakan saat festival, ini semua tentunya ide dari Devan, ia tidak ingin para model hanya tinggal pakai tanpa tau apa makna yang designer sematkan di pakaian tersebut.


Beberapa saat kemudian, Devan pun datang yang dibelakangnya sudah ada Mike dan Enzy, "Kalian silahkan jelaskan pakaian yang akan kalian gunakan, jika memang penjelasan kalian kurang menarik, maka saya akan mengganti kalian dengan model lain," ucap Devan yang tentunya membuat para model semakin takut.


.


Setelah beberapa saat akhirnya giliran Keyna yang harus menjelaskan mengenai gaun yang akan ia kenakan, selama menjelaskan Keyna merasa kepalanya dibenturkan ke batu besar, Keyna mencoba bertahan dan tidak menunjukkan ekspresi kesakitannya, Keyna tidak ingin melewatkan kesempatannya kali ini.


Devan sendiri melihat hal aneh dari Keyna, Devan tahu jika Keyna sedang sakit karena tadi pagi saat di rumah pun Keyna terlihat sudah pucat bahkan sedari tadi Keyna memuntahkan makanannya.


Kembali ke Keyna yang saat ini selesai menjelaskan mengenai makna dari gaunnya, Keyna pun berjalan menuju tempat duduknya, namun langkahnya harus terhenti lantaran ia sudah tidak bisa menahan beban tubuhnya dan Keyna pun akhirnya tumbang sebelum sampai tempat duduknya dan hal itu tentu membuat semua orang yang ada disana panik, begitupun dengan Devan.


Saat melihat Keyna tidak sadarkan diri dengan cepat Devan melangkah kearah Keyna dan menggendongnya menuju ruangannya, "Mike cepat panggilkan Dokter!" perintah Devan sebelum keluar dari ruang rapat.

__ADS_1


Banyak model dan para staff yang melihat raut wajah khawatir Devan terhadap Keyna, tapi mereka hanya berpikir seperti itu karena Keyna merupakan pegawai Devan dan tentunya Devan harus khawatir karena nanti jika Keyna sakit maka perusahaan yang akan rugi, bukan.


Saat keluar dari ruang rapat, Kikan pun berlari menghampiri Keyna yang sudah tidak sadarkan diri dalam gendongan Devan, "Presdir, Keyna kenapa kok bisa pingsan kayak gini?" tanya Kikan dengan mengikuti langkah besar Devan.


"Saya juga tidak tahu, jangan tanyakan ke saya, Mike sedang menghubungi Dokter nanti kalau Dokter sudah datang tanyakan saja padanya," ucap Devan lalu masuk kedalam ruangannya lebih tepatnya kamar yang ada di ruangannya dan dengan cepat ia membuat high heels yang dipakai Keyna.


Beberapa saat kemudian, Dokter pun datang, "Tuan," panggil Dokter tersebut.


"Keyna tiba-tiba pingsan cepat periksa dia, apa perlu ke rumah sakit atau tidak," ucap Devan dan diangguki Dokter tersebut.


Dokter tersebut pun memeriksa Keyna, setelah memeriksa keadaan Keyna, dokter Andra tidak menemukan penyakit serius yang membuat Keyna tidak sadarkan diri, "Bagaimana?" tanya Devan.


"Saya tidak menemukan apa yang membuat Nyonya Keyna tidak sadarkan diri, saya harus tanya apa keluhan dari Nyonya Keyna untuk memastikan penyebabnya," ucap Dokter tersebut.


"Kau ini, bagaimana bisa kau tidak tau, kau ini Dokter harusnya kau bisa langsung mendeteksi penyebabnya," ucap Devan dengan emosi.


"Saya tahu, sata Dokter, tapi Dokter juga manusia yang butuh bicara langsung dengan pasien dan mendengarkan keluhan mereka. Tapi, saya juga tidak yakin dengan apa yang rasa pikir ini sebab itu saya harus mengetahui secara detail melalui Nyonya Keyna," ucap Dokter tersebut.


Baru saja Devan akan menjawab perkataan Dokter tersebut, tapi suara Keyna mengalihkan pandangan Devan kepada Keyna sepenuhnya, "Dev," lirih Keyna.


Devan pun langsung menghampiri Keyna, "Apa kamu baik-baik saja? mana yang sakit biar dokter ini yang memeriksa mu?" tanya Devan dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja kok," ucap Keyna.


"Nyonya, apa Nyonya merasakan sakit di bagian tertentu? perut misalnya?" tanya Dokter tersebut.


"Tidak, ah iya, aku baru ingat, aku merasakan pusing saja," ucap Keyna.


"Apa Nyonya makan dengan teratur atau Nyonya akhir-akhir ini bega..." ucapan Dokter terhenti lantaran tiba-tiba Keyna berlari ke kamar mandi dengan menutup mulutnya.


Devan yang melihatnya pun langsung mengikuti langkah Keyna dan juga ikut masuk kedalam kamar mandi, Devan melihat keadaan Keyna yang hampir sama saat di rumah tadi pagi.


"Hei, ada apa?" tanya Devan, Keyna hanya menggelengkan kepalanya.


Devan terus mengusap tengkuk Keyna dengan tangannya hingga beberapa saat kemudian Keyna pun selesai dari muntahannya lalu membalikkan tubuhnya menghadap kearah Devan.


Devan yang melihat Keyna semakin pucat pun tidak tega, "Apa perlu ke rumah sakit?" tanya Devan dan Keyna kembali menggelengkan kepalanya.


Keyna hanya menatap Devan lalu memeluk tubuh kekar suaminya itu, "Ada apa?" tanya Devan.


"Lemes," lirih Keyna dan untungnya masih dapat didengar Devan.


Devan pun menggendong Keyna dan merebahkan tubuhnya ke ranjang ruangan tersebut.

__ADS_1


"Kau periksa dia, aku akan meminta Mike membawa beberapa makanan dan minuman," ucap Devan lalu pergi dari ruangannya.


"Apa Nyonya akhir-akhir ini sering merasa pusing dan mual-mual seperti tadi?" tanya Dokter tersebut.


"Iya, Dok. Kira-kira sudah 2 hari saya merasakan mual seperti tadi," ucap Keyna.


"Maaf Nyonya, kalau boleh tau apa Nyonya sudah datang bulan?" tanya Dokter tersebut.


Keyna yang mendengarnya pun langsung menatap Dokter tanpa berkedip dan Dokter tersebut justru tersenyum dengan ekspresi Keyna karena sekarang ia tahu apa penyebab Keyna tidak sadarkan diri dan merasa pusing serta mual-mual.


"Saya sarankan Nyonya untuk memeriksanya ke Dokter kandungan, saya cukup yakin dengan apa yang saya ucapkan, tapi kalau Nyonya masih belum ingin ke Dokter kandungan Nyonya bisa menggunakan testpack untuk memeriksanya," ucap Dokter tersebut.


"Hem, Dokter jangan beritahu ke Devan soal ini," ucap Keyna.


"Ada apa Nyonya? apa Tuan Devan tidak boleh mengetahuinya?" tanya Dokter.


"Bukan begitu, saya hanya ingin memastikannya terlebih dahulu dan jika memang hasilnya positif baru saya akan memberitahukannya pada Devan, saya tidak ingin memberitahukannya sebelum saya tahu hasilnya, takutnya saat memberitahukan semuanya pada Devan sekarang ternyata hasilnya bukan seperti yang diharapkan Dokter," ucap Keyna.


"Baik, Nyonya. Saya tidak akan sampaikan hal ini kepada Tuan Devan, jika ada apa-apa Nyonya bisa kabari saya," ucap Dokter dan diangguki Keyna.


Beberapa saat kemudian, Devan pun masuk kedalam kamar tersebut, "Kamu makan dulu terus minum, aku rasa kamu kelaparan karena tadi pagi makanmu sangat sedikit," ucap Devan.


"Terima kasih," ucap Keyna lalu memakan makanan yang dibawa Devan tadi.


"Saya akan memberikan resep obat untuk Nyonya Keyna," ucap Dokter.


"Hem, berikan pada Mike, nanti Mike yang akan menebusnya," ucap Devan dan diangguki Dokter, lalu Dokter pun keluar dari kamar tersebut.


"Apa kamu yakin kau baik-baik saja?" tanya Devan.


"Iya, aku baik-baik saja," ucap Keyna.


"Kamu istirahatlah, aku masih ada beberapa pekerjaan," ucap Devan.


"Tapi, kalau orang-orang ada yang curiga denganku bagaimana?" tanya Keyna.


"Tidak akan, sudahlah kamu istirahat saja, tubuhmu pasti lelah," ucap Devan dan dituruti oleh Keyna.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2