
Keempat pria itu pun melakukan tugasnya yaitu menyetubuhi Aurel, mereka melakukannya di tengah lapangan bahkan ada beberapa anak buah Devan yang berjaga disana, tapi mereka tetap melakukannya karena bayaran yang menggiurkan tentunya.
Mereka mulai menyentuh tubuh Aurel, Aurel ingin memberontak, tapi usahanya sia-sia karena tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk bergerak hingga ketiga pria tersebut sudah telanjang dan mulai melakukan aktivitasnya.
Bahkan mereka melakukannya sekaligus dan itu membuat Aurel menahan sakit yang teramat, ia ingin teriak, tapi semua hanya angan-angan saja karena pita suaranya seperti terputus, Aurel sudah membuka mulutnya untuk teriak, tapi tidak ada suara dari mulutnya.
"Heh, ingat kita harus mengeluarkan didalam," ucap salah satu pria tersebut dan diangguki kedua pria lainnya.
Cukup lama mereka bercinta kurang lebih selama empat jam dan setelah dirasa cukup keempat pria tersebut pergi dari lapangan meninggalkan Aurel dengan tangis yang memilukan karena keempat pria tersebut bermain kasar dengannya dan juga tidak memperdulikan Aurel yang sedari tadi mengisyaratkan untuk berhenti, mereka justru semakin cepat menggerakkannya.
Aurel saat ini masih membuka kakinya karena jujur saja kakinya terasa lemas bahkan untuk di tutup hingga beberapa anak buah Devan pun membawa Aurel bukan di gendong melainkan diseret padahal Aurel baru di p*rkosa dan bagian bawahnya masih sakit.
Bahkan baju yang Aurel gunakan sudah tidak berbentuk dan memperlihatkan kulit yang seharusnya tertutup.
Namun, anak buah Devan tidak mempedulikannya karena mereka melakukannya sesuai perintah Devan.
Mereka masih sayang nyawa untuk tidak memberontak pada Devan, Aurel sendiri tidak di bersihkan dan langsung dimasukkan kedalam penjara bawah tanah.
Didalam penjara, Aurel sangat terpukul setelah keluarganya yang pergi meninggalkannya sekarang ia harus merasakan pahitnya hidup di dalam penjara bawah tanah, Aurel berfikir kenapa Devan tidak langsung membunuhnya saja.
Aurel tidak tau saja Devan memang sengaja tidak langsung membunuh Aurel karena Devan menunggu Aurel hamil sebab itu Devan menyuruh ketiga pria tadi untuk mengeluarkan cairannya didalam, kalau seandainya Aurel tidak hamil, maka Devan akan menyuruh pria lain untuk menyetubuhi Aurel sampai hamil.
Devan tidak akan membiarkan Aurel mati begitu saja, selama Devan terjun di dunia ini, ia tidak pernah melukai wanita apalagi merusak kehormatannya, tapi hal itu tidak berlaku untuk Aurel karena telah berani-beraninya melukai Keyna yang notabenenya menantu dari keluarga Erland.
Meninggalkan Aurel, disisi lain Devan sedang menuju rumah sakit dan sesampainya di rumah sakit ternyata keluarganya sudah berada di kamar inap Keyna.
"Kamu kemana aja sih, Van? istri kamu lagi sakit loh," tanya Mama Vanka.
"Biasa Ma, Devan ada urusan bentar," ucap Devan lalu menghampiri Keyna yang sedang memakan buah jeruk.
"Kamu gapapa? ada yang sakit, sayang?" tanya Devan.
Keyna melotot mendengar kata terakhir yang Devan ucapkan, 'Sayang? aku gak salah denger kan aku? apa jangan-jangan karena ada Mama sama Papa, Devan jadi romantis kayak gini? please deh jangan buat anak gadis baper,' ucap Keyna dalam hati.
"Hei, kamu gapapa?" tanya Devan yang melihat Keyna hanya menatapnya.
"I-iya aku gapapa kok, kan ada Mama sama Papa," ucap Keyna.
"Yaudah, kamu mau sesuatu?" tanya Devan dan Keyna menggelengkan kepalanya.
"Tadi udah di beliin Papa," ucap Keyna.
"Van, bisa bicara sebentar di luar," ucap Papa Alex dan diangguki Devan.
__ADS_1
Devan dan Papa Alex pun keluar menuju rooftop rumah sakit, "Kamu udah lakuin apa aja ke perempuan gila itu?" tanya Papa Alex.
"Yang jelas Devan udah hukum dengan hal yang gak pernah Devan berikan ke orang yang pernah Devan hukum," ucap Devan.
"Bercinta?" tanya Papa Alex.
"Hem," jawab Devan.
"Kamu yang bercinta dengan dia?" tanya Papa Alex.
"Devan gak bodoh Pa, jadi untuk apa Devan yang bercinta dengan dia lebih baik Devan bercinta dengan Keyna yang jelas-jelas istri Devan," ucap Devan yang tak terima dengan pertanyaan Papa Alex.
"Terus siapa? anak buah kamu?" tanya Papa Alex dan mendapat gelengan kepala dari Devan
"Devan sengaja sewa gigolo buat melakukannya," ucap Devan.
"Terus kamu bunuh dia?" tanya Papa Alex.
"Devan gak akan semudah itu membunuh j*lang itu, Pa. Devan akan main sebentar dan menunggu dia hamil, setelah itu Devan akan bertindak mau membunuhnya atau membiarkan dia sampai melahirkan," ucap Devan.
"Papa gak tau apa yang kamu rencanakan yang jelas Papa akan selalu dukung kamu karena Papa juga tidak suka dengan dia yang sudah berani melukai menantu Papa," ucap Papa Alex.
"Oh iya, Papa denger Keyna juga mendapat teror, itu benar?" tanya Papa Alex dan diangguki Devan.
"Kamu tau siapa orangnya?" tanya Papa Alex.
"Liam lagi, Liam lagi. Bingung Papa sama manusia satu itu udah kalah juga, masih aja gak terima dan cari masalah sama keluarga Erland," ucap Papa Alex.
"Papa, gak perlu khawatir Devan akan jaga Keyna, gimanapun Keyna itu istri Devan yang harus Devan jaga agar tidak terluka," ucap Devan.
"Iya, kamu harus jaga jangan sampai menantu Papa terluka," ucap Papa Alex.
Mereka pun kembali ke kamar inap Keyna dan melihat Keyna yang masih memakan buah-buahan, tapi kali ini Keyna sudah tidak memakan buah jeruk melainkan buah Mangga.
"Ini kenapa Mangga nya gak dimakan, sayang?" tanya Devan yang membuat Keyna spot jantung.
'Ish, Devan nih mau tanggungjawab apa kalau aku jantungan dasar buaya muara,' omel Keyna dalam hati.
"Keyna, gak suka Mangga, Van. Tadi Papa kamu beli aja gak nanya sama Keyna dulu makanya Mangga nya masih banyak," ucap Mama Vanka.
"Yaudah nanti biar dibawa pulang Mama aja soalnya kan Kenzie suka Mangga," ucap Keyna.
"Iya, jeng. Nanti bawa aja Mangga nya daripada gak ada yang ngabisin," ucap Mama Vanka.
__ADS_1
"Iya deh, mumpung Kenzie lagi ada di rumah," ucap Mama Bella.
Saat ini, baik keluarga Keyna maupun Devan sudah pulang karena paksaan dari Devan, bagaimana tidak mereka memaksa untuk menemani Keyna dan berniat akan menyewa lantai rumah sakit tempat Keyna dirawat agar Keyna tidak terganggu.
Keyna sudah meminta mereka pulang, tapi gagal akhirnya Keyna meminta Devan untuk menyuruh dua keluarga tersebut pulang meskipun sempat ada perdebatan antara Mama Vanka, Mama Bella dan juga, tapi pada akhirnya para orangtua pun mengalah dan pulang.
Saat ini, Keyna berada di ranjang dengan mata yang terpejam, tapi belum benar-benar tertidur entahlah, tapi Keyna tidak bisa tidur. Keyna membuka matanya dan melirik Devan yang masih fokus ke laptopnya.
"Dev," panggil Keyna.
Devan yang mendengarnya pun langsung menoleh pada Keyna, "Kenapa? ada yang sakit atau pengen sesuatu, hem?" tanya Devan dengan suara yang menenangkan.
"Aku mau tanya boleh?" izin Keyna karena takut Devan masih sibuk.
"Tanya apa?" tanya Devan.
"Hem, A-aurel gimana?" tanya Keyna.
"Maksudnya?" tanya Devan yang pura-pura tidak mengerti pertanyaan dari Keyna.
"Aurelia gimana? dia gapapa kan?" tanya Keyna.
"Kenapa kamu malah tanya dia, bukannya mikir kesehatanmu juga?" tanya Devan dan menaruh laptop di sofa rumah sakit lalu menghampiri Keyna.
"Kenapa hem kok tiba-tiba tanya dia?" tanya Devan dengan menggenggam tangan Keyna.
"Aku juga gak tau, tapi kok perasaanku gak enak gini ya kayak aku takut sesuatu udah terjadi sama Aurel," ucap Keyna.
"Perempuan itu udah dapat balasan karena tindakan bodohnya, sayang," ucap Devan dan kembali membuat Keyna semakin salah tingkah.
"Balasannya apa? dia masih hidup kan?" tanya Keyna.
"Hehehe, kenapa sih kok kamu nanyain dia terus? dia itu udah buat kamu kayak gini loh," tanya Devan.
"Iya, aku tau, tapi aku kayak kasihan juga sama dia terus aku kayak ada perasaan yang masih mengganjal gitu, tapi gak tau apa, aku juga takut dia kenapa-napa Dev," ucap Keyna.
"Dia masih hidup kok, kamu gak perlu khawatir ya, sekarang kamu harus sembuh dulu," ucap Devan.
Akhirnya Keyna pun mengikuti apa yang dikatakan Devan, ia mulai terlelap dengan Devan yang berada di sampingnya dan menggenggam tangannya.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.