Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Pregnant


__ADS_3

Devan pun keluar dari kamar tersebut dan menuju ruangan Mike, ia melihat Dokter yang tadi memeriksa Keyna masih ada disana, "Ada apa? kenapa kau tidak bicara langsung disana tadi?" tanya Devan.


"Tadi Nyonya melarang saya untuk memberitahukannya pada Tuan, sebab itu saya ingin berbicara dengan Tuan disini," ucap Dokter.


"Ada apa?" tanya Devan.


"Nyonya Keyna sepertinya tengah mengandung," ucap Dokter yang membuat Devan dan Mike yang ada disana terkejut.


"Hamil? apa maksudmu?" tanya Devan.


"Dari yang saya perhatikan sepertinya Nyonya Keyna mengandung karena seperti yang Tuan Devan dan Nyonya Keyna katakan jika Nyonya Keyna sering merasa mual-mual dalam 2 hari terakhir dan saya bisa menyimpulkan jika Nyonya Keyna tengah mengandung, tapi untuk lebih pastinya Tuan Devan dapat memeriksakannya ke Dokter kandungan," ucap Dokter.


"Tunggu, lalu kenapa Keyna melarang mu untuk memberitahukannya padaku?" tanya Devan.


"Saya juga kurang tahu secara pasti apa maksud dari Nyonya Keyna, tapi tadi Nyonya Keyna sempat mengatakan jika ia takut kalau hasilnya akan mengecewakan," ucap Dokter.


"Mengecewakan maksudnya?" tanya Devan.


"Nyonya Keyna takut jika ia ternyata tidak hamil," ucap Dokter.


"Tadi katamu dia hamil," ucap Devan yang tidak mengerti dengan pembicaraan Dokter dan juga tidak sabaran.


"Memang sesuai dengan prediksi saya Nyonya Keyna tengah hamil, tapi Nyonya Keyna tetap harus memastikannya ke Dokter kandungan atau dengan menggunakan testpack, tadi saya sempat menyuruh Nyonya Keyna untuk ke dokter kandungan dan Nyonya Keyna ingin memastikannya melalui testpack terlebih dahulu sebab itu Nyonya Keyna tidak ingin memberitahukannya kepada Tuan Devan sebelum keluar hasil tersebut," ucap Dokter.


"Aku paham, kalau begitu kau bisa pergi dan biarkan Keyna yang akan memberitahukannya sendiri padaku hasilnya," ucap Devan.


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya akan kembali," ucap Dokter tersebut lalu pergi dari ruangan itu.


"Apa saya perlu panggil Dokter Vega untuk memeriksa keadaan Nyonya Keyna secara langsung?" tanya Mike.


"Biarkan saja, aku ingin lihat apa Keyna akan memberitahukannya padaku atau tidak," ucap Devan dan diangguki Mike.


Entahlah Devan saat ini harus senang atau sedih, jika memang Keyna benar-benar mengandung anaknya, maka Devan akan segera memiliki penerus dan itu akan membuat keluarganya senang bukan, karena selama ini keluarganya terutama Mama Vanka yang terus mendesak agar Devan dan Keyna segera memiliki momongan.

__ADS_1


Tapi, ada hal yang membuat Devan gelisah, dimana jika Keyna hamil, maka balas dendamnya akan semakin sulit karena Devan juga harus mempertimbangkan keberadaan anak mereka, 'Apa aku bunuh saja bayi yang ada didalam perut Keyna?' tanya Devan dalam hati.


.


Keyna seharian ini berada di kamar yang ada di ruangan Devan, sebenarnya Keyna ingin kembali bekerja karena kondisinya mulai membaik, tapi Devan melarangnya bahkan mengancam akan mengurung Keyna saat di rumah karena itulah Keyna hanya bisa berdiam diri di kamar tersebut.


Barulah saat jam pulang, Keyna pun keluar dari ruangan Devan tentunya Keyna pergi saat keadaan kantor sepi, ia tidak mau terkena berita yang tidak-tidak karena tidak bekerja seharian dan saat waktu pulang malah keluar dari ruangan Presdir.


Devan sendiri tadi sebelum Keyna pergi ia mengatakan jika ada yang harus ia urus di luar jadi Devan menyuruh agar Keyna pulang dengan Dennis.


Sebelum pulang, Keyna terlebih dahulu membeli beberapa testpack untuk ia gunakan nanti, Keyna membeli 4 testpack agar hasilnya lebih akurat, sesampainya di rumah Keyna langsung menuju kamar mandi yang ada di kamarnya, "Semoga hasilnya tidak mengecewakan," ucap Keyna lalu mencoba semua testpack yang ada.


Keyna menunggu beberapa saat agar hasilnya jelas, Keyna masih menutup matanya karena ia tidak ingin kecewa dengan hasilnya, "Aku takut, nanti kalau hasilnya negatif gimana?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.


"Huh, ayo Keyna, semangat! kalau memang hasilnya negatif itu artinya Tuhan masih ingin menguji pernikahanmu dengan Devan," ucap Keyna lalu memberanikan diri untuk membuka matanya.


Keyna pun akhirnya membuka matanya dan melihat dua garis, "Aku hamil," lirih Keyna.


Setelah itu, Keyna pun mengambil 4 testpack yang sudah ia gunakan tadi dan semuanya menunjukkan hasil yang sama dimana 3 diantara menunjukkan dua garis dan 1 lagi tertulis 'pregnant', itu artinya Keyna positif hamil dan tanpa sadar Keyna mengusap lembut perutnya.


Keyna teringat jika Devan melakukan hubungan intim pun karena terpengaruh obat bukan karena keinginannya sendiri, sebab itu Keyna ragu jika Devan akan menerima anak yang sedang ia kandung.


"Aku kasih tahu Devan atau gak ya?" tanya Keyna kembali.


Keyna pun keluar dan menaruh hasil testpack tersebut di laci meja kamarnya, lalu Keyna turun untuk melihat bagaimana pekerjaan tiga orang yang waktu itu ia bantu, "Bi, yang tiga orang itu lagi di kebun belakang kah?" tanya Keyna pada Bi Nani.


"Iya, Nyonya, tadi mereka baru saja makan," ucap Bi Nani.


"Kalau begitu aku kesana dulu ya, Bi," ucap Keyna.


"Mau sekalian diantar Nyonya?" tanya Bi Nani.


"Gak usah, Bi, aku bisa sendiri kok, Nani Tia lanjutin aja pekerjaan Bi Nani," ucap Keyna dan diangguki Bi Nani.

__ADS_1


Keyna pun menuju kebun belakang tempat tiga orang tersebut bekerja, "Halo!" sapa Keyna saat melihat tiga orang tersebut mencabut rumput yang bisa dibilang cukup banyak karena memang kebun bagian belakang jarang sekali di rawat apalagi saat Devan belum menikah.


"Nyonya," ucap salah satu dari mereka.


"Hem, ngomong-ngomong aku belum tahu nama kalian," ucap Keyna.


"Oh iya Nyonya, sampai lupa kalau kita belum perkenalan, saya Laskar, ini Risky dan ini Bondan, Nyonya," ucap Laskar dan menunjuk dua temannya.


"Senang berkenalan dengan kalian, semoga kalian betah ya disini, kalau kalian butuh apa-apa, kalian bisa bilang ke para pelayan atau penjaga lainnya atau kalau kalian tidak enak mengatakannya pada mereka kalian bisa mengatakannya padaku," ucap Keyna.


"Iya, Nyonya, nanti kalau memang ada yang dibutuhkan kita pasti bakal mengatakannya," ucap Bondan.


"Yasudah kalau lanjutkan pekerjaan kalian, aku tadi kesini karena aku belum kenal dengan kalian, kalau begitu aku permisi dulu ya," ucap Keyna lalu pergi dari kebun dan memutuskan untuk menuju halaman depan.


"Nyonya, apa ada yang perlu saya bantu?" tanya Dennis.


"Gak ada kok, oh iya Devan punya pekerjaan lain ya selain di kantor?" tanya Keyna.


"Maaf Nyonya, untuk masalah itu saya juga kurang tahu lebih baik Nyonya tanyakan langsung pada Tuan Devan," ucap Dennis.


"Hem, aku kira kau tahu, ya sudahlah," ucap Keyna.


Beberapa saat kemudian, mobil Devan pun terlihat dan benar saja setelah itu Devan keluar dari mobil dan menghampiri Keyna, "Kenapa kamu ada disini? kamu tidak kedinginan apa?" tanya Devan dan Keyna hanya menggelengkan kepalanya.


Entah keberanian darimana, Keyna berdiri dan memeluk tubuh kekar suaminya itu, bagi Keyna pelukan dari Devan hangat sebab itu Keyna sangat betah jika berada di pelukan Devan.


"Hei, kamu kenapa tiba-tiba aneh seperti ini?" tanya Devan.


'Ada apa dengan dia? apa dia salah minum obat atau bagaimana? tidak biasanya dia seperti ini, aku rasa ini jebakan dari musuhku,' tanya Devan dalam hati.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2