
Hari ini adalah hari yang sangat berarti bagi Keyna, tepat hari ini Devan dan Keyna melakukan foto pernikahan dan juga pesta pernikahan mereka di salah satu hotel ternama di negeri ini.
"Cantik banget sih, Key," ucap Kikan.
"Makasih, Kan. Kamu juga cantik banget hari ini, tapi kamu pasti bakal ngerasain kayak aku soalnya apalagi kamu kan mau nikah sebentar lagi," ucap Keyna.
"Hehehe, iya. Doain aku ya Key, semoga acaraku nanti lancar," ucap Kikan.
"Pasti dong aku doain kamu," ucap Keyna.
Akhirnya setelah acara tersebut, Devan dan Keyna pun istirahat di kamar yang ada di hotel tersebut.
"Sayang," panggil Devan.
"Kenapa?" tanya Keyna yang baru saja menghapus riasannya.
Devan yang awalnya berada di sofa pun berdiri dan menghampiri Keyna lalu memeluk Keyna dari belakang.
"Sayang kita bikin adek buat Arsen yuk," ajak Devan.
Keyna yang mendengarnya pun langsung memukul tangan sang suami yang melingkar di perutnya, "Jangan asal ya kalau ngomong," ucap Keyna.
"Loh aku gak asal ngomong loh," ucap Devan.
"Kamu gak kasihan apa sama aku terus juga sama Arsen, nih ya arsen itu masih kecil belum satu tahun dan dia juga masih minum asi aku masa harus langsung dikasih adik sih. Aku juga bukannya gak sanggup, tapi Arsen aja itu udah buat tubuhku capek banget loh," ucap Keyna.
"Yaudah kalau gitu kita nyicil aja," ucap Devan.
"Nyicil maksudnya?" tanya Keyna.
"Ya, kita cuma berhubungan, tapi aku pake pengaman gimana?" tanya Devan.
"Memang kamu yakin pakai pengaman? kamu nyaman pakainya?" tanya Keyna dan Devan pun tersenyum.
"Gak lah, gak enak pake pengaman itu," ucap Devan.
"Ya, terus kenapa kamu pake pengaman?" tanya Keyna.
"Ya, biar kamu gak hamil aja," ucap Devan.
"Kamu gak usah pakai pengaman aja," ucap Keyna dan menuntun Devan menuju ranjang.
Sesampainya di ranjang, Keyna langsung duduk di atas pangkuan sang suami, "Jadi, kamu mau kalau Arsen Bunya adik," ucap Devan.
"Gak ya, aku gak mau. Tunggu Arsen umur satu atau dua tahun dulu baru boleh punya adik," ucap Keyna.
"Terus kenapa aku gak pake pengaman?" tanya Devan.
"Kamu gak usah pake pengaman, tapi aku yang bakal minum obat penunda kehamilan," ucap Keyna.
"Oke, deal!" ucap Devan dan langsung mencium bibir Keyna.
Akhirnya malam pertama yang sesungguhnya pun terjadi.
.
Pagi harinya, Keyna terbangun karena merasakan geli pada wajahnya. Betapa terkejutnya saat ia membuka mata, ia melihat Devan yang tengah tersenyum padanya.
__ADS_1
Keyna menatap tajam Devan dan langsung menoleh ke samping, "Maaf sayang, kamu jadi kebangun deh," ucap Devan.
"Udah jam berapa?" tanya Keyna dengan suara khas bangun tidurnya.
"Baru jam 11 kok," ucap Devan.
"Apa jam 11!" terbuka Keyna dan merubah posisinya menjadi duduk.
"Kenapa?" tanya Keyna saat melihat Devan yang menatapnya lebih tepatnya menatap dadanya.
Keyna pun mengikuti arah mata Devan dan ia kembali terkejut karena ternyata selimut yang menutupi tubuh polosnya melorot hingga memperlihatkan dadanya yang tidak tertutup apapun.
Dengan cepat Keyna menarik selimutnya, "Jangan lihat kayak gitu," ucap Keyna dan menutup mata Devan.
"Kenapa emangnya? lagian aku juga udah lihat tubuh kamu bukan hanya dada kamu, tapi bagian yang lain dimana cuma aku yang bisa lihat," tanya Devan.
"Gak usah di sebutin juga, udah aku mau mandi," ucap Keyna.
Belum sempat Keyna turun dari kasur tiba-tiba Devan sudah menggendongnya ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi.
Keyna tentu saja terkejut bukan karena Devan yang menggendongnya melainkan Devan yang tidak menggunakan apapun.
Ya, tentu saja mereka bukan hanya mandi di kamar mandi karena Devan benar-benar tergoda melihat tubuh polos Keyna.
Setelah semuanya selesai, Devan dan Keyna langsung menuju kediaman keluarga Erland karena keluarganya sudah ada di sana dengan baby Arsen.
Sesampainya di sana, Keyna langsung masuk ke dalam dan diikuti Devan dari belakang, "Gimana sayang? Devan kemarin gak ganas kan?" tanya Mama Vanka.
"Maksudnya, Ma?" tanya Keyna yang pura-pura tidak mengerti maksud dari Mama Vanka.
"Kamu sama Devan bikin adik buat baby Arsen kan," ucap Mama Vanka.
"Mama itu selalu berdoa tahu biar baby Arsen gak sendirian ya," ucap Mama Vanka dan Keyna hanya tersenyum menanggapinya.
"Hari ini kamu nginep di sini aja, Van," ucap Papa Alex.
"Devan terserah Keyna aja, Pa," ucap Devan.
"Gimana sayang? kamu hari ini nginep di sini aja ya?" tanya Mama Vanka.
"Eh, iya Ma. Keyna hari ini nginep di sini aja," ucap Keyna.
"Nah gitu dong, Mama kan jadi seneng akhirnya rumah ini rame lagi soalnya Acha juga nginep di sini dan Vio balik dua hari lagi," ucap Mama Vanka.
"Van, ke ruang kerjanya Papa, ada yang mau Papa bicarakan sama kamu," ucap Papa Alex.
"Iya, Pa," ucap Devan.
Devan dan Papa Alex pun menuju ruang kerja Papa Alex, "Apa yang mau Papa bicarakan dengan Devan?" tanya Devan.
"Kapan kamu akan membebaskan para tahanan kamu?" tanya Papa Alex.
Devan pun menaikkan alis kanannya dan menatap Papa Alex, "Kenapa Papa tanya soal itu?" tanya Devan.
"Jujur, Van. Keyna sempat tanya ke Papa soal tahanan kamu, sebenarnya Keyna melarang Papa untuk mengatakan ini, tapi Papa rasa kamu harus tahu karena bagaimanapun kelompok Eternal adalah tanggungjawab kamu karena kamu pemimpinnya," ucap Papa Alex.
"Apa yang Keyna katakan?" tanya Devan.
__ADS_1
Suasana di dalam ruang kerja tersebut sudah berubah, ya aura Devan sudah kembali seperti Devan sebelum jatuh cinta pada Keyna.
"Keyna bilang ke Papa kalau dia ingin kamu berhenti jadi mafia dan membunuh orang-orang yang tidak bersalah lalu dia juga berharap para tahanan kamu dilepaskan," ucap Papa Alex.
"Devan tidak akan melepaskan mereka," ucap Devan dan mulai mengeluarkan aura mengerikan bahkan tatapannya berubah menjadi dingin.
"Papa tahu, tapi Papa yakin Keyna pasti bakal Ngin yang terbaik untuk kamu, Van," ucap Papa Alex.
Papa Alex sendiri sudah menebak jika Devan tidak akan mau melepaskan semua yang sudah ia pertahankan dan ia jaga sejak ia menjadi ketua kelompok Eternal bahkan Papa Alex yang menjadi ketua sebelumnya pun emosi saat Keyna mengatakannya pada Papa Alex.
"Kenapa Keyna mengatakannya pada Papa?" tanya Devan.
"Keyna ingin mengatakan ke kamu, tapi dia terlalu takut jika kamu marah," ucap Papa Alex.
"Devan tidak akan melakukan apa yang Keyna inginkan, katakan itu pada Keyna ah biar Devan saja yang akan mengatakannya pada Keyna," ucap Devan.
"Jangan marah, dia hanya belum sepenuhnya menerima siapa kamu, Van. Jangan sampai emosi kamu membuat Keyna tidak sanggup denganmu dan memilih pergi," ucap Papa Alex.
"Iya, Devan tahu. Devan akan mencoba berbicara baik-baik dengan Keyna agar dia mengerti," ucap Devan dan diangguki Papa Alex.
Devan dan Papa Alex membicarakan banyak hal di dalam ruangan tersebut hingga tanpa terasa sudah jam 5 dan Devan memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut.
"Keyna mana, Ma?" tanya Devan.
"Oh, Keyna lagi di kamar ini baru mandiin cucu Mama yang ganteng," ucap Mama Vanka bersama baby Arsen yang ada di pangkuannya.
Devan pun menuju kamarnya dan saat Devan masuk ke dalam kamar, ia dapat melihat Keyna yang tengah merapikan pakaiannya dan berniat untuk keluar dari kamar tersebut.
"Eh, kamu udah selesai bicara sama Papa? mau aku siapin air buat mandi atau kamu ada urusan lagi?" tanya Keyna.
Devan tidak menjawab pertanyaan Keyna dan ia justru menghampiri Keyna lalu memeluk erat sang istri, "Ke-kenapa?" tanya Keyna.
"Maaf," lirih Devan tepat pada leher Keyna dan tentu saja membuat Keyna geli, tapi ia tahan karena sepertinya Devan ingin membicarakan sesuatu padanya.
"Maaf untuk apa? emangnya kamu punya salah sama aku ya?" tanya Keyna.
"Maaf karena aku tahu keinginan kamu," ucap Devan.
"Bukannya aku udah kasih tahu keinginanku ya, aku kan ingin kamu ada di sampingku selamanya," ucap Keyna.
"Bukan itu sayang," ucap Devan.
"Terus apa?" tanya Keyna.
"Aku tahu kalau kamu bilang ke Papa buat nyuruh aku berhenti jadi mafia bukan," ucap Devan.
Keyna tentu terkejut mendengarnya, "Aku tahu dari Papa, harusnya kamu bilang ke aku secara langsung. Aku benar-benar minta maaf karena aku tidak bisa melakukan keinginan kamu, aku tidak bisa berhenti jadi Mafia, tapi kalau untuk membunuh aku mungkin akan berusaha untuk tidak membunuh lagi, tapi secara perlahan. Untuk para tahanan aku juga minta maaf karena aku tidak bisa membebaskan mereka," ucap Devan.
"Tapi, kenapa. Bukankah kamu menahan mereka salah satunya karena aku dan aku sudah memaafkan mereka itu artinya mereka harus di bebaskan bukan?" tanya Keyna dan mendapatkan gelengan kepala dari Devan.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1
Sebelumnya author minta maaf jika banyak typo, mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa bab sebelum up itu dibaca sama author kok masih ada typo. Jadi, gini ya kadang author juga bingung kok bisa ada kata yang tidak jelas kalaupun author revisi pasti masih ada kata yang kurang jelas apalagi author menulis menggunakan ponsel yang kadang setiap kata itu terisi secara otomatis. Maaf jika memang banyak kata yang tidak jelas dan membuat pembaca tidak nyaman saat membacanya bahkan terganggu 🙏🙏🙏🙏🙏