
Devan mencari keberadaan sang istri, namun tidak menemukannya hingga terdengar suara dari arah balkon, Devan dengan cepat pun menuju balkon dan membukanya.
Devan terkejut melihat Keyna yang tidur dengan memeluk guling di kursi panjang yang ada di balkon, Devan dapat bernapas lega melihat Keyna yang berada di balkon.
Devan pun menggendong Keyna menuju ranjang king size-nya, setelah Keyna berada di ranjang para pelayan yang tadinya sibuk mencari keberadaan Keyna pun langsung keluar dari kamar tersebut.
Devan melihat Keyna yang terlihat pucat, ia tidak tau apa yang ada dipikiran Keyna akhir-akhir ini, tapi Devan dapat merasakan jika Keyna menghindarinya.
Cukup lama Devan menatap Keyna yang tertidur, akhirnya ia memutuskan untuk keluar kamar dan menuju ruang kerjanya.
"Mike, cepat lakukan eksekusi untuk wanita tua yang berani mempermainkan istriku!" perintah Devan.
"Baik, Tuan," ucap Mike.
"Satu lagi Mike, dalam waktu 24 jam ambil alih First Entertainment dan dalam waktu itu juga bawa wanita tua itu ke markas, ah ralat jangan langsung ambil alih First entertainment, tapi buat semua ini lebih menarik bongkar dulu semua kebusukan First entertainment, biarkan First entertainment berada di ujung jurang dan setelah itu kita akan datang sebagai penolong, jadi jangan biarkan perusahaan lain melirik First entertainment!" perintah Devan.
Mike hanya mengikuti perintah Devan, ia tahu jika saat ini Devan marah. Mike juga tahu salah satu alasannya karena tadi siang saat di ruang pemilihan baju karena Mike juga ada disana dan melihat semua yang dilakukan oleh wanita tua itu, tapi ia tidak melakukan apa-apa karena Tuannya tidak memerintahkannya.
Tapi, saat Mike melihat Devan, Mike tahu jika Devan marah dan benar saja malam harinya Devan menyuruh Mike untuk membawa wanita tua itu ke markas, sudah tidak ada ampun lagi itulah yang dapat Mike simpulkan untuk wanita tua itu.
.
Pagi harinya, Keyna bangun dan ia melihat Devan yang ada disebelahnya, Keyna menatap Devan yang tidur dengan tenang, "Apa aku masih bisa menikmati wajah tampan ini nanti?" tanya Keyna pada dirinya sendiri.
Entah keberanian darimana, tiba-tiba saja Keyna mengecup bibir Devan cukup lama, bibir Keyna hanya menempel hingga tanpa Keyna sadari ia meneteskan air matanya dan mengenai kulit Devan.
Setelah itu, Keyna pun menuju kamar mandi dan bersiap untuk bekerja, Devan membuka matanya setelah Keyna pergi, "Apa dia menangis? tapi kenapa? apa karena aku?" tanya Devan pada dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian, Keyna sudah berada di kantor langsung dikejutkan dengan Celine dan Kikan yang berlari menghampirinya, "Kalian kenapa kok kayak dikejar setan gitu sih?" tanya Keyna.
"Huh-huh ga-gawat," ucap Celine.
"Gawat kenapa?" tanya Keyna.
"Kamu gak liat grup, Key?" tanya Kikan.
"Gak, kenapa sih emangnya?" tanya Keyna.
"Miss Kelly...," ucap Celine.
"Kenapa memangnya Miss Kelly, kalian kalau ngasih informasi jangan setengah-setengah dong bikin penasaran aja?" tanya Keyna yang kesal dengan Celine dan Kikan.
"Miss Kelly, dia melakukan penggelapan dana dan juga perdagangan manusia," ucap Kikan.
"Hah! kok bisa?" tanya Keyna yang tentunya terkejut mendengar perkataan Kikan.
__ADS_1
"Kamu coba cek di grup deh, sekarang ramai banget loh," ucap Kikan.
Keyna pun membuka grup dan benar saja Miss Kelly menjadi bahan gosip seluruh pegawai kantor di grup.
"Tapi, kok bisa sih? terus sekarang Miss Kelly dimana?" tanya Keyna.
"Miss kepo lagi di sidang sama atasan," ucap Kikan.
"Kita kesana yuk," ajak Celine.
"Gak ah, ngapain kesana gak penting juga," ucap Kikan.
"Tapi, Kan. Masa kamu gak kasihan lihat Miss Kelly sih, yaudah kalau gitu biar aku sama Celine yang kesana ya," ucap Keyna.
"Hem, kalian berdua aja, aku males kalau ketemu Miss Kelly," ucap Kikan lalu pergi ke ruangannya.
"Ini yang kena cuma Miss Kelly aja, Lin?" tanya Keyna.
"Aku dengar Pak Michael juga kena, soalnya kan Miss Kelly itu apa-apa pasti laporannya ke Pak Michael kan," ucap Celine.
Banyak model yang berada di depan ruangan tersebut, beberapa saat kemudian Miss Kelly pun keluar dari ruangan tersebut dan ia melihat Keyna dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Keyna, tapi Keyna dapat merasakan bahaya yang akan menghampirinya.
"Dia model yang saya kasih uang untuk melancarkan proyek yang saya tangani," ucap Miss Kelly dengan menunjuk Keyna.
Keyna terkejut dan tidak mengerti maksud dari Miss Kelly, tapi ia yakin jika yang dikatakan Miss Kelly bukanlah hal yang baik.
"Iya, dia yang bekerjasama dengan saya jadi tangkap dia juga," tuduh Miss Kelly.
"Miss, aku bahkan tidak pernah sedekat itu dengan Miss Kelly jadi gimana bisa aku kerjasama dengan Miss Kelly dan apa yang Miss Kelly bilang soal kerjasama itu jujur aja aku gak tau apa-apa kalau soal itu" ucap Keyna.
"Dasar munafik, kau hanya ada saat butuh saja, tapi saat seperti ini kau malah gak mau bilang yang sebenarnya," ucap Miss Kelly.
"Tapi, aku emang gak ngerti maksud Miss Kelly," ucap Keyna.
"Kau harus ikut denganku dan mengakuinya di depan wartawan," ucap Miss Kelly lalu menarik lengan Keyna.
Keyna terus memberontak saat Miss Kelly menarik lengannya dengan kencang hingga membuat tangan Keyna merah, saat berada di lobby, Keyna tidak sengaja bertemu dengan Devan dan beberapa investor.
"Ada apa ini?" tanya Devan.
"Begini Presdir, saya dituduh menggelapkan dana perusahaan dan menggunakannya untuk keperluan saya sendiri, sebenarnya saya menggunakannya dengan dia, tapi dia tidak mau mengakuinya," ucap Miss Kelly.
"Tidak, aku tidak pernah melakukannya, apa Miss Kelly yakin itu aku, bahkan Miss Kelly tidak pernah mau bicara denganku kalau bukan soal pekerjaan dan setiap Miss Kelly bicara pun menunjukkan kalau Miss Kelly gak suka denganku jadi gimana bisa aku melakukan penggelapan dana perusahaan dengan Miss Kelly. Apa Miss Kelly sedang melindungi salah satu model yang ada disini?" tanya Keyna yang merasa curiga pada Miss Kelly.
Entahlah keberanian darimana tiba-tiba saja Keyna mengatakan hal itu, Keyna pun terkejut dengan ucapannya. Namun, ia lebih terkejut saat Miss Kelly menampar pipi mulusnya dengan keras hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
Plak...
Tindakan dari Miss Kelly tentu membuat banyak orang yang ada disana terkejut, "Kau ini ya, berani menuduhku, apa kau lupa kalau kau yang menyuruhku untuk melakukannya seolah-olah kita tidak mengenal di perusahaan agar rencana penggelapan dana kita ini tidak ketahuan oleh orang lain," ucap Miss Kelly.
"Tapi, aku tidak pernah melakukannya hiks hiks," ucap Keyna.
Kenyataan berusaha untuk menahan air matanya, namun gagal.
Devan sendiri yang melihat itu sangat marah, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri istrinya di tampar, tapi ia bisa menahan amarahnya karena ia tidak ingin membunuh Miss Kelly disini meskipun sebenarnya ia ingin sekali membunuhnya saat ini.
"Kalau kalian ingin bertengkar jangan disini, kalian berdua menganggu yang lain," ucap Devan dengan nada datar dan dinginnya.
"Presdir, dia juga harus dihukum karena dia juga melakukan kesalahan, jangan hanya saya yang dihukum. Kalau bisa dia yang paling berat hukumannya, saya menggunakan uang itu untuk keperluan keluarga saya, sedangkan dia, uang itu digunain untuk bermalam dengan pria, bahkan dia membeli barang-barang mewah dari uang itu," tuduh Miss Kelly yang semakin menjadi-jadi.
"Apa itu benar?" tanya Devan kepada Keyna.
"Tidak, Presdir, itu tidak benar, saya tidak pernah melakukannya," ucap Keyna.
Tentu saja Keyna tidak terima dengan tuduhan Miss Kelly karena ia takut jika devan percaya dan membencinya.
"Untuk masalah itu aku tidak peduli, aku kesini karena aku tidak ingin investasiku rugi," ucap Devan.
"Maksudnya?" tanya Miss Kelly.
"Kalian tidak tau, jika perusahaan kalian sudah bangkrut karena kasus kalian ini, sangat memalukan," ucap Devan.
Ucapan Devan sontak membuat semua orang yang ada disana terkejut, pasalnya mereka tidak menyangka jika kasus ini berdampak pada kebangkrutan perusahaan secepat ini.
"Tuan, tolong perusahaan saya, saya tidak tau harus meminta tolong ke siapa lagi," ucap Michael pemilik First Entertainment yang baru saja datang di hadapan Devan.
"Apa untungnya aku membantumu?" tanya Devan.
"Tuan, akan memiliki segalanya, saya mohon Tuan, saya tidak ingin mengganti kerugian yang besar dari kasus ini," ucap Michael.
"Perusahaanmu sudah tidak dapat memberiku keuntungan, kau harus pintar dalam membujukku atau kau boleh cari investor lain, tapi itupun kalau ada yang mau," ucap Devan lalu pergi meninggalkan gedung tersebut.
"Semua ini gara-gara kau!" teriak Michael ke arah Miss Kelly.
"Bukan karena aku, tapi karena perempuan gak berguna ini!" teriak Miss Kelly pada Keyna.
"Aaaa!" teriak Michael yang membuat semua orang yang ada disana ketakutan.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.