Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Janji?


__ADS_3

Papa Alex tiba-tiba saja memukul Devan dan membuat bibir Devan berdarah, "Apa maksud kamu bentak Mama kamu hah?" tanya Papa Alex dengan nada tingginya sampai membuat Keyna yang berada di tangga pun terkejut mendengarnya.


"Jadi Papa kesini untuk menanyakan itu?" tanya Devan.


"Jawab saja pertanyaan Papa dan jangan bertanya," ucap Papa Alex yang masih belum bisa meredakan emosinya.


"Oke, Devan jawab, Devan kecewa sama Mama," ucap Devan.


"Apa karena obat yang Mamamu masukkan kedalam minumanmu?" tanya Papa Alex.


"Jadi Papa tau soal obat itu?" tanya Devan.


"Ya, Papa tau bahkan Papa yang mengusulkan ide itu," ucap Papa Alex.


"Kenapa Papa ngelakuin hal kayak gitu?" tanya Devan yang mulai tersulut emosi.


"Karena Mamamu sangat ingin kau menyentuh istrimu," ucap Papa Alex.


"Pa, Devan sama Keyna udah dewasa dan jangan ikut campur urusan rumah tangga Devan," ucap Devan.


"Sekarang Papa tanya kau menyukai Keyna atau tidak?" tanya Papa Alex.


"Kenapa Papa tanya itu?" tanya Devan.


"Jawab saja tidak perlu bertanya," ucap Papa Alex.


"Devan tidak harus menjawab pertanyaan bodoh Papa, sekarang Papa bisa pergi dari sini, Papa tau jalan keluar kan," ucap Devan dan melangkah meninggalkan Papa Alex.


Namun, baru beberapa langkah, Devan kembali mendapatkan pukul dari Papa Alex.


"Ingat Dev, kau itu keturunan Papa jadi kau tau apa yang akan Papa lakukan jika kau melukai wanita yang Papa sayang," ucap Papa Alex dan melirik Keyna yang berada di tangga lalu pergi meninggalkan Devan.


Setelah Papa Alex pergi, Devan pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya, namun langkahnya terhenti saat melihat Keyna, "Apa kau mendengar semua pembicaraanku dengan Papa tadi?" tanya Devan.


"Ga-gak aku gak denger kok," ucap Keyna dengan gugup lalu meninggalkan Devan.


"Heh, kau berbohong, kau ingin aku menunjukkan sisi buruk ku," ucap Devan dengan smirk nya lalu melangkah menuju kamarnya.


Saat masuk kedalam kamar, Devan melihat Keyna yang sudah berbaring di ranjang, "Kau berbohong padaku?" tanya Devan.


Keyna masih setia memejamkan matanya, ia takut Devan marah karena Keyna tau dari nada bicaranya Devan yang tidak bersahabat.


"Jawab sayang bukan hanya diam, apa tuhan menciptakan mulutmu hanya untuk pajangan," ucap Devan.


Akhirnya Keyna menyerah dan membuka matanya, "Aku bener gan lihat Dev," ucap Keyna.


"Huh, aku kali ini akan melepaskan mu, aku tidak ingin berdebat denganmu sayang," ucap Devan dengan lembut lalu memeluk erat Keyna dan mereka pun menuju alam mimpi.


.


Pagi harinya, Devan membuka matanya dan melihat Keyna sudah tidak ada didalam kamar, Devan tidak mau ambil pusing dan lebih memilih untuk bersiap karena hari ini ia ingin ke markas dan melihat teriakan kesakitan para tawanannya.


Saat menuruni tangga, Devan mendengar suara tawa dari ruang tamu, akhirnya ia memutuskan untuk berjalan menuju ruang tamu dan saat sampai disana, Devan dapat melihat Mama Vanka dan juga Papa Alex dan juga Keyna.


Mama Vanka yang melihat Devan pun langsung tersenyum manis, "Sini Dev, tadi Mama bawain beberapa cemilan loh untuk kamu sama Keyna," ucap Mama Vanka dengan lembut.


Devan pun duduk di sebelah Keyna dan menatap tajam Papa Alex karena sedari tadi Papa Alex juga menatap tajam Devan, "Kalian ini kenapa sih kok tatap-tatapan gak jelas gitu?" tanya Mama Vanka.

__ADS_1


Tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Mama Vanka karena Papa Alex dan juga Devan masih setia dengan aktifitas mereka yaitu saling menatap.


"Sayang kita pindah ke meja makan aja yuk, disini gak seru banyak kacang soalnya," ajak Mama Vanka.


Keyna yang mengerti maksud dari Mama Vanka pun menganggukkan kepalanya dan pergi dari ruang tamu.


"Kenapa Mama sama Papa kesini?" tanya Devan setelah melihat Keyna dan Mama Vanka pergi meninggalkan ruang tamu.


"Kenapa kamu gak suka kalau Mama sama Papa kamu kesini?" tanya Papa Alex.


"Devan gak ada masalah kalau Mama mau kesini, tapi yang jadi masalah kenapa Papa juga kesini, harusnya Papa gak usah ikut Mama, biar Mama kesini sendirian aja," ucap Devan.


"Dasar anak kurang ajar, Papa bingung kenapa Mama kamu itu malah ngajak Papa kesini padahal kemarin dia udah dibentak sama anaknya," ucap Papa Alex.


"Itulah perbedaan Papa sama Mama, Jauh," ucap Devan lalu menuju meja makan meninggalkan Papa Alex yang mulai tersulut emosi.


.


Setelah perdebatan antara Devan dan Papa Alex tadi, saat ini mereka berdua berada di ruang kerja Devan, "Ada apa? apa yang mau Papa omongin ke Devan?" tanya Devan.


"Kamu ingat janji kamu bukan," ucap Papa Alex.


"Janji?" tanya Devan yang mencoba mengingat sesuatu.


"Ck, janji kamu kalau kamu bakal ngasih keturunan untuk Papa dalam waktu dua bulan," ucap Papa Alex.


"Huh, Devan gak bisa pastiin itu Pa, Devan udah ngelakuin apa yang Papa dan Mama rencananya bukan, tapi Devan gak bisa pastiin Keyna bisa hamil dalam waktu dua bulan atau gak," ucap Devan.


"Papa akan mencabut kesepakatan itu, dulu Papa hanya ingin membuat kamu menerima Keyna seutuhnya, tapi setelah kamu melakukan itu, Papa akan mencabutnya, Papa gak maksa kamu harus segera punya anak, lakukan sesuai yang kamu mau asalkan tidak menyakiti Mamamu dan juga Keyna," ucap Papa Alex dan diangguki Devan.


"Kapan kau berniat membunuh Dika? apa kau akan membiarkannya hidup setelah Dion sudah tidak bernyawa?" tanya Papa Alex.


"Kau harus segera menyelesaikan semuanya, Dev, sekarang musuh terberat mu sudah tidak ada, Dion Permana sudah meninggal," ucap Papa Alex.


"Papa salah, musuhku yang sebenarnya bukan Dion," ucap Devan.


"Maksudmu?" tanya Papa Alex.


"Seseorang mengawasi Devan dan berniat untuk mencari kelemahan Devan dengan mengirimkan mata-mata ke mansion," ucap Devan.


"Kau tau orangnya?" tanya Papa Alex.


"Devan tau siapa mata-mata itu, tapi Devan masih belum tau pasti siapa dalang dari semua kekacauan yang dibuat Dion," ucap Devan.


"Kekacauan yang dibuat Dion? maksudmu apa? Papa masih tidak mengerti?" tanya Papa Alex.


"Dion hanya anak buah seseorang Pa, dia bukan bos-nya," ucap Devan.


"Kau harus segera cari tau semuanya Dev, kalau kau butuh sesuatu bilang ke Papa, Papa akan membantumu," ucap Papa Alex.


"Papa tidak perlu khawatir soal itu, Devan bisa atasi semuanya," ucap Devan.


"Apa Keyna juga dalam bahaya?" tanya Papa Alex.


"Ya, Keyna sempat mendapat beberapa teror dari orang itu," ucap Devan dengan menganggukkan kepalanya.


"Berarti dia tau kalau kau sudah menikah, apa kau tidak berniat untuk mengurung Keyna di dalam mansion? Papa hanya takut jika sesuatu terjadi pada Keyna," tanya Papa Alex.

__ADS_1


"Papa tidak perlu khawatir, Devan sudah merencanakan semuanya," ucap Devan.


"Dev, ingat! jangan buat Keyna terluka, kalau sampai Papa dengar jika Keyna terluka, Papa yang akan turun tangan," ucap Papa Alex.


"Hem," jawab Devan.


.


Disisi lain, Keyna dan Mama Vanka sedang berada di taman belakang, saat ini mereka sedang menanam beberapa bunga yang tadi Mama Vanka bawa dari mansion nya, "Kamu suka bunga apa sayang?" tanya Mama Vanka.


"Hem, Keyna suka semuanya kok, Ma," ucap Keyna.


"Kamu tau, Mama dulu punya toko bunga loh," ucap Mama Vanka dengan semangat.


"Beneran Ma? terus sekarang gimana toko bunganya?" tanya Keyna.


"Huh, toko bunganya udah kebakaran jadi Mama udah gak punya toko bunga lagi makanya Mama nanam bunganya di taman yang ada di mansion," ucap Mama Vanka.


"Gapapa kok Ma, kan setidaknya Mama masih bisa nanam bunga," ucap Keyna.


"Kamu benar," ucap Mama Vanka.


"Kalian sepertinya sangat bahagia, apa yang membuat kalian berdua bahagia?" tanya Papa Alex.


"Yang jelas bukan kamu," ucap Mama Vanka dan Papa Alex hanya tersenyum mendengarnya.


"COh iya, Key. Papa denger keluarga kamu mau ke negara B ya?" tanya Papa Alex.


"Iya, Pa, kok Papa bisa tau?" tanya Keyna.


"Papa cuma denger sih dari beberapa klien Papa katanya Papa kamu mau ke negara B cukup lama gitu, kapan mereka berangkatnya?" tanya Papa Alex.


"Seminggu lagi sih Pa," ucap Keyna.


"Kenapa keluarga kamu ke negara B sayang?" tanya Mama Vanka.


"Soalnya Papa ada properti disana Ma, terus Papa juga mau nyelesain semuanya biar gak ribet nantinya," ucap Keyna.


"Berapa lama emangnya mereka disana?" tanya Mama Vanka.


"Katanya sih dua bulan sekalian sama ngurus beberapa hal yang dari dulu gak ke urus gitu sih," ucap Keyna.


"Kamu asli negara B ya?" tanya Papa Alex yang hanya basa basi saja.


"Papa sih yang keturunan negara B," ucap Keyna.


"Kalau gitu sebelum mereka pergi gimana kalau kita kumpul gitu, masa sama besan kayak gak akur gitu," usul Mama Vanka.


"Papa setuju aja, kalau begitu biar nanti Papa kabarin Papa kamu ya," ucap Papa Alex dan diangguki Keyna.


Tanpa mereka sadari seseorang mendengarkan pembicaraan mereka, "Aku harus kasih tau bos," gumamnya lalu pergi.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2