Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Koma


__ADS_3

Devan saat ini berada di taman dengan Papa Erwin, "Papa tahu ini akan terjadi," ucap Papa Erwin.


"Maafkan Devan, Pa," ucap Devan.


"Saat kamu datang menemui Papa di negara B, Papa sangat marah dan ingin kamu pergi dari kehidupan Keyna. Tapi, apa yang akan terjadi pada cucu Papa jika kamu pergi apalagi kamu sudah benar-benar berubah dan mencintai Keyna sepenuh hati kamu, maka dari itu Papa mau mendukung kamu, tapi semuanya tetap ada di tangan Keyna. Jika Keyna ingin mengakhiri semuanya maka Papa juga tidak bisa melakukan apapun," ucap Papa Erwin.


# Flashback On #


Devan saat ini berada di bandara untuk pergi ke negara B, sendirian bahkan Mike tidak tahu jika Devan tidak bekerja karena ingin menemui keluarga Keyna.


Hari ini bertepatan dengan tiga bulan Keyna meninggalkan Devan dan Devan berniat untuk memberitahukan semuanya pada keluarga Keyna.


Beberapa jam kemudian, Devan pun sampai di negara B dan ia langsung menuju tempat tinggal keluarga Keyna.


"Loh, Devan. Kamu kok bisa ada di sini? kerjaan kamu udah selesai ya? soalnya kata Keyna kamu lagi ada kerjaan di luar negeri dan belum sempat pulang? Eh Keyna mana? kamu sendirian ke sini?" tanya Mama Bella.


"Devan ke sini karena ada hal yang harus Devan katakan dan Devan ke sini sendirian tanpa Keyna," ucap Devan.


"Apa yang mau kamu katakan?" tanya Papa Erwin dari belakang Mama Bella.


"Kamu masuk dulu, kita bicarakan semuanya di dalam," ucap Mama Bella.


Saat ini di dalam ruang tamu hanya ada Devan, Papa Erwin, Mama Bella dan Kak Kelvin. Ya, Kak Kelvin keluar dari kamar dan ikut obrolan di ruang tamu karena penasaran.


"Apa yang mau kamu katakan?" tanya Papa Erwin.


Devan pun menceritakan semuanya pada keluarga Keyna, bahkan Devan juga menceritakan jika ketan sudah pergi dan Devan tidak tahu keberadaan Keyna.


Selain itu, Devan pun mengatakan semua Kebenarannya pada Papa Erwin, Mama Bella dan Kak Kelvin mengenai identitasnya yang merupakan seorang mafia.


Devan mengatakan semuanya kecuali stau kebenaran dimana ia menikahi Keyna karena balas dendam, Devan tidak ingin jika keluarga Keyna tahu yang sebenarnya dan mereka akan memisahkannya dengan Keyna sebab itu Devan menyembunyikan kebenaran itu.


Setelah Devan mengatakan yang sebenernya, Papa Erwin pun murka dan langsung memukul Devan secara brutal dan membuat Devan terluka parah.


"Pa, udah. Kasihan Devan," ucap Mama Bella karena tidak tega melihat darah yang keluar dari wajah Devan.


"Orang kayak dia gak pantas untuk di kasihani, Ma. Dia itu mafia, dia itu bukan manusia, bagaimana bisa orang seperti dia menikah dengan Keyna. Ini semua salah Mama yang selalu menuntut Keyna untuk menikah dan akhirnya apa sekarang Keyna menikah dengan seorang mafia, seorang pembunuh," ucap Papa Erwin yang murka setelah mengetahui semuanya.


"Mama tahu itu, Mama salah karena selalu menuntut Keyna untuk menikah. Tapi, Mama juga gak berpikir Devan itu mafia," ucap Mama Bella.


Papa Erwin tidak merespon dan menatap lekat menantunya yang sudah babak belur itu, karena Papa Erwin masih belum puas akhirnya Papa Erwin kembali memukul Devan dan untung saja ada Kak Kelvin yang langsung menghentikan kegilaan Papa Erwin.


Jika Kak Kelvin tidak menghentikannya maka dapat dipastikan Devan hanya akan tinggal nama saja dan Keyna akan menjadi janda.


"Pa, lihat Devan udah mau meninggal," ucap Kak Kelvin.


"Biarkan dia meninggal kalau perlu Papa akan ambil pistolnya dan bunuh dia di sini," ucap Papa Erwin.

__ADS_1


"Kalau Papa bunuh Devan lalu bagaimana dengan cucu Papa? Papa mau cucu Papa gak punya Ayah dan dia di ejek teman-temannya kayak anaknya Om Jonas," tanya Kak Kelvin.


Ucapan Kak Kelvin mampu meredamkan amarah Papa Erwin, "Bangun," ucap Papa Erwin dan tidak mendapat respon dari Devan.


"Dev," panggil Mama Bella, tapi tetap saja tidak ada respon dari Devan.


Kak Kelvin pun memeriksa keadaan Devan dan ternyata Devan sudah tidak sadarkan diri, "Devan pingsan kayaknya, Pa," ucap Kak Kelvin.


"Ck, dasar lemah masa baru gini aja udah pingsan," ucap Papa Erwin dan menghampiri Devan yang ternyata memang tidak sadarkan diri.


"Ya, gimana gak pingsan, Papa mukulnya gak jelas gitu terus brutal banget lagi. Ya wajarlah kalau Devan pingsan, Papa lihat itu mulutnya udah berdarah belum lagi pukul Papa di kepala belakangnya tadi," ucap Kak Kelvin.


"Ya, Papa kan masih emosi jadi Papa gak bisa mikir apa-apa," ucap Papa Erwin.


"Emosi yang membahayakan," gumam Kak Kelvin.


"Bilang apa kamu?" tanya Papa Erwin.


"Eh, Kelvin gak bilang apa-apa kok, Pa," ucap Kak Kelvin.


"Yaudah, sekarang bawa Devan ke rumah sakit.


Mereka pun membawa Devan ke rumah sakit lebih tepatnya hanya Papa Erwin dan Kak Kelvin, sesampainya di sana Devan langsung di periksa dan ternyata keadaan Devan kritis bahkan perlu beberapa tindakan dari Dokter.


"Pa, gimana keadaan Devan?" tanya Mama Bella yang baru saja datang bersama Kak Anggi dan Kenzie.


"Papa juga gak tahu, Dokter belum keluar dari tadi," ucap Papa Erwin.


"Dok, gimana keadaan menantu saya?" tanya Mama Bella.


"Keadaan menantu anda sangat kritis dan nyawanya hampir saja tidak tertolong, tapi untung saja menantu anda mampu bertahan. Tapi...," ucapan Dokter tersebut terhenti karena Dokter tersebut seakan-akan ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Tapi, apa, Dok?" tanya Mama Bella.


"Menantu anda mengalami koma," ucap Dokter tersebut.


Ucapan Dokter tentunya membuat semua orang yang ada di sana terkejut, "Apa Dokter yakin jika menantu saya koma?" tanya Papa Erwin.


"Iya, Pak. Menantu anda koma karena kondisinya yang benar-benar kritis," ucap Dokter.


"Pa, hiks hiks," Mama Bella tidak dapat menahan tangisnya saat mendengar jika menantunya koma.


"Kalau begitu saya permisi," pamit Dokter tersebut.


"Ini semua salah Papa, harusnya Papa tidak memukul Devan sampai separah ini," ucap Papa Erwin yang merasa bersalah atas apa yang menimpa Devan.


"Ini semua bukan salah siapa-siapa, wajar kalau Papa marah. Sekarang kita harus berusaha supaya Devan bisa sadar dari komanya," ucap Kak Kelvin.

__ADS_1


"Apa kita kabarin Keyna aja biar dia tahu kalau Devan koma di sini?" tanya Kak Anggi.


"Jangan, masalah mereka berdua biar mereka sendiri yang menyelesaikannya. Lagipula Devan juga harus berusaha untuk mendapatkan maaf dari Keyna bukan, jadi biarkan saja Devina berusaha," ucap Kak Kelvin.


"Tapi, Devan kasihan," ucap Mama Bella.


"Ma, Devan itu seorang mafia. Jadi, dia pasti bisa melewati semua ini, ini itu bukan apa-apa bagi seorang mafia," ucap Kak Kelvin.


"Sudah, sekarang kita harus sembunyikan ini dari Keyna, Keyna sedang hamil jadi dia tidak boleh tahu karena takutnya akan berdampak pada kehamilannya. Anggap saja seolah-olah kita semua tidak tahu," ucap Papa Erwin dan diangguki semua orang.


"Untuk keluarga Devan?" tanya Mama Bella.


"Tadi Papa sempat mengabari mereka dan mereka bilang akan segera datang," ucap Papa Erwin.


Memang, pada akhirnya Papa Alex dan Mama Vanka datang lalu mendapatkan kabar jika keluarga Keyna sudah mengetahui semuanya mengenai identitas Devan termasuk keluarga Erland.


Mama Vanka tentu saja meminta maaf karena Keyna harus menikah dengan dengan yang merupakan seorang mafia, tapi akhirnya setelah pembicaraan yang panjang.


Mereka semua tidak mempermasalahkannya karena mau bagaimanapun semuanya sudah terjadi dan Devan juga pernah berjanji akan membahagiakan Keyna.


Mereka semua juga sepakat untuk tidak memberitahukannya pada Keyna karena takut kandungan Keyna bermasalah setelah ia mengetahui semuanya.


Devan sendiri sadar dari komanya setelah dua Minggu di rawat di negara B, untung saja tidak ada masalah serius dan satu Minggu setelahnya Devan diperbolehkan pulang.


Namun, pemulihan yang dilakukan Devina tidak singkat karena kurang lebih selama satu bulan Devan melakukan pemulihan dan tidak boleh banyak kerjaan.


Mike yang melihat Devan terluka tentu saja marah dan akan membalasnya, tapi setelah mendengar jika yang melakukannya adalah Papa Erwin, Mike pun mengurungkan niatnya apalagi saay Devan melarangnya untuk memukul Papa Erwin.


# Flashback Off #


"Kamu tahu bukan kalau Papa mendukungmu karena Papa tidak ingin cucu Papa diejek oleh teman-temannya saat besar nanti," ucap Papa Erwin.


Ya, Papa Erwin sendiri memiliki trauma pada anak yang ditinggalkan Ayahnya, ia sendiri pernah menjadi korban saat Ayahnya pergi dan juga karena sekelilingnya yang juga mengalami hal yang sama sehingga Papa Erwin takut jika cucunya akan mengalami hal yang sama yaitu kehilangan seorang Ayah.


"Iya, Pa. Devan tahu, Devan akan gunakan kesempatan yang Papa berikan sebaik mungkin," ucap Devan.


"Papa percaya sepenuhnya sama kamu, Dev," ucap Papa Erwin.


"Papa tidak perlu khawatir karena Devan sangat menyayangi Keyna bahkan Devan akan melakukan apapun hanya untuk Keyna," ucap Devan.


"Kalau Keyna meminta pisah bagaimana?" tanya Papa Erwin.


"Ya, kalau bisa jangan itu. Tapi, jika memang Keyna ingin hanya itu, maka mau tidak mau dengan harus melakukannya," ucap Devan.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2