
Celine tidak merespon perkataan Rangga dan memilih melangkah meninggalkan Rangga, tapi sebelum Celine berhasil keluar dari ruangan tersebut tangannya ditahan oleh Rangga.
"Aku bertanya apa anakku baik-baik saja?" tanya Rangga.
"Maaf, tapi saya tidak mengerti dengan apa yang anda bicarakan kalau begitu saya permisi karena saya masih ada urusan," ucap Celine.
"Kau pikir aku bodoh atau bagaimana, aku mencari mu sejak kamu meninggalkanku dan sekarang aku berhasil menemukanmu, tapi kamu seolah tidak mengenalku, apa kamu sedang bercanda, kamu sekarang sedang hamil tidak bisakah kamu turunkan egomu sedikit demi anakku!" bentak Rangga.
"Semua ini bukan urusan anda dan juga saya tidak pernah menganggap malam itu, jadi saya mohon lupakan semuanya dan jangan pernah temui saya lagi, untuk masalah anak, saya memang tidak mengerti dengan apa yang anda katakan, mungkin anak anda sedang dikandung perempuan lain!" bentak Celine laku pergi meninggalkan Rangga.
"Akan ku pastikan kamu menyesal!" teriak Rangga yang tentunya didengar Celine.
"Terserah," gumam Celine.
.
Disisi lain, Keyna yang saat ini berada di ruangan Celine sedikit kesal karena tidak ada Celine, "Celine kemana sih kok lama banget?" tanya Keyna.
"Tadi Celine itu ada tamu gak tau juga siapa," ucap Angela.
Beberapa saat kemudian, Celine pun datang, "Lama banget sih, Lin. Udah aku tungguin juga daritadi," ucap Keyna.
"Kalian berdua bisa pergi dulu gak, aku lagi pengen sendiri," ucap Celine.
"Kamu kenapa, Lin?" tanya Keyna.
"Please, Key. Tinggalin aku sendiri dulu, nanti kalau aku udah siap cerita, aku pasti bakal cerita oke," ucap Keyna.
"Yaudah kalau begitu aku pergi dulu," ucap Keyna lalu pergi dari ruangan Celine, begitupun dengan Angela.
Sore harinya, Keyna bersiap untuk pulang, namun langkahnya terhenti saat melihat Celine yang sedang berada di depan agensi dan berbicara dengan seseorang yang Keyna tidak tau karena pria itu membelakanginya, "Anda bukan Ayah dari anak ini paham," ucap Celine yang dapat didengar Keyna.
Keyna pastinya terkejut karena pria yang ada didepan Celine merupakan Ayah dari anak yang dikandung Celine, dengan memberanikan diri Keyna pun berjalan mendekati mereka, tapi tangannya ditahan oleh seseorang, Keyna pun membalikkan tubuhnya dan melihat siapa yang menahan tangannya.
"Devan," gumam Keyna.
Devan menarik tangan Keyna menuju mobilnya, "A-ada apa?" tanya Keyna.
"Jangan ganggu temanmu, biarkan dia menyelesaikan masalahnya sendiri," ucap Devan.
"Tapi, aku hanya ingin tau siapa pria yang menghamili, Celine," ucap Keyna.
__ADS_1
"Nanti temanmu itu pasti kasih tau siapa pria yang menghamilinya, tapi untuk sekarang kamu jangan ikut campur biarkan dia sendiri yang menyelesaikannya," ucap Devan.
Keyna pun menghembuskan napasnya kasar, "Yaudah, terus sekarang kita mau kemana?" tanya Keyna.
"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Devan.
"Kok tanya aku, kan kamu yang narik tangan aku," ucap Keyna.
"Kita pulang," ucap Devan dan diangguki Keyna.
Devan dan Keyna saat ini berada di mansion nya, Keyna sedang menonton televisi yang ada diruang tamu.
Sedangkan, Devan sedang berada di ruang kerjanya, tadinya Devan menemani Keyna, tapi tiba-tiba Mike datang dan mengatakan jika ada hal yang perlu dibicarakan jadi mau tidak mau Keyna menonton televisi sendirian.
Saat Keyna sedang asyik-asyiknya menonton televisi tiba-tiba ponsel Deva berdering, "Oh ponselnya Devan ketinggalan, ehm, aku kasih ke dia aja kali ya atau aku biarin aja. Nomor tidak kenal siapa ya atau cuma orang iseng," gumam Keyna.
Sebelum mengangkat panggilan tersebut sudah diakhiri, setelah ponsel tersebut mati, Keyna pun kembali dengan aktivitasnya yaitu menonton televisi. Namun ponsel Devan kembali bergetar menandakan sebuah pesan yang masuk.
Keyna yang penasaran pun melihat ponsel tersebut yang terlihat jelas siapa pengirimnya hanya melihat bahkan Keyna tidak memegang ponsel tersebut karena terlihat jelas pesannya.
"Nomor tidak dikenal, itukan nomor yang tadi nelpon Devan, tunggu apa maksudnya ini?" tanya Keyna saat melihat isi pesannya.
"Seberapa dekat dia dengan Devan? bahkan dia sampai kenal dengan keluarganya Devan?" tanya Keyna.
Setelah melihat pesan tersebut, Keyna merasakan sakit bukan fisiknya, tapi mentalnya, "Aku gak bisa pertahankan pernikahan ini, aku harus sadar dan terima kalau aku udah kalah. Aku udah gak pantes lagi berada didekat Devan, aku sadar selama ini aku jadi istri Devan hanya sebuah status bukan sebuah hubungan yang semestinya, sekarang Devan sudah memiliki perempuan yang dia cintai itu artinya tugasku menjadi istrinya selesai," gumam Keyna lalu memutuskan untuk menuju kamar, bukan kamar yang biasa ia tempat melainkan kamar tamu, Keyna sadar jika ia hanya sementara di rumah ini.
.
Devan sendiri setelah semuanya selesai langsung menuju ke kamarnya, namun saat keluar dari ruang kerjanya dan melihat ke arah ruang tamu, ia tidak melihat Keyna pikir Devan Keyna sudah ada di kamar, namun saat ia masuk kedalam kamarnya, Devan tidak melihat keberadaan sang istri, seluruh penjuru kamar Devan periksa, tapi tetap tidak ada Keyna, "Dimana dia?" tanya Devan pada dirinya sendiri.
Akhirnya Devan memutuskan untuk ke lantai satu dan menanyakannya pada pelayan, "Dimana Keyna? kenapa dia tidak ada didalam kamar?" tanya Devan dengan nada dinginnya dan membuat para pelayan ketakutan.
"Nyonya berada di kamar tamu, Tuan," ucap Ganish.
Devan pun akhirnya menuju kamar tamu dan anehnya Devan tidak dapa membuka kamar tersebut, "Tunggu apa dia mengunci pintunya? apa-apaan dia? apa dia sengaja menguncinya agar aku tidak bisa masuk?" tanya Devan.
"Ambil kunci cadangan!" perintah Devan dan diangguki Ganish.
Setelah kamar berhasil terbuka, Devan melihat kena yang tertidur dengan tenang, Devan dapat melihat jejak air mata pada wajah cantik Istrinya, "Apa dia menangis? tapi kenapa? apa aku melakukan kesalahan lagi?" tanya Devan pada dirinya sendiri.
Akhirnya Devan pun menggendong tubuh Keyna menuju kamar mereka lalu membawa Keyna kedalam pelukannya, Devan merasa nyaman jika didekat Keyna, Devan tidak tahu apakah hatinya sudah menerima Keyna atau belum, yang jelas Devan tidak ingin melewati kebersamaannya dengan Keyna.
__ADS_1
Pagi harinya, Keyna terbangun dan melihat ke sekelilingnya yang ternyata dia berada di kamarnya dan Devan, "Setahuku kemarin aku di kamar tamu deh, tapi kok aku sekarang ada disini? apa jangan-jangan Devan yang bawa aku kesini? tapi gak mungkin kalau Devan masa iya dia peduli sih sama aku?" tanya Keyna.
Keyna bersiap untuk pergi ke agensi untuk membahas mengenai produk iklan yang akan ia iklankan, akhirnya setelah masalah dengan Miss Kelly, Keyna mendapatkan iklan pertamanya.
"Bi, Devan udah berangkat ya?" tanya Keyna pada Bi Nani.
"Iya, Nyonya, Tuan Devan sudah berangkat sejak tadi pagi," jawab Bi Nani dan diangguki Keyna.
"Kalau begitu Keyna pergi dulu, Bi, terima kasih sarapannya," ucap Keyna lalu keluar dari mansion tersebut dan menuju agensi dengan Dennis.
Beberapa saat kemudian, Keyna dan Dennis pun sampai di First entertainment, "Makasih Dennis," ucap Keyna dan diangguki Dennis.
Lalu Keyna pun masuk kedalam agensi dan berpapasan dengan Tiara dan Jordan.
"Cie, siapa itu, Key, cowok baru ya," goda Tiara dan Keyna pun tersenyum mendengarnya.
"Bisa aja kamu, Ra, kamu mau ada pemotretan ya kok bareng Jordan?" tanya Keyna yang mengalihkan pembicaraan.
"Lo ini ya, Key. Malah ngalihin pembicaraan," ucap Tiara.
"Hehehehe."
"Gue sama Jordan udah selesai pemotretannya ini masih mau pilih foto-foto yang bagus," ucap Tiara.
"Semangat deh, kalau gitu aku pergi dulu dah," pamit Keyna lalu meninggalkan Tiara dan Jordan.
"Segitu cintanya lo sama Keyna sampai mata lo kayak mau keluar gitu," goda Tiara.
"Kelihatan ya?" tanya Jordan.
"Banget," ucap Tiara.
"Gue harus cari tau siapa cowok yang anter Keyna tadi, gue gak boleh keduluan sama dia," gumam Jordan.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1