
Pagi harinya, Devan segera pergi ke tempat yang menjadi tujuannya untuk datang ke negara C, Devan beberapa anak buahnya sampai di sebuah gua yang terlihat tidak terawat, namun terdapat beberapa penjaga di sana.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Devan.
"Dia baik-baik saja, Tuan, saat ini dia sedang bersama istri dan anaknya," ucap salah satu penjaga.
"Mike, kau dan yang lainnya diluar," ucap Devan.
"Tapi, Tuan bukankah terlalu berbahaya jika Tuan masuk sendirian," ucap Mike.
"Dia sedang bersama keluarga tercintanya jadi dia tidak akan melukaiku dan satu lagi seorang Devan tidak semudah itu untuk dikalahkan," ucap Devan lalu masuk kedalam gua tersebut.
"Oh, halo mantan budakku," sapa Devan dan mampu mengalihkan pembicaraan keluarga bahagia tersebut.
"Uncle," sapa seorang anak perempuan dan berlari ke arah Devan.
Namun sebelum itu, Devan mengangkat tangannya seolah memberi isyarat untuk anak perempuan tersebut tidak mendekatinya.
"Saat ini aku tidak dalam mood yang baik, jadi jangan buat aku semakin marah," ucap Devan dengan dingin.
"Ada apa?" tanya pria yang menghampiri putrinya yang terlihat sedih.
"Aku sangat tidak sabar untuk membunuhmu," bisik Devan kepada pria tersebut.
"Apa sebenarnya maumu? belum cukup kau dan keluargamu menyekap ku seperti ini?" tanya pria tersebut.
"Belum, aku dan keluargaku tidak akan pernah puas sebelum kau mati," bisik Devan.
"Kita bicara secara pribadi jangan sampai istri dan anakku dengar," ucapnya.
"Apa kau yakin membiarkan anak dan istrimu disini sendiri?" tanya Devan.
"Ada apa denganmu?" tanyanya.
"Aku saat kesal dengan keluargamu itu dan aku berencana untuk memberikan dia kejutan, menurut bagaimana?" tanya Devan.
"Kejutan? maksudnya?" tanyanya.
"Mengirim kepalamu kepada Kakak tercintamu," bisik Devan.
"Kenapa kau ingin melakukannya?" tanyanya.
Devan melirik anak dan istri pria itu, "Apa kalian ingin mengetahui pembicaraanku dengan pria tidak berguna ini?" tanya Devan.
"Kalian keluar lah sebentar ya," ucap pria tersebut dan diangguki istri dan anaknya.
"Kenapa kau ingin memberikan kejutan untuk Kakak ku?" tanyanya.
"Karena Kakak mu itu terlalu b*doh," ucap Devan.
"Maksudnya?" tanyanya.
__ADS_1
"Kau tau dia mengancam ku, aku kira dia mengancam ku untuk mengetahui keberadaan mu, tapi aku salah karena dia mengancam ku untuk mendapatkan saham di perusahaan ku bukankah itu sangat mengharukan karena itulah aku ingin memberinya kejutan dia pasti sangat senang jika bertemu dengan Adik tercintanya," ucap Devan.
"Apa tidak cukup dengan membuatku seperti ini? ingat Dev, kau yang membuatku seperti ini, kau juga yang menjauhkan ku dengan orang yang ku suka," ucapnya.
"Dika, ingat kedudukanmu itu tidak pantas bersanding dengan Kakak ku yang sangat tinggi kedudukannya," ucap Devan.
Ya, pria itu ialah Dika saudara dari Dion musuh Devan.
"Bagaimana? perempuan yang ini lumayan menarik kan? sampai kau punya anak, mungkin anakmu nanti cocok jika aku kirim ke rumah bordil pasti aku semakin kaya bukan, bagaimana menurutmu ideku ini bagus kan?" tanya Devan.
"Kalau kau sampai melakukannya akan ku pastikan kau hancur, Dev," ucap Dika.
"Apa kau mulai menyukai perempuan yang aku kirimkan untukmu setiap malam itu?" tanya Devan.
"Kalau aku sudah mencintainya kenapa? apa kau akan membebaskanku, tidak kan, kau dan keluargamu itu mafia sekaligus psikopat yang tidak akan puas dengan tubuh manusia," ucap Dika.
"Itu kau sudah tau, jadi jangan coba-coba untuk merencanakan sesuatu di belakangku, meskipun aku sudah tau apa rencanamu dengan menggunakan anak buahku yang polos dan b*doh itu, kau tidak perlu khawatir aku akan mengganti penjaga baru dan aku akan melenyapkan orang yang akan bekerjasama denganmu," ucap Devan dengan menunjukkan senyumnya.
Meskipun Devan tersenyum, tapi ia terlihat sangat menakutkan dengan tatapan dan sorot mata yang tajam dan setiap orang yang melihatnya saat ini pasti akan merinding dan takut.
"Aku tau kau dari keluarga yang memang terbiasa dengan darah, tapi apa tidak bisa kau merubah budaya dari keluargamu, kau bisa menjadi manusia yang lebih baik untuk seterusnya," ucap Dika.
"Wow, apa orang yang baru saja menasehati ku ini adalah orang yang pernah melakukan pelecehan seksual?" tanya Devan pada dirinya sendiri.
"Dulu aku salah sebab itu aku ingin meminta maaf ke Acha," ucap Dika.
"Maaf, hahahaha lucu sekali," ucap Devan.
Saat diluar anak dan istri Dika pun segera masuk kembali dan Devan pun berjalan menuju anak buahnya yang menjaga gua itu, Devan mengarahkan pistolnya tepat di kepala anak buahnya.
"Sangat tidak berguna," maki Devan.
Dor...
Anak buah Devan pun langsung tergeletak tanpa ada yang membantunya, meskipun dia sudah berulangkali meminta tolong kepada rekan-rekannya.
"Jika kalian mau berkhianat maka hal itu akan terjadi kepada kalian dan satu lagi bawa jasadnya ke kantor polisi negara C dan bilang itu hadiah dari Rad," ucap Devan lalu pergi dari tempat itu.
Polisi disana hanya mengetahui nama Devan yaitu Rad, mafia kejam yang sering membantunya, tapi juga membuat keributan, hanya saja mereka tidak tau bagaimana rupa dari Devan.
Banyak polisi yang mengincar Devan, tapi berapa kali mereka melacaknya tetap saja tidak ada yang mengetahui keberadaan Devan, banyak yang percaya jika Devan memiliki orang dalam sehingga polisi dan pejabat negara sulit untuk mengetahui keberadaannya.
"Mike tambah beberapa penjaga dan pastikan tidak ada yang akan berkhianat seperti orang itu!" perintah Devan.
"Baik, Tuan," ucap Mike.
Devan saat ini berada di mansion mewahnya yang ada di negara C "Tuan, Nyonya menghubungi ponsel, Tuan," ucap Mike.
"Biarkan saja," ucap Devan.
Selang beberapa menit, Mike kembali datang "Maaf, Tuan Nyonya besar menghubungi, Tuan," ucap Mike.
__ADS_1
Devan yang awalnya asik memejamkan matanya pun akhirnya membuka matanya dan mengambil ponsel yang ada di tangan Mike,
^^^Kenapa, Ma?^^^
Kamu kenapa gak bilang ke istri kamu kalau kamu pergi ke negara C, lihat menantu Mama sekarang khawatir banget tau gak sama kamu, untung Mama ke mansion kalau gak bisa-bisa menantu Mama stres ini?
^^^Devan lupa, Ma, ini juga Devan dadakan ke sini.^^^
Alah, kamu kalau bohong gak pinter, cari alasan lain kek.
^^^Sebenarnya apa yang mau Mama bilang ke Devan?^^^
Kamu ini ya bener-bener keterlaluan Dev, Mama itu khawatir tau gak, pas Mama ke mansion kamu Mama gak ngeliat istri kamu tau-tau dia pulang dengan mata merah kayak habis nangis gitu terus dia bilang kalau kamu marah sama dia terus kamu milih pergi dari rumah, kamu beneran pergi dari rumah dan gak bakal balik lagi?
Ucapan Mama Vanka membuat Devan terkejut, bagaimana bisa Keyna berfikir seperti itu, untuk apa ia pergi dari rumah mewahnya.
^^^Gak, Ma. Devan gak kayak gitu, Mama kan tau Devan kesini ngapain, sebenarnya Devan besok udah pulang, tapi karena Devan harus ke negara C untuk nemenin Rangga jadi bakal mundur pulangnya^^^
Iya, Mama percaya, tapi lain kali kalau kamu mau pergi bisalah kamu kabarin dulu istri kamu, kasihan tau gak Mama liatnya.
^^^Iya, Ma.^^^
Yaudah, Mama tutup dulu, ini menantu Mama daritadi ngeliatin Mama terus.
Devan tidak tau saja jika muka Keyna sudah merah menahan malu serta salah tingkah karena perkataan Mama Vanka itu.
Ingat, Van, tujuan awalmu menikahi Keyna jangan sampai kau mencampurkan perasaanmu, kau sudah menghancurkan orang yang aku sayang maka aku juga akan menghancurkan orang yang kau sayang," gumam Devan.
Devan pun melanjutkan aktivitas awalnya yaitu memejamkan matanya, tapi ponselnya kembali berdering dan dilihatnya Rangga yang menghubunginya,
^^^Hem, kenapa?^^^
Van, lo jangan lupa loh ya besok kesini, gue udah gak sabar buat ketemu Sammy.
^^^Lo mau kayak Sammy gak?^^^
Maulah, Sammy kan pinter, ganteng siapa sih yang gak mau kayak Sammy.
^^^Kalau begitu besok lo akan seperti Sammy jadi sekarang lo gak usah khawatir.^^^
Emang lo bisa buat gue kayak, Sammy?
^^^Kalau itu gampang, asal lo jangan nyesel aja pas gue udah buat lo kayak Sammy.^^^
Gak, akan.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.