Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Keracunan


__ADS_3

Devan saat ini berada di kantor karena sebentar lagi ia akan mengadakan rapat dengan beberapa pemegang saham, "Ada semuanya sudah datang?" tanya Devan.


"Iya, Tuan. Semua pemegang saham sudah datang dan mereka ada di ruang rapat," ucap Mike.


Devan dan Mike pun berjalan menuju ruang rapat, saat Devan masuk ke dalam ruan rapat suasana pun berubah menjadi mencekam dan berbahaya karena aura Devan yang masih menakutkan bagi mereka.


"Selesaikan semuanya tanpa basa basi," ucap Devan.


"Baik, Tuan," salah satu pemegang saham.


Kurang lebih selama satu jam rapat tersebut berlangsung hingga akhir rapat selesai Devan pun langsung pergi dari ruang rapat.


Devan memutuskan untuk kembali ke ruangannya karena memang pekerjaannya cukup banyak dan menumpuk bagaimana tidak sudah dua hari Devan tidak ke kantor karena Keyna yang merengek untuk di temani selama ini di rumah.


Hari ini pun Devan berhasil keluar karena Mama Vanka yang mampu membujuk Keyna karena kalau tidak, Devan yakin jika Keyna akan menyuruhnya menemaninya di rumah.


"Tuan Devan," panggil seseorang dari luar.


"Masuk," ucap Devan.


Orang tersebut pun masuk ke dalam ruang kerja Devan, "Selamat pagi Tuan," sapa Baron.


*Senang bertemu denganmu lagi setelah sekian lama kau menetap di negara C," ucap Devan.


"Terimakasih Tuan, semua ini karena Tuan Devan yang mau melindungi saya dari Joseph," ucap Baron.


"bukan apa-apa, ada apa mencariku?" tanya Devan.


"Saya dengar jika Tuan dan Nyonya Keyna sudah bersama, saya ucapkan selamat untuk Tuan Devan karena sebentar lagi Tuan Devan akan menjadi seorang Ayah," ucap Baron.


"Ya, terimakasih atas ucapanmu itu," ucap Devan.


"Sama-sama, Tuan. Sebenarnya saya ke sini ingin memberikan ini pada Tuan Devan," ucap Baron dan memberikan sebuah undangan pernikahan pada Devan.


Devan pun membacanya dan setelah itu ia bergantian memandang Baron, "Kau akan menikah?" tanya Devan.


"Iya, Tuan," ucap Baron.


"Kau akan menikah bukan depan, tapi aku tidak bisa pastikan aku dapat hadir atau tidak karena Keyna yang lagi hamil besar dan bisa jadi bulan depan Keyna akan melahirkan. Jadi, aku ucapakan selamat akan pernikahanmu," ucap Devan.


"Tidak apa-apa Tuan, kalau memang Tuan berhalangan hadir, saya juga memakluminya. Saya hanya ingin memberitahukan kepada Tuan Devan jika saya akan menikah karena Tuan Devan salah satu orang yang sudah saya anggap sebagai keluarga karena Tuan Devan sudah membantu saya dalam banyak hal," ucap Baron.


"Sekali lagi selamat dan anggap saja ini sebagai pelukan dari keluarga," ucap Devan dan memeluk Baron layaknya seorang pria.


"Terimakasih, Tuan. Kalau Tuan ada apa-apa, Tuan bisa katakan pada saya, saya akan siap melakukan apapun yang Tuan Devan perintahkan," ucap Baron.

__ADS_1


"Tentu, kau akan ku hubungi jika aku butuh sesuatu," ucap Devan dan diangguki Baron.


Setelah berbincang sebentar, Baron pun pergi karena memang ia harus kembali ke negara C untuk menyiapkan pernikahannya.


Sedangkan, Devan kembali pada rutinitasnya yaitu bekerja dengan berkas-berkas yang membuatnya harus ekstra teliti itu.


Saat tengah fokus pada berkas-berkasnya tiba-tiba saja ponselnya berdering dan Devan pun langsung mengangkat sambungan telepon tersebut.


^^^Kenapa, Ma?^^^


Kamu ke rumah sakit sekarang!


^^^Kenapa, Ma? Mama sakit?" atau siapa yang sakit?^^^


Bukan Mama, tapi menantu Mama!


^^^Hah! Keyna, kok bisa? Keyna mau lahiran ya, Ma?^^^


Kamu jangan banyak tanya dulu, sekarang kamu cepetan ke rumah sakit aja yang jelas Keyna gak mau lahiran kok.


Setelah itu, Mama Vanka pun memutuskan sambungan teleponnya, "Keyna gak mau lahiran, tapi kok Keyna ada di rumah sakit?" tanya Devan pada dirinya sendiri.


Tanpa basa basi, Devan langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi dari kantor. Namun, Devan terlebih dahulu menyuruh Mike untuk mengurus semua pekerjaannya.


Beberapa saat kemudian, Devan pun sampai di rumah sakit dan ia langsung menuju kamar tempat sang istri di rawat.


"Keyna keracunan, Van. Hiks hiks," ucap Mama Vanka.


"Keracunan? gimana bisa?" tanya Devan.


"Mama juga gak tahu, Mama tadi mampir ke rumah kamu setelah arisan gitu. Tapi, waktu Mama masuk ke rumah kamu itu sepi dan Mama denger suara minta tolong di dapur yaudah Mama langsung aja ke dapur dan ternyata Mama lihat menantu Mama di lantai dan minta tolong hiks hiks," ucap Mama Vanka.


"Mama tenang dulu, semoga Keyna baik-baik aja," ucap Devan.


"Mama daritadi udah coba tenang, Van. Tapi, tetep aja Mama khawatir sama keadaan menantu Mama," ucap Mama Vanka.


Baru saja Devan akan bersuara tiba-tiba dokter keluar, "Gimana keadaan menantu saya?" tanya Mama Vanka.


"Nyonya tidak perlu khawatir karena keadaan Nona baik-baik saja, hanya saja Nona perlu istirahat dalam beberapa hari karena efek dari keracunan makanan," ucap Dokter.


Setelah semua penjelasan dari Dokter, akhirnya Mama Vanka dapat tenang.


"Van, kamu harus cari tahu semuanya, Mama yakin ini semua bukan disengaja. Tapi, ini disengaja, ada orang yang mau nyelakain menantu Mama," ucap Mama Vanka.


"Iya, Ma. Devan juga berpikir seperti itu," ucap Devan.

__ADS_1


"Ma, Devan titip Keyna dulu ya. Devan mau cari tahu semua yang terjadi pada Keyna," lanjut Devan.


"Iya, Van. Kamu pergi cari tahu semuanya biar menantu Mama, Mama yang jaga," ucap Mama Vanka dan diangguki Devan.


Setelah itu, Devan pun keluar dari rumah sakit dan ia langsung menuju rumahnya. Namun, sebelum itu Devan menghubungi Dennis terlebih dahulu untuk memeriksa cctv dan bukti-bukti lainnya.


Sesampainya di rumah, Devan langsung menuju ruang kerjanya yang di sana sudah ada Dennis.


"Bagaimana?" tanya Devan.


"Sepertinya dia berulah lagi, Tuan," ucap Dennis.


Dennis pun memperlihatkan sebuah video dimana seseorang yang sudah mereka curigai dan mereka awasi dalam beberapa bulan telah melakukan sebuah kesalahan besar, dimana orang tersebut menaruh sebuah racun di minuman Keyna yang membuat Keyna harus di rawat di rumah sakit bahkan tindakan orang tersebut hampir saja mencelakai istri dan anaknya.


"Ternyata dia berulah, setelah meneror Keyna waktu itu lalu mencelakai Keyna dan Mama. Sekarang dia meracuni Keyna," ucap Devan dengan amarah tertahan.


"Apa perlu saya bawa dia ke penjara bawah tanah, Tuan?" tanya Dennis.


"Tidak perlu, aku ada rencana lain untuk orang bodoh ini," ucap Devan.


Setelah mengatakan itu, Devan keluar dari ruang kerjanya dan menuju taman belakang Diaman para pelayan tengah berada di sana.


Kedatangan Devan tentunya membuat para pelayan berdiri dan menunduk hormat pada majikannya.


Sedangkan, Devan sendiri langsung menuju salah stau pelayan yang juga ikut menunduk seperti pelayan lainnya.


Tanpa basa basi Devan langsung menarik kerah pelayan tersebut dan hal itu membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan takut secara bersamaan.


"Kau! berani main-main denganku," ucap Devan.


"Ma-maksud Tuan Devan apa?" tanya pelayan tersebut.


"Kau kerja di sini berharap kau bisa bertemu dengan Kakakmu bukan, kalau begitu kau akan segera ku kirim ke Kakakmu," ucap Devan dan menarik pelayan tersebut.


"Mak-maksud Tuan Devan?" tanya pelayan tersebut.


"Kau akan tahu nanti, Dennis bawa pelayan ini pergi menemui Kakaknya," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Dennis dan menarik pelayan tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2