Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Kepercayaan


__ADS_3

Devan berlari menuju kamar, namun sebelum itu ia menatap tajam ke arah Dion, "Kalau sampe kalian sentuh dia, aku seorang Devan Radya Erland akan pastikan kalian dan keluarga kalian tidak akan selamat," ancam Devan.


"Apa aku terlihat takut?" tanya Dion.


"Hem, aku lupa kau kan tidak punya keluarga ya, Mike urus dia," ucap Devan dengan menampilkan smirk nya lalu berlari menuju kamar.


Devan langsung membuka dan melihat Keyna yang sedang duduk di lantai, "Hei, ada apa?" tanya Devan.


"Hiks - hiks Devan," panggil Keyna dengan tangisan yang semakin jadi.


"Kenapa?" tanya Devan dengan lembut.


"Ta-tadi aku lihat ada pria yang masuk dan membawa tasku, aku sempat menahannya, ta-tapi dia mendorongku hiks hiks," ucap Keyna yang masih sesenggukan.


"Hush, diem ya. Udah gak ada apa-apa kok itu cuma pencuri, sekarang tidur lagi oke," ucap Devan dengan memeluk Keyna, setelah cukup tenang Devan pun menggendong Keyna menuju ranjang.


"Udah tidur ya, jangan pikirin itu lagi," ucap Devan dengan merapikan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


"Temenin," ucap Keyna dengan manja.


"Iya iya aku temenin," ucap Devan lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Keyna dan tiba-tiba Keyna langsung memeluk Devan, Devan pun ikut membalas pelukan dari sang bahkan Devan semakin erat memeluk tubuh Keyna.


Disisi lain, di luar kamar. Mike menatap tajam Dion, "Hei, santai kawan aku tidak melakukan apapun kau lihat bukan aku masih ada disini," ucap Dion.


"Aku jadi ingat gimana kita dulu sangat setia dengan Devan, hahaha aku benci mengingatnya," lanjut Dion, beberapa saat kemudian datang seorang pria dan mendekat ke arah Dion.


"Tuan, sepertinya orang suruhan kita tewas di danau saat mereka akan kesini," bisik pria itu yang masih dapat di dengar Mike.


Dion terkejut mendengarnya, lalu mengapa istri Devan berteriak jika bukan anak buahnya yang ada disana, itulah pertanyaan yang ada di benak Dion, "Oke, sampai jumpa teman lama l, aku pergi dulu kapan-kapan aku akan kesini dengan teman lamaku lainnya, oh iya sampaikan salam ku pada Dennis juga ya," ucap Dion lalu keluar dari mansion mewah milik Devan dan menuju lokasi yang disebutkan anak buahnya.


Sesampainya di lokasi, Dion daita melihat tubuh mengenaskan anak buahnya.


"Terus kalau mereka tewas disini, kenapa istri Devan berteriak? apa ada orang lain yang masuk kedalam kamar itu, tapi siapa?" tanya Dion.


"Saya kurang tau, Tuan," ucap assisten Dion yang bernama Catur.


"B*doh, harusnya kau tau, kau ini asistenku masa gitu aja kau gak tau," ucap Dion dengan kesal.


"Tuan, sepertinya ada yang sengaja melakukan ini karena busa keluar dari mulut mereka," ucap Catur.


"Yasudah, kau atur semuanya, aku tidak mau ada kesalahan terulang seperti ini," ucap Dion lalu pergi meninggalkan lokasi.


"Halo, Tuan. Tuan Dion sudah tertipu," ucap seseorang yang sedari tadi melihat Dion.


"Lanjutkan, buat dia menang lalu jatuhkan dia," ucap seseorang pada sambungan telepon.


"Baik, Tuan," ucapnya.


***

__ADS_1


Pagi harinya, Devan membuka matanya dan melihat seorang perempuan cantik berada di pelukannya, Devan segera bangun dan mulai bersiap ke kantor, setelah bersiap-siap Devan langsung keluar dari kamar, "Mike, bagaimana kau sudah cari tau semuanya?" tanya Devan.


"Sepertinya, seseorang yang kemarin masuk kedalam kamar Tuan, bukan dari orang suruhan Dion," ucap Mike.


"Kenapa kau bisa mengatakan itu?" tanya Devan.


"Karena kemarin saya mendengarnya secara langsung jika anak buah Dion yang dia suruh untuk masuk kedalam kamar Tuan sudah meninggal di danau sebelum kesini," ucap Mike.


"Hem, ya aku tau, aneh memang mereka mencuri tas Keyna, aku yakin jika dia anak buah dari Dion tidak mungkin mereka mengambil tas Keyna bukan karena yang mereka incar nyawa Keyna," ucap Devan.


"Tuan, kemarin saya sudah cek cctv, sepertinya mereka sengaja melakukan pencurian karena semua cctv rusak," ucap Mike.


"Aku akan urus masalah ini, lebih baik kau urus masalah Dion, aku tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Mike.


"Tuan, untuk masalah Tuan Kiki...," ucapan Mike terhenti lantaran Devan yang menyela pembicaraannya.


"Astaga, aku lupa dengan pria tua dan anaknya itu, bagaimana dia sudah berada di samping tuhan belum?" tanya Devan.


"Sampai saat ini pintu belum di buka Tuan, pintu hanya dibuka saat memasukkan istri Tuan Kiki," ucap Mike.


"Oke kerja bagus, kalau begitu biar aku periksa bagaimana keadaan mereka," ucap Devan dan berjalan menuju ruangan yang ia gunakan untuk berbicara dengan Kiki dan anaknya Jihan beberapa hari yang lalu.


Devan pun membuka ruangan tersebut dan aroma tidak sedap pun mulai tercium, "Ternyata aku lama sekali lupanya sampai bau mereka sudah busuk seperti ini, Mike urus mereka, tapi jangan kasih ke Leon, aku tidak mau Leon tercemar dengan makan bangkai seperti mereka, bawa mereka ke kebun binatang saja setidaknya jika ada yang keracunan itu bukan Leon, ah iya Mike aku rekomendasikan kau bawa mereka ke kandang buaya atau ular jangan ke kandang singa karena itu masih satu spesies dengan Leon," ucap Devan dan masuk kedalam ruangan tersebut.


"Urus mereka Mike, aku ingin bicara dengan Dennis dulu," ucap Devan dan diangguki Mike.


Devan dan Dennis pun menuju ke ruang kerja Devan, "Kau tau bukan siapa yang kemarin masuk kedalam kamarku?" tanya Devan.


"Tidak, Tuan," ucap Dennis.


"Hem, kau mau aku percaya, kau jujur mau tau atau tidak?" tanya Devan.


"Saya benar-benar tidak tau Tuan, siapa yang kemarin masuk kedalam kamar Tuan," ucap Dennis.


"Kau sudah lama bekerja denganku dan aku sangat mempercayaimu dalam setiap pekerjaanku, kalau sampai kau mengkhianati ku kau tau bukan apa yang akan terjadi, kau akan menjadi seperti Dion bahkan kau bisa saja lebih parah daripada Dion," Devan.


"Tidak, Tuan, saya benar-benar tidak tau apapun mengenai orang yang masuk kedalam kamar Tuan," ucap Dennis.


"Aku akan percaya padamu untuk kali ini, tapi jangan pernah mengkhianati kepercayaan ku, Dennis," ucap Devan.


"Baik, Tuan," ucap Dennis.


"Kalau begitu, kau boleh pergi sekarang," ucap Devan dan diangguki Dennis.


***


Keyna bangun dan melihat jika disampingnya sudah tidak ada Devan, "Kemana dia?" tanya Keyna dengan suara khas bangun tidurnya.

__ADS_1


Keyna pun membersihkan dirinya dan setelah itu ia menuju lantai satu untuk melihat keberadaan sang suami, "Nyonya, ingin sesuatu?" tanya Bi Nani.


"Enggak kok Bu, oh iya Bi, Devan dimana kok aku gak ngeliat dia di kamar?" tanya Keyna.


"Tuan Devan sedang ada urusan di ruangannya, Nyonya," ucap Bi Nani.


Keyna pun bergegas menuju ruang kerja Devan, "Nyonya mau kemana?" tanya Bi Nani dengan raut wajah panik.


"Mau ke ruang kerjanya Devan, kata Bibi tadi Devan ada di ruangannya," ucap Keyna.


"Maksud saya, Tuan Devan di ruangannya bersama anak buahnya dan menyuruh saya untuk menjaga Nyonya, Nyonya juga tidak diperbolehkan masuk kedalam," ucap Bi Nani.


Keyna yang melihat raut wajah takut Bi Nani pin akhirnya mengurungkan niatnya untuk menuju ruang kerja Devan, "Yaudah, kalau gitu aku mau ke taman aja deh," ucap Keyna.


"Nyonya, ingin sesuatu selama di taman?" tanya Bi Nani.


"Bi Nani, buat apa aja emang?" tanya Keyna.


"Saya buat pancake Nyonya," ucap Bi Nani.


"Yaudah, nanti Bibi bawa aja pancake dan jus stroberi ke taman ya," ucap Keyna dan diangguki Bi Nani.


"Baik, Nyonya," ucap Bi Nani.


Keyna pun bergegas menuju taman, "Wah bagus banget bunganya warna warni, tapi aku harus hati-hati, aku gak mau sampe Devan marah kayak pertama kali aku ke rumah Mama Vanka dulu," gumam Keyna.


"Nyonya, ini," ucap Bi Nani.


"Makasih ya, Bi, ayo Bi duduk dulu temenin Key," ucap Keyna.


"Tapi, Nyonya....," ucapan Bi Nani terhenti karena Keyna yang menyelanya.


"Gapapa, Bi. Keyna gak masalah kok, Keyna malah kesepian kalau Bibi pergi," ucap Keyna.


Akhirnya Bi Nani pun duduk di samping Keyna dan tentunya Bi Nani masih menjaga jarak karena ia masih takut jika Devan datang dan marah padanya karena duduk bersebelahan dengan sang Nyonya.


"Bi Nani udah lama ya kerja dengan keluarganya Devan?" tanya Keyna.


"Lama banget Nyonya, kira-kira saat Tuan Devan berumur 4 tahun saya mulai kerja dengan keluarga Tuan Alex," ucap Bi Nani.


"Gimana ceritanya Bi Nani bisa kenal sama Papa Alex sampai kerja disini?" tanya Keyna.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2