
"Kau sangat munafik, kau sangat kejam kau tidak pantas memiliki siapapun termasuk istri, aku yakin jika istrimu tahu siapa kau, dia pasti akan meninggalkanmu," ucap Juan.
"Aku akan pastikan sebelum istriku tahu tentang itu, maka aku akan membunuhmu terlebih dahulu," ucap Devan.
"Kau berani membunuhku, apa kau yakin?" tanya Juan.
"Ya, sangat yakin," ucap Devan.
"Kalau kau sangat yakin kenapa kau tidak membunuhku dari tadi? atau nasibku akan seperti Zayn?" tanya Juan.
"Berhenti membicarakan manusia bodoh itu dan satu lagi, aku tidak pernah membiarkan siapapun seperti manusia itu kecuali dirinya," ucap Devan.
"Kau sangat bertele-tele, Dev. Aku tidak paham dengan apa yang kau bicarakan," ucap Juan.
"Kau tadi bertanya kenapa aku tidak langsung membunuhmu bukan, aku hanya mengulur waktu agar aku bisa bicara denganmu untuk yang terakhir kalinya sebelum kau bertemu tuhan, ah dan jangan lupa kalau kau bertemu dengan tuhan bilang padanya aku menunggu dia menjemputmu, karena banyak manusia yang berharap aku segera bertemu dengannya, tapi sayang sekali aku sangat sulit bertemu dengannya bahkan dia belum pernah memanggilku," ucap Devan.
"Kau harus melakukan pengampunan dosa, Dev. Dosamu sangat besar, maka dari itu Tuhan tidak memanggilmu, Tuhan ingin kau bertaubat, Tuhan ingin kau menjadi lebih baik, Tuhan sedang memberimu kesempatan, Dev," ucap Juan.
"Asal kau tahu, aku tidak membutuhkan kesempatan itu," ucap Devan.
Devan pun mengambil sebuah samurai yang ada di belakang sebuah pigura, "Kau mau aku menggunakan pistol atau samurai untuk membunuhmu?" tanya Devan.
"Terserah, aku tidak peduli kau ingin menggunakan apa," ucap Juan.
"Oke, aku akan menggunakan pistol saja karena ternyata samuraiku mulai berkarat, aku kasihan jika harus membunuhmu dengan samurai ini," ucap Devan lalu mengarahkan pistol tersebut ke arah Juan.
Juan sudah siap jika Devan memang berniat untuk membunuhnya, meskipun dengan ragu Juan memejamkan matanya, tapi jujur saja Juan berharap Devan tidak membunuhnya karena mereka pernah berteman.
Cukup lama Juan memejamkan matanya, tapi ia tidak merasakan apa-apa hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuka matanya dan ia melihat Devan yang masih dalam posisi awal dimana tangan kirinya mengarahkan pistol pada kepalanya dan tangan kanannya memegang samurai, Juan masih berharap Devan tidak membunuhnya.
"Kalau kau berpikir aku tidak bisa membunuhmu, maka kau sangat salah, aku hanya menunggumu membuka matamu agar kau tau bagaimana caraku untuk membunuhmu," ucap Devan.
Beberapa detik kemudian menggelinding lah kepala Juan di lantai dengan mata yang masih terbuka, Juan belum sempat untuk menutup matanya karena Devan sangat cepat.
Juan salah, ia pikir Devan akan membunuhnya menggunakan pistol, tapi Devan justru membunuhnya menggunakan samurai yang ada di tangan kanannya, sebab itu Juan tidak bisa menghindar.
Samurai tersebut saat ini berlumuran darah, Devan belum puas saat melihat kepala Juan sudah terlepas dari tubuhnya, Devan dengan sadisnya memotong bagian tubuh Juan, seperti kaki dan tangannya, hingga beberapa saat kemudian anak buah Devan pun datang dan diikuti Mike.
"Bawa dia ke Leon, aku sangat muak melihatnya!" perintah Devan yang diangguki oleh Mike dan juga anak buahnya.
Devan membersihkan dirinya yang terkena darah dari Juan, tak lupa Devan juga menyuruh pelayan untuk membersihkan kamarnya yang sudah mulai bau darah.
__ADS_1
Setelah membersihkan dirinya, Devan keluar dari kamar dan menuju kamar para pelayan karena Devan diberi tahu jika Keyna saat ini berada di kamar pelayan.
Devan masuk kedalam kamar pelayan tanpa mengetuk pintu dan hal itu membuat para pelayan terkejut begitu juga dengan Keyna yang ternyata sudah sadar.
"Devan," panggil lirih Keyna.
Devan menghampiri Keyna dan dengan cepat Keyna memeluk erat sang suami, ia sangat takut bagaimana tidak ia masih teringat apa yang terjadi padanya tadi.
# Flashback On #
Setelah menunggu cukup lama, Keyna pun kembali ke kamarnya karena dia sangat lelah, "Bi, nanti kalau seandainya Devan udah keluar dari ruang kerjanya bilang ke Keyna ya, Bi" ucap Keyna.
"Iya, Nyonya, tapi kenapa Nyonya tidak ke ruang kerja Tuan Devan saja?" tanya Bi Nani.
"Gak ah, nanti yang ada Keyna kayak gimana gitu, biarin aja Devan pacaran sama berkas-berkasnya," ucap Keyna dan diangguki Bi Nani.
Setelah itu, Keyna pun menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya, tapi baru saja Keyna masuk dan menutup pintu tiba-tiba seseorang membekap mulut Keyna.
Keyna pun memberontak, tapi tenaga Keyna kalah dengan orang tersebut yang Keyna yakini seorang pria hingga akhirnya Keyna tidak sadarkan diri.
Saat Keyna bangun pun Keyna terkejut karena ia berada di kamar para pelayan, bukan kamarnya, Keyna sudah tanya ke para pelayan dan mengatakan jika Keyna tidak apa-apa hanya saja ada seseorang yang ingin mencelakai Keyna dan jika Keyna ingin mengetahui detailnya ia bisa menanyakannya ke Devan.
Akhirnya Keyna pun mengalah dan tidak menanyakannya lagi, Keyna pun duduk di ranjang milik Ganish dan mengobrol dengan para pelayan.
Hingga beberapa saat kemudian, Devan pun datang dan hal itu membuat Keyna lega.
# Flashback Off #
"Kamu baik-baik saja? apa ada yang sakit?" tanya Devan dan Keyna pun menganggukkan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku baik-baik aja kok," ucap Keyna.
"Kita kembali ke kamar," ajak Devan.
Keyna pun berdiri, tapi baru saja akan berjalan tiba-tiba kakinya sudah tidak menapak di lantai, sontak saja hal itu membuat Keyna kaget dan ia pun menatap kaget ke arah Devan.
"Dev, aku bisa jalan sendiri kok, kenapa kamu malah gendong aku?" tanya Keyna.
"Gapapa pengen aja," jawab Devan dengan santai.
"Dev, turunin, aku malu," ucap Keyna.
__ADS_1
Devan tidak merespon perkataan Keyna, ia hanya melihat para pelayan yang melihatnya dan Keyna, tapi Devan mengacuhkannya.
Disisi lain, seorang perempuan yang melihat semuanya pun terlihat marah dengan perlakuan Devan terhadap istrinya itu, 'Akan aku pastikan, aku yang ada di posisi wanita itu dan kau akan ku singkirkan dengan tanganku sendiri dasar wanita tidak tau diri,' ucap perempuan itu dalam hati.
"Dev, turunin dong, malu loh dilihat banyak orang," ucap Keyna pada Devan.
Bagaimana Keyna tidak malu, Devan berjalan dengan santai sambil menggendong Keyna dan melewati banyak penjaga serta beberapa pelayan.
Bukannya menjawab Devan justru terus berjalan hingga menuju kamarnya, ralat maksudnya kamar tamu karena kamar utama sedang di bersihkan dan tidak mungkin mereka langsung tidur di kamar utama, kalau mereka tidur di kamar utama bisa-bisa Keyna akan curiga.
Sebenarnya Keyna sudah bertanya kenapa mereka tidur di kamar tamu dan tidak di kamar utama, tapi dengan pintarnya Devan mengatakan jika di kamar utama harus di bersihkan karena banyak barang elektronik yang rusak dan itu dapat menimbulkan bahaya, sangat bodoh itulah yang Devan pikirkan mana ada alasan bodoh bahkan tidak masuk akal itu, tapi untungnya Keyna percaya-percaya saja dan tidak menanyakan lagi.
Keyna sendiri sebenarnya memang benar-benar percaya, Keyna tidak curiga sama sekali dengan alasan yang dibuat oleh Devan.
"Dev, aku denger tadi ada yang mau nyelakain aku, emang bener ya?" tanya Keyna.
"Kamu tau dari mana itu?" tanya Devan.
"Kata pelayan tadi gitu, makanya aku ada disana supaya aku gak di celakain lagi untuk sementara waktu," ucap Keyna.
"Hem," jawab Devan tanpa melihat ke arah Keyna dan ia hanya fokus dengan laptopnya.
"Dev, tadi memang aku di bekap sama seseorang, tapi aku gak tau siapa dia," ucap Keyna.
Devan yang awalnya fokus pada laptopnya pun langsung melihat ke arah Keyna.
"Kamu tau kalau kamu dibekap," ucap Devan dan diangguki Keyna.
Lalu Keyna pun menceritakan semua kejadian yang ia alami tanpa ia kurangi ataupun tambahi, "Jadi kamu tidak melihat siapa orang yang membekapmu?" tanya Devan.
"Gak," jawab Keyna dengan menggelengkan kepalanya.
Satu hal yang Keyna masih ingat perkataan orang itu dan tidak Lea katakan pada Devan yaitu, 'Jangan percaya pada siapapun, bahkan pada suamimu, karena suamimu tidak sebaik yang kau pikirkan, ingat nyawamu saat ini berada pada suamimu,' ucap orang itu yang masih saja terngiang-ngiang dalam pikiran Keyna.
"Kamu tidak curiga begitu? kenapa ada orang yang ingin menyelakaimu?" tanya Devan.
"Ada, aku curiga dengan seseorang," ucap Keyna.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.