Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku
Pulang Sendiri


__ADS_3

Malam harinya, Devan dan Keyna memutuskan untuk menjenguk Mama Vanka yang tengah di rawat di rumah sakit.


Sejak tadi, Keyna merasa senang dan tidak sabar karena akhirnya ia akan bertemu dengan Mama Vanka.


Tapi, tentunya Keyna juga merasa khawatir dan takut jika Mama Vanka membencinya dan tidak ingin bertemu dengannya lagi karena Keyna pergi tanpa kabar dan sekarang ia kembali untuk bertemu dengan Mama Vanka disaat Mama Vanka sakit.


"Aduh, aku takut nanti kalau Mama gak suka sama kehadiranku gimana ya," gumam Keyna.


Setelah semuanya siap, Devan dan Keyna pun menuju rumah sakit tempat Mama Vanka di rawat.


Sesampainya di rumah sakit, Devan berjalan terlebih dahulu dan Keyna mengekor di belakangnya.


Saya di depan kamar inap Mama Vanka, Keyna mencoba untuk menenangkan diri dan berharap segala pikiran buruknya tidak terjadi.


Devan dan Keyna pun masuk ke dalam kamar inap Mama Vanka, saya mereka berdua masuk ke dalam kamar inap Mama Vanka membuat semua orang yang ada di sana menatap Devan dan Keyna.


Banyak yang terkejut saat melihat Keyna, tapi Keyna memaklumi hal itu dan ia tersenyum ramah pada mereka semua.


"Kenapa dia ada di sini? aku kira dia sudah mati?" tanya Aldy.


"Hei," peringat Kak Ella.


"Lah bener kan Kak," ucap Aldy.


"Diem," ucap Kak Ella dan akhirnya Aldy diam.


"Gimana keadaan kamu, Van?" tanya Mama Vanka.


"Devan baik, Ma. Ini Devan bawa Keyna," ucap Devan dan menggenggam tangan Keyna.


Keyna pun tersenyum pada Mama Vanka, tapi sayang Mama Vanka justru tidak melihat Keyna sama sekali.


"Kamu gak kangen Mama, Van. Kamu kama banget loh di luar kotanya," ucap Mama Vanka dan memberikan isyarat agar Devan maju.


Keyna yang paham artinya isyarat itu Kun langsung melepaskan genggaman tangan Devan dan menatap Devan dengan senyum manisnya lalu Keyna menganggukkan kepalanya.


Devan pun menghampiri Mama Vanka dan memeluk Mama Vanka, "Mama rindu banget sama kamu, kamu jangan tinggalin Mama lagi," ucap Mama Vanka.


"Iya, Ma," ucap Devan.


Semua orang yang ada di sana saling mengobrol dan bercanda, hanya Keyna yang diam dan tidak di ajak bicara disana.


Tapi, Keyna memaklumi hal itu. Keyna tahu jika semua orang yang ada di sana membencinya dan itu adakah resiko yang harus Keyna terima karena telah melakukan kesalahan yang ternyata fatal.


Hari semakin gelap bahkan beberapa keluarga lainnya sudah pulang, "Ayo kita pulang," ajak Devan.


Keyna yang awalnya menatap Mama Vanka yang tengah memakan buah apel pun langsung menatap Devan. Namun, belum sempat Keyna menjawab ajakan Devan, Mama Vanka terlebih dahulu bersuara.


"Kamu mau pulang ninggalin Mama, Van?" tanya Mama Vanka.


"Nanti Devan ke sini lagi kok, Ma. Tapi, Devan anterin Keyna pulang dulu," ucap Devan.


"Aku pulang sendiri aja Dev," ucap Keyna.


"Gak, aku anterin kamu," ucap Devan.


"Kamu beneran mau ninggalin Mama lagi," ucap Mama Vanka.

__ADS_1


"Ma, Keyna lagi hamil dan Devan gak bisa biarin Keyna pulang sendiri," ucap Devan.


"Kan ada anak buah kamu," ucap Mama Vanka.


"Ma...," ucapan Devan terhenti lantaran Keyna yang menyelanya.


"Udah gapapa, aku sendiri aja. Aku masih bisa naik taksi kok," ucap Keyna.


"Aku bakal telpon Dennis," ucap Devan.


"Gak usah, aku naik taksi aja. Aku beneran gapapa," ucap Keyna.


"Huh, yaudah. Aku anterin sampai kamu dapat taksi," ucap Devan.


"Devan gak mau denger Mama bilang kalau Devan bakal ninggalin Mama, oke," ucap Devan lalu mengantar Keyna sampai ia dapat taksi.


Setelah Keyna pulang, Devan pun kembali ke kamar inap Mama Vanka.


"Apa maksud Mama?" tanya Devan.


"Maksud Mama? Mama gak ada maksud apa-apa kok, emang apa maksud Mama?" tanya Mama Vanka.


"Kenapa Mama kayak gitu ke istri Devan?" tanya Devan.


"Gapapa, udah ah Mama capek. Mama mau istirahat," ucap Mama Vanka.


Devan hanya mampu mengalah dan tidak ingin berdebat dengan Mama Vanka, setelah melihat Mama Vanka terlelap. Devan memilih untuk keluar kamar inap Mama Vanka dan menghubungi Mike.


^^^Apa Keyna sudah di rumah?^^^


^^^Apa pelayan yang tadi mengganggu Keyna sudah kau bereskan?^^^


Sudah Tuan, dia sudah meninggal dan jasadnya juga sudah dibuang ke laut.


^^^Bagus, aku sedang tidak ingin mengurus dia.^^^


Setelah itu, Devan pun memutuskan sambungan telepon tersebut.


Devan kembali masuk ke dalam kamar inap Mama Vanka dan menjaga Mama Vanka karena Papa Alex harus kembali ke kantornya untuk lembur karena memang perusahaan Papa Alex sedang bermasalah.


Sedangkan, Kak Acha dan Kak Jeffry berada di rumah keluarga Kak Jeffry karena anak mereka yang masih kecil dan b bisa di bawa keluar rumah. Ya, Kak Acha telah melahirkan seorang bayi laki-laki tampan bernama Jerikho.


Vio sendiri sudah pulang dari rumah sakit karena besok, ia harus ujian untuk tugas akhirnya sehingga ia tidak bisa menjaga Mama Vanka dan Devan lah yang harus menjaga Mama Vanka.


.


Pagi harinya, Keyna bangun dan menyiapkan semuanya. Ya, hari ini ia akan menjenguk Mama Vanka lagi, meskipun Mama Vanka tidak menganggap Keyna, tapi bagaimanapun Mama Vanka adalah mertuanya jadi Keyna harus sabar dan memakluminya.


"Udah selesai?" tanya Devan.


"Iya," ucap Keyna.


"Yaudah, ayo," ucap Devan.


Devan dan Keyna pun menuju rumah sakit dan sesampainya di sana mereka berdua langsung menuju kamar Mama Vanka.


"Ma," panggil Keyna.

__ADS_1


"Kamu gak kerja, Van?" tanya Mama Vanka.


"Iya, setelah ini Devan ke kantor kok, Ma. Devan nganterin Keyna dulu soalnya dia mau ketemu sama Mama," ucap Devan.


"Jangan di biasain kayak gitu, Van. Walaupun ku itu pemiliknya, tapi kamu harus kasih contoh yang baik untuk karyawan kamu. Kamu udah lama banget ga ke kantor dan sekarang kamu malah telat, gak profesional kamu, Van," ucap Mama Vanka.


"Kamu ke kantor aja, Dev. Biar aku yang jaga Mama," ucap Keyna.


"Gapapa?" tanya Devan.


"Iya, gapapa kok," ucap Keyna.


"Yaudah, aku ke kantor dulu ya," ucap Devan dan mengecup kening Keyna.


Tak lupa Devan juga berpamitan pada Mama Vanka, setelah itu Devan keluar dari kamar inap Mama Vanka.


Di kamar inap tersebut hanya ada Keyna dan Mama Vanka, suasana di dalam pun sangat canggung.


"Mama mau makan buburnya atau Mama mau menu yang lain?" tanya Keyna.


"Suster nanti bawa makanan saya kok, kamu gak usah repot-repot. Mendingan kamu pulang aja sana, saya bisa sendiri di sini lagian ada suster yang juga jaga saya," ucap Mama Vanka.


Keyna hanya tersenyum mendengar perkataan Mama Vanka, "Kalau gitu Keyna panggil susternya dulu ya biar Mama mau makan," ucap Keyna dan keluar dari kamar tersebut.


Tak berapa lama setelah itu, Keyna kembali masuk ke dalam kamar inap tersebut dengan seorang suster.


Akhirnya Mama Vanka pun memakan bubur bubur tersebut dengan bantuan suster karena memang Mama Vanka tidak ingin Keyna membantunya dan mau tidak mau Keyna menurut.


Setelah Mama Vanka selesai makan, Keyna pun membersihkannya dan menjaga Mama Vanka hingga Papa Alex datang.


"Kamu pulang aja biar Mama, Papa yang jaga," ucap Papa Alex.


"Iya, Pa. Kalau begitu Key pergi dulu," ucap Keyna.


"Kamu pulangnya naik apa?" tanya Papa Alex.


"Nanti Key kabarin Dennis," ucap Keyna.


"Halah, bikin kerjaan Dennis bertambah aja. Dennis itu bukan supir ya, baik taksi kan bisa," gumam Mama Vanka yang masih di dengar Keyna.


"Ma," peringat Papa Alex.


"Apa?" tanya Mama Vanka sewot.


Papa Alex pun menghela napas lalu menatap Keyna, "Yaudah kalau gitu hati-hati," ucap Papa Alex.


"Iya, Pa," ucap Keyna.


Keyna pun akhirnya pergi dari kamar inap Mama Vanka.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2